Pendidikan Kebangsaan Dalam Pesantren Perspektif Abdul Wahid Hasyim

  • Umi Musaropah
Keywords: Islamic education, nationalism education, pesantren, Abdul Wahid Hasyim

Abstract

This educational history research is focused on the life, activities and thoughts of KH. A. Wahid Hasyim, a national hero of independence in developing national education in pesantren, an environment which he never left from birth to adulthood. In pesantren Tebuireng run by his family, he began to study and also applied his educational ideas. His contribution expanded to the national level after being involved in NU and national activities in his lifetime to serve as minister of religion including broadening understanding of Islam and its institutionalization in state activities. The idea of national education is based on the belief that the more languages mastered by students, the stronger the sense of nationalism in them. This needs to be balanced with the strengthening of local culture and religion in daily life.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aboebakar, Sejarah Hidup K.H.A. Wahid Hasyim dan Karangan Tersiar Jakarta: Panitia Buku Peringatan alm. K.H.A. Wahid Hasyim, 1957.

Abror, Darul. “Politik Penguatan Institusi Pendidikan Tinggi Islam Indonesia,Telaah Historis Transformasi FA-UII Ke PTAIN EraMenteri Agama K.H. A. Wahid Hasyim.” Conciencia Vol 18 No 2 (2018): 28-42

Ali, A. Mukti. Alam Pikiran Islam Modern. Jakarta: Tinta Mas, 1964.

AM, Thufail. “Di Balik Kontroversi Nietzsche.” Media Inovasi, No.3 , 2001.

Anshari, Endang Saifuddin. Piagam Jakarta 22 Juni 1945: dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasional Islami dan Nasionalis “Sekuler” tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 – 1959. Jakarta: CV. Rajawali, 1986.

Azra, Azyumardi dan Saiful Umam, Menteri-Menteri Agama RI Biografi Sosial Politik. Jakarta: INIS dan PPIM Depag RI, 1998.

Cahyono, Fendi Teguh “Kebijakan Menteri Agama K. H. Wahid Hasyim Terhadap Kemajuan Pendidikan Islam Di Indonesia.” Al Achyad: Jurnal Ilmu Keislaman Vol.1.No.1 September 2016, 69-96

Dhofier, Zamakhsyari “K.H. A. Wahid Hasyim: Rantai Penghubung Peradaban Pesantren dengan Peradaban Indonesia Modern”, Prisma Vol. 8, No 8 Tahun 1984.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kiai. Jakarta: LP3ES, 1985.

Hasyim, A. Wahid “ Pidato Menteri Agama pada Pembukaan Perguruan Tinggi Islam Indonesia Medan. “ Mimbar Agama, November, 1952.

Hasyim, A. Wahid. “Tidak Mudah Memenuhi Tuntunan Otak: yaitu dengan Meninggalkan Hawa Nafsu dan Menjalani Kebenaran.” Mimbar Agama, Juni – Juli, 1951.

Hasyim, A. Wahid. Mengapa memilih NU? : Konsepsi Tentang Agama, Pendidikan Dan Politik. Jakarta : Inti Sarana Aksara, 1985.

Ibrohim, Ahmad et.all. (eds.). Islam di Asia Tenggara : Perkembangan Kontemporer. Jakarta : LP3ES, 1990.

Ismail, Faisal. “The Nahdlatul Ulama Its Early History and Contribution to the Establishment of Indonesian State.” Journal Of Indonesian Islam Volume 05, Number 02, December 2011, 247-282

Khuluk, Lathiful. Fajar Kebangkitan Ulama : Biografi KH Hasyim Asy’ari Yogyakarta : LKiS, 2000.

Maarif, Ahmad Syafii. Islam dan Masalah Kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. Jakarta: LP3ES, 1996.

Madjid, Nurcholish. Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta:Paramadina,1997.

Mas’hum, Saifullah. (ed.), Kharisma Ulama Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU. Bandung : Mizan : 1998.

Noer, Deliar. Gerakan Modern Islam Indonesia 1900 – 1942. Jakarta: LP3ES, 1996

Paisun. “Analisis Terhadap Pemikiran Wahid Hasyim Tentang Pembaruan Pendidikan Pesantren,” JPIK Vol.1 No. 1, Maret 2018: 110-134

Raihani. “Islam dan Kemajemukan Indonesia, Studi Kasus Pesantren dan Pendidikan Multikultural” dalam The 10th Annual Conference on Islamic Studies (10th ACIS), Banjarmasin 1-4 November 2010 II: 5

Santoso, Moh Hadi dan Sumarno, “Pembaharuan Sistem Pendidikan Pesantren Menurut KH. Abdul Wahid Hasyim,” Avatara, e-Journal Pendidikan Sejarah Volume 3, No. 3, Oktober 2015, 335-343

Supriatna, Mamat. “Studi Kebijakan Tentang Pendidikan Berwawasan Kebangsaan,” http://file.upi.edu/ Direktori/FIP/ JUR._PSIKOLOGI_PEND_ DAN_BIMBINGAN/ 196008 291987031-MAMAT_SUPRIATNA/03._ STUDI_ KEBIJAKAN_ TENTANG_ PENDIDIKAN_ BERWAWASAN_ KEBANGSAAN.pdf

Taufik Nugroho, “Reorientasi Peranan Pesantren Pada Era Pembangunan Menuju Partisipasi Pemberdayaan Masyarakat Bawah,” Ulumuddin : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman 7, no. 2 (2017): 147-155.

Tim Tempo. Wahid Hasyim: Untuk Republik dari Tebuireng, Seri Buku TEMPO: Tokoh Islam di Awal Kemerdekaan. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2011.

Umi Musaropah. “Kharisma Kyai Dalam Organisasi Pendidikan Pesantren Tradisional,” Ulumuddin : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman 8, no. 2 (2018): 141-155.

Van Bruinessen, Martin. NU: Tradisi Relasi-relasi Kuasa Pencarian Wacana Baru.(Yogyakarta: LKiS, 1994.

Wiryosukarto, Amir Hamzah (ed). Kiyai Haji Mas Mansur: Kumpulan Karangan Terbesar. Yogyakarta: PT. Persatuan, 1968.

Yunus, Mahmud. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 1995.

Zuhri, Saifuddin. Kaleidoskop Politik di Indonesia. Jakarta: Gunung Agung, 1982.

Published
2019-11-23
How to Cite
Musaropah, Umi. “Pendidikan Kebangsaan Dalam Pesantren Perspektif Abdul Wahid Hasyim”. Ulumuddin : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman 9, no. 1 (November 23, 2019): 1-22. Accessed August 16, 2022. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/agama_islam/article/view/284.