AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
127
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM DI MIS IKHWANUL MUKMININ
Luthfiyah Zulfaini Silalahi
1
, Alya Putri Dumayanti
2
, Radhiatul Yusra
3
,
Nurul Shadrina Husna
4
, Chairunnisa Lubis
5
1,2,3,4,5
Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri
Sumatera Utara, Indonesia
1
2
3
4
5
ABSTRAK
Implementasi pendekatan saintifik merupakan sesuatu yang perlu dikaji lebih mendalam
demi menciptakan proses pembelajaran yang aktif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui rencana pelaksanaan pembelajaran dan penerapan pendekatan saintifik yang
dilakukan guru IPA. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode
penelitian kualitatif yang juga disebut sebagai penelitian naturalistik. Hasil dalam penelitian
ini adalah bahwa Guru IPA memahami tentang pelaksanaan pendekatan saintifik secara
teoritis, dan dilengkapi dengan perencanaan dalam dokumen RPP yang dipersiapkan
sebelum pembelajaran dilangsungkan. Pada proses penerapan pendekatan saintifik,
dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk pelaksanaan indikator mengamati, dimana media
yang ditampilkan terbatas pada penggunaan kertas sederhana, disebabkan terbatasnya media
pembelajaran pendukung seperti LCD Proyektor, dan lain sebagainya.
Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Indikator Pendekatan Saintifik, Mata Pelajaran IPA.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
ABSTRACT
The implementation of a scientific approach is something that needs to be studied more
deeply in order to create an active and efficient learning process. This study aims to
determine the implementation of learning plans and the application of the scientific
approach by science teachers. The method used in this research is a qualitative research
method which is also known as naturalistic research. The result of this study is that the
science teacher understands the theoretical scientific approach, and is equipped with a plan
in the RPP document which is prepared before the lesson takes place. In the process of
applying the scientific approach, it takes a longer time to carry out observations, where the
media displayed is limited to the use of simple paper, due to the limited supporting learning
media such as LCD projectors, and so on.
Keywords: Scientific Approach, Scientific Approach Indicators, Science Subjects.
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana dalam upaya mengembangkan minat dan
bakat peserta didik. Pendidikan diharapkan mampu menciptakan manusia yang baik dan
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
128
berkualitas. Dengan demikian, maka muncullah berbagai upaya untuk menggapai itu, hingga
lahirnya metode pembelajaran Saintifik, yang mulai digalakkan sejak kurikulum 2013
diperkenalkan.
Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 memberikan penjelasan bahwa pendekatan
saintifik dioperasionalisasikan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang pada kegiatannya
memuat aktivitas mengamati, menanya, mengumpulkan informasi (mencoba), menalar
(mengasosiasi), dan mengomunikasikan. Masing-masing aktivitas ini tergolong sebagai
aktivitas layaknya seorang ilmuan, yang melewati beragam tahapan. Saintifik juga
merupakan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik. Dengan demikian, Guru
dalam hal ini bertugas sebagai fasilitator dalam kelas.
Untuk mendapatkan kelima pengalaman tersebut, Permendikbud Nomor 22 Tahun
2016, merekomendasikan agar diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/ penelitian
(Discovery/ Inquiry Learning), pembelajaran berbasis pemecahan masalah (Problem Based
Learning), dan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang
sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif membangun konsep, hukum atau prinsip
melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah),
merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan
berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep,
hukum, atau prinsip yang ditemukan.
Siswa sebagai subjek dalam pendidikan, dituntut agar dapat aktif dalam belajar
mencari informasi dan mengeksplorasi sendiri atau secara berkelompok. Guru hanya
berperan sebagai fasilitator dan pembimbing ke arah pengoptimalan pencapaian ilmu
pengetahuan yang dipelajari. Diharapkan dalam proses pembelajaran siswa mau dan mampu
mengemukakan pendapat sesuai dengan apa yang telah dipahami, berinteraksi secara positif
antara siswa dengan siswa maupun antara siswa dan guru apabila ada kesulitan.
Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan untuk mengikuti perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang maju sangat pesat, maka sains memiliki peranan
yang dinilai cukup penting, yakni IPA merupakan salah satu ilmu dasar yang kegunaannya
tidak dapat dipisahkan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, karena hubungannya sangat
erat.
Pengajaran IPA di sekolah bertujuan agar siswa dapat memperoleh kemampuan
berpikir logis, kritis dan sistematis. Melalui pengajaran sains, siswa mampu
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
129
mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara logis dan memiliki keterampilan
berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan diterapkannya pendekatan saintifik adalah untuk mencapai tujuan
pembelajaran secara efektif efisien dan harapannya dapat ditempuh dengan singkat. Bagi
siswa dengan minat belajar rendah, akan merasa sesuai dikarenakan mereka akan merasa
bahwa cara gurunya mengajar dapat membuatnya menjadi paham lebih cepat dan mudah.
Itu tantangan terbesar bagi setiap guru, mencerdaskan peserta didik dengan kemampuan di
bawah peserta didik yang pandai (MA Insan Generasi Islami. Online. 2019).
Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV, proses pembelajaran
dalam pendekatan Saintifik terdiri atas lima hal pokok yang kerap disebut sebagai 5M, yakni:
1. Mengamati;
2. Menanya;
3. Mengumpulkan informasi/ eksperimen;
4. Mengasosiasikan/ mengolah informasi;
5. dan mengkomunikasikan.
Adapun deskripsi langkah pembelajaran dalam pendekatan siantifik, dapat terlihat
pada tabel berikut ini.
Tabel. Deskripsi Langkah Pembelajaran Dalam Pendekatan Saintifik
(Lampiran Permendikbud No. 103 Tahun 2014)
LANGKAH
PEMBELAJARAN
DESKRIPSI KEGIATAN
BENTUK HASIL
BELAJAR
Mengamati
Mengamati dengan indra
(membaca, mendengar,
menyimak, melihat, menonton,
dan sebagainya) dengan atau
tanpa alat.
Perhatian pada waktu
mengamati suatu objek/
membaca suatu tulisan/
mendengar suatu penjelasan,
catatan yang dibuat tentang
yang diamati, kesabaran,
waktu (on task) yang
digunakan untuk mengamati
Menanya
Membuat dan mengajukan
pertanyaan, tanya jawab,
berdiskusi tentang informasi
yang belum dipahami,
informasi tambahan yang ingin
diketahui, atau sebagai
klarifikasi.
Jenis, kualitas, dan jumlah
pertanyaan yang diajukan
peserta didik (pertanyaan
faktual, konseptual,
prosedural, dan hipotetik)
Mengumpulkan
Informasi
Mengeksplorasi, mencoba,
berdiskusi, mendemonstrasikan,
meniru bentuk/ gerak,
melakukan eksperimen,
Jumlah dan kualitas sumber
yang dikaji/ digunakan,
kelengkapan informasi,
validitas informasi yang
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
130
membaca sumber lain, buku
teks, mengumpulkan data dari
nara sumber melalui angket,
wawancara, dan emodifikasi/
menambahi/ mengembangkan
dikumpulkan, dan
instrumen/ alat yang
digunakan untuk
mengumpulkan data.
Menalar/
Mengasosiasikan
Mengolah informasi yang
sudah dikumpulkan,
menganalisis data dalam bentuk
membuat kategori,
mengasosiasi atau
menghubungkan
fenomena/informasi yang
terkait dalam rangka
menemukan suatu pola dan
menyimpulkan.
Mengembangkan
interpretasi, argumentasi dan
kesimpulan mengenai
keterkaitan informasi dari
dua fakta/ konsep,
interpretasi argumentasi dan
kesimpulan mengenai
keterkaitan lebih dari dua
fakta/ konsep/ teori,
menyintesis dan argumentasi
serta kesimpulan keterkaitan
antarberbagai jenis fakta/
konsep/ teori/ pendapat;
mengembangkan
interpretasi, struktur baru,
argumentasi, dan
kesimpulan yang
menunjukkan hubungan
fakta/ konsep/ teori dari dua
sumber atau lebih yang tidak
bertentangan;
Mengembangkan
interpretasi, struktur baru,
argumentasi, dan
kesimpulan dari konsep/
teori/ pendapat yang berbeda
dari berbagai jenis sumber
Mengkomunikasikan
Menyajikan laporan dalam
bentuk bagan, diagram, atau
grafik; menyusun laporan
tertulis; dan menyajikan
laporan meliputi proses, hasil,
dan kesimpulan secara lisan
Menyajikan hasil kajian
(dari mengamati sampai
menalar) dalam bentuk
tulisan, grafis, media
elektronik, multimedia dan
lain-lain
Hasil observasi yang dilakukan, membuat kesimpulan bahwa Guru IPA di MIS
Ikhwanul Mukminin belum sepenuhnya menerapkan pendekatan saintifik. Hal ini dapat
terlihat dari kesediaan waktu untuk bertanya kepada peserta untuk bertanya yang tidak
dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Selain itu, hasil observasi juga menggambarkan
bahwa pembelajaran terkesan membosankan, dan belum sepenuhnya aktif.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
131
METODE PENELITIAN
Metode penelitian dalam hal ini menggunakan jenis Penelitian Kualitatif, dimana ini
juga dikenal sebagai penelitian naturalistic, yang menggunakan lingkungan alamiah dan
tidak dimanipulasi atau diatur sedemikian rupa (Hasyim, A. 2016).
Adapun sifat dari penelitian kualitatif itu sendiri yakni menuturkan pemecahan
masalah yang ada di lokasi penelitian berdasarkan data-data temuan, menganalisis, dan
menginterpretasikannnya (Nasbuko, 2015). Selanjutnya, yang menjadi tujuan dalam
penelitian kualitatif adalah membuat pecandraan secara sistematis, akurat mengenai fakta-
fakta yang terjadi atau ditemui dilapangan (Suryabrata, S. 2013).
Peneliti terlebih dahulu datang ke lokasi penelitian untuk mengambil data berdasarkan
observasi lapangan yang dilakukan di MIS Ikhwanul Mukminin. Berdasarkan berbagai hasil
observasi yang dilakukan, peneliti merumuskan dan mengelompokkan bagian tertentu untuk
yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian.
Peneliti juga mengambil data melalui wawancara, dengan membagi kepada informan
primer dan informan sekunder. Informan Primer adalah Guru IPA yang mengajar di MIS
Ikhwanul Mukminin. Sedangkan yang menjadi Informan Sekunder, adalah Kepala Sekolah,
Guru (teman sejawad) yang ada di MIS Ikhwanul Mukminin.
Peneliti juga melakukan studi dokumen dengan mengambil data dari berbagai pihak
yang terkait langsung dalam penelitian, sebagai upaya penguatan terhadap permasalahan
yang diteliti. Peneliti mengambil data dari tenaga tata usaha, sebagai tempat dokumen
berada, dan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan data dari pihak terkait lainnya
yang relefan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Persiapan dan Pemahaman Guru IPA Terhadap Pendekatan Saintifik
Pemahaman tentang sebuah istilah atau pendekatan tertentu adalah hal yang mutlak
diketahui bagi praktisi pendidikan atau guru. Dalam hal ini, Guru IPA diharapkan
memahami tentang pendekatan saintifik yang dilangsungkan. Hasil wawancara dengan Guru
IPA, mengemukakan bahwa pemahaman tentang pendekatan saintifik dipandang cukup.
Guru IPA mengetahui berbagai indikator yang ada pada pendekatan saintifik.
Hal ini juga diperjelas dari hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, yang
mengungkapkan bahwa guru yang ada di sekolah juga pernah diberikan keilmuan umum
tentang Pendekatan Saintifik. Kepala Sekolah juga menjelaskan bahwa guru IPA sudah
memiliki pengetahuan dasar yang cukup tentang praktik saintifik dalam pembelajaran.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
132
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan bagian yang wajib dipersiapkan
oleh Guru sebelum melakukan aktivitas belajar mengajar. Dalam hasil wawancara yang
peneliti lakukan terhadap Kepala Sekolah, menjelaskan bahwa Guru IPA membuat RPP
dengan tepat waktu, dan diserahkan kepada Kepala Sekolah saat waktu yang ditentukan.
Hal ini juga sejalan dengan hasil dokumen yang ditemukan, bahwa ditemukannya
dokumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru IPA, yang
disana juga menguraikan tentang langkah-langkah praktik pembelajaran dengan melibatkan
indikator pendekatan saintifik.
B. Penerapan Pendekatan Saintifik
Penerapan pendekatan saintifik semestinya mengacu pada indikator dari pendekatan
saintifik yang dimaksudkan dalam Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV,
yang menjabarkan tentang proses pelaksanaan pendekatan saintifik.
Hasil wawancara dengan guru IPA, mengemukakan bahwa Guru IPA mengetahui
tentang berbagai indikator yang ada dalam pendekatan saintifik. Guru IPA juga menuturkan
tentang pemahaman 5 M, yakni mengamati, menanya, mengmengumpulkan informasi,
mengasosiasi dan mengkomunikasikan.
C. Aktivitas Mengamati
Mengamati adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik dengan melihat
media pembelajaran yang ditampilkan oleh guru terkait tentang materi ajar yang
dilangsungkan. Dalam hal ini, guru dijadikan sebagai fasilitator.
Hasil wawancara dengan Guru IPA menerangkan bahwa pemahaman seputar aktivitas
mengamati sudah cukup untuk dimengerti. Dalam praktiknya, peserta didik juga diberikan
waktu berkisar 15-20 menit untuk mengamati media yang disajikan.
Lebih lanjut, Guru IPA juga menuturkan bahwa 15-20 menit adalah waktu yang
tergolong panjang untuk menghabiskan waktu dalam penyajian materi. Bila itu
menggunakan video, justru akan jauh lebih membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama.
Hal ini diperkuat dari hasil wawancara dengan Kepala Sekolah sebagai Informan, yang
memberikan penjelasan bahwa guru pada dasarnya tidak memiliki kendala yang berarti
dalam penerapan pendekatan saintifik di kelas. Namun, ketersediaan media pembelajaran
yang ada di sekolah untuk mendukung itu masih minim. Kepala Sekolah juga melanjutkan
bahwa hal yang umum dipraktikkan adalah menggunakan media seperti LCD Proyektor,
Speaker pendukung, dan lain sebagainya masih belum tersedia secara lengkap.
Hal ini juga diperkuat dengan ditemukannya dokumen sarana di MIS Ikhwanul
Mukminin, yang memberikan gambaran bahwa LCD Proyektor yang tersedia dengan jumlah
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
133
2 unit. Keadaan ini memperkuat bahwa media pendukung belum tersedia sepenuhnya untuk
aktivitas saintifik di kelas.
Guru bidang studi IPS (teman sejawad), juga menuturkan melalui hasil wawancara
bahwa guru IPA terlihat menyiapkan media pembelajaran dengan kertas, yang akan
digunakan untuk penyajian materi ajar. Namun, itu tidak setiap hari terlihat.
Dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumen di atas, maka dapat diambil
kesimpulan bahwa guru IPA membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menerapkan
indikator mengamati dalam pendekatan saintifik.
D. Aktivitas Menanya
Aktivitas menanya dalam pendekatan saintifik berbentuk kegiatan bertanya yang
dilakukan peserta didik kepada guru saat penyajian materi. Langkah ini, merupakan langkah
kedua setelah mengamati media yang ditampilkan oleh guru.
Guru IPA menuturkan bahwa dalam penerapan pendekatan saintifik, ia memberikan
waktu kepada para peserta didik untuk menanyakan sesuatu tentang apa yang terjadi, dan
kaitan antara materi pelajaran dengan media yang ditampilkan. Namun hal yang umum
terjadi adalah bahwa butir pertanyaan yang dilontarkan dari peserta didik terkadang belum
sesuai dengan apa yang diharapkan, atau apa yang dipelajari.
Melalui hasil observasi yang dilakukan, bahwa guru IPA belum sepenuhnya
memberikan deskripsi atau penjelasan tentang indikator dari pendekatan saintifik kepada
para peserta didik. Hal ini menyebabkan peserta didik tidak sepenuhnya siap untuk
mengikuti pembelajaran. Keadaan ini memungkinkan untuk terciptanya pertanyaan yang
tidak masuk akal, atau pertanyaan diluar dari topik pembahasan, yang disebabkan dari
pengabaian dari konsep bertanya dalam praktik pendekatan saintifik.
Hasil wawancara dengan Guru IPA juga memberikan penjelasan bahwasanya
memberikan penjelasan tentang poin bertanya dalam pendekatan saintifik, belum
sepenuhnya diterapkan. Meski indikator pendekatan saintifik itu diterapkan secara
keseluruhan, diperlukan untuk penjelasan dari masing-masing indikator, agar para peserta
didik memahami akan tindakan yang semestinya dilakukannya.
E. Aktivitas Mengumpulkan Informasi
Mengumpulakan informasi dalam pendekatan siantifik diartikan sebagai menyusun
dan mengelompokkan atas objek atau kejadian tertentu. Dari aktivitas ini, akan
menghasilkan klasifikasi yang berguna untuk melatih peserta didik dalam menunjukkan
persamaan, perbedaan, hubungan timbal balik, dan lain sebagainya.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
134
Hasil observasi yang dilakukan, menunjukkan bahwa guru IPA telah menerapkan
indikator mengumpulkan informasi. Guru memberikan waktu kepada peserta didik untuk
menyusun hal yang telah dilewati peserta didik, terkait tentang materi yang diajarkannya.
Hal ini sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada Guru IPA, yang memberikan
penjelasan bahwa mengumpulkan informasi dilakukan dengan cara memberikan kesempatan
kepada peserta didik, untuk menuangkan hal yang serupa dengan materi pelajaran, yang
sebelumnya telah mereka alami dalam aktivitas sehari-hari baik di rumah, lingkungan bebas,
atau dalam hal lainnya.
F. Aktivitas Mengasosiasi
Mengasosiasi juga kerap disebut sebagai menyimpulkan, dan juga dikenal sebagai
inferensi. Hal ini berbentuk sebuah pernyataan yang dibuat berdasarkan fakta dari hasil
pengamatan. Hasil inferensi umumnya dikemukakan sebagai pendapat seseorang atas apa
yang telah diamati.
Hasil observasi mengemukakan bahwa guru IPA memberikan kesempatan kepada para
peserta didik untuk mengasosiasi. Hal ini diperjelas dalam hasil wawancara yang dilakukan
terhadap Guru IPA, yang menerangkan bahwa mengasosiasi adalah langkah yang dilewati
dalam pembelajaran menggunakan saintifik. Pada praktiknya, langkah ini membutuhkan
waktu yang tidak sebentar. Tercatat hingga 10-15 menit waktu yang dihabiskan untuk bagian
ini.
Hasil pengamatan yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa langkah
mengasosiasikan dilakukan secara individu atau masing-masing peserta didik, meski
membentuk kelompok adalah hal yang diharapkan dalam penerapan pendekatan saintifik.
Keadaan ini dibenarkan dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap Guru IPA, yang
memberikan penjelasan bahwa peserta didik dibelajarkan dengan tanpa membentuk
kelompok. Meski hal ini tidak sepenuhnya terjadi pada setiap pertemuan, pada dasarnya
membentuk kelompok adalah sesuatu yang menjadi pemicu keributan dalam kelas yang ada.
G. Aktivitas Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan merupakan langkah terakhir dalam penerapan pendekatan
saintifik. Mengkomunikasikan maksudnya adalah aktivitas menyampaikan pendapat hasil
keterampilan proses. Hal ini dapat berupa penyampaian melalui lisan maupun tulisan.
Melalui hasil observasi yang dilakukan di lapangan, memberikan penjelasan
bahwasanya Guru IPA melewati tahapan mengkomunikasikan saat penggunaan pendekatan
saintifik dalam pembelajaran di kelas. Dalam pengamatan yang dilakukan, peserta didik
menyusun dan mengkomunikasikan dengan menggunakan bentuk tulisan.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
135
Melalui wawancara yang dilakukan terhadap Guru IPA, memberikan penjelasan
bahwa bagian mengkomunikasikan adalah bagian yang kerap sekali tertinggal, meski tidak
setiap saat. Mengkomunikasikan kerap sekali menjadi bagian yang sering terlewatkan. Hal
ini terjadi disebabkan peserta didik yang tidak sepenuhnya siap untuk mengkomunikasikan
dari apa yang ditugaskan kepada mereka.
Hal ini juga diperkuat dengan studi dokumen yang peneliti lakukan, yang
memperlihatkan bahwa lembar kerja siswa yang terkumpul atau dikumpulkan oleh guru.
Masing-masing peserta didik dalam pembelajaran menyelesaikan tugas yang diberikan.
Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan, dapat diketahui bahwa guru IPA
menggunakan langkah ini dan berjalan dengan baik. Pada praktiknya, bagian ini
membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kesiapan peserta didik dalam menyampaikan
hasil dari tugas yang diberikan. Oleh karenanya, hal ini menjadi sesuatu yang kerap sekali
disajikan dalam bentuk tulisan, dan belum sering digunakan dalam bentuk lisan.
SIMPULAN
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang
sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif membangun konsep, hukum atau prinsip
melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah),
merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis/ pertanyaan, mengumpulkan
data dengan berbagai teknik (mengumpulkan informasi), menganalisis data, menarik
kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip yang ditemukan. Tujuan
diterapkannya pendekatan saintifik adalah untuk mencapai tujuan pembelajaran secara
efektif efisien dan harapannya dapat ditempuh dengan singkat.
Perencanaan dan pemahaman guru IPA terhadap pendekatan saintifik tergolong
cukup. Hal ini terlihat dari hasil dokumen yang ditemukan berupa Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang tersedia dan dibuat dengan menjelaskan paparan kegiatan dalam
pembelajaran.
Guru IPA telah menerapkan masing-masing indikator dalam pendekatan siantifik.
Pada praktiknya, bagian yang kerap sekali menjadi penghalang adalah persoalan waktu yang
lebih banyak dihabiskan dikarenakan faktor media pembelajaran yang belum mencukupi.
Disamping itu, hal lain yang berpengaruh adalah indikator menyimpulkan, dimana lebih
banyak menghabiskan waktu untuk peserta didik dalam menyusun laporan dari hasil
pengamatan yang dilakukan.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
136
SARAN
Adapun yang menjadi saran dalam penelitian ini yakni bagi peneliti selanjutnya,
bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan referensi untuk
penelitian lanjutan, dan dalam upaya memperdalam pendekatan saintifik.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, AN, & Wangge, YS (2021). Peningkatan Motivasi dan Aktivitas belajar IPA
Melalui Pendekatan Saintifik pada siswa kelas IV SDN Ende 1. Cetta: Jurnal Ilmu …,
jayapanguspress.penerbit.org,
http://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/cetta/article/view/1279
Abdurrohman, A, & Jaelani, A (2019). IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK
INTEGRATIF TEMA AKU DAN KESEHATANKU” MELALUI PENDEKATAN
SAINTIFIK. PROSIDING …, jurnal.univpgri-palembang.ac.id,
https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/2916
AFRIYANI, L (2021). IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN
PENDEKATAN SAINTIFIK DI SMP ALAM AL AQWIYA CILONGOK., e-
repository.perpus.iainsalatiga.ac …, http://e-
repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/10656/
Ahmadi dan Cholid. 2015. Metodologi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara
Andriyani, M, Harahap, F, & Silaban, R (2018). Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar
Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Pendekatan Saintifik Siswa Kelas V SD
Sabilina Tembung. Jurnal Tematik, jurnal.unimed.ac.id,
https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/tematik/article/view/12629
ASTRIANA, D (2020). PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS MULTIMEDIA
INTERAKTIF TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA
MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN …., repo.iain-tulungagung.ac.id,
http://repo.iain-tulungagung.ac.id/id/eprint/15782
Aulia, J, Zarkasih, Z, & Nova, TL (2020). Meta-Analisis Pengaruh Penerapan Pendekatan
Saintifik Berbantuan Komik terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP. Journal of
Natural …, ejournal.uin-suska.ac.id, http://ejournal.uin-
suska.ac.id/index.php/JNSI/article/view/9617
Dini, J. P. A. U. (2021). Pengembangan Model Pembelajaran Saintifik Berbasis Kearifan
Lokal untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal
Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1557-1565,
https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.898
Faqih, N (2019). Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA
Materi Gerak Benda Melalui Pendekatan Saintifik. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar,
journal.uwks.ac.id, https://journal.uwks.ac.id/index.php/trapsila/article/view/720
Hasbullah, TPG, Shalahudin, S, & Siregar, N (2018). IMPLEMENTASI PENDEKATAN
SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU
PENGETAHUAN ALAM (IPA) PADA SISWA KELAS IV ….,
repository.uinjambi.ac.id, http://repository.uinjambi.ac.id/id/eprint/216
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
137
Hasnunidah, N, Rosidin, U, & ... (2018). Pendekatan Saintifik dan Permasalahan
Pembelajarannya Pada Mata Pelajaran Ipa Smp Di Kota Bandar Lampung. Prosiding
Seminar …, jurnalfkip.unram.ac.id,
http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/SemnasBIO/article/view/681
Hasyim, A. 2016. Metode Penelitian Dan Pengembangan di Sekolah. Yogyakarta: Media
Akademi
Haqiqi, AK (2019). Telaah Implementasi Kurikulum 2013: Tinjauan pada Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Journal of
Natural Science and Integration, ejournal.uin-suska.ac.id, http://ejournal.uin-
suska.ac.id/index.php/JNSI/article/view/7110
HIDAYATI, WNUR (2018). PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA
PEMBELAJARAN IPA KELAS V DI MI ISLAMIYAH KROYA KABUPATEN
CILACAP WAHYU NUR HIDAYATI …., repository.iainpurwokerto.ac.id,
http://repository.iainpurwokerto.ac.id/4693/
Irmawati, RD, Supriyati, Y, & Suseno, M (2018). Pengaruh Strategi Pembelajaran Dan
Motivasi Belajar Terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS) Dalam
Pembelajaran IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Tunas Bangsa,
sipeg.unj.ac.id, http://sipeg.unj.ac.id/repository/upload/jurnal/C12715~1.PDF
Ishak, D, Rahmat, A, & Zubaidi, M (2020). PENGEMBANGAN MODEL
PEMBELAJARAN SENTRA BAHAN ALAM MELALUI PENDEKATAN
SAINTIFIK PAUD MENARA ILMU DI LIMBOTO. E-PROSIDING …,
ejurnal.pps.ung.ac.id, http://ejurnal.pps.ung.ac.id/index.php/PSI/article/view/361
Jamil, MM (2019). … ARCS Dalam Pembelajaran Saintifik Untuk Meningkatkan Motivasi
Belajar Peserta Didik Pada Peminatan Mata Pelajaran Geografi Di Kelas Matematika
Ilmu Alam. IJIS Edu: Indonesian Journal of Integrated …, journal.iainbengkulu.ac.id,
https://journal.iainbengkulu.ac.id/index.php/ijisedu/article/view/1401
Janah, N (2019). KESULITAN GURU DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN
PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENCAPAI MEANINGFUL LEARNING.
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS
Jannah, M (2020). Peningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Mind
Mapping Perspektif Pendekatan Saintifik., repository.iainkudus.ac.id,
http://repository.iainkudus.ac.id/4332/
Juwairiah, J (2021). Evaluasi Penggunaan Pendekatan Saintifik di dalam Pembelajaran
Siswa Sekolah Dasar. Journal of Integrated Elementary Education, 103.19.37.186,
https://103.19.37.186/index.php/jieed/article/view/7717
KHOIRIYAH, SUMI (2020). PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES BELAJAR PESERTA DIDIK
PADA MATA PELAJARAN IPA DI MIN 1 …., repo.iain-tulungagung.ac.id,
http://repo.iain-tulungagung.ac.id/17826/
Lampiran Permendikbud No. 103 Tahun 2014. Online. https://pgsd.uad.ac.id/wp-
content/uploads/lampiran-permendikbud-no-103-tahun-2014.pdf
MA Insan Generasi Islami. 2019. Cara Melakukan Kegiatan Pembelajaran Berbasis
Pendekatan Saintifik. Online. https://maigi.sch.id/cara-melakukan-kegiatan-
pembelajaran-berbasis-pendekatan-saintifik/
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
138
Murtiani, M, & Darvina, Y (2018). Perangkat Pembelajaran Elektronik Mata Pelajaran
Fisika SMA Berbasis Nilai-nilai Karakter dengan Pendekatan Saintifik sebagai Upaya
Implementasi Kurikulum …., repository.unp.ac.id,
http://repository.unp.ac.id/id/eprint/29142
Narut, YF, & Supardi, K (2019). Literasi sains peserta didik dalam pembelajaran ipa di
indonesia. JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan …, jurnal.unikastpaulus.ac.id,
http://jurnal.unikastpaulus.ac.id/index.php/jipd/article/view/214
Ningtyas, RA, & Purnomo, T (2018). PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA
MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN DAMPAKNYA UNTUK
MENINGKATKAN KETERAMPILAN …. PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN
SAINS
Novita, F, Irawati, S, & Jumiarni, D (2018). Peningkatan aktivitas dan hasil belajar melalui
model discovery learning dengan pendekatan saintifik. Pendidikan dan
Pembelajaran …, ejournal.unib.ac.id,
https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jppb/article/view/6811
Nurdyansyah, N (2018). Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pelajaran IPA Materi
Komponen Ekosistem. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, eprints.umsida.ac.id,
http://eprints.umsida.ac.id/1611
Nurkhasanah, S (2019). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatan
Aktifitas Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX. A SMP
Negeri 1 Gangga. , Pengajaran dan Pembelajaran, e-journal.undikma.ac.id,
https://e-journal.undikma.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1393
Oviana, W (2018). Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan
Saintifik Oleh Guru SD dan MI di Kota Sabang. PIONIR: Jurnal Pendidikan
Pinatih, SAC (2021). Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital Berbasis
Pendekatan Saintifik pada Muatan IPA Kelas V di SD N 2 Gianyar Tahun Ajaran
2020/2021., repo.undiksha.ac.id, https://repo.undiksha.ac.id/6176/
Pinatih, SAC, & Putra, DBKNS (2021). Pengembangan Media Komik Digital Berbasis
Pendekatan Saintifik pada Muatan IPA Kelas V SD. Jurnal Penelitian dan …,
ejournal.undiksha.ac.id,
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJL/article/view/32279
Rachmawati, I (2021). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan saintifik
dengan model kooperatif jigsaw pada pokok bahasan segiempat untuk siswa kelas 7
SMP. SKRIPSI Mahasiswa UM, mulok.library.um.ac.id,
http://mulok.library.um.ac.id/index3.php/74395.html
Ridha, SM (2019). PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR ISWA
KELAS IV PADA MATA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TEMA CITA-CITAKU DI …. Pahlawan: Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya,
ojs.uvayabjm.ac.id, http://ojs.uvayabjm.ac.id/index.php/pahlawan/article/view/11
Rizki, N, & Sari, N (2021). Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa dengan
Menggunakan Pendekatan Saintifik pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di
SDN 035 Indrapuri 1A. Jurnal Pendidikan Tambusai, jptam.org,
https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/1083
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
139
Rohmawati, S, Sihkabuden, S, & ... (2019). Penerapan pendekatan saintifik pada mata
pelajaran IPA di MTs Putri Nurul Masyithoh Lumajang. Jurnal Kajian Teknologi …,
journal2.um.ac.id, http://journal2.um.ac.id/index.php/jktp/article/view/4543
Sabiq, AF (2020). Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam., e-
repository.perpus.iainsalatiga.ac …, http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/8048/
Sadriani, S, Rede, A, & Darmadi, IW (2018). Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap
Motivasi Belajar Sains Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Sidondo. Jurnal Kreatif
Online, jurnal.untad.ac.id,
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/JKTO/article/view/4649
Saroh, LY, Bektiarso, S, & Prihandono, T (2019). MODEL KOOPERATIF THINK PAIR
SHARE (TPS) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN
FISIKA. FKIP e-PROCEEDING, jurnal.unej.ac.id,
https://jurnal.unej.ac.id/index.php/fkip-epro/article/view/15156
Setiawan, AR (2019). Efektivitas pembelajaran biologi berorientasi literasi saintifik.
Thabiea: Journal of Natural Science Teaching, journal.iainkudus.ac.id,
http://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Thabiea/article/view/5345
Setiawan, AR (2019). Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Biologi sebagai
Upaya Melatih Literasi Saintifik. Prosiding Seminar Nasional Biologi, academia.edu,
https://www.academia.edu/download/65290840/2020_01_17_1_6_127_1_PB.pdf
Setiawan, AR (2020). Pembelajaran Tematik Berorientasi Literasi Saintifik. Jurnal
Basicedu, jbasic.org, http://www.jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/298
Setiawan, AR, & Saputri, WE (2020). Pembelajaran Literasi Saintifik untuk Pendidikan
Dasar. Media Penelitian Pendidikan: Jurnal …, 103.98.176.9,
http://103.98.176.9/index.php/mediapenelitianpendidikan/article/view/5794
Sudirman, D, & Rahmi, EG (2018). Persepsi Guru Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam
Terhadap Pelaksanaan Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013 di Smp Negeri 2
Lengayang Kabupaten …. Jurnal Ilmu Pendidikan …, ojs.stkip-ahlussunnah.ac.id,
http://www.ojs.stkip-ahlussunnah.ac.id/index.php/jipa/article/view/57
Sudirman, D, & Rahmi, EG (2018). Guru Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Alam Terhadap
Pelaksanaan Pendekatan Saintifik Dalam Kurikulum 2013 Tingkat Sekolah Menengah
Pertama Di …. SIMBIOSA, journal.unrika.ac.id,
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal/article/download/1490/1
114
Suryabrata, S. 2013. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers
Sutowijoyo, S (2020). Manajemen Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Pendekatan
Saintifik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Kediri., etheses.uin-malang.ac.id,
http://etheses.uin-malang.ac.id/25944/
Tirtayani, LA, Wirabrata, DGF, & Sujana, IW (2019). Pelatihan penyusunan perangkat
pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. Widya Laksana,
ejournal.undiksha.ac.id,
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPKM/article/view/18316
Trisma, E, Hamdi, H, & Sari, DP (2020). Tingkat Penerapan Pendekatan Saintifik antara
Buku Ajar Edupark Fisika Mifan Waterpark Padang Panjang dengan Buku Standar.
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN …, jep.ppj.unp.ac.id,
http://jep.ppj.unp.ac.id/index.php/jep/article/view/424
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
140
Umar, MA (2018). Penerapan Pendekatan Saintifik dengan Metode Pembelajaran Berbasis
Proyek (Project-Based Learning) dalam Materi Ekologi. Bionatural: Jurnal Ilmiah
Pendidikan Biologi, ejournal.stkipbbm.ac.id,
https://www.ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/bio/article/view/194
Utami, PT, Sudiatmika, AR, & Wiratma, IGL PENGEMBANGAN PERANGKAT
PEMBELAJARAN IPBA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK.
ejournal.undiksha.ac.id,
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPM/article/viewFile/17525/pdf
Yuliyanto, A, Fadriyah, A, Yeli, KP, & ... (2018). Pendekatan saintifik untuk
mengembangkan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa sekolah dasar. Metodik
Didaktik: Jurnal …, ejournal.upi.edu,
https://ejournal.upi.edu/index.php/MetodikDidaktik/article/view/9307
Zahro, R (2020). Inferensi Peserta Didik Ditinjau Dari Penerapan Model Pembelajaran
Problem Solving Dengan Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran IPA Kelas VII Di
SMP Ma'arif …., etheses.iainponorogo.ac.id, http://etheses.iainponorogo.ac.id/12223/