1,686. Dengan demikian terlihat bahwa t
hitung
> t
tabel
yaitu 1,686> 2.021, hipotesis nihil (H
0
)
diterima dan hipotesis kerja (H
1
) ditolak. Dapat disimpulkan bahwa model Discovery
Learning terintegrasi PhET mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta
didik kelas XI SMA Negeri 1 Peusangan pada materi suhu dan kalor. Namun,
peningkatan tersebut belum optimal karena peserta didik belum terbiasa menggunakan
model pembelajaran tersebut sehingga masih mengalami kendala dalam mengikuti proses
pembelajaran. Dalam pembelajaran, guru berperan menyiapkan perencanaan, sumber belajar,
dan mendukung proses pembelajaran, sedangkan metode ceramah lebih berpusat pada
penjelasan guru. Peserta didik memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan model
pembelajaran baru karena kesiapan dan kematangan belajar turut memengaruhi kemampuan
berpikir kritis mereka.
Penelitian Mustika (2024) bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran
discovery learning berbantuan media PhET pada materi Energi Alternatif terhadap
keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA di kota Cirebon tahun pelajaran 2024/2025.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran
discovery learning berbantuan media PhET pada materi Energi Alternatif siswa kelas X
SMA.Penelitian yang dilakukan Novita Riskyka Sari Bukit yang berjudul “Pengembangan E-
Modul Berbasis Discovery learning Pada Materi Hukum Newton Untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Peserta Didik Di SMA Negeri 7 Medan T.A 2021/2022” memperoleh rata-
rata 85,4% dan 88,8% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan terhadap motivasi
belajar memperoleh n-gain 0,49 dan 0,50 dengan kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa
e-modul yang dikembangkan sangat layak dan sangat praktis sebagai bahan ajar serta efektif
dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Zikriana, L. 2025) bertujuan untuk
meningkatkan keterampilan digital siswa di SMP Negeri 3 Peusangan. Hasil analisis data
menunjukkan bahwa keterampilan digital mengalami peningkatan dimana N-gain yaitu 0,70
dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa simulasi PhET dalam pembelajaran IPA
efektif meningkatkan keterampilan digital siswa, khususnya dalam penggunaan perangkat TIK,
pemanfaatan media pembelajaran digital serta kemampuan eksplorasi dan analisis konsep IPA
melalui simulasi interaktif. Dalam penelitian Fatimah (2025) telah dilakukan pengembangan
proses pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning yang bertujuan untuk
melihat ketuntasan belajar siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 2 Peusangan pada materi vector.
Setelah data hasil tes terkumpul, selanjutnya data dianalisis data dan membandingkan dengan
nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu sebesar 75%. Berdasarkan hasil analisis data
diperoleh nilai ketuntasan belajar siswa secara klasikal diperoleh sebesar 96,4%. Hal ini berarti
terjadi penggunaan model discovery learning berpengaruh terhadap ketuntasan belajar siswa
mengenai materi vektor.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan
model Discovery Learning terintegrasi simulasi PhET efektif dalam meningkatkan kemampuan
berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Peusangan pada materi suhu dan kalor. Hal
ini ditunjukkan oleh hasil uji hipotesis yang memperoleh nilai t
hitung
=2,103t lebih besar
daripada t
tabel
=1,686 pada taraf signifikan 0,05, sehingga hipotesis kerja (H₁) diterima. Selain
itu, hasil rata-rata N-gain kelas eksperimen sebesar 0,29 lebih tinggi dibandingkan kelas
kontrol sebesar 0,22. Dengan demikian, penggunaan model Discovery Learning terintegrasi
PhET mampu membantu peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran, memahami
konsep secara mandiri, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran
fisika.