KEDUDUKAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM PUTUSAN PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA YOGYAKARTA

  • Fatah Nashir
  • Latifa Mustafida
Keywords: electronic evidence, divorce, law, UU ITE

Abstract

Along with the development of technology, people are starting to turn to digital technology in proving cases. In some divorce cases, electronic evidence is used to prove the dispute in divorce. This study aims to determine the function of electronic evidence in the divorce process on the pretext of irreconcilable husband and wife disputes. The aim is to find out the judges' views on the validity of electronic evidence (ABE) in their efforts to produce divorce case decisions.This research is a normative juridical type. The research data is sourced from the decision No. 0150/Pdt.G/2014/PA.Yk & Number 0132/Pdt.G/2015/PA.Yk. Secondary data will be taken from literature or literature studies that support the decision, namely the ITE Law, Marriage Law, Compilation of Islamic Law, Civil Code, Supreme Court Regulations regarding electronic evidence. Furthermore, the data will be analyzed deductively and descriptively.The results of the study stated that the judge had accepted ABE as one of the evidence used in divorce cases. The acceptance by the judges is done with limitations. The limitation is because ABE has not been recognized in the Civil Code, BW or RBg. In addition, electronic evidence sourced from the Law on Information and Electronic Transactions is still very general in nature so that ABE acceptance is only used as initial evidence, provided that it has been recognized and adjusted to the applicable trial procedures and confirmed by experts, in order to clarify the facts of the dispute. in divorce cases.

References

Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Arto, A. M. (2007). Praktek Perkara Perdata pada Pengadilan Agama, Cet. Ke-7. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Assegaf, A. R. (2005). Studi Islam Kontekstual Elaborasi Paradigma Baru Muslim Kaffah. Yogyakarta: Gama Media.

Badrulzaman, M. D. (1982). Perjanjian Kredit Bank, Cetakan III. Bandung: Alumni.

Badrulzaman, M. D. (1983). KUH Perdata Buku II tentang Hukum Perikatan dengan Penjelasannya. Bandung: Alumni .

Badrulzaman, M. D. (1994). Aneka Hukum Bisnis, Edisi I, Cet I. Bandung: Alumni.

Black, H. C. (1951). Black’s Law Dictionary. USA: West Publishing.

Budiono, H. (2004). “Pengikatan Jual Beli dan Kuasa Mutlak”. Majalah Renovi edisi tahun 1, Nomor 10 bulan Maret, 57.

Chaery, D. S. (1983). Kamus Istilah Agama. Jakarta: CV.Sienttarama.

Djohanputro, B. (2008). Manajemen Keuangan Korporat. Jakarta: PT. Mitrakesjaya.

Djohanputro, B. (2008). Manajemen Keuangan Korporat. Jakarta : PT. Mitrakesjaya.

Djoni S.Gazali, R. U. (2012). Hukum Perbankan. Jakarta: Sinar Grafika.

Ghazaly, A. (2006). Fiqh Munakahat . Jakarta: Kencana.

Gultom, D. M. (2009). Cyber Law : Aspek Hukum Teknologi Informasi. Bandung: Refika Aditama.

Hadi, S. (1984). Methodologi Research. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

Harahap, M. Y. (1993). Kedudukan, Kewenangan dan Acara Peradilan Agama UU. No. 7 Tahun 1989, Cet. 2. Jakarta: : Pustaka Kartini.

Harahap, M. Y. (2009). Kedudukan, Kewenangan, dan Acara Peradilan Agama, Cet. Ke-5. Jakarta: Sinar Grafika,.

Harahap, M. Y. (2009). Kedudukan, Kewenangan, dan Acara Peradilan Agama, Cet. Ke-5. Jakarta: Sinar Grafika.

Hasbullah, F. H. (2005). Hukum Kebendaan Perdata: Hak-Hak Yang Memberi Kenikmatan, Jilid I. Jakarta: Ind-Hill-Co.

J.Satrio. (1997). Hukum Perjanjian Indonesia dan Common Law. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Karjono. (2012). Perjanjian Lisensi Pengalihan Hak Cipta Program Komputer Transaksi Elektronik. Bandung: Alumni.

Limbong, B. (2010). Pengusaha Koperasi, Memperkuat Fondasi Ekonomi Rakyat. Jakarta: Penerbit Margaretha Pustaka.

Makarim, E. (2005). Pengantar Hukum Telematika : Suatu Kompilasi Kajian. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Manan, A. (2008). Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama. Jakarta: Kencana.

Mardani. (2009). Bunga Rampai Hukum Aktual. Bogor: Ghalia.

Mertokusumo, S. (1988). Mengenal Hukum. Yogyakarta: Liberty.

Mochtar Kusumaatmadja, B. A. (2000). Pengantar Ilmu Hukum Suatu Pengenala

Pertama Ruang Lingkup Berlakunya Ilmu Hukum Buku I. Bandung: Alumni.

Moeloeng, L. L. (2004). Metode Penelitian Kualitatif, Cetakan Ke-XIV. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pandoman, A. (2017). Bahan Kuliah : Permasalahan Penyelesaian Kredit Bank. Yogyakarta: Fak.Hukum UCY.

Prodjodikoro, W. (2000). Azas-azas Hukum Perjanjian. Bandung: CV Mandar Maju.

Prof. Dr. A. Hamid Sarong, S. M. (2010). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Banda Aceh: PeNa.

Rachmat Firdaus, M. A. (2011). Manajemen Perkreditan Bank Umum. Bandung: Alfabeta.

Republika. (2009, Juni 24). Krisis Global Ciptakan 57 ribu Penganggur. Republika , 1.

Sasangka, H. ( 2005). Hukum Pembuktian dalam Perkara Perdata. Penerbit Mandar Maju: Bandung.

Sasangka, H. (2005). Hukum Pembuktian dalam Perkara Perdata. Bandung: Penerbit Mandar Maju.

Setiawan, I. K. (2018). Hukum Perikatan. Jakarta : Sinar Grafika.

Setiawan, R. (1987). Pokok Hukum Perikatan. Bandung: Bina Cipta.

Soemiyati. (1986). Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan. Yogyakarta: Liberty.

Soerjono Soekanto, S. P. (1981). Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: Universitas Indonesia.

Sofwan, S. S. (1980). Hukum Jaminan di Indonesia Pokok-Pokok Jaminan Kebendan dan Jaminan Perorangan. Yogyakarta: Liberty.

Sofwan, S. S. (1982). Himpunan Karya Tentang Hukum Jaminan. Yogyakarta: Liberty.

Subekti. (1994). Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa.

Subekti. (2001). Hukum Perjanjian, Cetakan XVIII. Jakarta: PT Intermasa.

Subekti, R. (1995). Aneka Perjanjian. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Sugema, I. (2012). Krisis Keuangan Global 2008-2009 dan Implikasinya pada Perekonomian Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, Vol. 17, 176.

Tamin, N. (2012). Kiat Menghindari Kredit Macet. Jakarta: Dian Rakyat.

Tiong, O. H. (1985). Fiducia Sebagai Jaminan Unsur-unsur Perikatan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Tiong, O. H. (1985). Fidusia Sebagai Jaminan Unsur unsur Perikatan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Usman, R. (2001). Aspek-Aspek Hukum Perbankan di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Alif, C. (2015). Kekuatan Alat Bukti Elektronik Dalam Pembuktian Zina Pada Perkara Perceraian. Skripsi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 79-80.

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia.

Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Published
2021-08-29
How to Cite
Nashir, F., & Mustafida, L. (2021). KEDUDUKAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM PUTUSAN PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA YOGYAKARTA. Fortiori Law Journal, 1(02), 23-56. Retrieved from https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/flj/article/view/924