Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
309
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada Mata Kuliah
Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD bagi Mahasiswa
PGSD
Nurhidayah
a,1
, Roziah
b,2
, Andreas Lubis
c,3
a,c
Universitas Sari Mutiara, Jl. Kapten Muslim No.79, Medan 20123, Indonesia
b
Universitas Islam Riau, Jl. Kaharuddin Nasution 113, Pekanbaru 28284, Indonesia
1
nurhidayah@sari-mutiara.ac.id;
2
3
andreaslubis@sari-mutiara.ac.id;
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 27 Mei 2026
Direvisi: 6 Juni 2026
Disetujui: 25 Juni 2026
Tersedia secara daring: 1 Juli 2026
Pendidikan jasmani berperan penting dalam mendukung perkembangan fisik,
motorik, sosial, emosional, kesehatan, dan karakter peserta didik. Meskipun
pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar umumnya dilaksanakan oleh
guru mata pelajaran, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
(PGSD) sebagai calon guru kelas tetap perlu menguasai konsep dasar pendidikan
jasmani untuk mendukung pembiasaan hidup sehat dan aktivitas fisik peserta
didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan materi ajar pada mata
kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD bagi mahasiswa PGSD. Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek
penelitian adalah mahasiswa PGSD yang telah menempuh mata kuliah Dasar-
Dasar Pendidikan Jasmani SD di Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan dan
Universitas Islam Riau. Data dikumpulkan menggunakan angket analisis
kebutuhan yang mencakup aspek pemahaman konsep, strategi pembelajaran,
praktik lapangan, evaluasi pembelajaran, integrasi nilai karakter, dan
pengembangan bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa
memiliki persepsi sangat positif terhadap pentingnya mata kuliah tersebut.
Sebanyak 27,7% responden menyatakan setuju dan 70,9% menyatakan sangat
setuju bahwa materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD perlu dikuasai oleh
calon guru sekolah dasar. Materi dengan tingkat kebutuhan tertinggi adalah
Hakikat dan Konsep Dasar Pendidikan Jasmani (93,9%), sedangkan Pendekatan
Bermain dan PAKEM dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani SD memiliki
persentase terendah (43,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa lebih
memprioritaskan penguasaan konsep dasar dan keterampilan praktis. Oleh karena
itu, pengembangan materi ajar perlu disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa
melalui penguatan konsep, pengalaman praktik, dan keterkaitan antara teori dan
implementasi pembelajaran di sekolah dasar.
Kata Kunci:
Analisis Kebutuhan,
Calon Guru Sd
Materi Ajar,
Pendidikan Jasmani,
Pendidikan Guru Sekolah
Dasar (PGSD)
ABSTRACT
Keywords:
Needs Analysis,
Prospective Elementary
School Teachers
Teaching Materials,
Physical Education,
Elementary School Teacher
Education (PGSD)
Physical education plays an important role in supporting the physical, motor,
social, emotional, health, and character development of students. Although
physical education learning in elementary schools is generally carried out by
subject teachers, students of the Elementary School Teacher Education Study
Program (PGSD) as prospective classroom teachers still need to master the basic
concepts of physical education to support healthy living habits and physical
activity of students. This study aims to analyze the need for teaching materials in
the Basics of Elementary School Physical Education course for PGSD students.
The study used a quantitative descriptive approach with a survey method. The
subjects of the study were PGSD students who had taken the Basics of Elementary
School Physical Education course at Sari Mutiara Indonesia University Medan
and Riau Islamic University. Data were collected using a needs analysis
questionnaire that covered aspects of conceptual understanding, learning
strategies, field practice, learning evaluation, character value integration, and
teaching material development. The results showed that students had a very
positive perception of the importance of the course. A total of 27.7% of
respondents agreed and 70.9% strongly agreed that the Basics of Elementary
School Physical Education material needs to be mastered by prospective
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
310
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
elementary school teachers. The material with the highest level of need was the
Nature and Basic Concepts of Physical Education (93.9%), while the Play
Approach and PAKEM in Elementary School Physical Education Learning had
the lowest percentage (43.2%). These findings indicate that students prioritize
mastering basic concepts and practical skills. Therefore, the development of
teaching materials needs to be tailored to student needs by strengthening
concepts, practical experience, and linking theory and implementation of learning
in elementary schools.
©2026, Nurhidayah, Roziah, Andreas Lubis
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari proses pendidikan di sekolah dasar
yang berperan dalam mengembangkan aspek fisik, motorik, sosial, emosional, dan karakter
peserta didik secara menyeluruh. Menurut (Husdarta, 2015), pendidikan jasmani adalah proses
pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dirancang untuk meningkatkan kebugaran jasmani,
mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan hidup sehat, sikap sportif, serta
kecerdasan emosional. Dengan demikian, pendidikan jasmani memiliki kedudukan penting
dalam membentuk peserta didik yang sehat, aktif, disiplin, mampu bekerja sama, serta
memiliki karakter positif. Pendidikan jasmani tidak hanya dipahami sebagai kegiatan olahraga
atau aktivitas fisik semata, tetapi juga sebagai proses pendidikan yang menggunakan aktivitas
jasmani sebagai media untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting pada siswa SD yang berada pada
masa pertumbuhan dan perkembangan pesat. Anak usia sekolah dasar membutuhkan
pengalaman gerak yang bervariasi untuk mendukung perkembangan keterampilan motorik
dasar, seperti gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Selain itu, pendidikan jasmani
juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar nilai-nilai sosial, seperti sportivitas,
kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap teman. Rosdiani
(2013)menyatakan bahwa pendidikan jasmani memiliki fungsi strategis dalam membentuk
karakter dan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran pendidikan jasmani di
sekolah dasar perlu dirancang secara tepat agar mampu memberikan pengalaman belajar yang
aktif, menyenangkan, aman, dan bermakna.
Secara umum, sekolah dasar memiliki guru bidang studi pendidikan jasmani yang secara
khusus mengampu mata pelajaran tersebut. Namun demikian, guru kelas tetap memiliki peran
penting dalam mendukung pelaksanaan pendidikan jasmani di sekolah dasar. Guru kelas
merupakan pendidik yang paling sering berinteraksi dengan peserta didik dalam kegiatan
pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari di sekolah. Oleh karena itu, guru kelas perlu
memiliki pemahaman dasar mengenai pendidikan jasmani, termasuk konsep kebugaran
jasmani, gerak dasar, kesehatan peserta didik, permainan edukatif, aktivitas motorik,
keselamatan, serta pembinaan karakter melalui aktivitas fisik. Pemahaman tersebut penting
agar guru kelas mampu mendukung terciptanya budaya hidup sehat dan aktif di lingkungan
sekolah. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi
peserta didik secara menyeluruh, baik aspek spiritual, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
maupun keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon guru
kelas perlu dibekali dengan pemahaman yang memadai mengenai dasar-dasar pendidikan
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
311
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
jasmani SD. Salah satu bentuk pembekalan tersebut dilakukan melalui mata kuliah Dasar-
Dasar Pendidikan Jasmani SD. Mata kuliah ini memiliki peran strategis dalam menyiapkan
mahasiswa agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mendukung pelaksanaan
pendidikan jasmani di sekolah dasar. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan tidak
hanya memahami teori pendidikan jasmani, tetapi juga mampu mengaplikasikan konsep
tersebut dalam praktik pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.
Namun, dalam pelaksanaannya, materi ajar yang digunakan dalam perkuliahan Dasar-Dasar
Pendidikan Jasmani SD masih sering bersifat teoritis dan belum sepenuhnya sesuai dengan
kebutuhan nyata mahasiswa sebagai calon guru kelas. Materi yang terlalu berorientasi pada
teori atau teknik cabang olahraga tertentu dapat membuat mahasiswa kesulitan
menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi pembelajaran di sekolah dasar.
Padahal, calon guru SD membutuhkan materi yang aplikatif, kontekstual, mudah dipraktikkan,
dan relevan dengan kondisi nyata sekolah. Menurut Prastowo (2015),bahan ajar yang baik
harus disusun berdasarkan analisis kebutuhan peserta didik agar pembelajaran menjadi lebih
efektif, terarah, dan bermakna. Sejalan dengan berbagai penelitian terbaru yang menegaskan
bahwa analisis kebutuhan merupakan tahap awal yang esensial dalam pengembangan bahan
ajar. Bahan ajar yang disusun berdasarkan kebutuhan guru dan peserta didik cenderung lebih
relevan dengan karakteristik pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar, serta mendukung
efektivitas proses pembelajaran (Bonet et al., 2025; Hidayah et al., 2023). Oleh karena itu,
analisis kebutuhan materi ajar menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa materi yang
dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Beberapa kajian sebelumnya telah menegaskan pentingnya pengembangan bahan ajar
yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kebutuhan pembelajaran. Bahan ajar yang
dirancang berdasarkan analisis kebutuhan dapat membantu mahasiswa memahami materi
secara lebih sistematis serta menghubungkan teori dengan praktik. Dalam konteks pendidikan
jasmani, kebutuhan tersebut menjadi semakin penting karena pembelajaran tidak hanya
menuntut penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan menerapkan aktivitas fisik, mengelola
permainan, melakukan asesmen sederhana, serta menanamkan nilai karakter melalui
pengalaman gerak. Gallahue et al., (2012)menegaskan bahwa usia sekolah dasar merupakan
periode penting dalam penguasaan keterampilan gerak dasar sebagai fondasi aktivitas fisik
sepanjang hayat; Penguasaan keterampilan gerak dasar pada usia sekolah dasar menjadi
fondasi bagi perkembangan kompetensi gerak dan partisipasi aktivitas fisik sepanjang hayat
(Moon et al., 2024; O’Brien et al., 2023). Boldovskaia et al., (2023) alam konsep physical
literacy juga menekankan bahwa kemampuan gerak, motivasi, kepercayaan diri, dan
pemahaman terhadap aktivitas fisik merupakan dasar penting bagi partisipasi aktif individu
sepanjang kehidupan.
Pendekatan pembelajaran berbasis permainan juga relevan untuk diterapkan dalam
pendidikan jasmani sekolah dasar, misalnya Teaching Games for Understanding yang
menekankan pembelajaran berbasis permainan, pendekatan ini sesuai dengan karakteristik
anak sekolah dasar yang cenderung menyukai aktivitas bermain, bergerak, dan berinteraksi
dengan teman sebaya. Di sisi lain, pendidikan jasmani juga dapat menjadi sarana untuk
menanamkan nilai-nilai karakter. Pendidikan karakter efektif dilakukan melalui pengalaman
langsung dan pembiasaan nilai dalam kegiatan nyata. Oleh karena itu, materi ajar Dasar-Dasar
Pendidikan Jasmani SD perlu mengintegrasikan aspek gerak dasar, permainan edukatif,
kebugaran jasmani, kesehatan, keselamatan, asesmen, dan pembentukan karakter (Likona,
2022).
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
312
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
Meskipun berbagai penelitian telah membahas pentingnya pendidikan jasmani,
pengembangan bahan ajar, dan keterampilan gerak dasar anak, kajian yang secara khusus
menganalisis kebutuhan materi ajar mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD bagi
mahasiswa PGSD sebagai calon guru kelas masih terbatas. Kebanyakan kajian lebih banyak
berfokus pada pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah atau pada kompetensi guru
pendidikan jasmani, sementara kebutuhan mahasiswa PGSD sebagai calon guru kelas belum
banyak mendapat perhatian. Inilah yang menjadi keaslian dan kebaruan dari penelitian ini,
yaitu menempatkan mahasiswa PGSD sebagai subjek utama dalam analisis kebutuhan materi
ajar pendidikan jasmani. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
gambaran empiris mengenai materi apa saja yang benar-benar dibutuhkan mahasiswa untuk
mendukung kesiapan mereka sebagai calon guru sekolah dasar.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan
materi ajar pada mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD bagi mahasiswa PGSD
sebagai calon guru kelas. Secara khusus, penelitian ini mengidentifikasi persepsi mahasiswa
terhadap pentingnya materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD serta menentukan prioritas
materi yang perlu diakomodasi dalam pengembangan bahan ajar sesuai dengan kebutuhan
mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penyediaan informasi empiris
mengenai kebutuhan materi ajar mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD dari
perspektif mahasiswa PGSD. Temuan penelitian diharapkan menjadi dasar bagi dosen,
program studi, dan pengembang kurikulum dalam mengembangkan bahan ajar yang lebih
relevan, kontekstual, aplikatif, dan selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan calon guru
sekolah dasar, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan
jasmani di jenjang sekolah dasar.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk
mendeskripsikan karakteristik suatu populasi atau fenomena secara sistematis berdasarkan data
yang diperoleh dari responden, tanpa memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti
(Creswell & Creswell, 2018). Penelitian dilakukan pada mahasiswa Program Studi PGSD yang
telah menempuh mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD di dua Universitas, yakni
Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan dan Universitas Islam Riau. Populasi penelitian
adalah seluruh mahasiswa PGSD semester IV dan VI yang telah mengikuti perkuliahan tersebut.
Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang
telah memiliki pengalaman belajar pada mata kuliah tersebut. Jumlah sampel sebanyak 148
mahasiswa. Instrumen penelitian berupa angket analisis kebutuhan materi ajar yang disusun
berdasarkan beberapa indikator materi. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif
berupa persentase untuk mengetahui tingkat kebutuhan mahasiswa terhadap masing-masing
komponen materi ajar.
3. Hasil dan Pembahasan
Pentingnya Materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani bagi Mahasiswa PGSD sebagai
Calon Guru Kelas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani dinilai
penting untuk dikuasai oleh mahasiswa PGSD dapat dilihat pada gambar diagram 1.
Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada 148 responden, menunjukkan hasil penelitian
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
313
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
bahwa sebagian besar responden menilai materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani sangat
penting bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Sebanyak
70,9% responden menyatakan sangat setuju, 27,7% menyatakan setuju, 1,4% menyatakan
tidak setuju, dan tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju. Dengan
demikian, sebanyak 98,6% responden memberikan respons positif terhadap pentingnya materi
tersebut. Temuan ini menunjukkan adanya kesadaran yang tinggi di kalangan mahasiswa
bahwa penguasaan materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani merupakan kompetensi yang harus
dimiliki oleh calon guru Sekolah Dasar. Tingginya tingkat persetujuan tersebut menunjukkan
bahwa mahasiswa memahami pendidikan jasmani bukan sekadar aktivitas olahraga di sekolah,
melainkan bagian integral dari proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan aspek fisik,
kognitif, afektif, dan sosial peserta didik. Pandangan tersebut sejalan dengan Standar Nasional
Pendidikan Jasmani SHAPE yang menegaskan bahwa pendidikan jasmani berkualitas
dirancang untuk membangun physical literacy melalui pengembangan keterampilan gerak,
pengetahuan, sikap, dan kemampuan sosial sehingga peserta didik mampu menjalani gaya
hidup aktif sepanjang hayat (SHAPE Amerika, 2024).
Gambar 1. Diagram Hasil Tanggapan Mahasiswa PGSD terhadap Pentingnya
Materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani
Dominannya responden yang memilih kategori sangat setuju juga menunjukkan bahwa
mahasiswa PGSD menyadari pentingnya penguasaan konsep-konsep dasar pendidikan jasmani
sebelum terjun ke dunia sekolah. Pemahaman tersebut menjadi modal awal bagi calon guru
dalam merancang pembelajaran dan mengelola kelas sehingga aman, menyenangkan, inklusif,
dan sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik Sekolah Dasar. Hal ini diperkuat
oleh kajian sistematis yang dilakukan (Zhou, 2024), yang menyimpulkan bahwa pendidikan
bagi calon guru pendidikan jasmani (pre-service physical education teacher education)
berperan penting dalam membentuk kompetensi pedagogik, profesional, dan kemampuan
reflektif calon guru sehingga mereka mampu melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani
secara efektif.
Selain itu, hasil penelitian ini juga relevan dengan penelitian bibliometrik oleh (Ilmawati
et al., 2024), yang menunjukkan bahwa pengembangan program pendidikan bagi calon guru
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
314
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
pendidikan jasmani menjadi perhatian utama dalam penelitian internasional. Kajian tersebut
menegaskan bahwa lembaga pendidikan tinggi perlu memastikan materi yang diberikan
kepada calon guru mampu membangun kompetensi mengajar yang sesuai dengan tuntutan
pendidikan abad ke-21. Bagi mahasiswa PGSD yang nantinya bertugas sebagai guru kelas,
penguasaan materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani menjadi semakin penting karena mereka
tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam
pembelajaran yang efektif di sekolah dasar.
Persentase responden yang menyatakan setuju sebesar 27,7% semakin memperkuat
bahwa materi Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani dipandang sebagai kebutuhan utama dalam
proses perkuliahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mengharapkan materi yang
diberikan tidak hanya berisi konsep teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang
aplikatif sehingga dapat meningkatkan kesiapan mereka sebagai calon guru. Temuan ini
sejalan dengan berbagai kajian terbaru yang menunjukkan bahwa pendidikan calon guru yang
mengintegrasikan pengetahuan konseptual, pengalaman praktik, dan refleksi terbukti mampu
mendukung perkembangan kompetensi profesional secara lebih optimal (Tiainen et al., 2024).
Sementara itu, hanya 1,4% responden yang menyatakan tidak setuju, dan tidak terdapat
responden yang memilih kategori sangat tidak setuju. Persentase yang sangat kecil tersebut
menunjukkan bahwa hampir tidak terdapat penolakan terhadap pentingnya materi Dasar-Dasar
Pendidikan Jasmani. Perbedaan persepsi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh pengalaman
belajar, minat individu terhadap pendidikan jasmani, maupun tingkat pemahaman mahasiswa
mengenai peran guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah
Dasar. Namun demikian, jumlah responden yang memberikan tanggapan negatif tidak
memengaruhi kecenderungan umum bahwa materi ini dinilai sangat penting oleh mayoritas
mahasiswa.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pengembangan bahan
ajar pada mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani merupakan kebutuhan yang nyata bagi
mahasiswa PGSD. Oleh karena itu, bahan ajar yang dikembangkan hendaknya memuat materi
yang komprehensif mengenai hakikat pendidikan jasmani, perkembangan peserta didik, gerak
dasar, kebugaran jasmani, kesehatan, keselamatan, strategi pembelajaran, serta asesmen
pembelajaran. Dengan demikian, bahan ajar tidak hanya meningkatkan pemahaman
konseptual mahasiswa, tetapi juga mendukung kesiapan mereka dalam melaksanakan
pembelajaran yang berkualitas ketika menjadi guru Sekolah Dasar.
Analisis Kebutuhan Materi Ajar Mata Kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD bagi
Mahasiswa PGSD sebagai Calon Guru Kelas
Hasil angket kebutuhan materi ajar mata kuliah dasar-dasar pendidikan jasmani SD dapat
dilihat pada gambar diagram berikut ini,
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
315
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
Gambar 2. Diagram Hasil Tanggapan Mahasiswa PGSD terhadap Kebutuhan Materi
Ajar Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani
Berdasarkan hasil angket terhadap 148 responden yang terlihat pada diagram, materi
Hakikat dan Konsep Dasar memperoleh persentase tertinggi, yaitu 93,9%. Temuan ini
menunjukkan bahwa responden menilai pemahaman terhadap hakikat dan konsep dasar
pendidikan jasmani sebagai landasan utama yang perlu dikuasai oleh calon guru Sekolah
Dasar. Tingginya persentase tersebut mengindikasikan bahwa penguasaan konsep dasar
dipandang sebagai prasyarat penting sebelum calon guru memahami materi lain yang lebih
aplikatif dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Temuan ini sejalan dengan pandangan
SHAPE America yang menyatakan bahwa standar pendidikan jasmani menjelaskan “what a
student should know and be able to do” sebagai hasil dari program pendidikan jasmani yang
efektif (SHAPE America, 2024). Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan jasmani
tidak hanya berfokus pada aktivitas gerak, tetapi juga pada pencapaian kompetensi peserta
didik secara menyeluruh. Oleh karena itu, calon guru Sekolah Dasar perlu memiliki
pemahaman yang kuat mengenai hakikat, tujuan, serta ruang lingkup pendidikan jasmani
sebagai dasar dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
Penguasaan terhadap hakikat dan konsep dasar pendidikan jasmani menjadi penting
karena akan memengaruhi cara guru memandang serta mengimplementasikan pembelajaran.
Tanpa pemahaman konseptual yang memadai, pendidikan jasmani berpotensi dipersepsikan
hanya sebagai kegiatan fisik semata, padahal pada hakikatnya pendidikan jasmani merupakan
bagian integral dari proses pendidikan yang berperan dalam mengembangkan aspek fisik,
kognitif, sosial, dan afektif peserta didik. Dengan demikian, tingginya persentase pada materi
ini menunjukkan bahwa responden menempatkan pemahaman konseptual sebagai fondasi
utama bagi calon guru SD agar mampu menyelenggarakan pembelajaran pendidikan jasmani
yang bermakna, terarah, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik secara holistik.
Materi dengan persentase sangat tinggi berikutnya adalah Tujuan dan Fungsi Pendidikan
Jasmani di Sekolah Dasar sebesar 93,2%, disusul Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik Anak
Usia Sekolah Dasar sebesar 92,6%. Tingginya persentase pada kedua materi tersebut
menunjukkan bahwa responden memandang calon guru Sekolah Dasar tidak hanya perlu
memahami landasan konseptual pendidikan jasmani, tetapi juga harus menguasai arah, tujuan,
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
316
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
fungsi, serta karakteristik perkembangan peserta didik sebagai dasar penyelenggaraan
pembelajaran yang tepat. Pemahaman terhadap tujuan dan fungsi pendidikan jasmani penting
agar guru mampu menempatkan aktivitas jasmani bukan sekadar sebagai kegiatan gerak,
melainkan sebagai sarana pendidikan yang dirancang secara sadar untuk mendukung
perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Melalui pemahaman tersebut, pembelajaran
disekolah tidak hanya mengutamakan perkembangan kognitif peserta didik, tetapi juga dapat
diarahkan untuk pengembangan kebugaran jasmani, keterampilan gerak, sikap sosial,
kedisiplinan, serta pembentukan pola hidup sehat agar terbentuk kompetensi peserta didik
secara holistik.
Di sisi lain, tingginya persentase pada materi Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik
Anak Usia Sekolah Dasar menunjukkan bahwa responden menilai pemahaman terhadap
karakteristik peserta didik sebagai aspek yang tidak kalah penting. Calon guru perlu
memahami tahap pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, serta kesiapan peserta didik agar
pembelajaran yang dirancang sesuai dengan usia, kemampuan, dan kebutuhan anak (O’Brien
et al., 2023). Pemahaman ini akan membantu guru dalam menentukan bentuk aktivitas, tingkat
kesulitan gerak, serta pendekatan pembelajaran yang aman, efektif, dan sesuai dengan
perkembangan peserta didik. Temuan ini relevan dengan pandangan World Health
Organization yang menegaskan bahwa pendidikan jasmani memiliki kontribusi yang luas,
tidak hanya terhadap peningkatan kebugaran fisik, tetapi juga terhadap kesehatan tubuh,
perkembangan kognitif, dan kesejahteraan mental peserta didik (WHO, 2020). Oleh karena itu,
tingginya persentase pada kedua materi ini menunjukkan bahwa responden memandang calon
guru SD perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai tujuan pendidikan jasmani
sekaligus karakteristik pertumbuhan dan perkembangan anak, agar pembelajaran yang
dilaksanakan benar-benar mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Materi Kebugaran Jasmani dan Pola Hidup Sehat bagi Siswa SD serta Perkembangan
Motorik Anak Usia Sekolah Dasar masing-masing memperoleh persentase 90,5%. Persentase
tersebut menunjukkan bahwa responden menilai aspek kebugaran, kesehatan, dan
perkembangan motorik sebagai komponen penting yang perlu dikuasai oleh calon guru
Sekolah Dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan jasmani di sekolah dasar tidak
hanya berfungsi sebagai sarana aktivitas fisik, tetapi juga berperan dalam membentuk perilaku
hidup sehat, meningkatkan kebugaran jasmani, serta mendukung perkembangan kemampuan
gerak dasar peserta didik (Pratama et al., 2025). Tingginya persentase pada materi Kebugaran
Jasmani dan Pola Hidup Sehat bagi Siswa SD mengindikasikan bahwa calon guru SD
dipandang perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai pentingnya aktivitas fisik,
kebiasaan hidup sehat, dan upaya menjaga kebugaran peserta didik. Pemahaman tersebut
diperlukan agar guru mampu membimbing siswa untuk aktif bergerak, menjaga kesehatan
tubuh, serta membentuk pola hidup sehat sejak usia sekolah dasar.
Sementara itu, tingginya persentase pada materi Perkembangan Motorik Anak Usia
Sekolah Dasar menunjukkan bahwa responden juga memandang pemahaman terhadap
perkembangan gerak anak sebagai aspek yang sangat penting bagi calon guru SD. Penguasaan
materi ini diperlukan agar guru mampu menyesuaikan bentuk aktivitas pembelajaran dengan
tingkat perkembangan motorik peserta didik, sehingga kegiatan yang diberikan sesuai dengan
usia, kemampuan, dan kebutuhan anak. Temuan ini diperkuat oleh Centers for Disease Control
and Prevention (CDC, 2026) yang menyatakan bahwa aktivitas fisik memberi berbagai
manfaat pada anak, termasuk meningkatkan performa akademik, kesehatan otak, kebugaran
otot, kesehatan jantung dan paru-paru, kekuatan tulang, serta membantu menjaga berat badan
yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik pada anak memberikan manfaat yang
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
317
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
luas, tidak hanya pada aspek kebugaran jasmani, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan
kesehatan secara menyeluruh. Oleh karena itu, tingginya persentase pada kedua materi tersebut
menunjukkan bahwa responden menempatkan kebugaran jasmani, pola hidup sehat, dan
perkembangan motorik sebagai materi esensial yang harus dikuasai calon guru SD agar mampu
menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik
dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kelompok persentase tinggi berikutnya, materi Aktivitas Fisik Sederhana dan Ice
Breaking dalam Pembelajaran SD memperoleh persentase 83,1%, diikuti Model dan Strategi
Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SD sebesar 81,1%, serta Senam Kesehatan dan Senam
Ceria Anak Sekolah Dasar sebesar 80,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa responden tidak
hanya menekankan pentingnya penguasaan materi yang bersifat konseptual, tetapi juga
kemampuan calon guru Sekolah Dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran yang aktif,
menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Aktivitas fisik sederhana dan ice
breaking efektif meningkatkan konsentrasi belajar, mengurangi kebosanan, dan menciptakan
suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan (Nurhayati & Haifaturrahmah, 2025).
Sementara itu, penguasaan model dan strategi pembelajaran diperlukan agar guru mampu
merancang kegiatan pembelajaran yang efektif, bervariasi, terarah, dan bermakna. Penggunaan
berbagai strategi pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran
dan aktivitas belajar peserta didik (Rindiani et al., 2025). Adapun senam kesehatan dan senam
ceria dinilai relevan sebagai bentuk aktivitas jasmani yang mudah diterapkan di lingkungan
sekolah dasar. Senam kesehatan dan senam ceria merupakan bentuk aktivitas jasmani yang
mudah diimplementasikan di sekolah dasar. Penerapannya terbukti mendukung peningkatan
kebugaran jasmani, kemampuan motorik dan koordinasi gerak, serta meningkatkan antusiasme
dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran (Anggraeni et al., 2025; Varianeta et al., 2025;
Ari et al., 2025). Dengan demikian, tingginya persentase pada ketiga materi tersebut
menunjukkan bahwa calon guru SD perlu dibekali kemampuan untuk memilih aktivitas
pembelajaran yang sederhana dan menyenangkan, menerapkan strategi pembelajaran yang
tepat, serta memanfaatkan kegiatan senam sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak hanya
berorientasi pada keterampilan gerak, tetapi juga pada pengembangan aspek sosial, emosional,
dan pembentukan kebiasaan hidup aktif pada peserta didik.
Pada kelompok persentase menengah, terdapat tiga materi dengan persentase yang sama,
yaitu 75,7%, yakni Tes Kebugaran Jasmani Sederhana untuk Siswa SD, Pencegahan Cedera
dan Keselamatan dalam Aktivitas Jasmani Anak SD, serta Permainan Tradisional sebagai
Media Pembelajaran Penjas SD. Persentase ini menunjukkan bahwa ketiga materi tersebut
tetap dianggap penting oleh mayoritas responden, meskipun tingkat prioritasnya berada di
bawah materi-materi konseptual dan pengembangan pembelajaran. Materi tes kebugaran
jasmani sederhana penting dikuasai agar calon guru mampu memantau kondisi kebugaran
peserta didik. Sejalan dengan itu, kebugaran jasmani peserta didik diukur melalui serangkaian
tes komponen biomotorik sebagai dasar untuk mengetahui kondisi kebugaran dan mendukung
perencanaan pembelajaran (Haetami et al., 2024). Materi pencegahan cedera perlu
diprioritaskan dalam mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD, agar calon guru
memiliki kompetensi dalam mengelola dan mengawasi aktivitas fisik peserta didik secara
aman, baik selama proses pembelajaran maupun pada kegiatan fisik di lingkungan sekolah.
Hal ini diperkuat dengan temuan sebelumnya bahwa perlu membekali mahasiswa dengan
pengetahuan dan strategi pencegahan cedera agar mampu menerapkan praktik pembelajaran
yang aman (Goossens et al., 2024). Adapun permainan tradisional dinilai penting karena
mengandung unsur gerak, kerja sama, sportivitas, pemahaman aturan, dan nilai sosial, dengan
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
318
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
kata lain permainan tradisional tidak hanya melatih kemampuan fisik motorik dan
mengembangkan keterampilan sosial serta nilai-nilai karakter pada anak (Nurhidayah et al.,
2024).
Berikutnya, Pencegahan Kekerasan dan Bullying melalui Aktivitas Pendidikan Jasmani
memperoleh persentase 70,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa responden memandang
pendidikan jasmani juga memiliki peran dalam membangun iklim pembelajaran yang aman,
positif, dan mendukung perkembangan sosial peserta didik. Pengetahuan mengenai
pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying) perlu diprioritaskan dalam mata kuliah
Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD agar mahasiswa PGSD sebagai calon guru kelas mampu
menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Penguasaan
materi ini membantu calon guru mengenali bentuk-bentuk kekerasan dan perundungan,
melakukan upaya pencegahan, serta menangani kasus secara tepat sesuai dengan karakteristik
dan kebutuhan perkembangan peserta didik (UNESCO, 2019; Kemdiknas, 2023).
Materi Sehat Holistik dan Pembiasaan Pola Hidup Aktif pada Anak SD serta Aktivitas
Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif masing-masing memperoleh
persentase 68,2%, diikuti Permainan Kecil dengan Alat Sederhana untuk Siswa SD sebesar
67,6%, dan Penilaian serta Asesmen Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SD sebesar 66,9%.
Persentase tersebut menunjukkan bahwa materi-materi ini tetap dipandang penting oleh
responden, meskipun prioritasnya berada pada tingkat menengah dibandingkan materi lain
yang lebih mendasar atau aplikatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa calon guru Sekolah
Dasar tetap perlu dibekali pemahaman mengenai kesehatan holistik dan pembiasaan pola hidup
aktif sebagai upaya menanamkan kesadaran bahwa kesehatan peserta didik tidak hanya
berkaitan dengan aktivitas fisik, tetapi juga dengan kebiasaan hidup sehari-hari yang
mendukung kesejahteraan secara menyeluruh. Hal ini selaras dengan pernyataan World Health
Organization bahwa pemahaman mengenai kesehatan holistik dan pembiasaan pola hidup aktif
perlu dimiliki oleh guru sekolah dasar karena kesehatan peserta didik tidak hanya ditentukan
oleh aktivitas fisik, tetapi juga oleh kebiasaan hidup sehat sehari-hari yang mendukung
kesejahteraan fisik, mental, dan sosial (WHO, 2023).
Selain itu, materi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif perlu
diprioritaskan dalam mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD, karena penguasaan
keterampilan tersebut membekali calon guru dengan pemahaman mengenai fondasi
perkembangan motorik anak yang menjadi dasar bagi penguasaan berbagai aktivitas jasmani
lainnya. Permainan kecil dengan alat sederhana juga dinilai relevan karena dapat menjadi
alternatif pembelajaran yang menarik, menyenangkan, serta mudah diterapkan, termasuk pada
sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Sementara itu, penilaian dan
asesmen pembelajaran pendidikan jasmani tetap perlu dikuasai karena berfungsi sebagai dasar
bagi guru untuk memantau perkembangan kemampuan, partisipasi, dan hasil belajar peserta
didik secara berkelanjutan.
Kelompok persentase yang lebih rendah, materi Permainan Kecil Tanpa Alat untuk
Siswa Sekolah Dasar memperoleh persentase 51,4%, sedangkan Manajemen Kegiatan Jasmani
Sekolah, Perlombaan, dan Classmeeting memperoleh 49,3%. Persentase tersebut
menunjukkan bahwa responden tetap memandang kedua materi ini sebagai bagian yang
diperlukan dalam kompetensi calon guru Sekolah Dasar, meskipun prioritasnya tidak setinggi
materi konseptual, kebugaran, perkembangan anak, maupun aktivitas gerak. Permainan kecil
tanpa alat tetap dinilai relevan karena dapat menjadi alternatif pembelajaran yang fleksibel,
variatif, dan mudah diterapkan dalam berbagai kondisi sekolah, terutama pada satuan
pendidikan yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Penguasaan materi ini
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
319
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
memungkinkan guru tetap menyelenggarakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan
bermakna melalui modifikasi aktivitas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi
lingkungan sekolah (Fadli et al., 2024). Sementara itu, manajemen kegiatan jasmani sekolah,
perlombaan, dan classmeeting penting untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan
jasmani di luar pembelajaran rutin, seperti kegiatan kebugaran, perlombaan antarsiswa,
maupun kegiatan sekolah lainnya yang berkaitan dengan aktivitas jasmani. Penguasaan materi
ini membantu guru dalam merencanakan, mengorganisasi, dan melaksanakan kegiatan secara
tertib, aman, dan sesuai tujuan. Dengan demikian, meskipun kedua materi tersebut
memperoleh persentase yang relatif lebih rendah, keduanya tetap memiliki kontribusi dalam
mendukung pembelajaran yang adaptif, variatif, dan terintegrasi dengan kegiatan jasmani di
lingkungan sekolah.
Materi Pendekatan Bermain dan PAKEM dalam Pembelajaran Penjas SD memperoleh
persentase terendah, yaitu 43,2%. Meskipun berada pada urutan paling rendah, temuan ini
tidak menunjukkan bahwa materi tersebut tidak penting, melainkan mengindikasikan bahwa
mahasiswa calon guru kelas lebih memprioritaskan materi yang bersifat dasar-konseptual,
kebugaran jasmani, perkembangan anak, serta aktivitas jasmani praktis dibandingkan
pendekatan pembelajaran tertentu. PAKEM memiliki peran yang signifikan karena peserta
didik usia sekolah dasar yang cenderung belajar lebih efektif melalui kegiatan yang aktif,
menyenangkan, kreatif, dan bermakna. Melalui pendekatan bermain, guru dapat menciptakan
suasana pembelajaran yang lebih menarik sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa dalam
berbagai aktivitas gerak (Culajara, 2022). Dengan demikian, meskipun persentasenya relatif
lebih rendah dibandingkan materi lainnya, pendekatan bermain dan PAKEM tetap perlu
dipahami oleh calon guru SD sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembelajaran yang
efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD sebagai calon guru kelas
lebih memprioritaskan penguasaan fondasi keilmuan pendidikan jasmani, pemahaman
karakteristik perkembangan peserta didik, serta materi yang berkaitan dengan kebugaran
jasmani dan aktivitas fisik sebagai kompetensi utama yang perlu dimiliki. Berdasarkan temuan
tersebut, pengembangan bahan ajar mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani SD perlu
memberikan penekanan yang lebih besar pada materi-materi berprioritas tinggi tanpa
mengesampingkan materi pendukung, seperti menejemen kegiatan jasmani di SD, atau
pendekatan pembelajaran Bahan ajar yang dikembangkan hendaknya tidak hanya memperkuat
penguasaan konsep, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis yang
dibutuhkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar. Oleh karena itu, bahan
ajar perlu dirancang secara kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan calon guru
dengan memuat contoh implementasi pembelajaran, panduan aktivitas jasmani sederhana,
variasi permainan, tes kebugaran sederhana, contoh instrumen asesmen, serta panduan
penyelenggaraan kegiatan yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah
dasar. Dengan demikian, bahan ajar yang dikembangkan diharapkan mampu membekali
mahasiswa PGSD sebagai calon guru kelas sekolah dasar dengan pemahaman yang
komprehensif mengenai konsep dasar pendidikan jasmani, sehingga mereka dapat mendukung
perkembangan fisik, motorik, kesehatan, dan pembentukan kebiasaan hidup aktif peserta didik
sesuai dengan peran guru kelas di sekolah dasar.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa PGSD memiliki
persepsi yang sangat positif terhadap pentingnya mata kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
320
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
SD sebagai bekal bagi calon guru kelas sekolah dasar. Mayoritas responden menilai bahwa
penguasaan materi pendidikan jasmani penting karena mendukung pemahaman mengenai
perkembangan fisik dan motorik peserta didik, pembentukan karakter, kesehatan, keterampilan
sosial, serta pembiasaan hidup aktif dan sehat di sekolah dasar. Hasil analisis kebutuhan
menunjukkan bahwa materi yang diprioritaskan mahasiswa meliputi hakikat dan konsep dasar
pendidikan jasmani, tujuan dan fungsi pendidikan jasmani, pertumbuhan dan perkembangan fisik
anak, kebugaran jasmani dan pola hidup sehat, perkembangan motorik, aktivitas fisik sederhana,
serta model dan strategi pembelajaran. Sebaliknya, materi yang berkaitan dengan aspek
manajerial, seperti manajemen kegiatan jasmani sekolah dan pendekatan bermain serta PAKEM,
memperoleh tingkat prioritas yang lebih rendah.
Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa lebih membutuhkan penguasaan materi
konseptual dan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mendukung peran mereka sebagai
guru kelas.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar mata kuliah Dasar-Dasar
Pendidikan Jasmani SD perlu dikembangkan secara komprehensif, kontekstual, dan aplikatif
dengan menekankan keterkaitan antara konsep dan praktik. Bahan ajar juga perlu memuat contoh
implementasi pembelajaran, aktivitas gerak dasar, permainan, kebugaran jasmani, keselamatan,
asesmen, serta pembiasaan hidup sehat yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah
dasar. Dengan demikian, bahan ajar yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi landasan bagi
mahasiswa PGSD sebagai calon guru kelas dalam memahami konsep dasar pendidikan jasmani
serta mengintegrasikan prinsip-prinsip aktivitas fisik, kesehatan, dan perkembangan motorik ke
dalam proses pembelajaran dan pembiasaan di sekolah dasar, sehingga mampu mendukung
perkembangan peserta didik secara optimal sesuai dengan karakteristik dan tahap
perkembangannya.
5. Daftar Pustaka
Anggraeni, E., dkk. (2025). Senam Indonesia hebat: integrasi aktivitas fisik dan pendidikan
jasmani di sekolah dasar. Jurnal Muara Olahraga, 8(1).
Ari, M. A., dkk. (2025). Optimalisasi kesehatan dan kebugaran anak sekolah dasar di sdn 2 bagik
payung selatan melalui program senam gembira setiap pagi. SWARNA: Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(4), 834–841.
Boldovskaia, A., Dias, N. M. G., Silva, M. N., & Carraça, E. V. (2023). Physical literacy
assessment in adults: A systematic review. PLOS ONE, 18(7), e0288541.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0288541
Bonet, R. M., Sri, A., Sumah, W., & Saputri, W. (2025). Needs analysis for the development of
teaching materials in high school. Bioilmi: Jurnal Pendidikan. 11(1), 33–41
DOI:https://doi.org/10.19109/bioilmi.v11i1.28415
Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Health benefits of physical activity for
children. U.S. Department of Health and Human Services. https://www.cdc.gov/physical-
activity-basics/health-benefits/children.html
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: qualitative, quantitative, and mixed
methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Fadli, M., Hasanuddin, M. I., & Al Mufarid, A. M. R. (2025). Small ball game learning model
through the application of simple tools for elementary school students. JIPES Journal
of Indonesian Physical Education and Sport, 11(2). https://doi.org/10.21009/JIPES.112.04
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
321
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
Gallahue, D. L., Ozmun, J. C., & Goodway, J. D. (2012). Understanding motor development
infants, children, adolescents, adults (7th ed.). New York McGraw-Hill. McGraw-Hill.
Goossens, L., Cardon, G., Witvrouw, E., Verhagen, E. A. L. M., & De Clercq, D. (2024). An
injury prevention programme in physical education teacher education students: process
evaluation using the re-aim sports setting matrix. Translational Sports Medicine.
https://doi.org/10.1155/2024/5717748.
Haetami, M., Perdana, R. P., Pranata, D., Masruroh, I. D., & Hafifah, N. (2026). Pola kebugaran
jasmani peserta didik sekolah dasar (SD). Journal of Social Science and Technology for
Community Service, 7(1), 106–114. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v7i1.1597
Hidayah, N., Sumarno, S., & Dwijayanti, I. (2023). Analisis bahan ajar terhadap kebutuhan guru
dan peserta didik kelas V. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 128–142.
https://doi.org/10.30659/pendas.10.2.128-142
Husdarta, H. J. S. (2015). Manajemen Pendidikan Jasmani. Alfabeta.
Ilmawati, H., Juliantine, T., Suherman, A., Fahri, A. S., & Agus, H. (2024). Pre-service program
for physical education teacher education: research trends. TEGAR: Journal of Teaching
Physical Education in Elementary School, 7(2). https://doi.org/10.17509/tegar.v7i2.77184
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Peraturan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2023
tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Jakarta: Kemendikbudristek.
Lickona, T. (2022). Mendidik untuk Membentuk Karakter (Terjemahan dari Educating for
Character). Jakarta: Bumi Aksara.
Moon, J., Webster, C. A., Stodden, D. F., Brian, A., Mulvey, K. L., Beets, M., Egan, C. A.,
McIntosh, L. I. F., Merica, C. B., & Russ, L. (2024). Systematic review and meta-analysis
of physical activity interventions to increase elementary children’s motor competence: a
comprehensive school physical activity program perspective. BMC Public Health, 24(1).
https://doi.org/10.1186/s12889-024-18145-1
Nurhayati, & Haifaturrahmah. (2025). Pengaruh ice breaking terhadap konsentrasi belajar siswa.
action research. Journal Indonesia, 7(4). https://doi.org/10.61227/arji.v7i4.586
Nurhidayah, N., Lumbantobing, P. A., Roziah, R., Santi, Y., & Ahmadi, D. (2024). Characters
in traditional games; analysis of literature related to character values developed in children
through traditional games. Widyagogik: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah
Dasar, 12(2), 212-228. https://doi.org/10.21107/Widyagogik/v12i2.28348
O'Brien, W., Khodaverdi, Z., Bolger, L., Murphy, O., Philpott, C., & Kearney, P. E. (2023).
Exploring recommendations for child and adolescent fundamental movement skills
development: A narrative review. International Journal of Environmental Research and
Public Health, 20(4), 3278. https://doi.org/10.3390/ijerph20043278
Prastowo, A. (2015). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Pratama, D. B., dkk. (2025). Pendidikan jasmani sebagai fondasi pembentukan perilaku sehat
pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 13425–13429.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 309-322
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
322
Nurhidayah et.al (Analisis Kebutuhan Materi Ajar pada....)
Rindiani, G., Murba, A., Sobari, A., Yantoro, Y., & Setiyadi, B. (2023). Strategi guru dalam
melaksanakan pembelajaran efektif siswa kelas VI/B SDN 55 Sridadi. JIIP: Jurnal Ilmiah
Ilmu Pendidikan, 6(10), 7482–7485. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i10.2969
SHAPE America. (2024). National physical education standards.
https://www.shapeamerica.org/standards/pe/
Tiainen, O., Lutovac, S., & Korkeamäki, R. L. (2024). Rethinking approaches to reflection in
initial teacher education. Educational Research, 66(3), 245–262.
https://doi.org/10.1080/00131881.2024.2346088
UNESCO. (2019). Behind the Numbers: Ending School Violence and Bullying. Paris: UNESCO.
Varianeta, K. M., Lumbantungkup, P., Apriliani, A. B., Adzahra, L., Allatiifah, P. A.,
Khairunnisa, G. A., Ardian, D., & Mulyana, A. (2025). Pemanfaatan senam irama sebagai
sarana untuk meningkatkan kebuagaran jasmani siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan
Tambusai, 9(2), 14619–14627. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.27687
World Health Organization, United Nations Children's Fund, & United Nations Educational,
Scientific and Cultural Organization. (2023). How school systems can improve health and
well-being: Topic brief: Physical activity. World Health Organization.
https://www.who.int/publications/i/item/9789240064775
Zhou, T. (2024). The role of pre-service physical education teachers in physical education: A
bibliometric and systematic review. Heliyon, 10(7), e28702.
https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e28702