AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
1
MENINJAU PERMASALAHAN RENDAHNYA KUALITAS PENDIDIKAN
DI INDONESIA DAN SOLUSI
Fitria Nur Auliah Kurniawati
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Cibiru
Jl. Pendidikan, Cileunyi, Kota Bandung, Jawa Barat 40625
ABSTRAK
Artikel ini ditulis untuk membahas mengenai kualiatas pendidikan Indonesia saat ini yang dinilai
rendah. Padahal, pendidikan adalah suatu hal yang disepakati menjadi hal yang pokok dalam suatu
bangsa manapun. Kualitas pendidikan dalam suatu bangsa menjadi salah satu penentu kemajuan
bangsa tersebut. Dengan kata lain, kemajuan suatu bangsa atau negara dapat dilihat dari bagaimana
kualitas pendidikan di bangsa dan negara tersebut. Oleh karena itu, dalam tulisan ini diuraikan
permasalahan apa saja yang dihadapi Indonesia yang dapat menghambat terwujudnya kualitas
pendidikan yang baik. Lalu diuraikan juga bagaimana solusi yang dapat dilakukan sebagai upaya
yang dapat mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia ini. Penelitian ini penulis
menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan melakukan telaah pustaka. Penulis mengumpulkan
data dan informasi dari jurnal-jurnal dan buku terpercaya kebenarannya dan sesuai dengan
pembahasan artikel ini. Dengan adanya tulisan ini, diharapkan akan memunculkan kesadaran dari
tiap individu untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju guna mempersiapkan
manusia yang berkualitas.
Kata Kunci: Pendidikan, Kualitas Pendidikan Indonesia, Masalah Pendidikan.
ABSTRACT
This article is written to discuss the currently low quality of Indonesian education. In fact,
education is something that is agreed upon to be the main thing in any nation. The quality of
education in a nation is one of the determinants of the nation's progress. In other words, the
progress of a nation or country can be seen from the quality of education in that nation and
country. Therefore, this paper describes what problems Indonesia faces that can hinder the
realization of a good quality education. Then it also describes how solutions can be made as an
effort to overcome the problems of education in Indonesia. This study the authors used a qualitative
method, namely by conducting a literature review. The author collects data and information from
trusted journals and books and is in accordance with the discussion of this article. With this paper,
it is hoped that it will raise awareness from each individual to build a better and more advanced
Indonesia in order to prepare quality humans
Keyword: Education, Quality of Indonesian Education, Educational Problems.
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah suatu hal yang disepakati menjadi hal yang pokok dalam suatu
bangsa manapun. Kualitas pendidikan dalam suatu bangsa menjadi salah satu penentu
kemajuan bangsa tersebut. Dengan kata lain, kemajuan suatu bangsa atau negara dapat
dilihat dari bagaimana kualitas pendidikan di bangsa dan negara tersebut. Buruknya
kualitas pendidikan yang ada akan membuat bangsa atau negara tersebut mengalami
ketertinggalan. Menurut Nandika, sejak tahun 1972 UNESCO (United Nations
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
2
Educational, Scientific, and Cultural Organization) atau Organisasi Pendidikan, Ilmu
Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB menegaskan bahwa pendidikan memiliki fungsi
sebagai kunci membuka jalan dalam membangun dan memperbaiki negaranya (Nandika:
2007).
Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat peduli terhadap pelaksanaan
pendidikannya. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah demi
keberlangsungan pendidikan menuju yang lebih baik. Hal ini dapat terlihat dari isi UUD
1945 Pasal 31 ayat (3) dan (4), pasal tersebut memberi penegasan bahwasanya pemerintah
berkewajiban dalam mengusahakan penyelenggaraan pengajaran nasional dalam upaya
mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam Undang-undang dengan
memprioritaskan anggaran untuk pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN
(Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia) dan APBD (Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah).
Namun, pendidikan tidak pernah lepas dari berbagai permasalahan. Menurut Fajri,
masalah yang di hadapi pendidikan itu terbagi menjadi 2 yakni masalah mikro dan masalah
makro. Masalah mikro merupakan masalah yang ditimbulkan dalam komponen dalam
pendidikan itu sendiri sebagai suatu sistem, seperti masalah kurikulum. Sedangkan
masalah makro, merupakan masalah yang ditimbulkan dari dalam pendidikan itu sebagai
suatu sistem dengan sistem lainnya yang lebih luas mencakup seluruh kehidupan manusia,
seperti tidak meratanya penyelenggaraan pendidikan di setiap daerah. Begitupun dengan
Indonesia, pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih dihadapi dengan berbagai
permalahan. Permasalahan itu menjadi penyebab utama dalam rendahnya kualitas
pendidikan di Indonesia.
Menurut hasil survei mengenai sistem pendidikan menengah di dunia pada tahun
2018 yang dikeluarkan oleh PISA (Programme for International Student Assesment) pada
tahun 2019 lalu, Indonesia menempati posisi yang rendah yakni ke-74 dari 79 negara
lainnya dalam survei. Dengan kata lain, Indonesia berada di posisi ke-6 terendah
dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Hal ini merupakan kondisi yang sangatlah
memprihatinkan. Tentu sangat disayangkan, dengan sumber daya manusia (SDM) yang
cukup banyak, seharusnya pendidikan bisa meningkatkan kualitas SDM Indonesia namun
nyatanya tidak seperti itu.
Dengan kondisi kualitas pendidikan Indonesia yang terbilang sangat kurang
dibandingkan negara-negara lain di dunia, banyak yang menjadi faktor pengahambat
kemajuan pendidikan di Indonesia. Menurut Kurniawan, faktor yang menjadi penentu
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
3
keberhasilan suatu sistem pendidikan juga bisa dikarenakan oleh peserta didiknya, peran
seorang guru, kondisi ekonomi, sarana dan prasarana, lingkungan, serta masih banyak
faktor yang lainnya (Kurniawan: 2016).
Saat ini, Indonesia sedang berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia
dengan kurikulum 2013. Penerapan kurikulum 2013 ini diharapkan dapat menjadi
kesempatan yang bagus untuk Indonesia dalam meningkatkann kualitas pendidikannya dan
meningkatkan daya saing agar setara dengan negara-negara lain. Tulisan ini dibuat untuk
membahas mengenai kualiatas pendidikan Indonesia saat ini yang dinilai rendah. Maka
dari itu, diharapkan dengan tulisan ini akan memunculkan kesadaran dari tiap individu
untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju guna mempersiapkan
manusia yang berkualitas.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu dengan
telaah pustaka. Penelitian ini ditulis untuk mengetahui bagaimana kondisi pendidikan di
Indonesia. Penulis melakukan telaah pustaka melaui jurnal-jurnal dan buku terpercaya
yang terkait dengan pembahasan yang diambil. Kemudian dilakukan pengkajian,
pengumpulan data, yang dilanjutkan dengan ditemukannya hasil dan kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pendidikan
Pendidikan secara etimologi memiliki asal kata dari bahasa Yunani yakni
“paedagogie”, terdiri dari kata “pais” yang berarti anak dan dari kata “again” yang
berarti membimbing. Sehingga jika diartikan, paedagogie yaitu membimbing anak atau
bimbingan kepada anak. Sedangkan dalam bahasa Inggris, pendidikan berasala dari kata
“to educate” yang memiliki arti memperbaiki moral dan melatih pengetahuan.
Bimbingan kepada anak dapat dilakukan oleh orang dewasa, baik itu orang tua
ataupun guru di sekolah. Membimbing atau mendidik bisa dikatakan sebagai usaha
membantu anak dengan kesengajaan agar anak tersebut dapat menjadi manusia yang
dewasa, bertanggung jawab, dan mandiri. Menurut Arfani, pandangan yang demikian
memberikan makna bahwasanya pendidikan merupakan segala situasi kehidupan yang bisa
mempengaruhi pertumbuhan manusia sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam
segala kondisi lingkungan disepanjang kehidupan. Arti sempitnya, pendidikan adalah
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
4
pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan.
(Arfani: 2016).
Pendidikan juga merupakan suatu proses yang meliputi 3 dimensi individu,
masyarakat, dan seluruh kadungan realitas. Kandungan realitas itu baik material ataupun
spiritual yang memainkan peranan dalam menentukan sifat, bentuk manusia, serta nasib
seseorang (Nurkholis: 2013:1). Pendidikan dapat menentukan sifat seseorang sampai
mengubah seseorang menjadi manusia yang lebih baik dan berguna. Pendidikan
menempati posisi yang bagus atau strategis dalam upaya meningkatkan kualitas dan
kapasitas seseorang dalam kehidupan (Musanna: 2017).
Makna pendidikan juga disebutkan dalam UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS). Dalam pasal 1 ayat (1) disebutkan bahwa
pendidikan adalah usaha yang sadar serta terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran, tujuannya adalah supaya peserta didik dapat aktif dalam
mengembangkan potensi diri untuk memiliki spiritual keagamaan, kepribadian,
pengendalian diri, kecerdasan, ketermpilan, serta akhlak yang mulia. Dengan begitu,
pendidikan sangatlah penting untuk kemajuan suatu bangsa serta sangat penting dalam
pembentukkan manusia menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi diri sendiri,
orang lain, agama, bangsa dan negaranya.
Kualitas Pendidikan Indonesia yang Rendah
Kualitas adalah tingkat buruk atau baiknya sesuatu. Adanya kualitas sangat penting
untuk mengetahui suatu hal apakah sudah mencapai keberhasilan atau belum. Sama halnya
dengan kualitas pendidikan, kualitas pendidikan diperlukan untuk mengetahi bagaimana
pelaksanaan pendidikan tersebut sudah berjalan sesuai dengan tujuan atau belum. Menurut
Ace Suryadi dan H.A.R. Tilaar, kualitas pendidikan merupakan kemampuan lembaga
pendidikan untuk memanfaatkan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan
kemampuan belajar seoptimal mungkin. Dalam hal pendidikan, makna kualitas mengacu
pada proses terlaksananya pendidikan dan hasil pendidikannya.
Kualitas atau mutu pendidikan di Indonesia saat ini terbilang cukup rendah bila
dibandingkan dengan negara-negara lainnya di dunia. Menurut hasil survei mengenai
sistem pendidikan menengah di dunia pada tahun 2018 yang dikeluarkan oleh PISA
(Programme for International Student Assesment) pada tahun 2019 lalu, Indonesia
menempati posisi yang rendah yakni ke-74 dari 79 negara lainnya dalam survei. Dengan
kata lain, Indonesia berada di posisi ke-6 terendah.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
5
Dengan melihat realita saat ini, Indonesia perlu terus mengupayakan yang terbaik
demi mewujudkan pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dalam
Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 yakni
pendidikan yang dapat mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berilmu, berakhlak mulia, kreatif, mandiri serta
dapat menjadi warga negara yang demokratis.
Permasalahan Pendidikan di Indonesia
Dewasa ini berbagai macam permasalahan pendidikan di Indonesia menjadi
tantangan terbesar dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Permasalahan tersebut
menjadi faktor terbesar rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia saat ini. Hal tersebut
tentu perlu menjadi perhatian khusus bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, kualitas manusia
yang dihasilkan sangat bergantung pada kualitas pendidikan itu sendiri. Adapun
permasalahan-permasalahan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Masalah Pendidikan di Indonesia dalam Lingkup Makro
a) Kurikulum yang Membingungkan dan Terlalu Kompleks
Kurikulum merupakan sebuah rancangan atau program yang diberikan oleh
penyelenggara pendidikan untuk peserta didiknya. Di Indonesia, terhitung sudah
mengalami 10 hingga 11 kali perubahan kurikulum sejak Indonesia merdeka. Tentu
perubahan-perubahan kurikulum yang terjadi dapat membingungkan, terutama bagi
pendidik, peserta didik, dan bahkan orang tua. Menurut Nasution, Mengubah kurikulum
dapat juga diartikan dengan turut mengubah manusia, yaitu pendidik, penyelenggara
pendidikan, dan semua yang terlibat dalam pendidikan. Itu sebabnya perubahan kurikulum
terebut sering dianggap sebagai perubahan sosial atau social change. (Nasution: 2009:
252). Selain perubahan kurikulum, kurikulum yang diterapkan di Indonesia juga terbilangg
cukup kompleks. Hal ini sangat berdampak pada pendidik dan peserta didik. Peserta didik
akan terbebani dengan sejumlah materi yang harus dikuasainya. Sehingga, sulit bagi
peserta didik untuk memilih dan mengembangkan potensi dalam dirinya yang sesuai
dengan keinginan dan kemampuan mereka. Selain peserta didik, pendidik juga terkena
dampaknya. Pendidik akan terbebani dengan tugas yang banyak untuk mempelajari materi-
materi dan tugas mengajari muridnya dengan materi yang banyak. Sehingga, tidak
menutup kemungkinan pendidik menjadi kurang optimal dalam mengajari muridnya.
Saat ini Indonesia menerapkan kurikulum 2013 yang dianggap sebagai
penyempurna kurikulum-kurikulum sebelumnya. Penerapan kurikulum 2013 ini
diharapkan dapat menjadi kesempatan yang bagus untuk Indonesia dalam meningkatkan
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
6
kualitas pendidikannya dan meningkatkan daya saing agar setara dengan negara-negara
lain.
b) Pendidikan yang Kurang Merata
Indonesia merupakan negara berkembang yang masih mengalami berbagai proses
pembangunan, termasuk dalam sektor pendidikan. Sehingga, hal ini menyebabkan
pelaksanaan proses pendidikan juga masih dihadapkan oleh berbagai tantangan
permasalahan di negara yang masih berkembang, seperti kurang meratanya pendidikan
terutama di daerah-daerah tertinggal. Ketidakmerataan ini sering dialami oleh lapisan
masyarakat yang miskin. Seperti yang kita ketahui, semakin tinggi pendidikan semakin
mahal juga biayanya. Sehingga, tak jarang banyak orang yang memilih tidak sekolah
dibandingkan harus mengeluarkan banyak biaya.
c) Masalah Penempatan Guru
Pada beberapa kasus pendidikan di Indonesia, masalah penempatan guru ini masih
kerap terjadi. Terutama penempatan guru bidang studi yang tidak sesuai dengan
penempatannya atau keahliannya. Hal ini dapat menyebabkan guru tidak bisa optimal
dalam mengajar. Menurut Jakaria, ketidaklayakan mengajar guru dapat disebabkan oleh
banyak faktor, salah satunya yaitu ketidaksesuaian antara bidang studi yang diajarkan
dengan latar belakang pendidikan guru tersebut (Jakaria: 2014).
Masalah penempatan guru ini biasanya terjadi karena kekurangan guru di suatu
daerah tertentu. Hal itu membuat guru yang ada harus bisa mengajar bidang studi lain
untuk memenuhi kebutuhan siswanya. Kekurangan guru ini biasa terjadi di daerah yang
terpencil, karena tidak meratanya penyaluran guru ke daerah tersebut.
d) Rendahnya Kualitas Guru
Guru merupakan seorang pengajar yang menyampaikan ilmu kepada peserta
didiknya. Peran seorang guru sangatlah penting dalam mencapai keberhasilan pendidikan.
Tidaklah mudah hidup menjadi seorang guru, begitu banyak tanggung jawab yang
dilakukan. Namun, nyatanya masih banyak guru yang memandang pekerjaannya adalah
suatu hal yang mudah dan hanya melakukan pekerjaannya sekadar untuk mendapat
penghasilan.
Menurut Herlambang, saat ini terbangun paradigma keliru tentang pemahaman
profesi guru yang meliputi: (1) Mencetak manusia yang siap untuk kerja; (2) Memandang
bahwa mendidik merupakan pekerjaan mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun; dan (3)
Memiliki tujuan utama yaitu untuk mendapat penghasilan (Herlambang: 2018).
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
7
Padahal, Indonesia membutuhkan guru yang berkualitas dan profesional. Seperti
yang dikatakano oleh Suparno, bahwa pendidikan di Indonesia saat ini membutuhkan guru
yang melakukan tugasnya sebagai panggilan bukan sekadar tuntutan pekerjaan (Suparno
2004). Sebagai seorang pendidik atau guru harus bisa menjalankan kewajibannya sebagai
mana mestinya, guru memiliki kewajiban untuk mendidik, mengajar, membimbing,
melatih, dan menilai anak didiknya. Adapun tugas guru menurut Undang-undang Nomor
20 tahun 2003 yaitu guru bertugas dalam merencanakan dan menyusun pembelajaran,
melaksanakan pembelajaran, menilai hasil dari pembelajaran, membimbing, melatih,
meneliti, dan mengabdi terhadap masyarakat. Dengan menjalankan tugasnya sebagai
seorang guru, diharapkan guru dapat mendidik dan membimbing siswanya menjadi
manusia yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
e) Biaya Pendidikan yang Mahal
Saat ini sudah menjadi rahasia umum dengan anggapan “semakin tinggi pendidikan
semakin tinggi piula biaya yang dikeluarkan”. Hal tersebut perlu menjadi perhatian
pemerintah, dikarenakan banyak masyarakat yang terdampak akibat mahalnya biaya
pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan sangatlah membebani masyarakat Indonesia yang
kebanyak adalah lapsan menengah kebawah. Tak sedikit orang lebih memilih tidak sekolah
dibandingkan harus mengeluarkan biaya yang besar. Adapula anak yang ingin bersekolah
namun terkendala biaya sehingga terpaksa untuk berhenti sekolah.
Perlu diketahui bahwa biaya pendidikan yang mahal akan membuat
ketidakmerataannya pendidikan di Indonesia dan akan berdampak tidak baik terhadap
berbagai aspek di kehidupan. Menurut Idris, permasalahn pendidikan ini akan berdampak
terhadap segala aspek di kehidupan, akan merajalelanya pengangguran, marak kriminalitas,
kemiskinan yang semakin meningkat, dan sebagainya (Idris: 2010).
b. Masalah Pendidikan di Indonesia dalam Lingkup Mikro
a) Metode Pembelajaran yang Monoton
Metode pembelajaran yang monoton ini berarti tidak ada perubahan dan inovasi,
dengan kata lain metode ini dilakukan begitu saja tidak ada perbedaan saat menyampaikan
materi. Padahal, metode pembelajaran yang digunakan sangatlah berpengaruh terhadap
hasil belajar siswa. Pasalnya proses pembelajaran adalah kegiatan yang berniali edukatif,
dimana terjadi interaksi antara siswa dan guru. Interaksi dalam proses kegiatan
pembelajaran benilai edukatif dikarenakan siswa diarahkan untuk mencapai tujuan
pembelajaran tertentu yang telah disusun sebelumnya, tujuan tersebut mengaharapkan
siswa dapat memahami dan mengerti materi yang disampaikan (Kartiani: 2015).
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
8
Oleh sebab itu, dalam kegiatan pembelajaran, guru atau pendidik perlu menerapkan
metode yang kreatif dan inovatif guna menarik perhatian siswanya yang kemudian dapat
mencapai hasil pembelajaran sesuai harapan.
b) Sarana dan Prasarana Kurang Memadai
Indonesia sebagai negara yang berkembang tentu saja masih banyak yang perlu
dibangun dan disempurnakan. Termasuk dalam penyempurnaan sarana dan prasarana
pendidikan. Sampai saat ini masih kerap dijumpai di sekolah-sekolah daerah tertentu
fasilitas yang tidak memadai, bahkan tidak ada fasilitas sama sekali. Masalah rendahnya
kualitas sarana dan prasarana pendidikan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti
penyaluran dana yang terhambat, penyalahgunaan dana sekolah, perawatan sarana dan
prasarana yang buruk, pengawasan pihak sekolah yang acuh terhadap sarana dan
prasarana, dan faktor lainnya. Akibatnya, banyak siswa yang tidak dapat menikmati
fasilitasi di sekolah dengan baik.
Padahal adanya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dapat
meningkatkan hasil pembelajaran siswa. Menurut Yustikia, sarana dan prasarana memiliki
hubungan penting dengan pembelajaran. Proses pembelajaran yang tidak menggunakan
sarana dan prasarana yang baik akan berdampak kurang baik untuk proses belajar. Proses
belajar dinilai akan kurang bermaksna (Yustikia: 2019).
c) Rendahnya Prestasi Siswa
Inti dari sebuah pendidikan adalah proses belajar itu sendiri. Proses belajar tentu
sangat berpengaruh terhadap prestasi siswanya. Proses pembelajaran dilakukan guna
mengembangkan dan menemukan potensi-potensi yang ada dalam diri siswa dan
menghasilkan prestasi siswa yang diharapkan. Menurut Putri dan Neviarni, berprestasi
adalah sebuah puncak dari proses belajar yang membuktikan keberhasilan belajar siswa.
(Putri dan Neviarni: 2013).
Namun, sayangnya prestasi siswa yang rendah masih menjadi tantangan besar
untuk mewujudkan harapan pendidikan Indonesia. Banyak sekali faktor yang
menyebabkan rendahnya kualitas prestasi siswa.
1) Faktor Internal
• Faktor jasmani: kurang memperhatikan asupan makanan, fisik yang sakit
• Faktor psikologis: kurangnya motivasi, baik dari diri sendiri ataupun orang lain
• Kelelahan
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
9
2) Faktor Eksternal
• Renadahnya kualitas guru
• Kurang memadainya sarana dan prasarana
• Faktor keluarga, seperti terjadi konflik di dalam keluarga
• Faktor lingkungan, seperti orang-orang disekita acuh terhadap pendidikan,
pergaulan yang buruk, dll.
Solusi yang Dapat Dilakukan
Kualitas pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih rendah jika dibandingkan
dengan negara lainnya. Padahal, pendidikan adalah suatu hal yang penting dalam
kehidupan. Besar harapan bangsa terhadap peserta didik untuk kemajuan negara Indonesia.
Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwasanya pendidikanlah yang berperan besar dalam
menghasilkan masyarakat yang berkualitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya dan
solusi untuk mewujudkan pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional,
tentunya yang dapat menciptakkan manusia-manusia yang berkualitas. Adapun beberapa
solusi dari permasalahan tersebut sebagai berikut.
a. Melakukan Pemerataan Pendidikan
Permasalahan ketidakmerataannya pendidikan di Indonesia bukanlah hal yang
asing di telinga kita. Sampai saat masih kerap terjadi kasus dimana ada di daerah tertentu
yang kurang mendapat perhatian mengenai pendidikannya. Ada bebarapa cara yang dapat
dilakukan untuk mengatasi masalah ketidakmerataan pendidikan. Menurut Kurniawan,
secara tradisional solusi yang dapat dilakukan yakni seperti: (1) Pembangunan gedung atau
ruang belajar untuk siswa di setiap daerah; (2) Melakukan gotong royong antar warga
untuk merawat dan menjaga fasilitas sekolah yang diberikan; (3) mengirimkan guru-guru
profesional ke daerah-daerah yang terpencil atau kurang terperhatikan; (4) Adanya
program untuk pendekatan kepada warga atau melakukan edukasi tentang pentingnya
pendidikan (mendatangi rumah-rumah warga); (5) Adanya Universitas Terbuka, seperti
saat ini sudah banyak diterapkan di berbagai daerah (Kurniawan: 2016).
Masalah biaya juga menjadi hambatan dalam pemerataan pendidikan. Oleh karena
itu, perlu adanya perhatian pemerintah dalan menyalurkan dana kepada masyarakat kurang
mampu untuk bersekolah. Selain pemerintah, masyarakat juga bisa melakukan gotong
royong dalam rangka pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
10
b. Meningkatkan Kesejahteraan Guru
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pendidikan di Indonesia sangat
membutuhkan guru yang bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan tepat sesuai
dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003. Untuk mencapai itu semua perlu dibarengi
dengan kesejahteraan guru yang terjamin. Kesejahteraan guru dengan profesionalisme guru
dinilai memiliki keterkaitan. Menurut Kulla, dampak kurang memadainya kesejahteraan
guru terlihat dari masih banyak guru yang melakukan pekerjaan sampingan, seperti
berdagang, ataupun beternak (Kulla: 2017). Hal tersebut akan berpengaruh terhadap
kinerja guru saat mengajar. Tak jarang guru terlalu fokus kepada pekerjaan sampingannya
sehingga membuat proses mengajar kurang optimal.
c. Meningkatkan Mutu Pendidikan
Mutu pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan lagi guna mencapai tujuan
pendidikan sesuai yang diharapkan. Menurut Aziz, pendidikan yang bermutu yaitu
pendidikan yang dapat memnuhi harapan, kebutuhan, dan keinginan sesuai harapan
masyarakat (Aziz: 2017). Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan: (1)
Menetapkan kurikulum sesuai dengan yang dibutuhkan (sesuaikan dengan kondisi siswa,
masyarakat, dan negara); (2) Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana; (3) Mengadakan
kegiatan-kegiatan sederhana seperti, kursus, program literasi, menjalin hubungan dengan
wali murid dan lain sebagainya.
d. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Saat ini rendahnya prestasi siswa masih menjadi tantangan tersendiri bagi
pendidikan Indonesia. Kenyataan ini sangatlah disayangkan, karena ini membuktikan
adanya kegagalan dalam pendidikan di Indonesia. Maka dari itu perlu melakukan tindakan
atau upaya yang dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut, diantaranya: (1) Guru
menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif, tidak monoton;
(2) Siswa harus aktif dalam kegiatan pembelajaran menjadi pusat belajar, bukan hanya
sebagai pendengar; (3) Peran orang tua dalam memotivasi abaknya untuk belajar sangat
diperlukan; dan (4) Masyarakat turut membantu proses belajar siswa dengan menciptakan
lingkungan yang baik dan nyaman.
Itulah uraian-uraian mengenai kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Pendidikan di
Indonesia memiliki kualitas yang rendah. Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia
dapat disebabkan oleh masih banyaknya masalah pendidikan yang dihadapi Indonesia.
Permasalahan tersebut terbagi menjadi 2 macam, ada masalah pendidikan dalam lingkup
makro dan juga masalah lingkup mikro. Dengan beberapa solusi yang telah dipaparkan
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
11
sebelumnya, diharapkan masalah pendidikan di Indonesia dapat terartasi dan diharapkan
Indonesia bisa meningkatkan kualitas pendidikannya agar sebanding dengan negara lain
atau bahkan melampaui.
SIMPULAN
Pendidikan adalah suatu hal yang disepakati menjadi hal yang pokok dalam suatu
bangsa manapun. Indonesia sendiri merupakan negara yang sangat peduli terhadap
pelaksanaan pendidikannya. Namun, pendidikan tidak pernah lepas dari berbagai
permasalahan yang menyebabkan terhambatnya pendidikan Indonesia mencapai tujuan dan
harapan. Terdapat 2 macam masalah pendidikan, yaitu masalah dalam lingkup makro dan
masalah lingkup mikro. Permasalahan makro mencakup:
a. Kurikulum yang Membingungkan dan Terlalu Kompleks
b. Pendidikan yang Kurang Merata
c. Masalah Penempatan Guru
d. Rendahnya Kualitas Guru
e. Biaya Pendidikan yang Mahal
Sedangkan pemasalan pendidikan dalam lingkup mikro mencakup:
a. Metode Pembelajaran yang Monoton
b. Sarana dan Prasarana Kurang Memadai
c. Rendahnya Prestasi Siswa
Adapun solusi yang dapat dilakukan yaitu:
a. Melakukan Pemerataan Pendidikan
b. Meningkatkan Kesejahteraan Guru
c. Meningkatkan Mutu Pendidikan
d. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Uraian diatas memperlihatkan bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia ini yang
cukup memprihatinkan. Maka dari itu perlu adanya kesadaran dari tiap individu untuk
membangun Indonesia menajdi lebih baik dan lebih maju, misalnya melalui pendidikan.
SARAN
Rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia yang terjadi saat ini dapat disebabkan
oleh masih banyaknya masalah pendidikan yang dihadapi Indonesia. Dengan apa yang
telah dipaparkan sebelumnya, diharapkan masalah pendidikan di Indonesia dapat terartasi
dan diharapkan Indonesia bisa meningkatkan kualitas pendidikannya agar sebanding
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
12
dengan negara lain atau bahkan melampaui. Kualitas pendidikan Indonesia yang cukup
memprihatinkan, menyadarkan kita bahwaIndonesia membutuhkan kita untuk
memperbaikinya. Perlu adanya kesadaran dari tiap individu untuk membangun Indonesia
menajdi lebih baik dan lebih maju. Penulis merekomendasikan agar pendidikan dapat lebih
dikembangkan untuk mempersipakan manusia menjadi manusia yang berkualitas. Dengan
artikel ini, diharapkan akan ada penelitian-penelitian selanjutnya untuk menyempurnakan
artikel yang penulis buat.
DAFTAR PUSTAKA
Arfani, L. (2016). Mengurai Hakikat Pendidikan, Belajar, Dan Pembelajaran. Jurnal Ppkn
Dan Hukum, 11 (2), 4 - 7.
Aziz, A. (2015). Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Studi Islam, 10 (2), 2 - 12.
Herlambang, Y. T. (2018). Pedagogik: Telaah Kritis Ilmu Pendidikan Dalam
Multiperspektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Idris, R. (2010). Apbn Pendidikan Dan Mahalnya Biaya Pendidikan. Jurnal Lentera
Pendidikan, 13 (1), 3 - 10.
Isa, K., Rosni, N., & Palpanadan, S. (2021). MALAYSIAN UNIVERSITY STUDENTS’
PERCEPTIONS AND KNOWLEDGE LEVEL OF INDUSTRIAL REVOLUTION
4.0. Academy of Education Journal, 12(2), 169-178.
https://doi.org/10.47200/aoej.v12i2.571
Jakaria, Y. (2014). Analisis Kelayakan Dan Kesesuaian Antara Latar Belakang Pendidikan
Guru Sekolah Dasar Dengan Mata Pelajaran Yang Diampu. Jurnal Pendidikan Dan
Kebudayaan, 20 (4), 3 - 8.
Kartiani, B. S. (2015). Pengaruh Metode Pembelajaran Dan Motivasi Belajar Terhadap
Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ips Kelas V Kabupaten Lombok Barat
Ntb. Jurnal Pendidikan Dasar, 6 (2), 3 - 8.
Kulla, S. K. (2017). Pengaruh Kesejahteraan Guru, Motivasi Kerja Dan Kompetensi Guru
Terhadap Kinerja Guru Smk Di Kabupaten Sumba Barat. Jurnal Dinamika
Manajemen Pendidikan, 1 (2), 2 - 9.
Kurniawan, R. Y. (2016). Identifikasi Permasalahan Pendidikan Di Indonesia Untuk
Meningkatkan Mutu Dan Profesionalisme Guru. Konvensi Nasional Pendidikan
Indonesia (Konaspi) (Pp. 2 - 5). Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.
Musanna, A. (2017). Indigenisasi Pendidikan: Rasionalitas Revitalisasi Praksis Pendidikan
Ki Hadjar Dewantara. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2 (1), 2 - 9.
Nandika, D. (2007). Pendidikan Di Tengah . Jakarta: Pt. Remaja Rosda Karya.
Nasution. (2009). Asas - Asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.
Neviyarni, S. D. (2013). Aktor-Faktor Penyebab Rendahnya Prestasi Belajar Siswa (Studi
Deskriptif Terhadap Siswa Smp N 12 Padang). Jurnal Ilmiah Konseling, 2(1), 2 - 5.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 13 Nomor 1, Januari 2022
13
Nurkholis. (2013). Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi. Jurnal Kependidikan,
1 (1), 2 - 8.
Suparno, P. (2004). Pendidikan Dan Peran Guru. Jakarta: Buku Kompas.
Prihastuti, E., & Daud, S. (2019). PENGARUH KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN
TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI PADA UNIVERSITAS SWASTA DI BANDAR
LAMPUNG. Academy of Education Journal, 10(01), 76-99.
https://doi.org/10.47200/aoej.v10i01.273
Yustikia, N. W. (2017). Pentingnya Sarana Pendidikan Dalam Menunjang Kualitas
Pendidikan Di Sekolah. Jurnal Pendidikan Hindu, 4 (2), 2 - 11.