AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
135
PENGEMBANGAN MODUL PEMROGRAMAN WEBSITE CONTENT MANAGEMENT
SYSTEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGELOLAAN
WEBSITE SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 CEPOGO BOYOLALI
Putri Utami
1
dan Dian Hidayati
2
1,2
Magister Manajemen Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan
Jl. Pramuka no. 42, Umbulharjo, Kota Yogyakarta 55161
1
2
Email koresponden: dian.hi[email protected]
ABSTRAK
Seiring Perkembangan dan kemajuan IPTEK, mampu memberikan efektivitas dan interaktivitas
dalam dunia pendidikan. Website sekolah adalah salah satu produk teknologi yang harus digunakan
oleh sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan modul
pemrograman website untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan website sekolah.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan Research and Development (RnD) dengan
menggunakan metode pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara
dan angket kemudian dianalisis menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini
adalah ahli media, guru dan operator di SMA Negeri 1 Cepogo. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa penelitian dan pengembangan telah dilakukan dengan langkah-langkah model ADDIE, yaitu
(Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Rata-rata penilaian oleh uji validasi
ahli sekor yang diperoleh 87,1 termasuk dalam kategori “Baik Sekali” respon guru uji lapangan
tahap1 dan uji lapangan tahap 2 diperoleh nilai rata-rata 81,8 dengan kategori “Baik Sekali”. Apabila
analisis data kuantitatif diambil rata-rata hasil penilaian uji validasi ahli dan uji coba pengguna maka
diperoleh sekor 84,45 dengan kategori “Baik Sekali” dan menunjukan bahwa modul pemrograman
website layak digunakan oleh guru dalam pengelolaan website sekolah.
Kata Kunci: Modul, Pemrograman Website, Pengelolaan Website Sekolah.
ABSTRACT
The development and advancement of science and technology can provide effectiveness and
interactivity in the world of education. The school website is a technology product that must be used
by schools. This study aims to develop and determine the feasibility of a website programming
module to improve teachers' abilities in managing school websites. This research is a Research and
Development (RnD) development research using the ADDIE development method. Data collection
techniques using interviews and questionnaires then analysed using qualitative and quantitative
data. The subjects of this study were media experts, teachers and operators at SMA Negeri 1 Cepogo.
The results of this study indicate that research and development have carried out using the ADDIE
model steps, namely (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The average
assessment by the score expert validation test obtained was 87.1 included in the "Very Good"
category, the response of the phase 1 field test teacher and stage 2 field test obtained an average
value of 81.8 in the "Very Good" category. The quantitative data analysis took the average results
of the assessment of expert validation tests and user trials. The score is 84.45 with the category "Very
Good" and shows that the website programming module is suitable for use by teachers in managing
school websites.
Keywords: Module, Website Programming, School Website Management.
PENDAHULUAN
Era globalisasi dan teknologi seperti sekarang ini istilah internet sudah tidak asing lagi
bagi kita, mulai dari orang dewasa sampai pelajar sudah menggunakan teknologi ini. Bahkan
produsen komputer juga tidak ketinggalan mereka berlomba-lomba menciptakan komputer
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
136
yang canggih untuk memenuhi kebutuhan yang semakin bertambah. Di zaman dahulu
informasi yang didapat hanya melalui media cetak seperti koran atau buku serta media
elektronik seperti radio dan televisi. Media-media tersebut berkembang terus seiring dengan
kebutuhan masyarakat akan informasi. Namun media-media ini banyak kekurangannya,
karena hanya memberikan informasi yang ada maupun berita yang sudah lama dan informasi
hanya sekali saja tidak dapat diulang lagi.
Perkembangan informasi tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) melalui
internet dapat memajukan dunia pendidikan. Anak sekolah sekarang sudah banyak membuka
informasi melalui situs atau website milik sekolah, website menjadikan masyarakat atau wali
murid mengetahui lebih banyak tentang sekolah di mana anaknya sekolah dan merasa dekat
dengan pihak sekolah di manapun berada.
Keberadaan internet di sekolah akan menjadi suatu kebutuhan, hal ini dapat dilihat dari
seringkali permintaan laporan data sekolah oleh pihak terkait untuk dikirim melalui internet.
Dengan memiliki jaringan internet di sekolah, pihak sekolah sebenarnya tidak hanya untuk
mengirim laporan juga bisa memperoleh informasi pendidikan lebih cepat, mengunduh
gambar atau materi ajar untuk media pembelajaran dan masih banyak lagi keuntumgan yang
bisa sekolah dapatkan.
Internet sebagai salah satu jaringan komputer yang paling banyak digunakan secara
luas diseluruh dunia saat ini memiliki banyak sekali manfaat. Ada beberapa aspek manfaat
positif dari internet dalam bidang pendidikan yaitu sebagai sumber informasi,
mempermudah komunikasi antar personal, meningkatkan kreatifitas individu, dan inovasi
dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin
memudahkan proses pendidikan.
Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, pada tanggal 22 0ktober 2019 di SMA
Negeri 1 Cepogo yang berada di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Permasalahan
yang terjadi yaitu pertama di SMA N 1 Cepogo sudah terdapat koneksi jaringan internet
yang dapat digunakan oleh guru untuk mengakses internet. Kedua sekolah sudah memiliki
situs website resmi sebagai media promosi dan profil sekolah, tetapi dalam pengelolaan
website sekolah kurang maksimal karena guru masih mengalami kesulitan dalam mengubah
dan mengedit website, guru masih bingung dalam langkah-langkah pemrograman website.
Ketiga guru memiliki semangat dalam pengelolaan website sekolah, hal itu ditunjukan
dengan semangat guru dengan terus belajar mencoba secara autodidak (belajar sendiri) untuk
mengelola website sekolah. Keempat sekolah belum memiliki bahan belajar untuk guru
dalam mengelola website sekolah sehingga hal ini menjadi masalah bagi guru dalam
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
137
mengelola website sekolah karena kemampuan guru yang masih rendah dalam mengelola
website. Kelima pengelolaan website sekolah hanya dikelola oleh bagian tata usaha sekolah
pengelolan website sekolah juga kurang maksimal, karena guru kurang mengetahui dalam
mengubah dan mengedit website sekolah.
Seorang guru harus mampu menyesuaikan diri dengan pesatnya perkembangan
tekonologi dan informasi saat ini. Karena jika tidak demikian maka siswa bisa jadi memiliki
pengetahuan dan kemampuan yang lebih tenggi dari pada guru karena akses terhadap
pengetahuan melalui internet sudah sangat mudah didapat. Dengan adanya modul
pemrograman website ini bisa menjadi alternatif guru dalam belajar dan menambah
pengetahuan tentang pengelolaan website sekolah yang bisa dibaca dan dipelajari kapan saja.
Guru memiliki masalah dalam hal pengelolaan website sekolah. Guru dan staf tata
usaha kurang maksimal dalam mengelola website sekolah dikarenakan masih kesulitan
dalam langka-langkah pengoprasian, pemrograman dan pengeditan tampilan website. Oleh
karena itu perlu dilakukan penelitian terkait dengan masalah tersebut guna mencari solusi
yang tepat agar dapat mengatasi permasalahan yang ada. Setelah mengetahui potensi dan
masalah sesuai dengan penelitian yang hendak dilakukan, dalam pengumpulan data peneliti
melakukan dengan cara melakukan pengamatan dan wawancara kepada kepala sekolah dan
guru. Hasil pengamatan dan wawancara tersebut dapat digunakan sebagai bahan
pertimbangan untuk perencanaan pengembangan modul pemrograman website yang dapat
digunakan oleh guru untuk mengelola website sekolah. Pengembangan modul pemrograman
website dirasa sangat penting karena sekolah belum memiliki bahan belajar atau panduan
dalam mengelola website serta kemampuan guru yang masih rendah dalam pemrograman
atau pengelolaan website sekolah. Modul pemrograman website ini bertujuan untuk
memudahkan guru dalam mengedit, mengubah, mengurangi tampilan website, dan lain
sebagainya. Agar website sekolah terus update, terkelola dengan maksimal serta
memudahkan masyarakat dalam mencari informasi tentang sekolah.
Pemilihan modul pemrograman website karena dapat membantu mengatasi
permasalah yang dihadapi guru dalam pengelolaan website sekolah. Modul tersebut
merupakan bahan ajar yang telah disusun secara sitematis yang mencakup isi materi, metode
dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri. Modul Sebagai salah satu bahan ajar
cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari sendiri oleh peserta pembelajaran dimanapun
berada (Setyawati dkk, 2012). Modul ini merupakan media untuk belajar mandiri karena di
dalamnya telah dilengkapi dengan petunjuk untuk belajar sendiri. Dimana pembaca nantinya
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
138
dapat melakukan kegiatan belajar tanpa kehadiran pengajar secara langsung atau daring
(Makmun, 2005).
Modul mempunyai banyak arti berkenaan dengan kegiatan belajar mandiri. Orang bisa
belajar kapan saja dan dimana saja dan kapan saja secara mandiri, kegiatan belajar itu sendiri
juga tidak terbatas pada masalah tempat bahkan orang yang berdiam di suatu tempat yang
jauh dari pusat penyelenggaraan pun bisa mengikuti pola belajar seperti ini dengan
menggunakan modul (Prastowo, 2014). Tujuan pengembangan modul penelitian ini agar
memudahkan guru dalam pengelolaan website sekolah. Modul sebagai panduan guru dalam
langkah-langkah pemrograman website sekolah guru dapat mengedit tampilan website
sesuai dengan kebutuhan dan agenda sekolah yang ada. Dengan mengikuti modul sebagai
panduan langkah-langkah pengeditan website, modul pada penelitian pengembangan ini
disusun secara sistematis, nudah digunakan, dipahami, dan praktis agar guru dapat belajar
dengan mandiri.
Menurut (Yuhefizar, 2013) Website adalah keseluruhan halaman-halaman web yang
terdapat dari sebuah domain yang mengandung informasi. Sebuah website digunakan atas
banyak halaman web yang saling berhubungan, hubungan antara satu halam web dengan
halaman web yang lain disebut dengan hyperlink. Menurut (Anonim, 2001) Website adalah
fasilitas hypertex untuk menampilkan data berupa teks, gambar, bunyi, animasi dan
multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan satu sama lain. Website
merupakan tempat penyimpanan data dan informasi dengan topik tertentu.
Menurut (Iqbal, 2009) Content Management System (CMS) adalah sebuah system
yang memberikan kemudahan kepada para pengguna dalam mengelola dan mengadakan
perubahan sebuah isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya dibekali pengetahuan
tentang hal-hal yang bersifat teknis, dengan berbagai keuntungan yang dimiliki CMS.
Content Management System merupakan aplikasi berbasis web yang memiliki sistem
sedemikian sehingga memberi kemudahan keapada para pengguna sekaligus juga pengelola.
Pemisahan antara isi dengan desain turut menjaga konsistensi tampilan yang mempermuda
pengguna kembali berbagai informasi yang ada dalam server. Fitur-fitur yang terdapat dalam
CMS juga sangat bervariasi, mulai dari manjemen layout situs (yang berfungsi untuk
mengubah layout) fitur pencarian, editing berita, editing foto, editing produk dan sebagainya.
Sedangkan Menurut (Riyanto, 2006) Content Management System (CMS) merupakan
sekumpulan script dan sebuah database yang dijalankan pada sebuah website dengan
menggunakan kode salah satu bahasa pemrograman internet. Dalam sebuah system CMS
dapat terdapat content untuk memberikan kemudahan kepada para penulis/editor untuk
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
139
menambah memperbaharui dan menghapus content yang ada tanpa campur tangan langsung
dari webmaster.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan modul
pemprograman website ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Adapun penjelasan
mengenai jenis data yang digunkaan dalam penelitian pengembangan modul adalah sebagai
berikut. Data kualitatif data ini berupa hasil tanggapan, data kualitatif diperoleh berdasarkan
hasil pengisian penilaian atau tanggapan, saran dan masukan dari ahli media, dan respon
guru. Hasil dari data yang diperoleh sebagai bahan revisi produk yang dikembangkan. Dan
data kuantitatif data ini berupa penilaian, data kuantitatif diperoleh dari hasil angket ahli
media, angket ahli materi dan penilaian guru. Hasil akhir dari penilaian ahli dan guru
merupakan penentuan kualitas dan kelayakan modul pemrograman website.
Kelayakan modul pemrograman website dilakukan dengan menggunakan data dari
lembar penilaian validasi ahli media, dan penilaian guru. Analisis data dari pakar ahli dan
penilaian angket guru menggunakan skala likert yang memiliki kategori rentang nilai dari
yang tertinggi sampai yang terendah. Rentang yang digunakan adalah berbentuk angka (4,
3, 2, 1). 4 (Baik Sekali), 3 (Baik), 2 (Kurang) 1 (Sangat Kurang) Data yang di peroleh
selanjutnya diolah dengan menggunakan rumus (Arikunto, 2013) adalah sebagai berikut.
Apabila sudah nilai dari masing-asing penilai selanjutnya akan dihitung rata-rata
dengan menggunakan rumus (Arikunto, 2011) yaitu:
Keterangan:
X = rata-rata nilai
∑x = jumlah nilai
n = jumlah penilai
Hasil presentase skor akan dikonversikan berdasarkan kriteria penilaian (Arikunto dan
Cepi, 2014) adalah sebagai berikut:
P =
Skor
Skor Maksimal
X 100
𝑋 =
𝑥
𝑛
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
140
Tabel 1. Kriteria Kelayakan
81-100
Baik Sekali
61-80
Baik
41-60
Cukup
≤21-40
Kurang Baik
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian modul pemrograman website oleh ahli dan guru melalui uji coba
produk tahap 1 dan uji coba produk tahap 2 adalah sebagai berikut:
1. Analisis Data Kualitatif Modul Pemrograman website
a. Analisis Ahli Media
Uji ahli media terhadap modul pemrograman website. Adapun aspek yang
dinilai dalam uji validasi ahli media mencakup kualitas modul yang dikembangkan
dari segi media. Adapun hasil penilaian ahli media mendapatkan nilai 91,6 dengan
kategori “Baik Sekali” mendapatkan saran dengan rincian sebagai berikut:
1) Sampul judul (cover) gambar tidak boleh pecah atau belur, judul harus
dideskripsikan dengan jelas kegunaan modul untuk siapa dan identitas
pengembang.
2) Tata tulis harus dibedakan dari segi font atau warna mulai dari besar yang kecil
antara judul, sub judul, dan isi. Dan harus ada jarak antara sub judul
3) Warna isi/materi modul diganti sesuai dengan warna cover judul, halaman
modul terletak pada bagian kiri dan kanan bawah modul dan penambahan foter.
4) Halaman belakang dibuat sinopsis yang mendeskripsikan tujuan dan manfaat
dari modul.
b. Analisis Ahli Materi
Adapun aspek yang dinilai dalam uji validasi ahli materi mencakup kualitas
modul yang dikembangkan dari segi materi secara spesifik. Adapun penilaian oleh
ahli materi mendapatkan nilia 82,6 dengan kategori “Baik Sekali” mendapatkan
saran oleh ahli materi sebagai berikut:
1) Ditambahkan nama pemrograman (software) pengembangan website yang
digunakan.
2) Membagi materi modul ke dalam 2 bagian yaitu. 1) pemrograman untuk admin
(tata usaha) 2) pemrograman untuk guru.
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
141
3) Ditambah pengantar tentang pemrograman dan pengguna.
4) Membuat secara detail setiap langkah-langkah pemrograman.
c. Analisis Uji Coba Tahap 1
Uji lapangan tahap 1 adalah uji lapangan terbatas atau kelompok kecil
diberikan kepada 4 guru di SMA N 1 Cepogo. Berikut hasil penilaian guru terhadap
modul yang dikembangkan pada uji lapangan terbatas mendapatkan nilai 83,1
dengan kategori “Baik Sekali” dan masukan dan saran terhadap modul sebagai
berikut:
1) Langkah-langkah dalam modul mudah dipahami dan diikuti
2) Pemilihan warna desain tampilan modul kurang menarik
3) Penggunaan huruf pada judul dan langkah-langkah dibedakan agar lebih
menarik.
d. Analisis Uji Coba Tahap 2
Uji lapangan tahap 2 adalah uji lapangan tidak terbatas yaitu dengan memberikan
angket penilaian modul kepada seluruh guru di SMA N 1 Cepogo. Berikut ini hasil
penilaian guru terhadap modul pada saat uji lapangan tidak terbatas. sebanyak 9 guru
terhadap modul yang dikembangkan di atas menunjukan bahwa penilian guru
mendapat nilai persentase sebesar 80,5 dengan kategori “Baik”
2. Data Kuantitatif Penilaian Modul Pemrograman Website.
Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengelola data yang diperoleh dari hasil
penilaian ahli materi, ahli media, dan penilaian guru. Hasil data kuantitatif modul
pemrograman website dari penilaian ahli media, ahli materi, dan uji coba produk (uji
produk coba tahap 1), dan (uji coba produk tahap 2) dapat diketahui rata-rata penilaian
sebagai berikut:
Keterangan:
X = rata-rata nilai
∑x = jumlah nilai
n = jumlah penilai
𝑋 =
𝑥
𝑛
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
142
91,6
82,6
87,1
78
80
82
84
86
88
90
92
94
ahli
media
ahli
materi
rata-rata
ahli media
ahli materi
rata-rata
83
80,5
81,8
79
79,5
80
80,5
81
81,5
82
82,5
83
83,5
uji lap 1 uji lap 2 rata-rata
uji lap 1
uji lap 2
rata-rata
Berikut penjelasan untuk uji coba produk pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Penilaian Uji Coba
No
Nilai
Kategori
1
82,6
Baik Sekali
2
91,6
Baik Sekali
3
83,1
Baik Sekali
4
80,5
Baik
337,8
84, 4
Baik Sekali
Berdasarkan data tersebut diatas ,maka instrumen uji coba media modul
pemprograman pada kategori “BAIK SEKALI"
Gambar 1. Penilian oleh ahli materi dan ahli media
Berdasarkan data diatas penilaian oleh ahli media berada pada nilai 91,6 sedangkan pada
ahli materi mendapatkan nilai 82,6 dengan kategori sehingga diperoleh rata-rata 87,1 dengan
kategori “BAIK SEKALI”
Gambar 2. Angket penilaian guru
berdasarkan dari hasil uji lapangan 1 dan uji lapangan 2 diperoleh skor rata-rata 81,9 dengan
kategori “BAIK SEKALI”
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
143
74
76
78
80
82
84
86
88
90
92
91,6
82,6
83,1
80,5
84,4
materi
media
uji tahap 1
uji tahap 2
rata-rata
Gambar 3. Penilian validator ahli dan pengguna
Dari data diatas penilaian validator ahli dan pengguna pada uji tahap satu dan uji tahap kedua
diperoleh skor rata-rata 84,4 dengan kategori “BAIK SEKALI”.
Instrumen Evaluasi Modul Pembelajaran (Untuk Ahli Materi)
Nama/Judul Modul : MODUL PEMPROGRAMAN WEB
Materi Pokok : Content Management System untuk Website
Hari/Tanggal : Selasa, 22 Oktober 2019
A. Petunjuk
Lembar evaluasi ini diisi oleh ahli materi
Evaluasi ini terdiri dari: aspek fisik, pendahuluan, isi, tugas, rangkuman, penutup.
Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban dengan memberikan tanda check (√)
pada kolom yang sesuai menurut penilaian dari ahli materi.
Kriteria Penilaian:
1: Sangat Kurang
2: Kurang Baik/ Kurang Sesuai/ Kurang Benar/ Kurang Jelas (sesuai pernyataan)
3: Cukup
4: Baik/ Sesuai/ Benar/ Jelas (sesuai pernyataan)
5: Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Benar/Sangat Jelas (sesuai pernyataan)
B. Instrumen
Adalah sebagai berikut:
No
Pernyataan
1
2
3
4
5
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
144
No
Pernyataan
1
2
3
4
5
Aspek Pendahuluan
1. Kejelasan petunjuk belajar (petunjuk penggunaan)
2. Kejelasan langkah-langkah dalam persiapan pembelajaran
3. Ketepatan penerapan strategi belajar
4. Keterkaitan dengan modul lain yang prerekuisit
5. Kelengkapan komponen pendahuluan
Aspek Pembelajaran
1. Kesesuaian kompetensi dasar dengan indikator
2. Kesesuaian kompetensi dasar dengan materi program
3. Kesesuaian standar kompetensi lulusan dengan kompetensi dasar
4. Kejelasan judul program
5. Kejelasan sasaran pengguna
6. Ketepatan penerapan strategi belajar (belajar mandiri)
7. Variasi penyampaian jenis informasi/ data
8. Ketepatan dalam penjelasan materi teoritis
9. Ketepatan dalam penjelasan materi praktis
10. Kemenarikan materi dalam memotivasi pengguna
Aspek Isi
1. Cakupan (keluasan dan kedalaman) isi/ uraian materi
2. Keruntutan isi/ uraian materi (Struktur organisasi/ urutan isi materi)
3. Faktualisasi isi materi
4. Aktualisasi isi materi
5. Kejelasan dan kecukupan contoh yang disertakan
6. Kejelasan dan kesesuaian relevansi bahasa yang digunakan
7. Kemenarikan isi materi dalam memotivasi pengguna
Aspek Tugas/ Evaluasi/penilaian
1. Kejelasan petunjuk pengerjaan soal latihan/ tes
2. Runtutan soal yang disajikan komprehensif
3. Tingkat kesulitan soal
4. Kesesuaian latihan/ tes dengan kompetensi dasar
5. Keseimbangan proporsi soal latihan/tes dengan isi materi
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
145
Instrumen Evaluasi Modul Pembelajaran (Untuk Ahli Media)
Nama/Judul Modul: MODUL PEMPROGRAMAN WEB
Materi Pokok : Content Management System untuk Website
Hari/Tanggal : Selasa, 22 Oktober 2019
A. Petunjuk
Lembar evaluasi ini diisi oleh mahasiswa
Evaluasi ini terdiri dari: aspek fisik, pendahuluan, isi/materi, tugas,
rangkuman, penutup.
Jawaban dapat diberikan pada kolom jawaban dengan memberikan tanda
check
(√) pada kolom
yang sesuai menurut penilaian dari mahasiswa.
Kriteria Penilaian:
1 : Sangat Kurang
2 : Kurang Baik/KurangSesuai/Kurang Benar/Kurang Jelas (sesuai
pernyataan)
3 : Cukup
4 : Baik/Sesuai/Benar/Jelas (sesuai pernyataan)
5 : Sangat Baik/Sangat Sesuai/Sangat Benar/Sangat Jelas (sesuai pernyataan)
6. Ketepatan pemberian feedback atas jawaban pengguna
7. Kejelasan evaluasi dalam memberikan pemecahan masalah
Aspek Rangkuman
1. Kejelasan rangkuman modul (komprehensif)
2. Ketepatan rangkuman modul sebagai materi perulangan
3. Manfaat rangkuman sebagai bahan pengayaan
4. Glosarium/ senarai/daftar istilah
5. Daftar Pustaka
No.
Pernyataan
1
2
3
4
5
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
146
No.
Pernyataan
1
2
3
4
5
Aspek fisik
1. Proporsional layout cover/sampul depan (tata letak teks dan gambar)
2. Kesesuaian proporsi warna (keseimbangan warna)
3. Kesesuaian pemilihan jenis font (jenis huruf dan angka)
4. Kejelasan judul modul
5. Kesesuaian pemilihan ukuran font (ukuran huruf dan angka)
Aspek Pendahuluan
1. Kejelasan petunjuk belajar (petunjuk penggunaan)
2. Kemudahan dalam persiapan pembelajaran
3. Ketepatan penerapan strategi belajar
4. Keterkaitan dengan modul lain
5. Kelengkapan komponen pendahuluan
6. Tujuan pembelajaran/kompetensi
Aspek Isi/ Uraian Materi
1. Cakupan (keluasan dan kedalaman) isi/ uraian materi
2. Kejelasan isi materi
3. Keruntutan struktur organisasi/ urutan isi materi
4. Kejelasan dan kecukupan contoh yang disertakan
5. Kejelasan dan kesesuaian bahasa yang digunakan
6. Kemenarikan isi materi dalam memotivasi pengguna
7. Ilustrasi/ contoh/ visualisasi isi materi/ modul
Aspek Tugas/ evaluasi/ latihan
1. Kejelasan petunjuk pengerjaan soal latihan/ tes
2. Runtutan soal yang disajikan
3. Tingkat kesulitan soal/ tes
4. Keseimbangan proporsi soal latihan/ tes dengan isi materi
5. Ketepatan pemberian feedback atas jawaban
6. Kejelasan evaluasi dalam memberikan pemecahan masalah
Aspek Rangkuman
1. Kejelasan rangkuman modul
2. Ketepatan rangkuman modul sebagai materi perulangan
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
147
SIMPULAN
Pengembangan modul pemrogrman website mengacu pada Robert Maribe Branch
(Sugiyono, 2017). Yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation). Model ini dipilih karena model ADDIE merupakan model pendekatan
sistematis untuk pengembanganinstruksional. Selain itu, model ADDIE merupakan model
pembelajaran yang bersifat umum dan sesuai digunakan untuk penelitian
pengembangan.ketika digunakan dalam pengembangan,pembelajaran ke tahap sebelumnya
.hasil akhir dari suatu tahap merupakan produk awal bagi tahap selanjutnya. Modul
pemrograman website telah dinilai dari beberapa aspek yaitu materi dan media. Kelayakan
modul pemrograman website dari penilaian ahli media, terhadap kualitas kelayakan produk
memperoleh nilai 91,6 dengan kategori Baik Sekali” Penilaian ahli materi, terhadap
kualitas modul pemrograman website mendapat nilai 82,6 dengan kategori “Baik Sekali”.
Penilaian saat uji coba produk tahap 1 mendapatkan nilai 83,1 dengan kategori “ Baik
Sekali. Dan penilaian uji coba produk tahap 2 mendapatkan nilai 80,5 dengan kategori
“Baik”. Jika penilian ahli dihitung rata-rata mendapatkan nilai 87.1 dan termasuk dalam
kategori “Baik Sekali” dan jika penilian ahli dan pengguna di hitung rata-rata mendapatkan
nilai nilai rata-rata 84,4 dengan kategori “Baik Sekali”. Jadi dapat disimpulkan bahwa modul
pemrograman website layak digunakan guru dalam pengelolaan website SMA N 1 Cepogo.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta.
S. 2011. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi, dan Cepi. 2014. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Bahri Syaiful, Djamarah dan Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka
cipta.
Hendrianto, Eko Dani. 2014. Pembuatan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Website
Pada Sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. Journal on
Networking and Security speed (IJNS) Volume 3 No 4.
3. Manfaat rangkuman sebagai bahan pengayaan
4. Glosarium/ senarai/ daftar istilah
5. Daftar pustaka
AoEJ: Academy of Education Journal
Volume 12 Nomor 1, Januari 2021
148
Iqbal. 2009. Rekayasa Conten Manageen System (CMS) Jomla Berbasis Open Source Untuk
Pengembangan System Informasi Berbasis Online. Universitas Gaja Mada
Yogyakarta: Jurnal Informatika. Vol 3, No.1.
Makmun, Abin Syamsuddin. 2005. Psikologi Pendidikan. Bandung: Yudhistira.
Mulyatiningsih, Endang. 2014. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. bandung:
Alfabeta.
Nana Syaodih Sukmadinata (2009). Metode penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya
Prastowo, Andi. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik Tinjauan dan Praktik. Jakarta:
Kencana Prenamedia.
Riyanto, Slamet. 2006. Kursus Singkat 8 Jam Mambo. Jakarta: Datakom Lintas Buana.
Setyowati, Ratna, dan Parmin, Arif Widiyatmoko. 2012. Pengembangan Modul Ipa
Berkarakter Peduli Lingkungan Tema Polusi Sebagai Bahan Ajar Siswa SMK N 11
Semarang”, Journal Unnes Science Education. Vol. 2, No. 2.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
Usman M. U. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yuhefizar. 2013. Cara Mudah & Murah Membangun & Mengelola Website. Yogyakarta:
Graha Ilmu.