Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 345-350
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
345
Ellydy Setya Rini et.al (Inovasi Pendidikan Infak Dalam...)
Inovasi Pendidikan Infak Dalam Pengembangan
Multiple Intellegences Siswa RA Al Fitroh Kabupaten
Jember
Ellyda Setya Rini
a,1
, Nita Puspitasari
b,2
a,b
Universitas Islam KH Achmad Muzaki Syah, Jember, Jawa Timur, Indonesia
*
Corresponding Author: setyarini1607@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 28 Mei 2026
Direvisi: 7 Juni 2026
Disetujui: 26 Juni 2026
Tersedia secara daring: 20 Juli 2026
Pendidikan berbasis nilai agama pada jenjang Raudhatul Athfal sering kali
masih dilaksanakan secara rutin tanpa disusun sebagai pembelajaran yang
terstruktur dan terpadu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk
pembaharuan program pendidikan infak serta penerapannya dalam
menumbuhkan beragam potensi kecerdasan anak usia 56 tahun di RA
Al‑Fitroh Kabupaten Jember. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif untuk memotret kondisi nyata pelaksanaan program di lapangan.
Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan partisipatif, wawancara
mendalam dengan kepala satuan pendidikan, pendidik, orang tua, dan
peserta didik, serta penelaahan dokumen terkait. Keabsahan data dijaga
melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil kajian menunjukkan
bahwa kegiatan infak telah mengalami pembaruan menyeluruh menjadi
wahana pembelajaran yang terencana, kreatif, dan menyenangkan,bukan
sekadar rutinitas ibadah semata. Inovasi mencakup variasi metode
pembelajaran, penggunaan sarana edukatif yang menarik, serta keterlibatan
aktif anak dalam setiap tahapan kegiatan. Penerapan program terbukti
efektif menstimulasi perkembangan kemampuan bahasa, logika‑berhitung,
fisik‑gerak, dan kesadaran ruang secara terpadu, sekaligus memperkuat
aspek kepedulian sosial, nilai religius, rasa tanggung jawab, dan kemandirian
anak sejak usia dini. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi
pengembangan pembelajaran berbasis nilai agama yang terintegrasi dengan
pengembangan potensi anak secara menyeluruh di satuan pendidikan
serupa.
Kata Kunci:
Pendidikan Infak
Pembelajaran Terpadu
Pendidikan Islam
ABSTRACT
Keywords:
Alms Education
Integrated Learning
Islamic Education
Religious based education at Raudhatul Athfal level is often carried out
routinely without being structured as a planned and integrated learning
process. This study aims to describe the renewal form of the infak education
program and its implementation in developing various intelligence potentials
of children aged 5–6 years at RA Al‑Fitroh, Jember Regency. This research
employed a descriptive qualitative approach to portray the actual conditions
in the field. Data were collected through participatory observation, in‑depth
interviews with school principals, teachers, parents, and students, as well as
documentation review. Data validity was ensured using source and method
triangulation techniques. The results reveal that infak activities have been
comprehensively renewed into a planned, creative, and engaging learning
medium,rather than merely a routine religious practice. Innovations include
diverse learning methods, attractive educational media, and active child
participation throughout the activities. The program’s implementation proved
effective in stimulating integrated development of language,
logical‑mathematical, physical‑motor, and spatial abilities, while also
strengthening social awareness, religious values, responsibility, and
independence from early childhood. These findings serve as a reference for
developing religious‑based learning that is fully integrated with children’s
holistic development in similar educational institutions.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 345-350
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
346
Ellydy Setya Rini et.al (Inovasi Pendidikan Infak Dalam...)
©2026, Ellyda Setya Rini, Nita Puspita Sari
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam memiliki kedudukan penting dalam
menanamkan dasar perkembangan yang utuh, mencakup aspek kognitif, fisik,
sosial‑emosional, serta nilai‑nilai ketuhanan (Hidayat, A & Nurjanah 2022). Namun
kenyataannya, penyampaian ajaran agama seperti konsep infak sering kali masih bersifat kaku,
berpusat pada pemberian materi saja, dan belum dikemas agar sesuai dengan cara belajar anak
usia dini (Suryani, N 2022). Padahal setiap anak memiliki keunikan potensi yang beragam,
yang menurut pandangan Gardner, perlu disentuh melalui pengalaman nyata dan suasana yang
menggembirakan (Gardner, H 2022). Berdasarkan penelusuran kajian terdahulu: Sukatin dkk.
(2019) menekankan pentingnya aspek sosial‑emosional pada anak usia dini, namun belum
secara khusus menghubungkan pembinaan karakter dengan kegiatan infak sebagai sarana
utama pembelajaran terpadu (Anam, N. 2021). Selanjutnya, Amelia & Yaswinda (2023)
meneliti pengaruh lingkungan dan pembentukan jati diri anak, namun fokus kajian belum
menyentuh integrasi nilai ibadah ke dalam desain pembelajaran yang menyeluruh. Secara
umum, pembahasan mengenai teori kecerdasan majemuk maupun pembiasaan infak cenderung
dikaji secara terpisah dan lebih banyak diterapkan pada jenjang pendidikan dasar ke atas
(Sukatin, Q 2019).
Kebaruan penelitian ini terletak pada hal yang belum banyak dikembangkan dan dikaji
secara mendalam, yaitu menjadikan pendidikan infak sebagai kerangka utama sekaligus sarana
pembelajaran yang dirancang khusus untuk mengembangkan seluruh ranah kecerdasan
majemuk secara terpadu pada jenjang Raudhatul Athfal atau anak usia 56 tahun. Pendekatan
ini berbeda dari kajian‑kajian sebelumnya yang masih memisahkan antara nilai ibadah dan
pengembangan potensi kecerdasan anak. Di tengah kemajuan teknologi yang terkadang
mengurangi kepekaan sosial anak (Amri, dkk 2024), kondisi inilah yang mendorong
pelaksanaan penelitian di RA Al‑Fitroh Kabupaten Jember. Di tempat ini, kegiatan infak tidak
lagi sekadar kewajiban ibadah, melainkan telah dikembangkan menjadi sarana utama
pengembangan potensi kecerdasan dan karakter peserta didik secara menyeluruh (Kurniawan,
R 2023). Secara khusus,bertujuan mendeskripsikan bentuk‑bentuk pembaharuan program
pendidikan infak, cara penerapannya dalam menumbuhkan beragam potensi kecerdasan anak,
serta dampak yang ditimbulkan bagi perkembangan mereka secara utuh.
2. Metode
Bagian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, yang
bertujuan memaparkan dan mendeskripsikan secara mendalam fenomena pembaharuan
program pendidi-kan infak sebagaimana berlangsung secara alamiah di lingkungan satuan
pendidikan, tanpa melakukan rekayasa keadaan apapun (Iswati, D 2021). Penelitian dil-
aksanakan di RA Al‑Fitroh, Kabupaten Jember. Penentuan subjek dan sumber data dilakukan
secara bertujuan (purposif), dengan pertimbangan memiliki keterli-batan langsung dan
pemahaman menye-luruh terhadap pelaksanaan program. Sumber informasi meliputi: Kepala
Satu-an Pendidikan, pendidik Kelompok B, orang tua peserta didik, serta seluruh anak didik
Kelompok B yang berada pada rentang usia 56 tahun sebagai sasaran utama penerapan
inovasi pendidikan in-fak tersebut.
Teknik pengumpulan data ditempuh melalui tiga cara utama, yaitu: (1) observasi
partisipatif, guna memotret secara lang-sung proses dan suasana pembelajaran yang
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 345-350
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
347
Ellydy Setya Rini et.al (Inovasi Pendidikan Infak Dalam...)
berlangsung; (2) wawancara men-dalam, untuk menggali pandangan, pemahaman, dan
pengalaman dari berbagai pihak terkait; serta (3) studi dokumentasi, berupa penelaahan doku-
men rencana kegiatan, catatan pelaksanaan, dan berkas pendukung lainnya yang tersedia di
lembaga. Analisis data dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan mengacu pada alur:
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Untuk menjamin
keabsahan dan keandalan hasil kajian, peneliti menerapkan teknik triangulasi sumber dan
metode, sehingga data yang diperoleh dapat dibandingkan, dicocokkan, dan menghasilkan
gambaran yang utuh, teruji, serta dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah (Nurhalimah,
A. 2021).
3. Hasil dan Pembahasan
Penelitian yang dilaksanakan di RA Al‑Fitroh Kabupaten Jember, diperoleh gambaran
nyata mengenai pembaharuan pendidikan infak yang telah berlangsung secara menyeluruh dan
terpadu. Berikut uraian hasil kajian beserta pembahasannya:
Bentuk‑Bentuk Pembaharuan Penyelenggaraan Pendidikan Infak
Hasil penelitian memperlihatkan secara nyata adanya pembaruan mendasar dalam tata
cara penyelenggaraan pendidikan infak. Kegiatan ini tidak lagi dilaksanakan secara kaku, satu
arah, atau sekadar rutinitas ibadah belaka, melainkan telah dikemas menjadi proses
pembelajaran yang hidup, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia
dini (Amelia, N 2023). Penyampaian materi dilakukan melalui berbagai cara yang kontekstual,
antara lain metode bercerita, bermain peran, bernyanyi, serta peragaan langsung, sehingga
nilai dan makna infak dapat dipahami anak melalui pengalaman nyata. Penjadwalan kegiatan
disusun secara teratur dan diselaraskan dengan tema pembelajaran yang sedang berjalan,
menjadikannya bagian yang menyatu dalam kurikulum harian.
Pembaruan juga tampak dari penyediaan sarana pendidikan, seperti wadah infak yang
didesain menarik, berwarna‑warni, dan mudah dipahami anak. Hal ini selaras dengan prinsip
dasar pendidikan anak usia dini yang menekankan pentingnya sarana nyata dan keterlibatan
panca indra dalam setiap proses pembelajaran (Lestari, E. 2020). Perubahan paling mendasar
terletak pada kedudukan anak sebagai subjek yang berperan aktif sejak tahap persiapan,
pemahaman makna, hingga pelaksanaan kegiatan, sementara pendidik berkedudukan sebagai
pembimbing dan penata suasana belajar yang kondusif.
Gambar 1. Tampilan Sarana dan Suasana Kegiatan Infak
Penerapan Program dalam Pengembangan Kecerdasan Majemuk
Penyelenggaraan pendidikan infak yang telah diperbarui ini terbukti mampu berfungsi
sebagai wahana pembelajaran terpadu yang menyentuh berbagai ranah kecerdasan anak secara
bersamaan (Rahmawati, Y. 2023). Melalui kegiatan berdoa, bercerita, dan menyanyikan
lagulagu bertema kebaikan dan berbagi, kemampuan berbahasa serta daya ekspresi anak
berkembang dengan baik. Pengenalan konsep nilai uang, kegiatan berhitung sederhana, serta
pengelolaan hasil pengumpulan infak menjadi sarana efektif melatih kemampuan berpikir
logis dan berhitung (Wahyuni, S. 2024). Di sisi lain, kegiatan fisik yang menyertai
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 345-350
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
348
Ellydy Setya Rini et.al (Inovasi Pendidikan Infak Dalam...)
pelaksanaan serta penggunaan media visual yang menarik turut menunjang perkembangan
kemampuan gerak kasar‑halus serta pemahaman ruang dan bentuk.
Dampak yang paling tampak dan mendalam terlihat pada aspek sosial‑emosional dan nilai
keagamaan: anak terlatih bekerja sama, saling mengingatkan, serta tumbuh rasa kepedulian
dan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain (Pratiwi, R. 2022). Temuan ini menegaskan
pandangan bahwa kegiatan pendidikan yang dirancang secara terencana, bermakna, dan
berlandaskan nilai luhur dapat berfungsi merangsang berbagai potensi kecerdasan secara utuh,
bukan sekadar berdiri sendiri‑sendiri (Fitriya, A. 2022).
Gambar 2. Aktivitas Belajar dan Berhitung Sederhana
Dampak Penerapan Bagi Perkembangan Anak dan Lembaga
Pembaharuan yang dilakukan membawa dampak positif yang luas dan berkelanjutan. Bagi
satuan pendidikan dan tenaga pendidik, hal ini menjadi bukti nyata keberhasilan
pengembangan pembelajaran agama yang tidak kaku, melainkan luwes dan berpusat pada
kebutuhan anak. Bagi peserta didik, terlihat adanya peningkatan pemahaman ajaran agama
yang lebih mendalam, semangat beribadah, serta pembentukan karakter yang kokoh: anak
menjadi lebih jujur, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa dermawan sejak usia dini.
Keterlibatan serta dukungan penuh dari orang tua juga membuktikan keselarasan nilai
pendidikan antara lembaga dan lingkungan keluarga (Safitri, E. 2023). Secara menyeluruh,
hasil kajian ini menegaskan bahwa nilainilai ajaran Islam seperti infak dapat dikemas secara
inovatif dan menjadi landasan utama sekaligus sarana utama pembentukan kepribadian dan
pengembangan potensi kecerdasan anak usia dini secara menyeluruh.
4. Kesimpulan
a. Bentuk pembaharuan pendidikan infak di RA Al‑Fitroh Kabupaten Jember telah
berlangsung secara menyeluruh dan mendasar, mengubah kegiatan dari sekadar rutinitas
ibadah menjadi program pembelajaran yang terencana, kreatif, dan disesuaikan dengan
tahap perkembangan anak. Pembaruan mencakup penerapan ragam metode yang
menarik, penyusunan jadwal yang terpadu dengan tema pembelajaran, serta penggunaan
sarana edukatif yang nyata dan berwarna‑warni. Ciri utama keberhasilan terletak pada
keterlibatan aktif anak di setiap tahapan kegiatan, dengan pendidik berkedudukan
sebagai pembimbing dan penata suasana belajar yang kondusif.
b. Penerapan program yang telah diperbarui terbukti efektif menumbuhkan beragam
potensi kecerdasan anak usia 56 tahun secara terpadu. Kegiatan pendidikan infak
mampu berfungsi sebagai wahana yang menyentuh berbagai ranah perkembangan
sekaligus, meliputi kemampuan berbahasa, berpikir logis‑berhitung, gerak fisik,
pemahaman ruang dan bentuk, serta kecerdasan sosial‑emosional secara utuh dan
terintegrasi.
c. Pembaharuan ini membawa dampak positif yang luas dan berkelanjutan, baik bagi
peningkatan mutu pembelajaran berbasis nilai agama di lembaga maupun bagi
pembentukan kepribadian peserta didik. Anak tidak hanya memahami makna infak
secara benar dan mendalam, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang religius, jujur,
mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki rasa kepedulian dan kepekaan sosial yang
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 345-350
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
349
Ellydy Setya Rini et.al (Inovasi Pendidikan Infak Dalam...)
tinggi sejak usia dini. Dukungan penuh dari orang tua semakin menegaskan
keberhasilan program dalam menyelaraskan nilai pendidikan antara lembaga dan
lingkungan keluarga.
Secara keseluruhan, hasil kajian ini menegaskan bahwa nilai‑nilai ajaran Islam
seperti infak dapat dikemas secara inovatif, terstruktur, dan menjadi landasan utama
sekaligus sarana efektif pengembangan seluruh potensi kecerdasan serta pembentukan
karakter mulia anak usia dini
5. Daftar Pustaka
Amelia, N., & Yaswinda. (2023). Dampak pemisahan kelas laki‑laki dan perempuan
terhadap pembentukan jati diri anak. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 9(2),
278‑281.https://jurnal.arraniry1m3d.ac.id/index.php/bunayya
Amri, M. I. A. U., dkk. (2024). Dampak penggunaan gawai terhadap kemampuan
interaksi sosial anak usia dini. Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1),
118‑121.
Anam, N. (2021). Formulasi belajar berbasis multiple intelligences. Childhood Education:
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 49‑52.
https://ejournal.iaiq.ac.id/index.php/childhood
Anam, N., & Surawijaya, B. (2023). Implementasi metode pembelajaran aktif berbasis
nilai Islam di lembaga RA. Al‑Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan
Keagamaan, 15(1), 45‑58. [IAI Al‑Qodiri Jember]
https://xnalqodiri1m3d.unikhams.ac.id/index.php/alqodiri
Fitriya, A. (2022). Penggunaan metode karyawisata dalam meningkatkan kemampuan
sosial anak usia dini di RA Al‑Azhar Kabupaten Jember. Childhood
Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 16‑28. [IAI Al‑Qodiri
Jember] https://ejournal.iaiq.ac.id/index.php/childhood
Gardner, H. (2020). Kecerdasan majemuk: Kerangka baru dalam pendidikan. hlm. 12‑15.
Hidayat, A., & Nurjanah. (2022). Strategi pembelajaran nilai agama Islam yang
menyenangkan bagi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini,
5(2), 89‑91. https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/kiddo
https://jurnalpaudindonesia.org/
Iswati, D. (2021). Penerapan metode pembiasaan dalam pembentukan karakter religius
anak di RA. Jurnal Pendidikan dan Keguruan, 12(3), 71‑74.
Kurniawan, R., & Sari, D. P. (2023). Pengembangan media pembelajaran berbasis nilai
Islam di satuan pendidikan PAUD. Jurnal Inovasi Pendidikan, 14(1), 36‑39.
Lestari, E. R. (2020). Psikologi perkembangan anak usia dini: Teori dan penerapannya.
hlm. 88‑92.
Munawaroh, S. (2022). Peran pendidik dalam menanamkan nilai keikhlasan dan
kepedulian sosial sejak dini. Jurnal Tarbiyah Anak, 8(1), 60‑63
https://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id
Nurhalimah, A. (2021). Pembelajaran terpadu berbasis potensi kecerdasan majemuk di
RA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(2), 148‑152.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 345-350
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
350
Ellydy Setya Rini et.al (Inovasi Pendidikan Infak Dalam...)
Pratiwi, R. K. (2022). Analisis pembelajaran nilai kemandirian anak Taman Kanak‑Kanak
Kelompok B. Childhood Education: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2),
94‑145. [IAI Al‑Qodiri Jember]
Rahmawati, Y., & Suryana, A. (2023). Kontribusi kegiatan keagamaan dalam
meningkatkan kecerdasan emosional dan sosial anak. Jurnal Studi Keislaman
dan Pendidikan, 18(1), 205‑209.
Safitri, E. W., dkk. (2023). Pengembangan digitalisasi pembelajaran anak usia dini.
Prosiding ICHES, 12‑19.
Sukatin, Q., dkk. (2019). Analisis psikologi perkembangan sosial emosional anak usia
dini. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 6(2), 160‑164.
https://jurnal.ar‑rniry.ac.id/idex.php/bunayya
Suryani, N. (2022). Prinsip‑prinsip dasar pembelajaran anak usia dini yang efektif dan
kreatif. hlm. 45‑48.
Wahyuni, S., & Fitriani, R. (2024). Pengaruh dukungan keluarga dan sekolah terhadap
pembiasaan nilai berbagi pada anak usia 5‑6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak
Usia Dini Indonesia, 10(1), 82‑86.
Zainuddin, M. (2021). Pendidikan nilai‑nilai Islam untuk anak usia dini: Konsep dan
praktik. hlm. 112‑116. https://ejournal.iaiq.ac.id/index.php/childhood