Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
291
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab Kontekstual
Terhadap Efektivitas Hafalan Al-Qur’an Santri: Studi
Kuasi-Eksperimen Di Pondok Pesantren
Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta
Fajar Shodik
a,1
, Ahmadi
b,2
, Eko Priyo Agus Nugroho
c,3
a,b
Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan, Jl. Nasional III, Kebon, Sedeng, Pacitan, Jawa Timur, 63518,
Indonesia
c
PPM Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta, Jl. Piyungan km 2, Marangan, Bokoharjo,
Prambanan, Sleman, 55572, Indonesia
*
Corresponding Author: ekonugroho323@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 26 Mei 2026
Direvisi: 5 Juni 2026
Disetujui: 23 Juni 2026
Tersedia secara daring: 1 Juli
2026
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran bahasa Arab
kontekstual terhadap efektivitas hafalan Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren
Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe nonequivalent control group design.
Sampel penelitian berjumlah 60 santri yang terdiri atas 30 santri pada kelompok
eksperimen dan 30 santri pada kelompok kontrol yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran bahasa Arab
kontekstual berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL), sedangkan kelompok
kontrol memperoleh pembelajaran bahasa Arab secara konvensional. Data dikumpulkan
melalui tes efektivitas hafalan Al-Qur’an yang mencakup aspek kelancaran hafalan,
ketepatan tajwid, ketepatan makhraj, retensi hafalan, dan pemahaman makna ayat. Analisis
data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas,
homogenitas, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-
rata nilai post-test kelompok eksperimen sebesar 87,63, lebih tinggi dibandingkan
kelompok kontrol sebesar 78,41. Hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang
signifikan pembelajaran bahasa Arab kontekstual terhadap efektivitas hafalan Al-Qur’an
santri. Peningkatan paling menonjol ditemukan pada aspek retensi hafalan dan pemahaman
makna ayat. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab kontekstual
mampu meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an secara lebih efektif dibandingkan
pembelajaran konvensional. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan
model integrasi pembelajaran bahasa Arab dan tahfidz Al-Qur’an dalam upaya
meningkatkan kualitas pendidikan pesantren modern.
Kata Kunci:
Pembelajaran bahasa Arab
kontekstual
Contextual Teaching and
Learning
efektivitas hafalan Al-
Qur’an.
ABSTRACT
Keywords:
Contextual Arabic
language learning
Contextual Teaching and
Learning (CTL)
Qur’anic memorization
effectiveness
This study aimed to examine the effect of contextual Arabic language learning on the
effectiveness of Qur’anic memorization among students at Muhammadiyah Boarding School
(MBS) Yogyakarta. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental
method with a nonequivalent control group design. The sample consisted of 60 students
selected through purposive sampling, comprising 30 students in the experimental group and
30 students in the control group. The experimental group received contextual Arabic language
instruction based on the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach, while the control
group received conventional Arabic language instruction. Data were collected through a
Qur’anic memorization effectiveness test covering fluency, accuracy of tajwid, accuracy of
makhraj, memorization retention, and understanding of verse meanings. Data were analyzed
using descriptive and inferential statistics, including normality tests, homogeneity tests, and
the Independent Samples t-Test. The results revealed that the experimental group achieved a
higher post-test mean score (87.63) than the control group (78.41). Furthermore, the
Independent Samples t-Test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating a
statistically significant effect of contextual Arabic language learning on the effectiveness of
Qur’anic memorization. The most notable improvements were found in memorization
retention and comprehension of verse meanings. These findings suggest that contextual Arabic
language learning is more effective than conventional instruction in enhancing the quality of
Qur’anic memorization. This study provides important implications for the development of
integrated Arabic language and Qur’anic memorization learning models in modern Islamic
boarding schools.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
292
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
©2026, Fajar Shodik, Ahmadi, Eko Priyo Agus Nugroho
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Bahasa Arab memiliki posisi sentral dalam pendidikan Islam karena merupakan bahasa
Al-Qur’an dan sumber utama ajaran Islam. Dalam konteks pesantren, penguasaan bahasa Arab
tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi linguistik santri, tetapi juga mendukung
pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang dipelajari dan dihafalkan (Hakim, 2021;
Zakiah & Yulia, 2025; Nidia et al., 2022). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa
kemampuan bahasa Arab berkontribusi terhadap keberhasilan proses tahfidz karena membantu
peserta didik memahami struktur bahasa, kosakata, dan makna ayat yang dihafalkan (Mustofa,
2021; Fauziah et al., 2020).
Pada praktiknya, pembelajaran bahasa Arab di banyak pesantren masih berorientasi pada
penguasaan kaidah gramatikal secara teoritis sehingga kurang memberikan pengalaman belajar
yang bermakna bagi santri (Hizbullah & Mardiah, 2015; Rahmawati & Anshori, 2023).
Akibatnya, sebagian santri mampu menghafal ayat Al-Qur’an secara verbal, tetapi belum
memahami makna dan struktur bahasa yang terkandung di dalamnya. Kondisi ini berdampak
pada rendahnya retensi hafalan dan tingginya tingkat lupa terhadap hafalan yang telah
diperoleh (Ansoriyah, 2020; Husnayain & Harjo, 2025).
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut
adalah Contextual Teaching and Learning (CTL). CTL menekankan keterkaitan antara materi
pembelajaran dengan pengalaman nyata peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih
bermakna (Johnson, 2014; Berns & Erickson, 2001). Dalam pembelajaran bahasa Arab,
pendekatan kontekstual memungkinkan santri memahami kosakata dan struktur bahasa
melalui konteks kehidupan sehari-hari maupun ayat-ayat yang sedang dihafalkan. Berbagai
penelitian menunjukkan bahwa CTL mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik,
motivasi belajar, serta hasil pembelajaran bahasa Arab (Widagdo, 2018; Sari & Lestari, 2022;
Anwar, 2024).
Dari perspektif teoritis, hubungan antara pembelajaran bahasa Arab dan efektivitas
hafalan Al-Qur’an dapat dijelaskan melalui Cognitive Load Theory (Sweller, 1988; Sweller et
al., 2019). Teori ini menjelaskan bahwa proses belajar akan lebih efektif apabila beban
kognitif peserta didik dapat dikelola secara optimal. Pemahaman terhadap bahasa Arab
membantu santri mengorganisasi informasi yang dihafal secara lebih sistematis sehingga
mengurangi beban memori kerja dan meningkatkan retensi hafalan (Paas et al., 2022; Leppink,
2023). Dengan demikian, pemahaman linguistik yang baik dapat mendukung proses
penyimpanan informasi dalam memori jangka panjang.
Meskipun demikian, penelitian mengenai hubungan pembelajaran bahasa Arab dan
tahfidz Al-Qur’an masih didominasi oleh studi korelasional dan kualitatif (Jailani et al., 2021;
Suprapto, 2017). Penelitian yang menguji secara langsung pengaruh pembelajaran bahasa
Arab kontekstual terhadap efektivitas hafalan Al-Qur’an melalui desain kuasi-eksperimen
masih terbatas (Zubaidillah, 2018; Susanti et al., 2020). Selain itu, kajian pada lingkungan
pesantren Muhammadiyah modern juga belum banyak ditemukan dalam literatur ilmiah.
Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
pembelajaran bahasa Arab kontekstual terhadap efektivitas hafalan Al-Qur’an santri di Pondok
Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
293
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen
(quasi-experimental research). Metode kuasi-eksperimen dipilih karena peneliti tidak
memungkinkan melakukan pengacakan subjek secara penuh (random assignment), namun
tetap dapat mengukur pengaruh perlakuan terhadap variabel dependen secara sistematis
(Creswell & Creswell, 2018; Sugiyono, 2023). Desain penelitian yang digunakan adalah
Nonequivalent Control Group Design, yaitu desain yang melibatkan kelompok eksperimen
dan kelompok kontrol yang diberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui perubahan hasil
setelah perlakuan diberikan (Fraenkel et al., 2019; Campbell & Stanley, 2015). Penelitian
dilaksanakan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta pada
tahun ajaran 2025/2026.
Populasi penelitian adalah seluruh santri kelas VIII dan IX yang mengikuti program tahfidz Al-
Qur’an di MBS Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 60 santri yang dipilih menggunakan teknik
purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan karakteristik tertentu yang sesuai
dengan tujuan penelitian (Etikan et al., 2016; Sugiyono, 2023). Sampel kemudian dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu 30 santri sebagai kelompok eksperimen dan 30 santri sebagai kelompok kontrol.
Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pembelajaran bahasa Arab kontekstual
berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) selama delapan minggu.
Pendekatan CTL menekankan keterkaitan antara materi pembelajaran dengan konteks
kehidupan nyata peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah
dipahami (Johnson, 2014; Berns & Erickson, 2001). Dalam penelitian ini, materi bahasa Arab
dikaitkan secara langsung dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang dihafalkan santri,
penggunaan kosakata dalam aktivitas sehari-hari, serta kegiatan pembelajaran berbasis diskusi,
kolaborasi, dan praktik komunikasi sederhana. Sementara itu, kelompok kontrol memperoleh
pembelajaran bahasa Arab menggunakan metode konvensional yang berfokus pada
penguasaan kaidah nahwu dan sharaf melalui metode ceramah dan latihan tertulis.
Instrumen penelitian berupa tes efektivitas hafalan Al-Qur’an yang disusun berdasarkan indikator
kemampuan tahfidz yang meliputi kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, ketepatan makhraj, retensi
hafalan, dan pemahaman makna ayat (Anas, 2021; Sa'dulloh, 2018). Selain itu, digunakan lembar
observasi untuk mengukur keterlibatan santri selama proses pembelajaran serta dokumentasi sebagai
data pendukung penelitian. Sebelum digunakan, instrumen penelitian diuji validitas isi melalui expert
judgment dan diuji reliabilitasnya menggunakan koefisien Cronbach Alpha dengan batas minimal 0,70
sebagaimana direkomendasikan oleh Hair et al. (2022).
Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan
perangkat lunak SPSS versi 26. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan distribusi
data penelitian, sedangkan statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu diuji normalitas menggunakan uji
Shapiro-Wilk dan homogenitas menggunakan uji Levene untuk memastikan terpenuhinya
asumsi parametrik (Field, 2018). Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan
Independent Samples t-Test untuk mengetahui perbedaan efektivitas hafalan Al-Qur’an antara
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan (Pallant, 2020;
Ghozali, 2021). Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah α = 0,05.
3. Hasil dan Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran bahasa Arab
kontekstual terhadap efektivitas hafalan Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren
Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta. Analisis data dilakukan terhadap hasil
post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pelaksanaan perlakuan selama
delapan minggu.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
294
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
Tabel harus diberikan penomoran, contohnya: Tabel 1. Descriptive Statistics Keterangan
tabel (nomor dan judul tabel) diletakkan di tengah atas.
Table 1. Statistik Deskriptif Hasil Post-Test Efektivitas Hafalan Al-Qur'an
Group
N
Minimum
Mean
Standard Deviation
Experimental
30
75
87.63
5.42
Control
30
68
78.41
6.15
Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa nilai rata-rata (mean) post-test kelompok
eksperimen sebesar 87,63 dengan standar deviasi 5,42, sedangkan kelompok kontrol
memperoleh rata-rata sebesar 78,41 dengan standar deviasi 6,15. Hasil ini menunjukkan
bahwa kelompok yang memperoleh pembelajaran bahasa Arab kontekstual memiliki capaian
efektivitas hafalan Al-Qur’an yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang mengikuti
pembelajaran konvensional.
Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data
(Uji Shapiro-Wilk)
Kelompok
Statistik
df
Sig.
Eksperimen
0,971
30
0,582
Kontrol
0,964
30
0,417
Berdasarkan Tabel 2, nilai signifikansi kelompok eksperimen sebesar 0,582 dan kelompok
kontrol sebesar 0,417. Karena nilai signifikansi kedua kelompok lebih besar dari 0,05 (Sig. >
0,05), maka data penelitian berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas telah
terpenuhi.
Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Varians
(Uji Levene)
Levene Statistic
df1
df2
Sig.
1,284
1
58
0,262
Berdasarkan Tabel 3, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,262 yang lebih besar dari 0,05
(Sig. > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa varians data kedua kelompok bersifat homogen
sehingga memenuhi salah satu syarat penggunaan uji parametrik Independent Samples t-Test.
Tabel 4. Hasil Uji Independent Samples t-Test
Variabel
t
df
Sig. (2-tailed)
Mean Difference
Efektivitas Hafalan Al-Qur'an
6,147
58
0,000
9,22
Berdasarkan hasil uji Independent Samples t-Test pada Tabel 4, diperoleh nilai t-hitung
sebesar 6,147 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi
lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), maka H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian,
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
295
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran bahasa Arab kontekstual terhadap efektivitas
hafalan Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.
Tabel 5. Perbandingan Peningkatan Setiap Aspek Efektivitas Hafalan
Aspek Penilaian
Kelompok Eksperimen
Kelompok Kontrol
Kelancaran Hafalan
88,40
80,25
Ketepatan Tajwid
86,75
79,10
Ketepatan Makhraj
87,20
80,45
Retensi Hafalan
89,85
77,65
Pemahaman Makna Ayat
86,95
74,60
Berdasarkan Tabel 5, peningkatan tertinggi pada kelompok eksperimen terjadi pada aspek
retensi hafalan dengan nilai rata-rata 89,85 dan pemahaman makna ayat sebesar 86,95. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab kontekstual tidak hanya
meningkatkan kemampuan menghafal secara verbal, tetapi juga memperkuat pemahaman
terhadap kandungan ayat yang dihafalkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi
pembelajaran bahasa Arab dengan program tahfidz Al-Qur’an mampu meningkatkan kualitas
hafalan secara lebih komprehensif.
Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelompok
eksperimen mencapai 87,63 dengan kategori sangat baik, sedangkan kelompok kontrol
memperoleh rata-rata sebesar 78,41 dengan kategori baik. Perbedaan nilai rata-rata tersebut
mengindikasikan bahwa santri yang mengikuti pembelajaran bahasa Arab kontekstual
memperoleh hasil hafalan Al-Qur’an yang lebih tinggi dibandingkan santri yang mengikuti
pembelajaran bahasa Arab konvensional.
Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu diuji normalitas dan
homogenitas untuk memastikan terpenuhinya asumsi statistik parametrik. Hasil uji
menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen, sehingga
memenuhi syarat untuk dilakukan uji Independent Samples t-Test.
Hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed)
sebesar 0,000 atau lebih kecil dari taraf signifikansi yang ditetapkan = 0,05). Dengan
demikian, hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (H₁) diterima. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran bahasa Arab
kontekstual terhadap efektivitas hafalan Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren
Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta.
Analisis lebih lanjut terhadap indikator efektivitas hafalan menunjukkan bahwa
peningkatan tertinggi terjadi pada aspek retensi hafalan dan pemahaman makna ayat. Santri
pada kelompok eksperimen menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam
mempertahankan hafalan dalam jangka waktu tertentu dibandingkan kelompok kontrol. Selain
itu, mereka juga mampu menjelaskan makna kosakata dan kandungan umum ayat yang
dihafalkan dengan lebih tepat. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab
kontekstual tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kuantitas hafalan, tetapi juga
memperkuat kualitas hafalan melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap isi ayat Al-
Qur’an.
Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa integrasi pembelajaran
bahasa Arab kontekstual dalam program tahfidz Al-Qur’an mampu meningkatkan efektivitas
proses menghafal. Santri tidak hanya menghafal ayat secara verbal, tetapi juga memahami
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
296
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
struktur bahasa dan makna yang terkandung di dalamnya, sehingga proses penyimpanan dan
pemanggilan kembali hafalan menjadi lebih optimal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab kontekstual memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas hafalan Al-Qur’an santri di Pondok Pesantren
Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata
post-test kelompok eksperimen sebesar 87,63 yang lebih tinggi dibandingkan kelompok
kontrol sebesar 78,41. Selain itu, hasil uji Independent Samples t-Test menunjukkan nilai
signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan
antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab yang
dikaitkan dengan konteks penggunaan nyata dan materi hafalan Al-Qur’an mampu
meningkatkan efektivitas proses belajar santri dibandingkan pembelajaran yang berorientasi
pada penguasaan kaidah bahasa semata (Johnson, 2014; Berns & Erickson, 2001).
Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa pemahaman bahasa Arab memiliki
kontribusi penting terhadap keberhasilan proses tahfidz Al-Qur’an. Santri yang memahami
kosakata, struktur kalimat, dan makna ayat menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam
menghafal dan mempertahankan hafalan dibandingkan santri yang hanya mengandalkan
metode pengulangan (repetition). Pemahaman makna ayat membantu terbentuknya hubungan
konseptual antara informasi baru dan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya sehingga
memperkuat proses penyimpanan informasi dalam memori jangka panjang (Sweller et al.,
2019; Paas et al., 2022). Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Zakiah dan Yulia (2025),
Nidia et al. (2022), serta Mustofa (2021) yang menyimpulkan bahwa kemampuan bahasa Arab
berkontribusi secara signifikan terhadap keberhasilan menghafal Al-Qur’an karena membantu
peserta didik memahami isi dan struktur ayat yang dihafalkan.
Peningkatan yang paling menonjol dalam penelitian ini ditemukan pada aspek retensi
hafalan dan pemahaman makna ayat. Kelompok eksperimen menunjukkan kemampuan yang
lebih baik dalam mempertahankan hafalan dalam jangka waktu tertentu dibandingkan
kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa proses hafalan yang disertai pemahaman
makna menghasilkan kualitas hafalan yang lebih kuat dan lebih tahan lama. Menurut teori
pemrosesan informasi (information processing theory), informasi yang dipahami secara
mendalam akan lebih mudah disimpan dalam memori jangka panjang dibandingkan informasi
yang hanya dihafalkan secara mekanis (Atkinson & Shiffrin, 1968; Schunk, 2020). Dengan
demikian, pembelajaran bahasa Arab kontekstual membantu santri membangun pemahaman
semantik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sehingga memperkuat retensi hafalan.
Dari perspektif Contextual Teaching and Learning (CTL), hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa keterkaitan antara materi pembelajaran dengan pengalaman nyata peserta
didik mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna (meaningful learning). Dalam
penelitian ini, kosakata dan struktur bahasa Arab diajarkan melalui ayat-ayat yang sedang
dihafalkan serta dikaitkan dengan aktivitas keseharian santri. Pendekatan tersebut mendorong
keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar
mereka. Temuan ini mendukung pandangan Johnson (2014) bahwa CTL membantu peserta
didik menghubungkan pengetahuan akademik dengan konteks kehidupan nyata sehingga
proses belajar menjadi lebih efektif. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan penelitian
Widagdo (2018), Anwar (2024), dan Ansoriyah (2020) yang menunjukkan bahwa
pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan partisipasi, motivasi, dan hasil belajar peserta
didik dalam pembelajaran bahasa maupun pendidikan keagamaan.
Apabila ditinjau dari perspektif Cognitive Load Theory (CLT), efektivitas pembelajaran
bahasa Arab kontekstual dapat dijelaskan melalui kemampuannya dalam mengurangi
extraneous cognitive load atau beban kognitif yang tidak relevan selama proses pembelajaran
(Sweller et al., 2019). Ketika santri memahami makna kosakata dan struktur bahasa Arab yang
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
297
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
terdapat dalam ayat yang dihafalkan, mereka tidak perlu mengalokasikan sumber daya kognitif
secara berlebihan untuk memahami materi yang bersifat abstrak. Sebaliknya, kapasitas memori
kerja dapat difokuskan pada proses pembentukan skema pengetahuan baru (schema
construction) yang mendukung pemahaman dan hafalan Al-Qur’an (Paas et al., 2022;
Leppink, 2023). Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab kontekstual membantu
meningkatkan efisiensi proses belajar sekaligus memperkuat kualitas hafalan santri.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab kontekstual tidak
hanya meningkatkan kemampuan menghafal, tetapi juga memperkuat kemampuan memahami
kandungan ayat Al-Qur’an. Santri pada kelompok eksperimen menunjukkan kemampuan yang
lebih baik dalam menjelaskan makna umum ayat, mengidentifikasi kosakata penting, dan
menghubungkan pesan ayat dengan kehidupan sehari-hari. Temuan ini mengindikasikan
bahwa integrasi pembelajaran bahasa Arab dan tahfidz Al-Qur’an mampu menghasilkan
pembelajaran yang lebih holistik karena mengembangkan aspek linguistik, kognitif, dan
spiritual secara bersamaan (Azra, 2019; Abdullah, 2020). Dalam perspektif pendidikan Islam,
keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari kemampuan menghafal, tetapi juga dari
tingkat pemahaman terhadap ajaran yang dipelajari dan kemampuan mengimplementasikannya
dalam kehidupan sehari-hari (Al-Attas, 1991; Halstead, 2004).
Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum pesantren
yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa Arab dengan program tahfidz Al-Qur’an secara
lebih sistematis. Selama ini, kedua program tersebut sering berjalan secara terpisah sehingga
potensi sinergi antara kemampuan bahasa dan hafalan belum dimanfaatkan secara optimal.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran bahasa Arab kontekstual
dengan program tahfidz dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran secara signifikan. Oleh
karena itu, pesantren modern perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang
menghubungkan penguasaan bahasa Arab dengan pemahaman dan hafalan Al-Qur’an agar
tujuan pendidikan Islam dapat tercapai secara lebih komprehensif (Azra, 2019; Abdullah,
2020; Rahman, 2021).
Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran bahasa Arab
kontekstual merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan efektivitas hafalan Al-
Qur’an santri. Keunggulan pendekatan ini tidak hanya terlihat pada peningkatan skor hafalan,
tetapi juga pada kemampuan santri dalam mempertahankan hafalan dan memahami kandungan
ayat secara lebih mendalam. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya mengenai
pentingnya integrasi kemampuan bahasa Arab dan tahfidz Al-Qur’an serta memberikan bukti
empiris bahwa pendekatan kontekstual dapat menjadi salah satu model pembelajaran yang
relevan untuk diterapkan di lingkungan pesantren modern (Zakiah & Yulia, 2025; Nidia et al.,
2022; Paas et al., 2022).
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
bahasa Arab kontekstual berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas hafalan Al-
Qur’an santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok santri yang memperoleh pembelajaran bahasa
Arab kontekstual memiliki rata-rata nilai post-test yang lebih tinggi dibandingkan kelompok
yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil uji Independent Samples t-Test juga
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya
perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H₁)
diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran bahasa Arab kontekstual
terhadap efektivitas hafalan Al-Qur’an santri.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
298
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab kontekstual tidak
hanya meningkatkan kemampuan santri dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi juga
meningkatkan kualitas hafalan yang ditunjukkan melalui aspek kelancaran hafalan, ketepatan
tajwid, ketepatan makhraj, retensi hafalan, dan pemahaman makna ayat. Peningkatan yang
paling menonjol ditemukan pada aspek retensi hafalan dan pemahaman makna ayat. Hal ini
menunjukkan bahwa santri yang memahami kosakata dan struktur bahasa Arab yang terdapat
dalam ayat-ayat Al-Qur’an cenderung lebih mudah mengingat, mempertahankan, dan
memahami hafalan dibandingkan santri yang hanya mengandalkan metode pengulangan
verbal.
Hasil penelitian ini menguatkan teori Contextual Teaching and Learning (CTL) yang
menegaskan bahwa pembelajaran akan lebih efektif apabila materi dikaitkan dengan konteks
yang bermakna bagi peserta didik. Dalam penelitian ini, pengintegrasian materi bahasa Arab
dengan ayat-ayat yang sedang dihafalkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih
relevan dan meningkatkan keterlibatan santri dalam proses pembelajaran. Temuan ini juga
mendukung Cognitive Load Theory (CLT), yang menjelaskan bahwa pemahaman bahasa Arab
membantu santri mengorganisasi informasi secara lebih sistematis sehingga mengurangi beban
kognitif selama proses menghafal dan memperkuat penyimpanan informasi dalam memori
jangka panjang.
Secara praktis, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran bahasa Arab dan
program tahfidz Al-Qur’an merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan mutu
pembelajaran di pesantren. Pembelajaran bahasa Arab kontekstual tidak hanya membantu
santri menjadi penghafal Al-Qur’an yang lebih baik, tetapi juga mendorong mereka
memahami kandungan ayat yang dihafalkan. Oleh karena itu, model pembelajaran ini layak
dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif dalam pengembangan kurikulum pesantren
modern yang mengintegrasikan kompetensi kebahasaan, pemahaman keislaman, dan
penguatan kualitas hafalan Al-Qur’an secara simultan.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pembelajaran bahasa
Arab kontekstual merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan efektivitas hafalan
Al-Qur’an santri, sekaligus memperkuat pentingnya integrasi antara penguasaan bahasa Arab
dan program tahfidz sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan Islam di
lingkungan pesantren.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pimpinan, guru, dan seluruh santri Pondok
Pesantren Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta atas dukungan, kerja sama, serta
kesediaannya menjadi bagian dari penelitian ini. Apresiasi juga disampaikan kepada semua
pihak yang telah memberikan masukan dan bantuan selama proses penelitian hingga
penyusunan artikel ini.
6. Daftar Pustaka
Abdullah, M. (2020). Islamic Education and Integration of Knowledge. Yogyakarta: UIN
Sunan Kalijaga Press.
Al-Attas, S. M. N. (1991). The Concept of Education in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.
Ansoriyah, S. (2020). Implementation of contextual learning in memorizing Al-Qur'an. Jurnal
Studi Al-Qur'an, 16(2), 197212.
Atkinson, R. C., & Shiffrin, R. M. (1968). Human memory: A proposed system and its control
processes. In K. W. Spence & J. T. Spence (Eds.), The Psychology of Learning and
Motivation (Vol. 2, pp. 89195). Academic Press.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
299
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi. Jakarta: Kencana.
Berns, R. G., & Erickson, P. M. (2001). Contextual Teaching and Learning. Columbus: ERIC
Clearinghouse.
Berns, R. G., & Erickson, P. M. (2001). Contextual Teaching and Learning: Preparing Students
for the New Economy. ERIC Digest.
Campbell, D. T., & Stanley, J. C. (2015). Experimental and Quasi-Experimental Designs for
Research. Ravenio Books.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and
Mixed Methods Approaches (5th ed.). Sage.
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and
purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 14.
Fauziah, N., et al. (2020). Arabic language competence and Qur'anic memorization
achievement among Islamic boarding school students. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2),
145158.
Field, A. (2018). Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics (5th ed.). Sage.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2019). How to Design and Evaluate Research in
Education (10th ed.). McGraw-Hill.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26 (10th ed.).
Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2022). Multivariate Data Analysis
(9th ed.). Cengage Learning.
Hakim, L. (2021). Arabic language learning in Islamic boarding schools: Challenges and
opportunities. Arabiyat, 8(1), 2338.
Halstead, J. M. (2004). An Islamic concept of education. Comparative Education, 40(4), 517
529.
Hizbullah, N., & Mardiah, Z. (2015). Problems in Arabic language instruction in Indonesia. Al-
Ta'lim, 22(1), 4556.
Jailani, M., et al. (2021). Tahfidz learning strategies in Islamic boarding schools. Tadris, 16(2),
201216.
Johnson, E. B. (2014). Contextual Teaching and Learning. Corwin Press.
Johnson, E. B. (2014). Contextual Teaching and Learning. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.
Leppink, J. (2023). Cognitive Load Theory: Practical implications for education. Educational
Psychology Review, 35(2), 117.
Mustofa, A. (2021). The influence of Arabic language skills on Qur'anic memorization
achievement. Journal of Islamic Education Research, 5(1), 3347.
Nidia, R., et al. (2022). Arabic proficiency and Qur'anic memorization performance among
university students. International Journal of Islamic Studies, 14(2), 101115.
Paas, F., Renkl, A., & Sweller, J. (2022). Cognitive Load Theory and educational practice.
Educational Psychology Review, 34(1), 119.
Pallant, J. (2020). SPSS Survival Manual (7th ed.). McGraw-Hill Education.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 291-300
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
300
Fajar Shodik et.al (Pengaruh Pembelajaran Bahasa Arab....)
Rahman, K. A. (2021). Integrative curriculum development in Islamic boarding schools.
Journal of Islamic Education Studies, 9(2), 145160.
Sa'dulloh. (2018). 9 Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an. Gema Insani.
Schunk, D. H. (2020). Learning Theories: An Educational Perspective (8th ed.). Pearson.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (3rd ed.). Alfabeta.
Susanti, D., et al. (2020). Arabic language mastery and students' Qur'anic memorization ability.
Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(1), 5568.
Sweller, J. (1988). Cognitive load during problem solving: Effects on learning. Cognitive
Science, 12(2), 257285.
Sweller, J., van Merriënboer, J. J. G., & Paas, F. (2019). Cognitive architecture and
instructional design: 20 years later. Educational Psychology Review, 31(2), 261292.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Zakiah, N., & Yulia, F. (2025). The contribution of Arabic reading skills to Qur'anic
memorization. International Journal of Arabic Language Teaching, 7(1), 176192.