Birokrasi sebagai Sentralisasi Kekuasaan Politik-Ekonomi di Indonesia

  • Tri Wahyu Budiutomo
  • Arif Wahyuanriawan
Keywords: Birokrasi, Sentralisasi Kekuasaan, Politik, Ekonomi Indonesia

Abstract

Integrasi suatu negara dengan sistem ekonomi internasional yang kapitalis menyebabkan sistem ekonomi nasional negara menjadi subordinasi dari internasional ekonomi karena teori ini melihat dunia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu : negara pusat, negara yang dapat dikatakan sebagai negara yang memiliki sistem kapitalisme modern (misalnya : negara-negara G7) dan kelompok negara satelit (bekas negara koloni). Suatu hal menarik dari teori ini adanya pembagian kerja internasional di mana negara- negara metropol adalah negara yang memproses bahan-bahan mentah yang disediakan oleh negara-negara satelit menjadi produk-produk industri yang kemudian dijual kembali sebagai produk industrial di negara-negara yang sedang berkembang. Dalam hal ini sektor ekonomi tradisional mendapat fungsi baru yaitu sebagai penyedia tenaga yang murah dan lahan yang murah untuk kepentingan pengembangan sektor modern yang merupakan wakil kapitalisme modern. Akibatnya muncul kelompok birokrat politik sebagai sebagai pusat kekuasaan, birokrasi sebagai penunjang kebijakan-kebijakan ekonomi. Jadi negara dengan aparatnya oleh pendekatan ini dianggap sebagai Comprador : kelompok yang memberikan fasilitas utama bagi kepentingan- kepentingan modal asing dengan memperoleh bayaran tertentu. Ia juga merupakan kelompok yang menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar kapitalisme itu sendiri, karena industrialisasi mula muncul di negara-negara yang sedang berkembang.

References

Budiman, Arief. The State and Industrialization Process In Indonesia, The Institute Of Social Science, Seoul National University, 1985.

Crouch, Harold, “General and Business in Indonesia”, Pasific Affair, Vol. 48, No. 4, 1975, 1976.

Kurnia, H. (2014). PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA UNIVERSITASCOKROAMINOTO YOGYAKARTA. Academy of Education Journal, 5(2). Retrieved from https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/fkip/article/view/120

Budiutomo, T. (2015). PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENILAIAN PROSES BELAJAR MENGAJAR. Academy of Education Journal, 6(1). Retrieved from https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/fkip/article/view/125

Gunnarson, Christen, “Development Theory and Third World Industralization : A Comparison

Of Pattens of Industralization In 19th Century Europe and The Thrid World”, Journal of Contemporary Asia, Vol. 15, No. 2 Tahun 1985.

Irwan, Alexander, “Patronase Bisnis, Kelas dan Politik”, Jakarta, Society for Political and Economic Studies, 1994.

Loekman Sutrisno, “Hubungan Negara dan Rakyat di Indonesia pada Abad ke-21”, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Ilmu Sastra pada Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1994.

Machie, J.A.C., “Harta dan Kuasa dalam Masa Orde Baru”, Prisma, No. 2 Februari 1984.

Maharim, N.A., “The Role of The State : From Monopoly to Bureaucratization”, Prisma, No. 7 Juli 1982.

Robinson, Richard, “After The Gold Rush : The Polities of Economic Restructuring in Indonesia in The 1980’s”, dalam Richard Robinson, et. al., 1987.

_______________, “Indonesia The Rise Of Capital”, Sydney : Aller and Vuwin, 1986.Surbakti

Ramlan, “Memahami Ilmu Politik”, Jakarta, PT. Gramedia, 1992.

Wallerstein, Immanuel, “Dependence and Independent World : The Limited Possibilities of Transformation within The Capitalist World-Economic”, Dalam Capitalist World Economy : Cambridge University Press, 1929.

Warren, Bill, “Imperialism and Captalist Industrialization”, New Left Review, No. 81 September – Oktober 1973.

Tempo, Tanggal 21 Maret 1987.

Published
2015-07-01
How to Cite
Budiutomo, T., & Wahyuanriawan, A. (2015). Birokrasi sebagai Sentralisasi Kekuasaan Politik-Ekonomi di Indonesia. Academy of Education Journal, 6(2). Retrieved from https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/fkip/article/view/129