Dana Talangan Haji: Antara Kebutuhan dan Ironi

Citra Ayudiati

  • FKIP UCY FKIP UCY
Keywords: Dana Talangan Haji, Kebutuhan dan Ironi

Abstract

Untuk lembaga keuangan syariah agar menerapkan fatwa DSN dan tidak keluar dari fatwa, yaitu menarik biaya admnistrasi yang nyata-nyata diperlukan dengan besaran biaya tetap, tidak berdasarkan besarnya pinjaman. Jika ini dilanggar, maka akan menyebabkan terjaruh ke dalam praktik riba. Untuk DSN, selain mengeluarkan fatwa diharapkan dapat memberikan sanksi bagi lembaga-lembaga yang menerapkan produk tidak sesuai dengan yang difatwakan melalui Dewan Pengawas Syariah yang terdapat di setiap bank syariah. Untuk masyarakat yang mendaftar haji jangan sampai terjebak dalam produk ini karena mengandung syubhat riba yang berakibat terhadap kemabruran hajinya karena berangkat menggunakan harta yang diperoleh dengan cara riba. Hendaklah ia membayar tunai sebanyak Rp 20 juta agar bisa mendapatkan kepastian seat (nomor urut) untuk tahun keberangkatan, dan jangan menggunakan dana talangan bank.

Published
2019-05-09
How to Cite
UCY, F. (2019). Dana Talangan Haji: Antara Kebutuhan dan Ironi. Academy of Education Journal, 6(2). Retrieved from https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/fkip/article/view/131