Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
414
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa SMA Negeri 1 Peusangan Pada
Pelajaran Ekonomi
Sarah Adilla
a,1
, Mauliana Wayudi
b,2
, Intan zuhra
c,3
a,b
Pendidikan Ekonomi Universitas Almuslim, Bireuen, Aceh, 24252, Indonesia
c
Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Almuslim, Bireuen, Aceh, 24252, Indonesia
1
sarahadilaa[email protected];
2
maulianawayudi@umuslim.ac.id;
3
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 29 Mei 2026
Direvisi: 27Juni 2026
Disetujui: 8 Juli 2026
Tersedia Daring: 29 Juli 2026
Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta belum optimalnya
pemanfaatan media digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil
belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Padlet sebagai media
pembelajaran digital terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Ekonomi di SMA Negeri 1 Peusangan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment)
melalui desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian
meliputi seluruh siswa kelas XI semester genap tahun ajaran 2025/2026 yang
mengikuti mata pelajaran Ekonomi. Teknik pengambilan sampel dilakukan
secara cluster sampling, dengan sampel Kelas XI-4 (27 siswa) sebagai kelas
eksperimen yang menerapkan Padlet dalam model Problem Based Learning
(PBL) dan Kelas XI-5 (28 siswa) sebagai kelas kontrol yang
menerapkan Problem Based Learning (PBL) tanpa Padlet. Data dikumpulkan
melalui instrumen tes objektif berupa 20 butir soal pilihan ganda dan
dianalisis menggunakan uji t menggunakan program SPSS. Hasil analisis
menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan hasil belajar (N-Gain) kelas
eksperimen sebesar 66,13%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar
44,30%. Hasil uji Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi
sebesar 0,002 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar
yang signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa implementasi Padlet berpengaruh signifikan dan lebih efektif dalam
meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Ekonomi.
Kata Kunci:
Hasil Belajar
Media Pembelajaran Digital
Padlet
Pembelajaran Ekonomi
Problem Based Learning
ABSTRACT
Keywords:
Digital Learning Media
Economics Education
Learning Outcomes
Padlet
Problem Based Learning
Low student engagement in learning activities and the suboptimal utilization of
digital media are among the factors affecting students' learning outcomes in
Economics. Therefore, this study aimed to analyze the effect of implementing
Padlet as a digital learning medium on students' learning outcomes in
Economics at SMA Negeri 1 Peusangan. This study employed a quantitative
approach using a quasi-experimental method with a pretest-posttest control
group design. The population consisted of all eleventh-grade students in the
second semester of the 2025/2026 academic year who were enrolled in
Economics courses. The sampling technique used was cluster sampling, with
Class XI-4 (27 students) serving as the experimental group that implemented
Padlet within the Problem Based Learning (PBL) model and Class XI-5 (28
students) serving as the control group that applied the Problem Based Learning
(PBL) model without Padlet. Data were collected using an objective test
instrument consisting of 20 multiple-choice questions and were analyzed using
an independent sample t-test through SPSS software. The results showed that
the average improvement in learning outcomes (N-Gain) of the experimental
group was 66.13%, which was higher than that of the control group at 44.30%.
Furthermore, the Independent Sample t-test yielded a significance value of
0.002 (p < 0.05), indicating a significant difference in learning outcomes
between the two groups. Therefore, it can be concluded that the implementation
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
415
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
of Padlet has a significant effect and is more effective in improving students'
cognitive learning outcomes in Economics.
©2026, Sarah Adilla, Mauliana Wayudi, Intan Zuhra
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang
signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Transformasi digital
mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan proses pembelajaran yang
lebih efektif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Pemanfaatan teknologi dalam
pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi, tetapi juga sebagai
sarana untuk meningkatkan partisipasi, kolaborasi, kreativitas, dan hasil belajar siswa. Integrasi
teknologi dalam pembelajaran sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan
penguasaan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi (Yadav,
2024 ; Zou et al., 2025).
Dalam konteks pendidikan di Indonesia, implementasi Kurikulum Merdeka semakin
memperkuat pentingnya penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran. Kurikulum Merdeka
menekankan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta mendorong guru untuk
memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang inovatif guna menciptakan pengalaman
belajar yang lebih bermakna. Penggunaan media pembelajaran digital yang tepat dapat
membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran sekaligus mendukung
pencapaian hasil belajar yang lebih optimal (Permana, 2024; Fuadah et al. 2023). Selain itu,
sistem penilaian dalam Kurikulum Merdeka dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai
bentuk asesmen formatif dan sumatif yang menekankan pada pencapaian kompetensi peserta
didik (Lubis 2024). Perkembangan teknologi pendidikan telah membuka peluang bagi guru
untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan sesuai dengan
karakteristik generasi digital saat ini.
Hasil belajar merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan proses
pembelajaran. Hasil belajar mencerminkan tingkat penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan
sikap yang diperoleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Menurut Nurhasnah dan
Remiswal (2023), hasil belajar meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang
berkembang sebagai akibat dari pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik. Tinggi
rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor
eksternal. Faktor eksternal yang memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian hasil belajar
adalah penggunaan strategi dan media pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif
siswa dalam proses pembelajaran (Simanungkalit dkk 2026 ; Nisa dkk 2025).
Mata pelajaran Ekonomi merupakan salah satu mata pelajaran yang menuntut siswa
memahami berbagai konsep abstrak, menganalisis fenomena ekonomi, serta menghubungkan
teori dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karakteristik materi ekonomi yang
bersifat konseptual sering kali menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami
materi apabila proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah dan berpusat pada
guru. Kondisi tersebut dapat berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa selama proses
pembelajaran dan berpengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh (Putri, 2024). Pemanfaatan
e-learning dan media digital interaktif terbukti memberikan dampak positif terhadap hasil belajar
apabila digunakan secara efektif dalam mengatasi kebosanan siswa (Setyawan, Jalinus, &
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
416
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
Mardizal 2024). Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan
suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan kolaboratif sehingga siswa dapat memahami
konsep ekonomi secara lebih mendalam.
Salah satu media pembelajaran digital yang dapat digunakan untuk mendukung
pembelajaran interaktif adalah Padlet. Padlet merupakan platform berbasis web yang
memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi, mengunggah materi, menyampaikan ide,
berdiskusi, dan berkolaborasi dalam satu ruang digital secara real-time. Melalui Padlet, siswa
dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran melalui diskusi daring, presentasi hasil
kerja, berbagi sumber belajar, serta pemberian umpan balik terhadap hasil kerja teman sebaya
(Nofrion, 2021; Kharisma Ulinnuha, 2024). Selain meningkatkan interaksi antarpeserta didik,
Padlet juga memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran secara lebih
terstruktur dan memantau aktivitas belajar siswa secara langsung.
Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penerapan media Padlet dalam
pembelajaran Ekonomi pada materi Teori Permintaan dan Penawaran Uang, Indeks Harga, dan
Inflasi di SMA Negeri 1 Peusangan dengan menggunakan desain quasi experiment melalui
perbandingan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang
umumnya dilakukan pada mata pelajaran selain ekonomi atau hanya mengkaji aspek motivasi
dan keaktifan belajar, penelitian ini secara khusus mengukur pengaruh implementasi Padlet
terhadap hasil belajar kognitif siswa dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka. Selain itu,
penelitian ini mengintegrasikan penggunaan Padlet dalam model Problem Based Learning
(PBL), sehingga memberikan bukti empiris yang lebih spesifik mengenai efektivitas media
pembelajaran digital dalam meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa SMA.
Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penggunaan Padlet memberikan
dampak positif terhadap proses dan hasil pembelajaran. Hadi dan Hanafi (2022) menemukan
bahwa pemanfaatan Padlet mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Ode dan
Akuarta (2025) melaporkan bahwa penggunaan Padlet lebih efektif dibandingkan pembelajaran
konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian Nurazizah and Rahayu (2025)
juga menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Padlet mampu meningkatkan hasil
belajar melalui aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif. Di samping itu, pengintegrasian
Padlet dalam pembelajaran berbasis masalah terbukti mampu mendorong ketuntasan hasil
belajar siswa (Tiyowati 2021), serta memperkuat minat belajar siswa (Sinaga dkk 2024 ; Fitrah
dan Jais, 2024). Selain itu, Pratama (2022) membuktikan bahwa penggunaan Padlet
memberikan pengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa pada jenjang sekolah menengah.
Dalam bidang pendidikan ekonomi, inovasi media pembelajaran digital juga terbukti
mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian Adinda dkk (2025) menunjukkan bahwa
pengembangan media pembelajaran digital berbasis Econoplay mampu mendukung pemahaman
konsep ekonomi dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran ekonomi.
Penelitian Rahmawati (2025) menemukan bahwa penggunaan media pembelajaran digital
berbasis permainan dapat meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa secara
signifikan. Sementara itu, Mulyawati dkk (2025) menunjukkan bahwa media pembelajaran
inovatif berbasis teknologi memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar
siswa dibandingkan penggunaan media pembelajaran konvensional. Temuan-temuan tersebut
menunjukkan bahwa media pembelajaran digital memiliki potensi yang besar untuk mendukung
pembelajaran ekonomi yang lebih efektif dan berorientasi pada peserta didik.
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Peusangan, diperoleh
informasi bahwa penilaian hasil belajar siswa telah mengacu pada prinsip Kurikulum Merdeka
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
417
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
yang menggunakan kategori capaian kompetensi, yaitu mulai berkembang (050), cakap (51
90), dan mahir (>90). Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih berada
pada kategori mulai berkembang dan cakap, sedangkan jumlah siswa yang mencapai kategori
mahir masih relatif terbatas. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa hasil belajar siswa pada
mata pelajaran Ekonomi belum mencapai capaian yang diharapkan secara optimal. Selain itu,
proses pembelajaran masih didominasi oleh penggunaan metode dan media pembelajaran yang
kurang bervariasi sehingga keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran belum maksimal.
Rendahnya partisipasi siswa dalam berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan membangun
pemahaman secara mandiri diduga turut memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami
materi ekonomi yang bersifat abstrak dan konseptual.
Meskipun berbagai penelitian telah membuktikan efektivitas Padlet dalam meningkatkan
hasil belajar siswa, masih terdapat kesenjangan penelitian (research gap) yang perlu dikaji lebih
lanjut. Sebagian besar penelitian terdahulu dilakukan pada mata pelajaran IPA, Matematika,
Bahasa Indonesia, maupun pembelajaran berbasis teknologi secara umum. Penelitian yang
secara khusus mengkaji implementasi Padlet pada mata pelajaran Ekonomi di tingkat SMA
masih relatif terbatas. Selain itu, penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada peningkatan
motivasi belajar, keaktifan siswa, dan interaksi pembelajaran, sedangkan penelitian yang
menguji pengaruh implementasi Padlet terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi Teori
Permintaan dan Penawaran Uang, Indeks Harga, dan Inflasi dalam konteks Kurikulum Merdeka
masih belum banyak ditemukan. Kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya penelitian yang
lebih spesifik untuk menguji efektivitas Padlet dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada
pembelajaran ekonomi.
Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh
implementasi Padlet terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri
1 Peusangan. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai
efektivitas media pembelajaran digital dalam pembelajaran Ekonomi. Secara praktis, hasil
penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam memilih dan menerapkan media
pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 serta
implementasi Kurikulum Merdeka. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti
empiris mengenai efektivitas Padlet dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Ekonomi di tingkat SMA.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen
semu (quasi experiment). Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian bertujuan mengukur
secara objektif pengaruh implementasi media pembelajaran Padlet terhadap hasil belajar siswa
melalui analisis data numerik yang diperoleh dari hasil tes (wibowo 2021). Desain penelitian
yang digunakan adalah pretest-posttest control group design yang melibatkan kelompok
eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengukur perubahan hasil belajar sebelum dan sesudah
perlakuan (Saputri 2025). Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Peusangan pada semester
genap tahun ajaran 2025/2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI yang mengikuti
mata pelajaran Ekonomi sebanyak 55 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster
sampling berdasarkan kelompok kelas yang telah terbentuk secara alami (Asrulla & Risnita,
2023). Kelas XI-4 yang berjumlah 27 siswa ditetapkan sebagai kelas eksperimen, sedangkan
kelas XI-5 yang berjumlah 28 siswa ditetapkan sebagai kelas kontrol.
Pada kelas eksperimen, Padlet diintegrasikan dalam model Problem Based Learning (PBL)
pada materi Teori Permintaan dan Penawaran Uang, Indeks Harga, dan Inflasi. Sementara itu,
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
418
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
kelas kontrol mengikuti pembelajaran menggunakan model yang sama tanpa memanfaatkan
Padlet. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir
soal yang disusun berdasarkan indikator pencapaian kompetensi pada materi yang diteliti. Tes
hasil belajar digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi
ekonomi yang telah dipelajari (Banyal 2021 : Ayu & Suryati 2023). Soal-soal tersebut
dikembangkan dengan mengacu pada materi ekonomi yang diajarkan serta diadaptasi dari
sumber yang disusun oleh Alam dan Astanti. Penyusunan butir soal dilakukan dengan
menyesuaikan indikator pencapaian kompetensi sehingga instrumen yang digunakan mampu
mengukur kemampuan kognitif siswa secara lebih tepat dan relevan dengan tujuan pembelajaran.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest untuk mengukur
kemampuan siswa sebelum dan sesudah perlakuan (Hutapea dkk 2025 ; Fitri Kurniati 2025).
Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan program
SPSS. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan nilai rata-rata, nilai minimum, dan
nilai maksimum hasil belajar siswa. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas,
sedangkan pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent
Sample t-Test pada taraf signifikansi 0,05. Apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka
hipotesis alternatif diterima yang menunjukkan bahwa implementasi Padlet berpengaruh
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian ini diperoleh dari data pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa
pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang terkumpul kemudian dianalisis
menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui bantuan program SPSS untuk
mengetahui pengaruh implementasi media pembelajaran Padlet terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran Ekonomi. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu diuji
melalui uji normalitas dan uji homogenitas sebagai prasyarat analisis. Hasil analisis data dan
pembahasannya disajikan sebagai berikut.
Tabel. 1 Hasil Test Normalitas
Kelas
Shapiro-Wilk
a
Sig.
Hasil_Belajar
Pre-Test Eksperimen
.118
Post-Test Eksperiment
.204
Pre-test Kontrol
.135
Post-test kontrol
.245
Sumber: Data Olahan SPSS
Berdasarkan hasil Uji normalitas dengan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa seluruh data,
baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, memiliki nilai signifikansi lebih besar dari
0,05. Hal ini berarti data berdistribusi normal.
Tabel. 2 Hasil Test Homogenitas
Levene
Statistic
df1
df2
Sig.
Based on Mean
1.781
1
54
.188
Based on Median
2.010
1
54
.162
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
419
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
Keterampilan
Pemecahan
Masalah
Based on Median and
with adjusted df
2.010
1
53.169
.162
Based on trimmed mean
1.732
1
54
.194
Sumber: Data Olahan SPSS
Selanjutnya, hasil uji homogenitas dengan Levene’s Test juga menunjukkan nilai
signifikansi di atas 0,05. Hal ini menandakan bahwa varians kedua kelompok homogen.
Tabel. 3 Hasil uji Paired Samples Test
Paired Samples Test
Paired Differences
t
df
Sig. (2-
tailed)
Mean
Std.
Deviation
Std.
Error
Mean
95% Confidence
Interval of the
Difference
Lower
Upper
Pair
1
Pre_Eks -
Post_Eks
-44.464
16.518
3.122
-50.869
-38.059
-14.244
27
.000
Pair
2
Pre_Kon -
Post_Kon
-29.643
17.791
3.362
-36.542
-22.744
-8.816
27
.000
Sumber: Data Olahan SPSS
Berdasarkan hasil uji Paired Samples Test pada Tabel 4, diperoleh nilai signifikansi sebesar
0,000 pada kelas eksperimen dan 0,000 pada kelas kontrol. Karena nilai signifikansi lebih kecil
dari 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test pada kedua
kelas. Hasil ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan mampu
meningkatkan hasil belajar siswa. Namun demikian, peningkatan hasil belajar pada kelas
eksperimen yang menggunakan Padlet lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol.
Tabel. 5 Hasil uji Independent Sampel t-test
Uji
T
Sig (2-
tailed)
A
Keterangan
Independent Sampel t-
test
3.241
.002
0,05
Berpengaruh
Sumber: Data Olahan SPSS
Selanjutnya, Berdasarkan hasil uji Independent Sample t-test pada Tabel 5, diperoleh nilai
signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, H₀ ditolak
dan H₁ diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari
implementasi Padlet terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri
1 Peusangan. Perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol membuktikan
bahwa penggunaan Padlet lebih efektif dibandingkan pembelajaran yang tidak menggunakan
Padlet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Padlet memberikan pengaruh positif
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Peusangan.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara
siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan Padlet dengan siswa yang mengikuti
pembelajaran konvensional. Selain itu, peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen lebih
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
420
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Padlet
mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif sehingga berdampak pada
peningkatan pemahaman siswa terhadap materi Teori Permintaan dan Penawaran Uang, Indeks
Harga, dan Inflasi.
Peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen menunjukkan
bahwa penggunaan media pembelajaran digital dapat menciptakan pengalaman belajar yang
lebih bermakna. Padlet tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga
sebagai ruang kolaboratif yang memungkinkan siswa berpartisipasi secara aktif dalam proses
pembelajaran. Melalui Padlet, siswa dapat mengakses materi, menyampaikan pendapat,
memberikan tanggapan terhadap ide teman, mengunggah hasil diskusi, serta berinteraksi secara
langsung dalam satu platform pembelajaran. Aktivitas tersebut mendorong siswa untuk terlibat
secara aktif dalam membangun pemahamannya sendiri sehingga proses belajar menjadi lebih
berpusat pada peserta didik. Hal ini sesuai dengan konsep dasar digital learning tools dalam
memperkaya pengalaman belajar (Syahfitri, Fahri, & Handayani 2025).
Temuan penelitian ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menjelaskan bahwa
pengetahuan dibangun melalui pengalaman belajar dan interaksi sosial. Dalam pembelajaran
menggunakan Padlet, siswa tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga terlibat dalam
proses menemukan, mengolah, dan mengonstruksi pengetahuan melalui aktivitas diskusi dan
kolaborasi (Mubaroq dkk 2024). Keterlibatan aktif tersebut memungkinkan siswa memperoleh
pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep-konsep ekonomi yang dipelajari. Dengan
demikian, peningkatan hasil belajar yang terjadi pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa
pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif
mampu menghasilkan capaian belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran yang berpusat
pada guru.
Hasil penelitian ini juga mendukung teori pembelajaran kolaboratif (collaborative
learning) yang menekankan pentingnya interaksi antarpeserta didik dalam proses pembelajaran.
Melalui Padlet, siswa dapat bekerja sama dalam menyelesaikan tugas, bertukar informasi,
memberikan umpan balik, dan membangun pemahaman secara kolektif. Interaksi tersebut
memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi,
serta kemampuan menganalisis permasalahan ekonomi yang diberikan. Oleh karena itu,
peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa tidak hanya dipengaruhi oleh penggunaan
teknologi, tetapi juga oleh terciptanya lingkungan belajar yang mendukung kolaborasi dan
partisipasi aktif.
Secara empiris, selama proses pembelajaran menggunakan Padlet, siswa menunjukkan
keterlibatan yang lebih baik dalam kegiatan pembelajaran dibandingkan pembelajaran
konvensional. Padlet memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan ide dan hasil
pemikirannya tanpa terbatas oleh ruang dan waktu pembelajaran di kelas. Kemudahan akses
terhadap materi dan hasil diskusi memungkinkan siswa untuk kembali mempelajari materi yang
telah dibahas sehingga proses pembelajaran berlangsung secara lebih berkelanjutan. Kondisi
tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar
siswa pada kelas eksperimen.
Hasil penelitian ini memperkuat temuan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hadi and
Hanafi (2022), Ode dan Akuarta (2025), serta Nurazizah dan Rahayu (2025) yang menyimpulkan
bahwa penggunaan Padlet mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Kesamaan
hasil tersebut menunjukkan bahwa Padlet merupakan media pembelajaran digital yang efektif
dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan meningkatkan keterlibatan peserta
didik. Temuan penelitian ini juga sejalan dengan penelitian Rahmawati (2025) yang menyatakan
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
421
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
bahwa media pembelajaran digital dapat meningkatkan pemahaman konsep ekonomi melalui
aktivitas belajar yang lebih partisipatif. Selain itu, penelitian Mulyawati dkk (2025)
menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi memberikan hasil
belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, hasil
penelitian ini semakin memperkuat bukti empiris bahwa pemanfaatan teknologi digital memiliki
peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dalam konteks pembelajaran Ekonomi, penggunaan Padlet menjadi sangat relevan karena
materi Teori Permintaan dan Penawaran Uang, Indeks Harga, dan Inflasi tidak hanya menuntut
kemampuan menghafal konsep, tetapi juga kemampuan memahami hubungan antarvariabel
ekonomi serta mengaitkannya dengan fenomena ekonomi yang terjadi dalam kehidupan sehari-
hari. Melalui Padlet, siswa dapat mengakses berbagai sumber belajar, mendiskusikan kasus-
kasus ekonomi aktual, serta mengemukakan hasil analisisnya secara kolaboratif. Aktivitas
tersebut membantu siswa membangun pemahaman konseptual yang lebih kuat sehingga materi
yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.
Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pengujian efektivitas Padlet sebagai media
pembelajaran digital pada mata pelajaran Ekonomi, khususnya materi Teori Permintaan dan
Penawaran Uang, Indeks Harga, dan Inflasi dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka.
Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada penggunaan Padlet untuk meningkatkan
motivasi belajar, keaktifan siswa, atau diterapkan pada mata pelajaran lain. Sementara itu,
penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa Padlet juga efektif dalam meningkatkan hasil
belajar kognitif siswa pada pembelajaran Ekonomi melalui desain quasi experiment. Temuan ini
memperluas kajian mengenai pemanfaatan Padlet sebagai media pembelajaran digital dan
memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan
berpusat pada peserta didik.
Berdasarkan keseluruhan temuan penelitian, dapat dipahami bahwa implementasi Padlet
merupakan salah satu alternatif media pembelajaran digital yang efektif untuk meningkatkan
hasil belajar siswa. Penggunaan Padlet mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih
interaktif, kolaboratif, dan partisipatif sehingga mendukung proses pembelajaran yang lebih
bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran dapat
menjadi strategi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Ekonomi sekaligus
mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Penelitian
ini menunjukkan implementasi Padlet berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar
siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Peusangan. Penggunaan Padlet dalam
pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) mampu mendukung keterlibatan aktif
siswa, memfasilitasi kolaborasi, serta membantu siswa memahami materi Teori Permintaan
dan Penawaran Uang, Indeks Harga, dan Inflasi secara lebih efektif. Temuan ini
mengindikasikan bahwa pemanfaatan media pembelajaran digital yang interaktif dapat
menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada implementasi
Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini memberikan implikasi bahwa guru perlu memanfaatkan media
pembelajaran digital yang mampu mendorong partisipasi aktif siswa dan menciptakan
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Padlet dapat dijadikan salah satu alternatif
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
422
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
media pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran Ekonomi yang lebih inovatif dan
efektif.
Penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena dilakukan pada satu sekolah dengan
jumlah sampel yang relatif terbatas serta hanya mengukur hasil belajar pada ranah kognitif.
Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas,
menerapkan Padlet pada materi dan jenjang pendidikan yang berbeda, serta mengkaji
pengaruhnya terhadap aspek afektif, motivasi belajar, dan keterampilan kolaboratif siswa
sehingga diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas Padlet dalam
pembelajaran.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Mauliana Wayudi,
M.Pd. dan ibu Intan Zuhra, S.Pd,.M.Pd selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
bimbingan, arahan, serta masukan yang konstruktif selama proses penelitian dan penyusunan
artikel ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga atas doa, dukungan, dan
motivasi yang diberikan selama proses penelitian berlangsung. Selain itu, terima kasih
disampaikan kepada rekan-rekan yang telah berpartisipasi dan memberikan bantuan dalam
penyelesaian artikel ini sehingga penelitian dapat terlaksana dan tersusun dengan baik.
6. Daftar Pustaka
Adinda, A., Fiolisa, F., Putri Karniawan, P., & Yunikawati, N. A. (2025). Design and
development of Econoplay-based PowerPoint media for teaching market and price
formation concepts. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi, 15(1), 6373.
https://doi.org/10.24036/011335420.
Asrulla, A., Risnita, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. (2023). Populasi dan sampling (kuantitatif),
serta pemilihan informan kunci (kualitatif) dalam pendekatan praktis. Jurnal Pendidikan
Tambusai, 7(3), 2632026332. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.10836.
Ayu, I. D., & Suryati, A. A. (2023). Peningkatan aktivitas dan hasil belajar kognitif peserta didik
pada mata pelajaran ekonomi materi menganalisis indeks harga dan inflasi melalui model
pembelajaran discovery learning. Journal for Lesson and Learning Studies, 7(4), 481488.
https://doi.org/10.23887/jear.v7i4.63768
Banyal, N. (2021). Model problem based learning meningkatkan hasil belajar siswa pada materi
indeks harga dan inflasi siswa SMA. Jurnal Lesson and Learning Studies, 4(2), 189194.
https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JLLS%0AModel.
Fitrah Wahyuni, Jais, M., & Nurdin. (2024). Pengaruh penggunaan media pembelajaran Padlet
terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran biologi di SMAN 7 Sinjai. Didaktik,
10(2). https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i2.3047.
Fuadah, A. T., Mudjenan, I. M., & Hasan, M. L. (2023). Perspektif pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi dalam pembelajaran abad 21 di sekolah menengah pertama.
Jurnal Pendidikan Transformatif (JUPETRA), 2(2), 154164.
https://jupetra.org/index.php/jpt/article/view/531?articlesBySameAuthorPage=7.
Hadi, N., & Hanafi, S. (2022). Pengembangan media pembelajaran aplikasi mading digital Padlet
untuk meningkatkan motivasi dan budaya literasi siswa di sekolah dasar. Jurnal Basicedu,
6(5), 86148625. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3839.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
423
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
Hutapea, D. M., Manullang, D. T., & Siagian, L. (2025). Pengaruh model pembelajaran inquiry
terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Kutalimbaru tahun ajaran
2024/2025. Jurnal Pendidikan, 9(7), 331344.
Kurniati, F., & Armiati. (2025). Pengaruh implementasi model problem based learning
berbantuan media live worksheet terhadap hasil belajar ekonomi siswa di SMA Negeri 1
Kinali. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 2052620535.
https://doi.org/10.31004/jptam.v9i3.32880.
Lubis, S. K., & Syawalina, S. (2024). Learning assessment in the Merdeka curriculum:
Diagnostic, formative, and summative assessments. Pencerahan, 10(2), 105112.
https://doi.org/10.18592/ptk.v10i2.12599.
Mubaroq, S., Oktarini, W., Putri, F. D., & Universitas Muhammadiyah Jember. (2024).
Meningkatkan media dan manajemen pembelajaran. Jurnal Pendidikan Kreatif Indonesia,
2(5), 17601766. https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i5.1412.
Mulyawati, Y., Nabilah, F., & Anisah, A. (2025). Innovative learning media in the era of Society
5.0: The use of Wordwall based on local wisdom of Batik Trusmi. Jurnal Inovasi
Pendidikan Ekonomi, 115. https://doi.org/10.24036/011334110.
Nisa’, K., Holipa, S., Rafiqa, S., & Annisa, L. A. (2025). Analisis pembelajaran IPA di Kalianget
Barat IV melalui integrasi. Jurnal Pendidikan, 1*(2), 8187.
https://doi.org/10.59829/1gdct540.
Nurazizah, N. A., & Rahayu, W. P. (2025). Improved learning outcomes supported by Padlet
application-based learning media. Journal of Educational Development and Assessment,
4(2), 379394. https://doi.org/10.55927/jeda.v4i2.125.
Nurhasnah, N., Remiswal, R., & Sabri, A. (2023). Evaluasi hasil belajar: Jenis dan model
evaluasi pendidikan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 2820428220.
https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.11169.
Ode, L., & Akuarta, R. (2025). Efektivitas penggunaan media pembelajaran Education Mobile
Padlet terhadap hasil belajar IPA siswa kelas XI SMAN 1 Gowa. Jurnal Kajian Media,
14(1), 2329. doi:10.26618/jkm.v14i1.17451.
Permana, B. S. (2024). Teknologi pendidikan: Efektivitas penggunaan media pembelajaran
berbasis teknologi di era digitalisasi. Khatulistiwa, 4(1).
https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v4i1.2702.
Pratama, N. A. (2022). Jurnal pendidikan dan konseling. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4,
320325. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5225.
Putri, M. R., & Rahman, A. S. N. (2024). Implementasi teknologi terhadap pembelajaran
ekonomi di era digital: Tantangan dan peluang bagi pendidikan di Indonesia. JUPENSAL,
1(2), 347355. https://journalwbl.com/index.php/jupensal/article/view/236.
Rahmawati, I., & Saepuloh, D. (2025). Digital etiquette literacy, learning motivation, and student
engagement. Jurnal Inovasi Pendidikan Ekonomi, 5362.
https://doi.org/10.24036/011335400.
Saputri, L., & Mardiati. (2025). Desain penelitian quasi eksperimen dalam penelitian pendidikan:
Kajian pustaka. Jurnal Studi Manajemen, 17(2), 7887.
https://doi.org/10.37755/jsm.v17i2.1771.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 2, Juli 2026, Page: 414-424
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
424
Sarah Adilla et.al (Implementasi Padlet Untuk Meningkatkan...)
Setyawan, H., Jalinus, N., & Mardizal, J. (2024). Effectiveness of e-learning-based learning in
the era of digital transformation: A meta-analysis. International Journal of Educational
Research Review, 7, 333346. https://doi.org/10.23887/ijerr.v7i2.76166.
Simanungkalit, Y. B., Purba, F. J., & Sitepu, A. (2026). Pengaruh model pembelajaran problem
based learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V di SD
Swasta Santa Maria Tarutung tahun pembelajaran 2023/2024. Jurnal Aquinas, 1, 194209.
http://ejournal.ust.ac.id/index.php/Aquinas/index.
Sinaga, A. V., Sianipar, R., & Kabubu, R. D. (2024). Implementation of the Padlet platform to
enhance student interaction in learning. PJEM (Journal Name), 3(3), 156161.
https://doi.org/10.71309/pjem.v3i3.5780.
Syahfitri, A. R., Fahri, Z., & Handayani, N. (2025). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
keterlibatan siswa dalam belajar di TPQ Ats-Tsaqofah. Edu Journal, 5(2), 12551261.
https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1494.
Tiyowati, S. (2021). Peningkatan hasil belajar dengan model problem based learning. Jurnal
Ekonomi dan Bisnis, 6(1), 1423. https://doi.org/10.63615/ekb.v6i1.8.
Ulinnuha, K., & Suryaman, M. (2024). Menggali potensi Padlet sebagai media pembelajaran
kolaboratif di era digital. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 8(3), 110.
doi:10.9644/sindoro.v3i9.252.
Wibowo, A. E. (2021). Metodologi penelitian. Insania.
https://books.google.co.id/books?id=79JcEAAAQBAJ&lpg=PA1&ots=Jtrh3pvtCt&lr&h
l=id&pg=PR2#v=onepage&q&f=false
Yadav, N. (2024). The impact of digital learning on education. International Journal of
Multidisciplinary Research and Advanced Studies, 2(1), 2434.
https://doi.org/10.61778/ijmrast.v2i1.34.
Zou, Y., Kuek, F., Feng, W., & Cheng, X. (2025). Digital learning in the 21st century: Trends,
challenges, and innovations in technology integration. Frontiers in Education.
https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1562391.