AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
164
PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DAN GURU MUHAMMADIYAH
KECAMATAN TEMPEL
Dedy Setyawan
1
, Muhammad Zuhaery
2
1,2
Manajemen Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan
1
Email: setyawandedy0[email protected]
2
Email: muhammadzuhaery@gmail.com
ABSTRAK
Tujuan penelitian: (1) mengukur penilaian kinerja kepala sekolah (2) mengukur penilaian kinerja
guru (3) mengetahui hubungan penilaian kinerja kepala sekolah terhadap penilaian kinerja guru.
Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Responden penelitian ini 9 kepala sekolah dan 41
guru yang sudah bersertifikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan angket dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian dengan kategori baik ditunjukan sebagai berikut: (1) kompetensi
kepribadian dan sosial 65% kategori baik (2) kompetensi kepemimpinan 62% kategori baik (3)
kompetensi pengembangan sekolah 64% kategori baik (4) kompetensi sumber daya 61% kategori
baik (5) kompetensi kewirausahaan 59% kategori baik (6) kompetensi supervisi pembelajaran
dengan 55% kategori baik. Hasil penilaian kepala sekolah dengan kategori baik. Penilaian kinerja
guru dengan hasil sebagai berikut; (1) kompetensi pedagogik 65% kategori baik (2) kompetensi
kepribadian 64% kategori baik (3) kompetensi sosial 69% kategori baik (4) kompetensi
professional 60% kategori baik.
Kata Kunci: Penilaian, kinerja kepala sekolah, kinerja guru, SD Muhammadiyah
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
ABSTRACT
The research objectives: (1) measure the performance appraisal of the principal (2) measure the
teacher's performance appraisal (3) determine the relationship between the principal's
performance appraisal and the teacher's performance appraisal. This research is a quantitative
descriptive. Respondents in this study 9 principals and 41 teachers who have been certified. Data
collection techniques used questionnaires and documentation. Based on the results of research
with good categories, it is shown as follows: (1) personality and social competence 65% good
category (2) leadership competence 62% good category (3) school development competence 64%
good category (4) resource competence 61% good category (5) entrepreneurial competence 59%
good category (6) learning supervision competence with 55% good category. The results of the
principal's assessment are in the good category. Teacher performance assessment with the
following results; (1) pedagogic competence 65% good category (2) personality competence 64%
good category (3) social competence 69% good category (4) professional competence 60% good
category.
Keywords: Assessment, principal's performance, teacher's performance, Muhammadiyah
Elementary School
PENDAHULUAN
Kinerja guru merupakan hal yang sangat penting untuk menilai dan mengoreksi
antara kemajuan dari guru beserta sekolah tersebut, dengan demikian kinerja guru
sangatlah diperlukan (Ariyadi & Rohmah, 2019). Menurut (Afifah, 2019) penilaan kinerja
guru dilakukan oleh kepala sekolah melalui beberapa penilaian antara lain penilaan sikap,
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
165
profesional, pedagodik, sosial, dan empat kompetensi ini haruslah bisa dikuasai oleh guru
dimanapuan berada. Sesuai dengan pendapat (Firman & Pitaloka, 2021) maka dpat
disimpulkan bahwa adanya peningkatan kompetensi guru akan mengubah kondisi baik
guru maupun sekolah tersebut.
Selanjutnya, menurut (Ali & Hasanah, 2021) peran kepala sekolah sebagai manajer,
pimpinan pengajar dan supervisor, pencipta iklim yang kondusif, administrator,
coordinator kerja sama dalam masyarakat dan yang sering dilupakan ialah sebagai panjang
tangan pengurus. Peran yang terakhir dari kepala skeolah ini bertujuan untuk mempunyai
persepsi yang sama dengan pengurus dalam hal mengelola sekolah, sehingga visi dan misi
sekolah dapat terlaksana dilapangan (Dwikoranto, 2018). Maka, sesuai dengan pendapat
(Hartanto & Sumardjoko, 2018) bahwa dalam mengelola sekolah, kepala sekolah memiliki
peran yang sangat besar. Kepala sekolah merupakan motor pengerak, penentu arah
kebiajakan menuju sekolah dan pendidikan secara luas (Oktafiani & Harsono, 2019).
Sebagai pengelola institusi sebuah pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk selalu
meningkatkan efektifitas kinerjanya (Tarmo & Sumardjoko, 2019). Untuk mencapai mutu
sekolah yang efektif, kepala sekolah dan seluruh stakeholders harus bahu membahu
bekerjasama dengan penuh kekompakan dalam segara hal (Djafar & Nurhafizah, 2018).
Kepala sekolah, sebagai manajer mampu bekerja dengan orang lain atau melalui
wakil-wakilnya, serta berusaha untuk senantiasa mempertanggungjawabkan setiap
tindakan dan mampu menghargai berbagai persoalan di sekolah (Septian & Sumardjoko,
2021). Untuk itu kepala sekolah dapat membimbing dan mengarahkan seluruh program
pengajaran serta melakukan pengawasan dalam pelaksanaan dalam proses pengembangan
program sekolah dan kebutuhan peserta didik (Nisda, 2019).
Sekolah Dasar Muhammadiyah yang ada di Kecamatan Tempel, merupakan sekolah
dasar yang megedepamkan kualitas, kepribadian, serta prestrasi. Kegiatan tidak akan
berjalan dengan baik, apabila tidak ditunjang oleh semua elemen sekolah, termasuk guru
dan kepala sekolah dalam menata sekolah kearah yang lebih baik (Anggini & Suwarno,
2018). Menurut (Gultom, 2018) peran kepala sekolah dalam administrasi pembelajaran di
sekolah dasar di Kecamatan Tempel sangat diperlukan dalam rangka mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Hal ini dapat diletakkan melalui proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengkoordinasian, pembiayaan, pengendalian, penilaian serta pendayagunaan
seluruh sumber daya sekolah termasuk guru (Nofiyanti, 2015).
Kecamatan Tempel terdapat 34 sekolah yang terdiri dari: sekolah dasar negeri ada
20, Sekolah Dasar Muhammadiyah ada 10, Madrasah Ibtidaiyah atau MI ada 4. Sekolah
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
166
muhammadiyah di Kecamatan Tempel selama ini selalu ungul dalam bidang akademik
kelulusan. Disamping itu pula guru atau tenaga pengajar yang ada di sekolah
muhammadiyah juga mempunyai kompetensi yang sangat bagus yang tidak kalah dengan
sekolah negeri, bahkan kebanyakan guru muhammadiyah mempunyai kompetensi yang
lebih bagus. Jumlah guru keseluruhan di Kecamatan Tempel ada 319 terdiri dari guru PNS
ada 198 guru Non PNS ada 121. Untuk guru yang di sekolah Muhammadiyah terdiri dari
27 Guru PNS dan 81 Guru Non PNS, untuk sekolah negeri 171 Guru PNS dan 40 Guru
Non PNS. Sedangkan guru laki laki berjumlah 101 dan perempuan berjumlah 218.
Sekolah Muhammadiyah yang memiliki sertifikat pendidik antara lain 9 kepala sekolah
terdiri dari 3 laki-laki, dan 6 perempuan, sedangkan guru yang sudah mempunyai sertifikat
pendidik ada 41 guru bersertifikat pendidik.
Sekolah Muhammadiyah di Kecamatan Tempel merupakan sekolah yang sangan
disukai dan diminati oleh masyarakat, dengan dibuktikan bahwa sekolah muhammadiyah
selalu mempunyai jumlah siswa yang sangat banyak di bandingkan sekolah negeri atau
sekolah swasta yang lainya. Disamping itu, sekolah muhammadiyah selalu memasuki
peringkat yang memuaskan di Kecamatan Tempel, selalu masuk ke dalam sepuluh besar
peringkat sekolah yang mempunyai kelulusan dan prestasi yang unggul, selain itu sekolah
muhammadiyah di Kecamatan Tempel juga pernah meraih juara atau prestasi di tingkat
kabupaten dalam nilai ujian nasional.
Salah satu masalah yang dihadapi kepala sekolah di Kecamatan Tempel dalam
meningkatkan kinerja guru sekolah dasar muhammadiyah adalah penilaian kinerja guru
oleh kepala sekolah secara berkala masih belum terlaksana dengan baik dan terstruktur.
Dengan demikian kinerja guru merupakan salah satu faktor dalam meningkatkan visi dan
misi sekolahan belum sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan masalah kepala sekolah
dalam mengembangkan program kerjanya selalu terkendala dalam pengorganisasian dan
koordinasi dengan guru yang menyebabkan program tidak berjalan dengan lancar sesuai
harapan. Masalah tersebut diambil dari hasil pengamatan serta melihat dokumen
pendukung seperti catatan kegiatan dan hasil PKG.
Kepala sekolah sebagai pemimpin sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan
sekolah, dengan demikian kepala sekolah diharapkan bisa menguasai 6 kompetensi yaitu:
kompetensi kepribadian dan sosial, kompetensi kepemimpinan dan pengembangan,
kompetensi pengembangan sekolah, kompetensi sumber daya, kompetensi kewirausahaan,
dan kompetensi supervisi pembelajaran. Guru merupakan pendidik dan pengembang di
sekolah, jadi guru juga mempunyai peran kinerja yang penting. Dalam meningkatakan
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
167
peran guru diharapkan bisa menguasai 4 kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetsni sosial dan kompetsni professional. Jadi peran kepala
sekolah dan guru sama-sama penting, keduanya tidak bisa dipisahkan.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah deksriptif kuantitatif, berdasarkan Arikunto, (2002, hlm.
10) metode kuantitatif bertujuan untuk mengumpulkan data penelitian, menafsirkan
data penelitian, menampilkan hasil penelitian, menggunakan angka dalam penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian kinerja kepala sekolah dan guru
muhammadiyah di Kecamatan Tempel.
Penelitian ini dilakukan pada Sekolah Dasar
Muhammadiyah yang terletak di Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman pada tahun
pelajaran 2020/ 2021.
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah kepala sekolah yang berjumlah 10 orang kepala
sekolah dan 116 orang guru yang terdiri dari guru PNS dan guru Non PNS, dari 10 sekolah
Muhammadiyah di Kecamatan Tempel Sleman. Menurut Sugiono, (2016, hlm 148)
populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/ subyek yang mempunyai
kuantitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulan. Peneliti mengambil 9 sekolah dari 10 sekolah dasar
Muhammadiyah di Kecamatan Tempel untuk penelitian dikarenakan 1 sekolah merupakan
tempat peneliti bekerja sehingga tidak bisa dijadikan sebagai subyek penelitian.
Sampel adalah bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampling
Purposive adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu dengan tidak
melakukan generalisasi, menurut Sugiono, (2016, hlm 156). Melihat sampel yang sangat
besar, penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling
Purposive. Sampel dalam penelitian ini adalah semua guru yang sudah bersertifikat
pendidik, berjumlah 41 guru dan 9 kepala sekolah baik PNS maupun Non PNS.
Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah sesuatu yang dapat digunakan dan dikembangkan serta
bisa diteliti. Variabel independen atau biasa disebut dengan variabel bebas, sedangkan
variabel dependen atau biasa disebut dengan variabel terikat menurut (Sugiono, 2016, hlm.
95). Kinerja kepala sekolah merupakan pondasi yang pokok dalam pengelolaan sebuah
sekolah, sehingga berperan sangat penting dan berpengaruh dalam keberlangsungan
penyelenggaraan pendidikan. Unsur dari kepala sekolah ada 6 yaitu kepribadian sosial,
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
168
kepemimpinan, pengembangan sekolah, pengelolaan sumber daya, kewirausahaan, dan
supervisi. Guru merupakan penyanding dan pembantu keberlangsungan dari suatu
pendidikan, maka dari itu guru juga berperan sangat penting dalam pendidikan. Guru
mempunyai 4 unsur yang tidak dapat dipisahkan yaitu pedagogik, kepribadian, sosial dan
professional.
Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data menurut Sugiono, (2016, hlm. 223-224) pengumpulan
data dapat dilakukan dengan berbagai sumber yang tepat, adapun teknik pengumpulan data
adalah interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan
ketiganya. Menurut Arikunto, (2010, hlm. 101) teknik pengumpulan data dalam penelitian,
dapat dilakukan dengan menggunakan angket (questionnaire), wawancara atau interviu
(interview), pengamatan (observation), ujian atau tes (test), dokumentasi (documentation),
dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan angket
dan dokumentasi. Angket digunakan sebagai data utama dalam penelitian ini, sedangkan
dokumentasi sebagai data pendukung dalam penelitian ini. Untuk lebih jelas dapat
diuraikan sebagai berikut.
Penelitian ini menggunakan angket sebagai pengumpulan data. Dalam penelitian ini
angket ditujukan kepada 9 kepala sekolah dan 41 guru yang ada di Kecamatan Tempel.
Menurut Sugiyono (2016, hlm 230), angket merupakan teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada
responden untuk dijawabnya. Angket yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, berupa
angket tertutup dengan alternatif jawaban yang sudah tersedia. Peneliti menggunakan
angket sebagai teknik utama dalam pengumpulan data karena lebih efektif dan cepat
diperoleh data. Model angket dalam penelitian berbentuk google form, yang dibagikan
melalui watshapp kepada kepala sekolah dan guru.
Metode dokumentasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun
dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik”.
Metode dokumentasi merupakan telaah sistematis atau catatan-catatan dan dokumen-
dokumen sebagai sumber data, baik berupa kalimat tertulis, grafik, gambar lukisan, dan
beda-benda lain yang bersifat verbal. Dokumentasi diperlukan sebagai alat pengumpul
data, serta digunakan untuk mencari data-data yang berbentuk teori-teori pendidikan,
saerana dan prasarana sekolah, data latar belakang pendidikan guru, data siswa yang
meliputi laporan, hasil evaluasi, jumlah siswa, prestasi siswa dan sebagainya. Dokumentasi
yang berbentuk teori-teori pendidikan yang dimaksud adalah mencakup buku-buku tentang
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
169
pendidikan dan yang terkait dengan peran kepala sekolah, administrasi pendidikan serta
pembelajaran pada khususnya. Pengambilan dokumen dalam penelitian ini dengan cara
memfoto dokumen pelaksanaan PKG, Kurikulum Sekolah dan dokumen lain yang
diperlukan menurut Sukmadinata (2006, hlm. 221).
Instrument adalah alat yang digunakan untuk mempermudah seseorang dalam
menyelesaikan tugas dengan efektif dan efisien. Instrument yang digunakan dalam
penelitian ini adalah menggunakan angket untuk mengukur penilaian kinerja kepala
sekolah dan guru Muhammadiyah di Kecamatan Tempel. Dokumentasi digunakan sebagai
data pendukung dalam penelitian ini supaya lebih sempurna. Dalam penyusunan anket
sudah disesuaikan dengan data teoritik yang sudah ada kemudian dikembangkan
berdasarkan dengan indikator dan dijabarkan dalam butir pertanyaan menurut Arikunto
(2013, hlm. 40).
Dalam pengukuran dan memperjelas dalam penyusuan instrument penelitian, maka
perlulah dibuatkan sebuah kisi-kisi instrument supaya lebih terarah. Kisi-kisi instrument
penilaian kinerja kepala sekolah dengan 6 sub variabel yang dijabarkan menjadi 6 indikator
kemudian diuraikan lagi menjadi 40 butir pertanyaan yang akan digunakan dalam
penelitian. Kisi-kisi instrument penilaian kinerja guru terdapat 4 sub variabel, yang
dijabarkan menjadi 14 indikator, kemudian diuraikan lagi menjadi 78 butir pertanyaa yang
akan digunakan dalam penelitian.
Pengukuran yang digunakan dalam pembuatan instrumen penelitian ini
menggunakan skala penilaian untuk mempermudah dalam penilaian dan pengolahan hasil
dari responden. Skala yang digunakan dalam penilaian ini adalah skala liker. Menurut
Sugiono (2016, hlm. 168) skala liker dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,
dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial yang nantinya akan
disebut sebagai variabel. Indikator variabel akan dijabarkan menjadi tolok ukur menyusun
butir pertanyaan yang bisa berbentuk pertanyaan atau pernyataan.
Skala liker adalah berupa pertanyaan atau pernyataan yang jawabanya berupa skala
deskriptif ataupun skala garis yang dikemukan oleh Sukmadinata (2010, hlm. 230).
Dengan demikian skor yang digunakan untuk mengukur variabel yang dijabarkan menjadi
butir-butir pertanyaan dengan penjabaran secara deskriptif. Pemberian skor diperuntukan
untuk mengetahui seberapa besar kemampuan atau ketercapaian yang diperoleh kepala
sekolah dan guru dalam melaksanakan kegiatan. Skor paling tinggi 4 (empat) dan paling
rendah 1(satu). Jadi skor yang digunakan untuk menjawab butir-butir pertanyaan menurut
(Sugiono, 2016, hlm. 169).
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
170
Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Untuk mengetahui kualitas instrumen akan dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas
instrumen. Menurut Arikunto (2010 hlm. 167) menjelaskan bahwa validitas adalah
keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen yang bersangkutan mampu
mengukur apa yang akan diukur. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2006, hlm.
229), validitas isi berkenaan dengan isi dan format dari instrumen, apakah instrumen tepat
mengukur hal yang ingin dikukur, apakah butir-butir pertanyaan telah mewakili aspek-
aspek yang akan diukur, apakah pemilihan format instrumen cocok untuk mengukur segi
tersebut.
Uji Validitas Instrumen
Uji validitas adalah suatu alat yang menunjukkan seberapa jauh suatu
instrumen memiliki ketepatan dan kecermatan dalam melakukan fungsi ukurnya.
Arikunto (2006, hlm. 168-169) menyampaikan bahwa tinggi rendahnya validitas
instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari
gambaran tentang variabel yang dimaksud.
Dalam menguji validitas konstruksi dapat digunakan pendapat dari para ahli. Para
ahli akan diminta pendapatnya tentang instrument yang telah disusun. “Mungkin para ahli
akan memberi keputusan instrument dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan, dan
mungkin dirombak total” menurut Sugiono (2016, hlm. 207).
Pengujian validitas butir instrument setelah dikonsultasikan kepada para ahli akan
diujicobakan kepada instrument yang sama. Dalam menguji validitas setiap butir intrumen
digunakan analisis dengan rumus korelasi product moment dari pearson.
Analisis faktor dilakukan dengan cara mengkorelasikan jumlah skor faktor dengan
skor total, bila korelasi tiap faktor diperoleh dengan besaran 0,3 ke atas maka dapat dikatan
faktor tersebut kuat, serta dapat dikatakan validitas konstruksi yang baik menurut Sugiono
(2016, hlm. 208). Pengujian validitas instrument menggunakan aplikasi SPSS-21.
Dalam penelitian ini dilakukan uji validitas instrument yang dilakukan kepada 9
kepala sekolah dan 41 guru sekolah dasar Muhammadiyah di Kecamatan Tempel.
Berdasarkan dari uji instrumen di jelaskan, bahwa hasil instrument kepala sekolah dengan
jumlah 40 butir instrument dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Hasil
validitas instrument kepala sekolah berdasarkan dengan table di atas yang dianalisis
menggunakan summary menyatakan bahwa dari N=9 dengan presentase 100%, dengan
demikian dapat dikatakan valid. Berdasarkan dari uji instrumen di jelaskan bahwa, hasil
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
171
instrument guru dengan jumlah 78 butir instrument dinyatakan valid dan dapat digunakan
untuk penelitian.
Hasil validitas instrument guru berdasarkan dengan analisis menggunakan summary
menyatakan bahwa dari N=41 dengan presentase 100%, dengan demikian dapat dikatakan
valid. Berdasarkan dari uji validitas instrumen di atas, bahwa hasil instrument kepala
sekolah yang berjumlah 40 butir pertanyaan dan guru yang berjumlah 78 butir pertanyaan
dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk penelitian. Dengan demikian peneliti bisa
menggunakan instrument untuk penelitian.
Uji Reliabilitas
Selain harus valid, instrumen juga harus memenuhi standar reliabilitas. Suatu
instrumen dikatakan reliabel jika dapat dipercaya untuk mengumpulkan data
penelitian. Menurut Arikunto (2006, hlm. 178) menyatakan bahwa reliabilitas
menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya
untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah cukup
baik.
Suatu hasil pengukuran dapat dikatakan reliabel jika alat pengukur tersebut dapat
dipercaya, sehingga mendapatkan hasil yang tetap dan konsisten. Pada penelitian ini
instrumen penelitian akan dianalisis dengan bantuan aplikasi komputer program SPSS.
Metode yang digunkan dalam uji reliabilitas penelitian ini adalah metode Cronbach’s
Alpha untuk mengetahui akuratnya alat ukur yang digunakan.
Bukti instrument diuji menggunakan SPSS 21. Hasil pengujian reliabilitas
menggunakan Cronbach’a Alpha diperoleh hasil total sebesar 0.987 untuk kepala sekolah,
sedangkan untuk guru diperoleh hasil total sebesar 0,972, nilai tersebut dapat dinyatakan
valid. Dengan demikian angket yang digunakan untuk mengukur kinerja kepala sekolah
dan guru sekolah dasar muhammadiyah di Kecamatan Tempel dinyatakan reliabel dan
dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.
Teknik Analisis Data
Analisis data adalah mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden,
mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap
variabel yang diteliti, dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah
menurut Sugiyono (2011, hlm. 402). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Setelah mendapatkan rumus analisis data,
kemudian hasil dideskripsikan berdasarkan dengan kategori skor penilaian. Hal ini akan
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
172
digunakan untuk mengetahui kinerja kepala sekolah dan guru sekolah dasar
Muhammadiyah di Kecamatan Tempel.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penilaian kinerja kepala sekolah dasar muhammadiyah di Kecamatan Tempel yang
memuat 6 standar kompetensi antara lain kompetensi kepribadian sosial, kompetensi
kepemimpinan, kompetensi pengembangan sekolah, kompetensi pengelolaan sumber daya,
kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi. Dari 6 standar yang dilakukan kepala
sekolah hasil penelitian kompetensi yang masih rendah adalah supervisi kepala sekolah
dengan presentase 55%.
Kepribadian dan sosial kepala sekolah dapat di peroleh hasil skor 204 dengan
presentase 65% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dari 9 responden
diperoleh hasil perolehan skor tertinggi yaitu 28 dan terendah yaitu 17. Kepemimpinan
kepala sekolah dapat di peroleh hasil skor 208 dengan presentase yang di dapat 62%
dengan kategori baik. Hasil presentase masih ada 4 kepala sekolah yang di bawah 62%
walaupun dengan kategori baik. Dengan nilai skor tertinggi yang diperoleh adalah 39 dan
skor terendah 22.
Pengembangan sekolah dapat diperoleh skor 201 dengan hasil presentase yang
diperoleh 64% dengan kategori baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh didapatkan
bahwa skor teretinggi dengan jumlah 28 dan skor terendah yang di dapat adalah 16.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 4 kepala sekolah masih di bawah 64%
peresentasenya dengan begitu keempat kepala sekolah ini perlu mendapatkan
pendampingan dalam kegiatan pengembangan sekolah.
Kompetensi pengelolaan sumber daya kepala sekolah dengan perolehan skor 219,
hasil presentase 61% dengan kategori baik. Dilihat dengan hasil penelitian bahwa
pengembangan sumber daya kepala sekolah diperoleh dengan nilai tertinggi 31, dan nilai
terendah yang di dapat adalah 18. Hasil penelitian menyatakan bahwa masih ada empat
kepala sekolah yang di bawah 61% jadi belum mencapai target.
Kewirausahaan dengan perolehan skor 132, dengan presentase perolehan 59% dan
kategori baik. Berdasarkan dengan hasil penelitian berkenaan dengan kewirausahaan dapat
diperoleh dengan skor tertinggi adalah 20 dan nilai terendah yang diperoleh adalah 10.
Supervisi kepala sekolah Muhammadiyah Kecamatan Tempel dengan perolehan skor 74
dengan presentase 55%, kategori baik.
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
173
Berdasarkan dengan data yang diperolah bahwa hasil kompetensi guru yang masih
rendah adalah kompetensi professional guru dengan presentase 60% dengan kategori baik.
Hasil penyebaran instrument kepada 41 guru sekolah dasar Muhammadiyah di Kecamatan
Tempel dapat dijabarkan sebagai berikut.
Kompetensi pedagogik, dengan perolehan skor 6.005, presentase 65% dengan
kategori baik. Kompetensi kepribadian guru yang mendapatkan skor perolehan 2.345,
predentase 64%, dengan hasil kategori baik. Kompetensi kepribadian berdasarkan dengan
hasil penelitian dengan kategori baik untuk 41 reponden guru dengan presentase yang
diperoleh 64%. Presentase yang diperoleh dalam kepribadian guru dapat dijabarkan
sebagai berikut, terdapat 19 responden guru masih di bawah 64% dengan kategori baik,
sedangkan ada 22 responden mendapatkan presentase di atas 64%. Hamper sebagian
responden belum memenuhi kriteria sebagai guru yang berkompeten.
Kompetensi sosial, hasil yang diperoleh dalam penelitian dengan perolehan skor 854,
dengan presentase 69% dan kategori yang di dapat adalah baik. Hasil tentang kepribadian
sosial guru dengan responden 41 diperoleh kategori baik untuk 41 responden, dengan
presentase 69%. Adapun responden yang masih mendapatkan presentase di bawah 69%
ada 14 guru, sedangkan 27 guru mendaptkan presentase di atas 69%.
Kompetensi professional dengan hasil perolehan skor 1.111, presentase 60%, dan
kategori yang di dapat adalah baik. Hasil penelitan dengan penyebaran angket diperoleh
bahwa masih ada 1 responden dengan kategori cukup, sedangkan 40 responden dengan
kategori baik, presentase yang diperoleh 60%. Responden dengan hasil presentase di
bawah 60% ada 19 dan yang mendapatkan presentase di atas 60% ada 22 responden.
Hasil pengamatan tentang hubungan penilaian kinerja kepala sekolah dan penilaian
kinerja guru tidak ada keterkaitan namun saling melengkapi. Merujuk pada Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru
sebagai Kepala Sekolah/Madrasah menyatakan bahwa guru yang diberi tugas tambahan
sebagai kepala Sekolah/ Madrasah dinilai kinerjanya secara berkala setiap tahun dan secara
kumulatif selama 4 tahun yang akan dijadikan dasar bagi promosi atau demosi yang
bersangkutan.
Kemudian untuk mendukung kinerja guru dapat mengacu pada Permendiknas No.
41/2007 tentang Standar Proses Pendidikan, yaitu standar nasional pendidikan yang
berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan. Standar proses
meliputi tugas-tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh guru seperti: (1) Perencanaan
proses belajar, (2) Pelaksanaan proses pembelajaran, (3) Penilaian hasil pembelajaran, dan
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
174
(4) Pengawasan proses pembelajaran. Jadi, tugas-tugas pokok yang harus dilaksanakan
guru meliputi perencanaan, proses, dan penilaian hasil pembelajaran.
Dari sinilah peneliti mengambil kesimpulan bahwa penilaian kinerja kepala sekolah
dan penilain kinerja guru ada keterkaitan namun tidak ada pengarunya berkaitan dengan
ketugasannnya yang mengacu dan melihat hasil hipotesis penelitian ini. Tidak adanya
keterkaitan dalam penilain kepala sekolah dan penilaian kinerja guru menurut peneliti
disebabkan dalam proses pengambilan data instrument ada ketidak jujuran dalam pengisian
instrument.
SIMPULAN
Kinerja kepala sekolah yang baik apabila bisa menerapkan standar penilaian dengan
baik. Sebagai kepala sekolah bisa memberikan contoh kepada guru. Hasil yang diperoleh
dalam penelitian dapat dikatakan baik berdasarkan dengan kepampuan setiap responden
dalam mensikapi kegiatan yang ada sesuai dengan istrumen yang ada. Dengan demikian
bahwa kegiatan kepala sekolah dalam penialian kinerjanya bisa dijadikan contoh bagi guru
di setiap sekolah.
Kinerja guru bisa diangap baik apabila memenuhi 4 kriteria yaitu pedagogik,
kepribadian, sosial, dan professional. Dengan semuanya itu dilaksanakan guru dapat
diangap bisa bekerja dengan baik. Setiap guru memiliki karakteristik dan kemampuan
masing-masing, jadi tidak bisa diterapkan semua guru harus memiliki kemampuan yang
sama. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh keberagaman guru dalam
melaksnakan kegiatan dan dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa guru sangatlah
beranaka raga.
Kepala sekolah dengan guru di Kecamatan Tempel berdasarkan dengan analisis di
atas bahwa penilaian kinerja kepala sekolah dan penilaian kinerja guru tidak ada
keterkaitannya namun saking melengkapi. Menurut penjelasan dan analisis dari supervisi
kepala sekolah diperoleh data dengan kategori baik dalam penyelenggaraan supervisi.
Penilaian kinerja kepala sekolah dan penilaian kinerja guru muhammadiyah Kecamatan
Tempel berdasarkan dengan data analisis yang sudah di sampaikan bahwa Sig (2-tailed)
antara keduanya lebih besar dari 0.05, dan dinyatakan tidak adanya keterkaitan antara
keduanya.
Secara keseluruhan kinerja guru dan kepala sekolah sangatlah penting untuk
membangun sekolah walaupun dalam penilaianya tidak ada keterkaitanya. Dengan adanya
kinerja dapat diperoleh dan diketahui kemampuan baik guru maupun kepala sekolah.
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
175
Kinerja kepala sekolah akan berdampak pada kinerja guru dan sebaliknya. Sehingga kedua
kinerja tersebut dapat meningkatkan kualitas sekolah. Jadi keseluruhan kinerja saling
beriringan dan berkesinambungan untuk saling melengkapi.
SARAN
Berdasarkan dengan hasil penelitan, ada beberapa hal yang dapat diangkat sebagai
bahan koreksi buat kepala sekolah dan guru, serta dapat dijadikan bahan pertimbangan
bagi peneliti yang akan datang.
Bagi kepala sekolah dan guru di Kecamatan Tempel hendaknya untuk melaksanakan
kegiatan kinerja kepala sekolah dengan baik secara terencana dan terdokumentasi.
Pelaksanan supervisi guru diharapkan dilaksanakan dengan pembuatan program kerja dan
dilaksanakan dengan baik. Sebagai guru hendaknya bisa melaksanakan kegiatan supervisi
dan dilaksanakan dengan baik, bukan hanya sekedar dokumen namun sebagai
penyemangat diri untuk menjadi lebih baik.
Bagi pembaca yang ingin melakukan penelitian di sekolah Muhammadiyah di
Kecamatan Tempel hendanya bisa menjadi bahan pertimbangan sebagai dasar pententu
penelitian yang lebih baik lagi menggunakan tinjauan yang berbeda atau memperdalam
lagi penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Abbas. (2017). Penilaian Kinerja Kepala Sekolah. Journal:
Didaktika Jurnal
Kependidikan, Jurusan Tarbiyah STAIN Watampone, Vol. 11 No. 1, Juni 2017
.
ISSN: 1978-0214 hal 12-19.
Afifah, N (2019). Hubungan antara Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru di
Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Pekanbaru., repository.uin-
suska.ac.id, http://repository.uin-suska.ac.id/22995/
Ahmadi. (2010). Pengembangan Kinerja Kepala Sekolah (Studi Tentang Pengaruh Diklat
Dan Kompetensi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Kepala Sekolah Dasar) Di
Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. (Tesis)Sekolah Pascasarjana,
Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Ali, S, & Hasanah, E (2021). Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menjamin Mutu
Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Jurnal Ilmiah Mandala Education, ejournal.mandalanursa.org,
http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME/article/view/1735
Alwildayanto, A. (2014). Kepemimpinan Pendidikan dalam Pengembangan Budaya Mutu
(Principal Leadership Quality Culture). Yogyakarta: DeePublish.
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
176
Anggini, Y Mudi, & Suwarno, MP (2018). Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam
Pembinaan Kinerja Guru di SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen.,
eprints.ums.ac.id, http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/68438
Ari Bowo, A. (2015). PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN
EKONOMI BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN STRATEGI SMALL GRAUP
DISCUSSION DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA. Academy of
Education Journal, 6(1). https://doi.org/10.47200/aoej.v6i1.124
Ariyadi, D, & Rohmah, W (2019). Strategi Kepala Sekolah dan Kinerja Guru dalam
Meningkatkan Kualitas Sekolah di SMA Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun 2018.,
eprints.ums.ac.id, http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/77798
Djadmiko, Eko. (2006). “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Sarana Prasarana
Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri Kota Semarang” Jurnal Fokus Ekonomi
Vol. 1 No. 2 Desember 2006 : 19 - 30.
Djafar, H, & Nurhafizah, N (2018). Pengaruh Motivasi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja
Guru Dan Pegawai Di SMK MUHAMMADIYAH 3 MAKASSAR. Idaarah: Jurnal
Manajemen …, journal.uin-alauddin.ac.id, http://journal.uin-
alauddin.ac.id/index.php/idaarah/article/view/5064
Dwikoranto, D (2018). PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PROSES
PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMK
MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA. : Jurnal Penelitian dan Kajian
Pendidikan Islam, tajdidukasi.or.id,
https://tajdidukasi.or.id/index.php/tajdidukasi/article/view/100
Elger, D. (2007). Theory of Performance. Faculty Develpment Series.
Firman, F, & Pitaloka, K (2021). PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA
SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP MUHAMMADIYAH I
JOMBANG. Jurnal Pedagogi: Jurnal Penelitian dan …, jurnalpedagogi.org,
https://www.jurnalpedagogi.org/index.php/pedagogi/article/view/50
Hartanto, S, & Sumardjoko, B (2018). PENGELOLAAN PENILAIAN KINERJA GURU
DI SMK MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA., eprints.ums.ac.id,
http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/62395
Karwanto, K Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja
Guru di SMP Muhammadiyah 3 Waru Sidoarjo. ejournal.unesa.ac.id,
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inspirasi-manajemen-
pendidikan/article/view/37588
Kemendiknas. (2010). Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru ( PK Guru ).
Keputusan bersama Mendikbud dan Kepala BAKN Nomor : 0433/P/1993 dan Nomor
25 Tahun 1993.
Lailatussaadah. (2015). Upaya Peningkatan Kinerja Guru. Journal: Dosen Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry: Intelektualita- Volume 3 Nomor 1, Januari-
Juni. hal 16-25.
Mangkunegara, Anwar. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Menteri Pendidikan Nasional. (2005).Undang-Undang No 14 Tahun 2005 Tentang Guru
dan Dosen.
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
177
Menteri Pendidikan Nasional. (2010). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28
Tahun 2010 Pasal 12 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.
Moeheriono. (2012). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta: Raja Grafindo
Persada.
Mujib, Z (2019). ANALISIS KINERJA KEPALA SEKOLAH PROFESIONAL DI SDN
SOKARAME PASESER III NONGGUNONG SUMENEP., eprints.umm.ac.id,
https://eprints.umm.ac.id/57009/
Nisda, N (2019). PENGARUH KINERJA KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA
GURU MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) LUWU UTARA.,
repository.iainpalopo.ac.id,
http://repository.iainpalopo.ac.id/id/eprint/3355/1/SKRIPSI%20NISDA.pdf
Nuryati, N., Budiutomo, T., & Bowo, A. N. (2017). PENGEMBANGAN MODEL
PEMBELAJARAN PPKn ANTI KORUPSI BERBASIS LINGKUNGAN
MELALUI COOPERATIVE LEARNING DI SMA/SMK SWASTA KULON
PROGO YOGYAKARTA. Academy of Education Journal, 8(1), 27-49.
https://doi.org/10.47200/aoej.v8i1.333
Ofintan, D, & Harsono, SU (2020). Pengaruh Persepsi Kepemimpinan Kepala Sekolah
Dan Komunikasi Internal Terhadap Kinerja Guru SMA Muhammadiyah Se-
Banjarsari Surakarta., eprints.ums.ac.id, http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/80164
Oktafiani, A, & Harsono, SU (2019). Kesulitan Kenaikan Pangkat Guru Akuntansi di SMK
Muhammadiyah 1 Sragen., eprints.ums.ac.id, http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/73505
Paiman, P., & Temu, T. (2013). TANGGUNG JAWAB DAN KINERJA PESERTA
DIDIK DALAM MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH MATA PELAJARAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SD
MUHAMMADIYAHWIROBRAJAN II YOGYAKARTA. Academy of Education
Journal, 4(1). https://doi.org/10.47200/aoej.v4i1.95
Puspita, A, & Hamid, S (2021). Analisis Kinerja Kepala Sekolah Terhadap Motivasi Dan
Kepuasan Kinerja Guru SD Di Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Bosowa
Journal of Education, journal.unibos.ac.id,
https://journal.unibos.ac.id/jpe/article/view/654
Rafid, R (2019). KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU
TENAGA PENDIDIK DI SMA NEGERI 1 LATAMBAGA KABUPATEN
KOLAKA SULAWESI TENGGARA., eprints.umm.ac.id,
https://eprints.umm.ac.id/57187/
Sedarmayanti. (2013). Membangun Dan Mengembangkan Kepemimpinan Serta
Meningkatkan Kinerja Untuk Meraih Keberhasilan. Rafika Aditama.
Septian, S, & Sumardjoko, B (2021). Kinerja Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu
Pembelajaran Berdasarkan Tugas Pokok Kepala Sekolah Di SMP Muhammadiyah 7
Banyudondo (Studi Kasus di …., eprints.ums.ac.id,
http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/91656
Sugito, G (2020). Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kepala sekolah terhadap Kinerja
Guru SMP Muhammadiyah Purwokerto., repository.iainpurwokerto.ac.id,
http://repository.iainpurwokerto.ac.id/id/eprint/7361
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.
AoEJ : Academy of Education Journal
Vol. 13 No 1 Tahun 2022
178
Suharsimi, A. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Tarmo, T, & Sumardjoko, B (2019). Penilaian Kinerja Guru Di SMK Muhammadiyah 3
Surakarta., eprints.ums.ac.id, http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/77939