MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN “UNGGAH UNGGUH” DI SEKOLAH

Triwahyu Budiutomo

  • FKIP UCY FKIP UCY
Keywords: karakter, pembelajaran unggah ungguh

Abstract

Kemerotan moral mendera bangsa kita saat ini, antara lain tingginya tingkat kriminalitas, kasus korupsi, kolusi dan penegakan hukum yang sepertinya masih jauh dari harapan nilai keadilan. Kejadian tersebut memberi kesan seakan-akan bangsa kita sedang mengalami krisis etika dan krisis kepercayaan diri yang berkepanjangan. Berdasarkan kenyataan tersebut, pendidikan nilai/moral memang sangat diperlukan atas dasar argumen adanya kebutuhan nyata dan mendesak. Dalam Permendiknas N0.45/2006 setiap rumusan SKL secara implisit dan eksplisit termuat substansi nilai/karakter. Pendidikan unggah-ungguh di sekolah diberikan merupakan pelaksanaan mata pelajaran Seni Budaya. Pendidikan unggah-ungguh diberikan karena keunikan, kebermaknaan dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan siswa, yang terletak pada pemberian pengalaman etik dan estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi. Prinsip dan Pendekatan Pendidikan Karakter terintegrasi kedalam mata pelajaran, pengembangan diri dan budaya sekolah. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP, silabus dan RPP). Prinsip ini membawa peserta didik belajar melalui proses berpikir, bersikap, dan berbuat. Dengan demikian membangun karakter siswa dengan pembelajaran unggah ungguh dapat dilaksanakan melalui kegiatan sekolah dan proses pembelajaran di kelas, sehingga pembelajaran unggah ungguh di sekolah dapat sebagai sarana membangun karakter siswa untuk membentuk insan yang berkualitas.

Published
2019-05-09
How to Cite
UCY, F. (2019). MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PENDIDIKAN “UNGGAH UNGGUH” DI SEKOLAH. Academy of Education Journal, 5(2). Retrieved from https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/fkip/article/view/117