Analisis Unsur Melawan Hukum Dalam Penyalahgunaan Wewenang Dan Diskresi Pejabat Negara

Authors

  • I Dewa Gede Loka Maheswara Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
  • Andi Baso Sawerigading Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
  • Ghaitsa Afifah Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
  • Yusron Faiz Athallah Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
  • Shindyoko Wibowo Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

DOI:

https://doi.org/10.47200/aoej.v17i2.3617

Keywords:

Abuse of Authority, Unlawfulness Element, Policy Discretion, Corruption Crime, Legal Certainty

Abstract

Abuse of authority constitutes one of the forms of corruption regulated under Article 3 of Law Number 31 of 1999 in conjunction with Law Number 20 of 2001 on the Eradication of Corruption Crimes. This study aims to analyze the application of the element of unlawfulness in the offense of abuse of authority through the Decision of the Jakarta Corruption Court Number 34/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst involving Thomas Trikasih Lembong. The study focuses on the application of the unlawfulness element, the boundary between policy discretion and abuse of authority, and the implications of the decision for legal certainty in public policymaking. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that the application of the unlawfulness element in the decision combines both formal and material approaches. Furthermore, the decision raises issues regarding criminal liability since the defendant was found guilty despite the absence of evidence showing personal gain. The study also reveals that the distinction between legitimate policy discretion and punishable abuse of authority remains unclear, potentially creating legal uncertainty for public officials in making strategic policy decisions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adji, I. S. (2001). Korupsi dan hukum pidana. Kantor Pengacara & Konsultan Hukum Prof. Oemar Seno Adji & Rekan.

Ali, M. (2018). Overcriminalization dalam perundang-undangan di Indonesia. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 25(3), 450–471. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss3.art2

Amrullah D, M. D. F., Kasmarani, Y., & Mustika, D. (2024). Analisis sifat melawan hukum formil terhadap pelaku tindak pidana korupsi berdasarkan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Ta’zir: Jurnal Hukum Pidana, 8(1), 57–68. https://doi.org/10.19109/tazir.v8i1.22909.

Anjari, W. (2019). Kedudukan asas legalitas pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006 dan 025/PUU-XIV/2016. Jurnal Konstitusi, 16(1), 1–22. https://doi.org/10.31078/jk1611.

Baihaki, M. R. (2023). Penilaian unsur penyalahgunaan wewenang (détournement de pouvoir) berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 20(1), 100–122. https://doi.org/10.31078/jk2016.

CNN Indonesia. (2025, 18 Juli). Jejak kasus impor gula Tom Lembong hingga divonis 4,5 tahun penjara. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250718201830-12-1252368/jejak-kasus-impor-gula-tom-lembong-hingga-divonis-45-tahun-penjara.

Detik News. (2025, 18 Juli). Putusan seribu halaman yang bawa Tom Lembong dihukum penjara. https://news.detik.com/berita/d-8018668/putusan-seribu-halaman-yang-bawa-tom-lembong-dihukum-penjara.

Hartanti, E. (2008). Tindak pidana korupsi (Edisi Kedua). Sinar Grafika.

Haris, L. (2017). Implementasi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam pembentukan perilaku siswa berwarga negara yang baik di SD Juara Kelurahan Baciro Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta. Academy of Education Journal, 8(2), 226–269. https://doi.org/10.47200/aoej.v8i2.372

Ihfan, A. N. (2024). Problematika kewenangan Pengadilan Tata Usaha Negara dalam pengujian unsur penyalahgunaan wewenang. Media Iuris, 7(1), 69–100. https://doi.org/10.20473/mi.v7i1.44793.

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 527/MPP/KEP/9/2004 tentang Ketentuan Impor Gula. (2004). Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana [KUHP]. Pemerintah Republik Indonesia.

Lamintang, P. A. F., & Lamintang, T. (2011). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Sinar Baru.

Lembaga Kajian dan Konsultasi Konstitusi FHUI. (2024, 27 Desember). Analisis hukum terhadap tuduhan korupsi impor gula pada kasus Tom Lembong: Politisasi atau penegakan hukum? https://lk2fhui.law.ui.ac.id.

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Nur, A., & Hamzah, J. (2024). Kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi dalam badan usaha milik negara. Rechtsregel: Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 23–40. https://doi.org/10.32493/rjih.v7i1.43492.

Prasetyo, T. (2012). Hukum pidana. Rajawali Pers.

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 003/PUU-IV/2006. (2006). Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Nomor 34/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Jkt.Pst. (2025). Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Rini, N. S. (2018). Penyalahgunaan kewenangan administrasi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 18(2), 257–274. https://doi.org/10.30641/dejure.2018.v18.257-274.

Sapardjaja, K. E. (2002). Ajaran sifat melawan-hukum materiil dalam hukum pidana Indonesia: Studi kasus tentang penerapan dan perkembangannya dalam yurisprudensi. Alumni.

Schaffmeister, D., Keijzer, N., & Sutorius, E. P. H. (1995). Hukum pidana. Liberty.

Situmeang, S. M. T. (2023). Analisis yuridis terkait perkara tindak pidana korupsi yang dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum perdata sehingga mengakibatkan putusan lepas. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(4). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i4.11639.

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2003). Penelitian hukum normatif. Rajawali Pers.

Tempo. (2025, 24 Juli). Mahfud MD dan Novel Baswedan kupas putusan hakim kasus Tom Lembong. https://www.tempo.co/hukum/mahfud-md-dan-novel-baswedan-kupas-putusan-hakim-kasus-tom-lembong-2051033.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (2001). Pemerintah Republik Indonesia.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. (2014). Pemerintah Republik Indonesia.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (1999). Pemerintah Republik Indonesia.

Yunus, Y., Sarri, J., & Syahir, S. (2021). Hilangnya sifat melawan hukum pidana materiil dalam tindak pidana korupsi pasca pengembalian seluruh kerugian keuangan negara. Media Iuris, 4(2), 243–264. https://doi.org/10.20473/mi.v4i2.25457.

Yuspar, & Fahmiron. (2025). Penyalahgunaan wewenang dalam tindak pidana korupsi (kajian kasus tersangka Tom Lembong). Unes Journal of Swara Justisia, 8(4), 846–852. https://doi.org/10.31933/3nq2fy96

Published

2026-07-01

How to Cite

I Dewa Gede Loka Maheswara, Andi Baso Sawerigading, Ghaitsa Afifah, Yusron Faiz Athallah, & Shindyoko Wibowo. (2026). Analisis Unsur Melawan Hukum Dalam Penyalahgunaan Wewenang Dan Diskresi Pejabat Negara. Academy of Education Journal, 17(2), 260–270. https://doi.org/10.47200/aoej.v17i2.3617