Rekonstruksi Kerangka Hukum Penyadapan di Peradilan Pidana Indonesia Berasas Due Process of Law

Authors

DOI:

https://doi.org/10.47200/jnajpm.v11i1.3568

Keywords:

Wiretapping, Criminal Justice System, Due Process of Law, Reformulation

Abstract

The problem surrounding the fragmentation of wiretapping regulations in the Indonesian criminal justice system and the formulation of an ideal policy based on the principle of due process of law. The research method used is normative legal analysis using a juridical approach and a conceptual approach. The results of this study indicate that current wiretapping practices are often carried out without a strict court approval mechanism at the initial stage, making them vulnerable to abuse of authority. In addition, the lack of transparency, the absence of a single standard regarding the duration of wiretapping, and the absence of provisions regarding the deletion of wiretapping data create potential loopholes for human rights violations. The theories used include the Theory of Legal Certainty, the Theory of Criminal Law Policy, the Theory of Authority, the Theory of Human Rights, and the Theory of the Criminal Justice System. This study recommends the development of law for all towards the enactment of a special law on wiretapping as an umbrella regulation that harmonizes it.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Editors. 2026. “The ‘History and Tradition’ of Substantive Due Process in State Constitutions.” Harvard Law Review 139(6).

Fachrunisa, Syifa. 2021. “Penyadapan sebagai Bentuk Upaya Paksa dalam Hukum Acara Pidana di Indonesia.” Jurnal Studi Hukum Pidana 1(1).

Hamaminata, Gani. 2023. “Perkembangan Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia.” Jurnal Hukum, Politik Dan Ilmu Sosial 2(4).

Hiariej, Eddy. O. S. 2012. Teori dan Hukum Pembuktian. Jakarta: Erlangga.

Hidayat, Muhammad Arif. 2019. “Penyadapan Oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Dala Perspektif Sistem Peradilan Pidana.” Badamai Law Journal 4(1).

Loqman, Loebby. 2002. Hak Asasi Manusia Dalam Hukum Acara Pidana. Jakarta: Datacom.

Manurung, Heriyanto, Rahmayanti, dan Muhammad Arif Sahlepi. 2025. “The Urgency of Implementing The Principle of Due Process of Law in Handling General Crimes in Indonesia.” Proceedings of International Conference on Islamic Community Studies 6258–64.

MKRI. 2010. Putusan dalam perkara Permohonan Pengujian Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: MKRI.

Noviacahyani, Wahyu, Elly Sudarti, dan Yulia Monita. 2022. “Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Pidana Pelaku Tindak Pidana Korupsi.” Pampas: Journal Of Criminal Law, 3(3).

Nurjana, Ana, Syifa Rufaida, Musa Karim Abdullah, Akmal Dwi Pramana, Silva Az’zahra, dan Fattah Setiawan Santoso. 2025. “Duties And Authoritis Of The Wakaf Nazhir In Indonesian Law.” Zicons: Zawiyah International Conference on Sharia and Legal Studies 1:586–96.

Nurkomalawati, Agustiana, dan Pujiyono Pujiyono. 2023. “Due Process of Law as Part of Political Law Enforcement.” International Journal of Social Science Research and Review 6(6):505–16. doi: 10.47814/ijssrr.v6i6.1415.

Prastyono, Rudi Dwi. 2020. “Formulasi Pengaturan Intersepsi Dalam Pemberantasan Korupsi Di Era Digital Oleh Kejaksaan Republik Indonesia.” Lex Renaissance 5(3).

Rakanadi, Bhujangga Gede Mahesa. 2026. “Legalitas Penyadapan Sebagai Alat Bukti Dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Jurnal Media Akademik 4(4).

RI. 2019. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,. Jakarta: BPK RI.

RI. 2025. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2025 tentang Hukum Acara Pidana.

Riwaldi, Riwaldi, Nurshodiq Nurshodiq, Muhammad Kemal Ma, Fattah Setiawan Santoso, Sahril Fadli, dan Ramli Umar. 2025. “The Strategy of the Office of Religious Affairs (KUA) in Preventing Early Marriage in Urban Communities.” Zicons: Zawiyah International Conference on Sharia and Legal Studies 1:849–58.

Santoso, Fattah Setiawan, Haruto Takahashi, dan Maria Clara Reyes. 2025. “Islamic Philanthropy 5.0: Harnessing Big Data And AI For Zakat, Waqf, And Infaq Optimization.” Journal Islamic Economic Minangkabau 3(4):205–14. doi: 10.70177/jiem.v3i4.2623.

Sinaga, Japansen, Rolib Sitorus, dan Ginting Tobing. 2024. “Pertentangan Kewenangan Penyadapan Yang Dilakukan Oleh Aparat Penegak Hukum Terhadap Hak Asasi Manusia.” Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum 5(2).

Siregar, Elizabeth, Adeb Davega Prasna, dan Dessy Rakhmawati. 2025. “Pemenuhan Kewajiban Adat dalam Tindak Pidana Kekerasan Seksual.” Pampas: Journal Of Criminal Law, 6(2).

Sitompul, Josua. 2012. Cyberspace, Cybercrimes, Cyberlaw: Tinjauan Aspek Hukum Pidana,. Jakarta: Tatanusa.

Sutrisno, Anom. 2025. “Peran Hakim dalam Mewujudkan Due Process of Law Pada Sistem Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia.” Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum 5(1).

Tornado, Anang Shophan. 2019. Reformasi Praperadilan di Indonesia. Bandung: Nusa Media.

Wurman, Ilan, ed. 2020. “Due Process of Law.” Hlm. 15–35 dalam The Second Founding: An Introduction to the Fourteenth Amendment. Cambridge: Cambridge University Press.

Yulia, Rena. 2010. Viktimologi Perlindungan hukum Terhadap Korban Kejahatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Aditya, Muhammad Ariq, Elly Sudarti, and Elizabeth Siregar. “Rekonstruksi Kerangka Hukum Penyadapan Di Peradilan Pidana Indonesia Berasas Due Process of Law”. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat 11, no. 1 (May 31, 2026): 227–238. Accessed June 2, 2026. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/nuansaakademik/article/view/3568.