Pembuktian Kepemilikan Tanah Adat Minahasa Pasini Dalam Praktik Penyelesaian Sengketa Tanah Di Sulawesi Utara

  • Jemmy Sondakh Universitas Sam Ratulangi, Manado Indonesia
  • Eugenius Paransi Universitas Sam Ratulangi Manado Indonesia
  • Cevonie Marietje Ngantung Universitas Sam Ratulangi Manado Indonesia
Keywords: Evidence, Customary Land Ownership, Land Dispute Resolution Practices

Abstract

The aim of the research is to find out the use of Pasini land by the Minahasa people. Pasini land ownership proof system in the settlement of land disputes in court at this time. By using normative legal research methods supported by empirical studies as legal facts about pasini soil, the following results are obtained. Pasini Land as a customary right still exists today. Pasini rights as original unwritten Indonesian law affect the use of limited pasini land which cannot be used as collateral for credit loans at the Bank. in proving ownership of pasini land is still very weak compared to land that has been certified as SHM because in principle customary law is an unwritten custom that does not yet have certainty law even though there has been an amendment to the 1945 Constitution Article 18 the position of customary rights Customary law is the same as the field of positive law that exists in this country. Conclusion The existence of pasini land as customary rights is still recognized especially with the amendment to Article 18 of the 1945 Constitution.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahyar, Ahyar. 2018. “Perlindungan Hukum Hak atas Tanah Adat (Studi Kasus di Provinsi Aceh Khususnya Kabupaten Bener Meriah).” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 18(3):289–304. doi: 10.30641/dejure.2018.V18.289-304.

Al Amin, Muhammad NK, Agung Abdullah, Fattah S. Santoso, Muthmainnah Muthmainnah, dan Cipto Sembodo. 2023. “Metode Interpretasi Hukum Aplikasi Dalam Hukum Keluarga Islam Dan Ekonomi Syariah.” Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan 2(1):15–36. doi: 10.47200/AWTJHPSA.V2I1.1347.

Alting, Husen. 2011. “Penguasaan Tanah Masyarakat Hukum Adat (Suatu Kajian Terhadap Masyarakat Hukum Adat Ternate).” Jurnal Dinamika Hukum 11(1):87–98. doi: 10.20884/1.jdh.2011.11.1.75.

Atmasasmita, Romli. 2012. Korupsi, good governance, dan komisi anti korupsi di Indonesia. Balikpapan: Percetakan Negara RI.

Cahyaningrum, Dian. 2022. “Hak Pengelolaan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat Untuk Kepentingan Investasi.” Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan 13(1). doi: https://doi.org/10.22212/jnh.v13i1.2970.

Guntur, I. Gusti Nyoman. 2023. “Ragam Pengakuan Formal Terhadap Penguasaan Tanah Adat Di Indonesia.” Tunas Agraria 6(2):93–109. doi: 10.31292/jta.v6i2.215.

Harahap, M. Yahya. 2012. Hukum Acara Perdata : Tentang: Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika.

Huda, N. 2019. Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Ibrahim, Johnny. 2016. Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Irawan, Andrie, dan Muhammad Haris. 2022. “Urgensi Peraturan Daerah Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan di Daerah Istimewa Yogyakarta.” Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat 7(1):35–54. doi: 10.47200/jnajpm.v7i1.1123.

Ismail, Iyas. 2012. Konsep Hak Garap Atas Tanah. Bandung: Citapustaka Media Perintis.

Juanda. 2018. Hukum Pemerintahan Daerah, pasang Surut Hubungan Kewenangan antara DPRD dan Kepala Daerah. Alumni Bandung.

Juniarso, R. 2012. Hukum Administrasi Negara dan Kebijakan Pelayanan Publik. Bandung: Nuansa.

Kasakeyan, Jandy M. 2019. “Kajian Yuridis Hak-Hak Masyarakat Adat Terhadap Pemanfaatan Tanah-Tanah Pasini Di Minahasa.” Lex Et Societatis 7(4). doi: 10.35796/les.v7i4.24701.

Kotambunan, T. E. H. 2013. Hukum Adat. Menado: Sam Ratulangi University Press.

Mawaddah, Amallia, Mirza Satria Buana, dan Erlina Erlina. 2022. “Problematika Penatausahaan Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat Di Indonesia.” Banua Law Review 4(2):140–55. doi: 10.32801/balrev.v4i2.42.

Noor, Aslan. 2016. Konsep Hak Milik atas Tanah Bagi Bangsa Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Nurjana, I. Nyoman, Rachmad Safa’at, Imam Koeswahyono, Eddy Susilo, dan Safroedin Bahar. 2015. Relasi Negara Dan Masyarakat Adat. Malang: Surya Pena Gemilang.

Pattinasarany, Yohanes. 2016. “Implementasi Otonomi Negeri Dalam Prespektif Undang Undang No. 32 Tahun 2004.” dalam Kompilasi pemikiran tentang dinamika hukum dalam masyarakat dalam rangka memperingati dies natalis Universitas Pattimura ke 50. Menado: CV Anugerah Sejati.

Pieter, Vally. 2016. “Pemahaman Hak-Hak Adat Menurut Hukum Pokok Agraria.” dalam Kompilasi pemikiran tentang dinamika hukum dalam masyarakat dalam rangka memperingati dies natalis Universitas Pattimura ke 50. Menado: CV Anugerah Sejati.

Soekanto, S. 2013. Beberapa Aspek Sosio-Juridis Masyarakat. Bandung: Alumni.

Soepomo. 2010. Het Privatrech Van West Java. Diterbitkan kembali oleh Balai Pustaka.

Soepomo. 2011. Sejarah Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Pradnya Paramita.

Soepomo, R. 2017. Bab-bab Tentang Hukum Adat. Jakarta: Penerbit Pradnya Paramita.

Sutantio, Retnowulan, dan Iskandar Oeripkartawinata. 2015. Hukum Acara Perdata: Dalam Teori Dan Praktek. Bandung: Mandar Maju.

Syafiie, Innu Kencana. 2011. Sistem Pemerintahan Indonesia. Rineka Cipta: Jakarta.

Wignjodipoero, R. Soerojo. 2013. Kedudukan serta perkembangan hukum adat setelah kemerdekaan. Jakarta: Gunung Agung.

Published
2023-08-07
How to Cite
Sondakh, Jemmy, Eugenius Paransi, and Cevonie Ngantung. “Pembuktian Kepemilikan Tanah Adat Minahasa Pasini Dalam Praktik Penyelesaian Sengketa Tanah Di Sulawesi Utara”. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat 8, no. 2 (August 7, 2023): 423 - 440. Accessed July 23, 2024. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/nuansaakademik/article/view/1776.
Section
Articles