Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
184
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap
Metode Peer Review dalam Penulisan Paragraf
Akademik di Politeknik Negeri Lampung
Maisuri Hardani
a,1*
, Upy Raudotul Jannah
b,2
, Muhamad Allan Serunting
c,3
, Gilang Zulfikar
d,4
a,b
Program Studi Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan, Politeknik Negeri Lampung, Indonesia
d
Produksi Tanaman Perkebunan, Politeknik Negeri Lampung, Lampung, Indonesia
c
Program Studi Kimia, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera, Lampung, Indonesia
1
maisurihardani@polinela.ac.id;
2
3
muhamad.serunting@ki.itera.ac.id;
4
*
Corresponding Author: maisurihardani@polinela.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 8 Januari 2026
Direvisi: 25 Februari 2026
Disetujui: 16 Maret 2026
Tersedia Daring: 30 April 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa dan
dosen terhadap penerapan metode peer review dalam penulisan paragraf
akademik di Politeknik Negeri Lampung. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis studi eksploratif. Subjek penelitian terdiri
atas 40 mahasiswa Program Studi Hortikultura (nonbahasa) pada mata
kuliah umum Bahasa Indonesia dan satu dosen pengampu. Data
dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kemampuan menulis paragraf akademik penting bagi
mahasiswa, terutama untuk penulisan laporan praktikum dan tugas akhir.
Penerapan peer review dilakukan melalui tahapan penulisan, pertukaran
tulisan, pemberian umpan balik, diskusi, dan revisi. Persepsi mahasiswa
cenderung positif; mereka menjadi lebih teliti, kritis, dan terbuka terhadap
masukan. Dosen juga menilai metode ini efektif dalam meningkatkan
keaktifan dan kemandirian mahasiswa. Dengan demikian, metode peer
review efektif sebagai strategi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas
penulisan paragraf akademik mahasiswa nonbahasa.
Kata Kunci:
Peer review
Persepsi mahasiswa
Paragraf akademik
Kohesi dan koherensi
Pendidikan vokasi
ABSTRACT
Keywords:
Peer review
Student perception
Academic paragraph
Cohesion and coherence
Vocational higher education
This study aims to explore students’ and lecturer’s perceptions of the
implementation of the peer review method in writing academic paragraphs at
Politeknik Negeri Lampung. This research employed a qualitative approach
with an exploratory design. The participants consisted of 40 non-language
students from the Horticulture Study Program enrolled in the Indonesian
Language course and one lecturer. Data were collected through classroom
observation and semi-structured interviews. The findings indicate that
academic paragraph writing is essential for students, particularly in
completing practicum reports and final projects. The implementation of peer
review involved stages of writing, exchanging drafts, providing feedback,
discussion, and revision. Students showed positive perceptions toward the
method, becoming more careful, critical, and open to feedback. The lecturer
also perceived peer review as effective in enhancing students’ engagement and
autonomy. In conclusion, the peer review method is an effective instructional
strategy for improving academic paragraph writing skills among non-
language students in vocational higher education.
©2026, Maisuri Hardani, Upy Raudotul Jannah,
Muhamad Allan Serunting, Gilang Zulfikar
This is an open access article under CC BY-SA license
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
185
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
1. Pendahuluan
Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata kuliah umum yang berperan penting dalam
pengembangan kemampuan akademik mahasiswa di perguruan tinggi (Lubis dkk., 2025).
Melalui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menguasai keterampilan berbahasa yang
meliputi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis secara terpadu (Putri, 2024). Keempat
keterampilan tersebut diarahkan untuk mendukung kemampuan komunikasi akademik,
khususnya dalam menyusun karya ilmiah.
Di antara keempat keterampilan tersebut, menulis merupakan keterampilan produktif
(productive skill) yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan sistematis. Dalam konteks
akademik, mahasiswa dituntut mampu menyusun paragraf yang efektif, yaitu paragraf yang
memiliki kohesi dan koherensi yang baik (Muhammad dkk., 2025; Setyawan dkk., 2024).
Menurut John Swales, tulisan akademik yang baik harus memiliki keterpaduan ide dan struktur
yang jelas agar mudah dipahami oleh pembaca (Hyland & Jiang, 2026). Oleh karena itu,
kemampuan menulis paragraf akademik menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki
mahasiswa, terutama sebagai bekal dalam menyusun laporan dan tugas akhir.
Namun, dalam praktiknya, pembelajaran menulis masih menghadapi berbagai kendala.
Mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun kalimat yang
padu, serta menghubungkan antar gagasan dalam paragraf. Permasalahan ini semakin kompleks
pada mahasiswa nonbahasa (Hiskia Sitorus dkk., 2024), seperti mahasiswa di Politeknik Negeri
Lampung (Polinela) yang mayoritas berasal dari program studi berbasis pertanian. Mahasiswa
pada program studi ini umumnya tidak memiliki latar belakang kebahasaan yang kuat, sehingga
kemampuan menulis akademik mereka, khususnya dalam aspek kohesi dan koherensi, masih
perlu ditingkatkan. Padahal, keterampilan tersebut sangat penting sebagai bekal dalam penulisan
tugas akhir.
Selain itu, pembelajaran menulis sering kali masih berorientasi pada hasil akhir (product
oriented), sehingga mahasiswa kurang terlibat dalam proses evaluasi dan revisi tulisan.
Akibatnya, mahasiswa tidak sepenuhnya menyadari kesalahan yang mereka lakukan dan
cenderung mengulang kesalahan yang sama. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran
yang tidak hanya menekankan hasil, tetapi juga proses menulis.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah peer review, yaitu kegiatan saling
memberikan umpan balik antar mahasiswa terhadap tulisan yang dihasilkan. Menurut David R.
M. Hyland, peer review merupakan bagian penting dalam proses menulis karena membantu
penulis memahami kualitas tulisannya melalui evaluasi dan revisi (Ahmed, 2021). Selain itu,
metode ini juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa serta mengembangkan kemampuan
berpikir kritis dan reflektif (Listiani, 2016).
Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penerapan metode peer review dapat
meningkatkan kualitas tulisan, keaktifan, dan kerja sama mahasiswa dalam pembelajaran
menulis (Hartiningsari, 2015; Kurniawati & Darajat, 2024; Listiani, 2016). Namun, sebagian
besar penelitian tersebut dilakukan pada konteks pembelajaran bahasa Inggris atau pada
mahasiswa dengan latar belakang kebahasaan. Selain itu, fokus penelitian umumnya masih pada
peningkatan hasil tulisan, belum banyak mengkaji secara mendalam bagaimana persepsi
mahasiswa terhadap penerapan metode ini, khususnya pada konteks pembelajaran Bahasa
Indonesia di perguruan tinggi vokasi.
Dengan demikian, terdapat celah penelitian terkait kajian eksploratif mengenai persepsi
mahasiswa nonbahasa terhadap metode peer review, terutama dalam kaitannya dengan
penulisan paragraf akademik yang kohesif dan koheren. Persepsi mahasiswa menjadi penting
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
186
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
untuk dikaji karena dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas metode pembelajaran
dari sudut pandang peserta didik.
Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini telah mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap
penerapan metode peer review dalam penulisan paragraf akademik di Polinela. Penelitian ini
memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran menulis yang lebih efektif
dan sesuai dengan karakteristik mahasiswa nonbahasa.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi eksploratif yang
bertujuan untuk menggali persepsi mahasiswa dan dosen terhadap penerapan metode peer
review dalam penulisan paragraf akademik. Penelitian dilaksanakan di Politeknik Negeri
Lampung pada mahasiswa Mata Kuliah Umum (MKU) Bahasa Indonesia Program Studi
Hortikultura semester 1 tahun akademik Ganjil 20252026.
Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Program Studi Hortikultura berjumlah 40 orang
yang mengikuti perkuliahan Bahasa Indonesia serta dosen pengampu mata kuliah. Dalam
penelitian ini, peneliti berperan sebagai pengamat (observer), sedangkan proses pembelajaran
dilaksanakan oleh dosen pengampu sebagai dosen tandem.
Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama, dosen memberikan materi
mengenai penulisan paragraf akademik, termasuk penjelasan tentang kriteria paragraf yang
baik, seperti kesatuan, kepaduan (kohesi), dan keterkaitan makna (koherensi). Kedua,
mahasiswa diminta untuk menulis satu paragraf dengan tema pertanian hortikultura sesuai
dengan bidang keilmuan mereka.
Tahap berikutnya adalah pelaksanaan metode peer review. Mahasiswa diminta untuk
menukarkan hasil tulisan dengan teman sebangku, kemudian melakukan penilaian terhadap
tulisan tersebut berdasarkan kriteria paragraf yang telah dijelaskan sebelumnya. Mahasiswa
mengidentifikasi kesalahan serta memberikan masukan untuk perbaikan. Setelah itu,
mahasiswa melakukan diskusi dengan pasangan untuk membahas hasil review dan melakukan
revisi terhadap tulisan masing-masing.
Pada tahap akhir, peneliti melakukan wawancara kepada mahasiswa dan dosen untuk
menggali persepsi mereka terhadap penerapan metode peer review. Wawancara dilakukan
secara semi-terstruktur untuk memperoleh data yang mendalam terkait pengalaman,
tanggapan, dan penilaian terhadap metode yang diterapkan.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi selama proses
pembelajaran dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis
kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
3. Hasil dan Pembahasan
Bagian ini menyajikan hasil penelitian mengenai penerapan metode peer review dalam
penulisan paragraf akademik serta persepsi mahasiswa dan dosen terhadap metode tersebut.
Hasil penelitian diperoleh melalui observasi selama proses pembelajaran dan wawancara
terhadap mahasiswa serta dosen pengampu mata kuliah. Data yang terkumpul dianalisis untuk
menggambarkan kemampuan menulis paragraf akademik mahasiswa, prosedur pelaksanaan
metode peer review, serta respons dan sikap mahasiswa selama proses pembelajaran
berlangsung. Pembahasan dilakukan dengan mengaitkan temuan penelitian dengan teori yang
relevan guna memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap efektivitas penerapan
metode peer review dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi vokasi.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
187
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
Kemampuan Menulis Paragraf Akademik
Kemampuan menulis paragraf akademik merupakan keterampilan dalam menyusun
gagasan secara sistematis, logis, serta memenuhi aspek kohesi dan koherensi. Dalam konteks
akademik, paragraf yang baik harus memiliki kesatuan ide, keterpaduan antar kalimat, serta
hubungan makna yang jelas. Menurut John Swales, tulisan akademik menuntut organisasi ide
yang terstruktur agar pesan dapat dipahami secara efektif.
Berdasarkan hasil wawancara, mahasiswa menyadari pentingnya kemampuan menulis
paragraf akademik. Sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa keterampilan ini sangat
dibutuhkan dalam menunjang kegiatan akademik mereka (Puspasari dkk., 2025). Salah satu
mahasiswa mengungkapkan:
“Kemampuan menulis paragraf penting karena membantu saya dalam membuat laporan
praktikum.”
Mahasiswa lainnya juga menyatakan:
“Menulis paragraf yang baik penting untuk tugas akhir supaya tulisan lebih rapi dan
mudah dipahami.”
Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa mulai memahami urgensi keterampilan
menulis sebagai bekal akademik, khususnya dalam penyusunan laporan praktikum dan tugas
akhir. Dari perspektif dosen, kemampuan menulis paragraf akademik dinilai sebagai
kompetensi dasar yang harus dikuasai mahasiswa sejak awal perkuliahan. Dosen menyatakan
bahwa banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun paragraf yang padu,
terutama dalam aspek kohesi dan koherensi. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran
yang mampu meningkatkan kemampuan tersebut secara bertahap.
Penerapan Metode Peer Review dalam Menulis Paragraf Akademik
Penerapan metode peer review dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan
yang sistematis. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan dosen, proses
pembelajaran dimulai dengan pemberian materi mengenai penulisan paragraf akademik,
termasuk kriteria paragraf yang baik. Selanjutnya, mahasiswa diminta menulis satu paragraf
dengan tema pertanian hortikultura. Setelah itu, mahasiswa melakukan pertukaran tulisan
dengan teman sebangku untuk dilakukan peer review. Dalam tahap ini, mahasiswa
mengevaluasi tulisan teman berdasarkan aspek kesatuan, kohesi, dan koherensi, serta
memberikan masukan untuk perbaikan.
Tahap berikutnya adalah diskusi antara mahasiswa dengan pasangan peer review untuk
membahas hasil penilaian. Proses ini diakhiri dengan revisi tulisan berdasarkan umpan balik
yang telah diberikan. Dosen menyatakan bahwa prosedur ini efektif karena melibatkan
mahasiswa secara aktif dalam proses menulis. Metode ini tidak hanya menekankan hasil akhir,
tetapi juga proses evaluasi dan revisi. Hal ini sejalan dengan pendapat David R. M. Hyland
yang menyatakan bahwa peer review membantu meningkatkan kualitas tulisan melalui proses
refleksi dan perbaikan. Kemampuan menulis akademik sangat penting bagi mahasiswa (Kadek
dkk., 2024; Yanti dkk., 2018).
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
188
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
Gambar 1. Aktivitas mahasiswa dalam pelaksanaan metode peer review: (a) pemberian materi oleh dosen; (b)
mahasiswa menulis paragraf; (c) diskusi hasil peer review; dan (d) penulisan ulang paragraf untuk perbaikan.
Selama proses berlangsung, hasil observasi menunjukkan bahwa mahasiswa tampak aktif
membaca, menilai, dan mendiskusikan tulisan teman ditunjukkan pada Gambar 1. Mahasiswa
juga menunjukkan sikap lebih teliti dan kritis dalam mengidentifikasi kesalahan.
Gambar 2. Contoh hasil penulisan paragraf akademik mahasiswa dalam penerapan metode peer review
Berdasarkan Gambar 2, terlihat adanya perbedaan kualitas paragraf antara tulisan awal
mahasiswa dan hasil revisi setelah melalui proses peer review. Secara umum, perbaikan terjadi
pada aspek kebahasaan, kohesi, dan koherensi. Pada tulisan awal, mahasiswa telah mampu
menyampaikan ide utama, yaitu pentingnya pemupukan bagi pertumbuhan tanaman. Namun,
paragraf masih memiliki beberapa kelemahan. Pertama, dari segi kebahasaan, terdapat
penggunaan kata yang kurang tepat, seperti penulisan “karna” yang seharusnya “karena”.
Kedua, dari aspek kohesi, hubungan antar kalimat belum didukung oleh penggunaan kata
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
189
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
penghubung yang variatif sehingga alur paragraf terasa kurang padu. Ketiga, dari aspek
koherensi, urutan ide belum tersusun secara sistematis, sehingga pengembangan gagasan belum
sepenuhnya runtut. Hal ini sejalan dengan temuan oleh Girsang (2025) yang menyatakan bahwa
mahasiswa masih sering melakukan kesalahan berbahasa dalam penulisan akademik,
khususnya pada aspek ejaan, diksi, dan struktur kalimat (Girsang dkk., 2025)
Setelah melalui proses peer review, terlihat adanya peningkatan kualitas pada tulisan revisi.
Perbaikan yang dilakukan mahasiswa mencakup penggunaan bahasa yang lebih tepat dan
sesuai kaidah, seperti perbaikan ejaan dan pemilihan kata. Selain itu, mahasiswa menambahkan
kata penghubung, seperti “selain itudan oleh karena itu”, sehingga hubungan antar kalimat
menjadi lebih jelas dan kohesif. Dari segi koherensi, urutan ide juga menjadi lebih sistematis,
dimulai dari pernyataan umum, diikuti penjelasan, hingga penegasan kembali (simpulan).
Perbaikan ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memahami masukan yang diberikan
oleh teman sebaya dan mengaplikasikannya dalam revisi tulisan. Proses peer review membantu
mahasiswa dalam mengidentifikasi kesalahan yang sebelumnya tidak disadari, serta
meningkatkan kemampuan dalam menyusun paragraf yang lebih padu dan logis. Temuan ini
menguatkan bahwa metode peer review tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi
juga sebagai proses pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas tulisan akademik
mahasiswa, khususnya dalam aspek kohesi dan koherensi. Hal ini menguatkan bahwa dalam
pembelajaran metode dan model pembelajaran menjadi hal yang sangat penting dan
menentukan berhasilnya sebuah pembelajaran (Jatnika dkk., 2024; Kusumawati & Aqil
Syhafiq, 2025; Utari dkk., 2024).
Persepsi Mahasiswa terhadap Penerapan Metode Peer Review
Berdasarkan hasil wawancara terhadap sekitar 10 mahasiswa, diperoleh bahwa persepsi
mahasiswa terhadap penerapan metode peer review cenderung positif. Pada tahap awal,
sebagian mahasiswa mengaku merasa bingung dan kurang percaya diri dalam melakukan
penilaian terhadap tulisan teman.
“Awalnya saya bingung harus menilai bagian mana dari tulisan teman.”
Namun, setelah mengikuti proses secara berulang, mahasiswa mulai memahami prosedur
peer review dan merasakan manfaatnya.
“Setelah mencoba, saya jadi lebih paham kesalahan dalam menulis paragraf.”
Mahasiswa juga menyatakan bahwa metode ini membantu mereka menjadi lebih teliti dan
kritis.
“Saya jadi lebih teliti karena harus membaca tulisan teman dan mencari kesalahannya.”
Selain itu, mahasiswa merasakan adanya peningkatan kerja sama dan interaksi selama
proses pembelajaran.
“Kami jadi bisa berdiskusi dan saling memberi masukan.”
Dari segi sikap, mahasiswa menunjukkan perubahan positif, seperti lebih aktif, terbuka
terhadap kritik, dan bertanggung jawab dalam memberikan umpan balik. Hal ini menunjukkan
bahwa peer review tidak hanya berdampak pada kemampuan menulis, tetapi juga pada aspek
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
190
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
afektif mahasiswa. Dari perspektif dosen, metode peer review dinilai mampu meningkatkan
keaktifan mahasiswa dan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif. Dosen juga
mengamati bahwa mahasiswa menjadi lebih mandiri dalam memahami kesalahan penulisan
tanpa sepenuhnya bergantung pada koreksi dosen. Temuan ini sejalan dengan teori Lev
Vygotsky yang menekankan bahwa interaksi sosial dalam pembelajaran dapat meningkatkan
perkembangan kognitif mahasiswa (Ardania dkk., 2024; Janaris & Syamsudduha, 2024;
Wardani dkk., 2023).
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode peer review
memberikan dampak positif terhadap kemampuan menulis paragraf akademik mahasiswa,
khususnya dalam aspek kohesi dan koherensi. Selain itu, metode ini juga meningkatkan
keterlibatan, sikap kritis, serta kerja sama mahasiswa dalam proses pembelajaran.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis paragraf
akademik merupakan keterampilan yang penting bagi mahasiswa, khususnya dalam menunjang
penyusunan laporan praktikum dan tugas akhir. Hasil wawancara menunjukkan bahwa
mahasiswa menyadari urgensi kemampuan ini, meskipun pada awalnya mereka masih
mengalami kesulitan dalam menyusun paragraf yang kohesif dan koheren. Penerapan metode
peer review dalam pembelajaran menulis paragraf akademik dilakukan melalui tahapan yang
sistematis, yaitu pemberian materi, penulisan paragraf, pertukaran tulisan, proses review oleh
teman sebaya, diskusi, dan revisi tulisan. Proses ini terbukti mampu melibatkan mahasiswa
secara aktif dalam kegiatan menulis, membaca, serta mengevaluasi tulisan.
Persepsi mahasiswa terhadap penerapan metode peer review menunjukkan respon yang
positif. Meskipun pada awalnya mahasiswa merasa bingung dan kurang percaya diri, mereka
kemudian mampu memahami prosedur dan merasakan manfaat metode ini. Mahasiswa menjadi
lebih teliti, kritis, dan terbuka terhadap masukan. Selain itu, metode ini juga meningkatkan kerja
sama dan interaksi antar mahasiswa. Dari perspektif dosen, peer review dinilai efektif dalam
meningkatkan keaktifan mahasiswa dan membantu mereka memahami kesalahan penulisan
secara mandiri. Dengan demikian, metode peer review dapat menjadi alternatif strategi
pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas penulisan paragraf akademik,
khususnya dalam aspek kohesi dan koherensi, serta dalam membangun sikap kritis dan
kolaboratif mahasiswa.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa Program Studi Hortikultura
yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan penelitian. Penulis juga mengapresiasi dukungan
institusi dari Politeknik Negeri Lampung yang telah memfasilitasi pelaksanaan penelitian ini
sehingga dapat berjalan dengan baik.
6. Daftar Pustaka
Ahmed, R. (2021). Peer review in academic writing: Different perspectives from Peer review in
academic writing: Different perspectives from instructors and students instructors and
students. TESOL Journal, 12, 1–17. https://digitalcommons.jsu.edu/fac_res
Ardania, N., Mafaza, F. M., Jannah, I. N., Putri, A. E., & Arochman, T. (2024). Analisis Pengaruh
Implementasi Teori Vygotsky Terhadap Pembelajaran Di Kelas. Indonesian Journal of
Education and Learning, 8(1), 77–85. https://doi.org/10.31002/ijel.v8i1.1328
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
191
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
Girsang, D., Pakpahan, F., Sianturi, M., Simanullang, O., Siburian, Y., Putri, Y., Anggie, M., &
Daulay, J. (2025). Pengaruh Kesalahan Berbahasa Indonesia Terhadap Kualitas Penulisan
Akademik Pada Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Di Universitas Negeri
Medan. Journal of Innovative and Creativity, 5(3), 26661–26667.
Hartiningsari, D. P. (2015). PENGGUNAAN POLA PEER REVIEW UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF BAHASA INGGRIS BAGI
MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA. DEWANTARA, 1(1), 107–114.
Hiskia Sitorus, Radni Defri Sagita, Rahmadarati Rahmadarati, Chandra Chandra, & Ari Suriani.
(2024). Analisis Kesulitan Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Peserta Didik Fase B
di Sekolah Dasar. Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(3),
289–303. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i3.739
Hyland, K., & Jiang, F. (Kevin). (2026). The rhetorical legacy of John Swales: Metadiscourse,
style, and the construction of an EAP community. English for Specific Purposes, 83, 103–
114. https://doi.org/10.1016/j.esp.2026.03.002
Janaris, A., & Syamsudduha, S. (2024). Pengaruh Penerapan Teori Vygotsky Terhadap Hasil
Belajar Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Kabupaten
Sumbawa Besar. Pinidi Journal Of Education, 4(2).
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
Jatnika, W. T., Sunaengsih, C., & Sujana, A. (2024). Penerapan model pembelajaran RADEC
untuk meningkatkan pemahaman konsep pada materi sistem pernapasan manusia Siswa
Kelas V SD. Academy of Education Journal, 15(2).
https://doi.org/10.47200/aoej.v15i2.2387
Kadek, N., Putri, D. A., Made, D., Ristiawati, J., Ayu, I., Tustiawati, M., Gde, I., Caskara, A.,
Putra, S., Desi, P., & Hikmaharyanti, A. (2024). NEEDS ANALYSIS KEMAMPUAN
MENULIS AKADEMIK. Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sasra
(SEMNALISA).
Kurniawati, T., & Darajat, A. (2024). Implementasi Teknik Peer Review pada Proses
Pembelajaran Essay Writing. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(4), 3844–4851.
https://doi.org/10.54371/jiip.v7i4.4151
Kusumawati, I., & Aqil Syhafiq, M. (2025). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif
Berbasis Powerpoint Pada Mata Pelajaran IPAS Pada Siswa Kelas IV di SDN 1 Simbune
Desa Simbune Kecamatan Tirawuta Kabupaten Koloka Timur. Dalam Academy of
Education Journal (Vol. 16, Nomor 1). Online.
Listiani. (2016). PEER REVIEW UNTUK PENGAJARAN KETRAMPILAN MENULIS
KALIMAT BAHASA INGGRIS. Jurnal Ilmiah Kependidikan, IX(2).
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 184-192
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
192
Maisuri Hardani et.al (Studi Eksploratif Persepsi Mahasiswa terhadap….)
Lubis, F., Telambanua, D. P., Situmeang, E., Meslin, F., Ginting, B., & Pospos, M. (2025).
Pentingnya Bahasa Indonesia Dalam Dunia Akademik dan Profesional. Journal of Hadith
Studies and Education, 3(1), 110.
Muhammad, V. F., Lestari, L. T., & Ulfah, A. (2025). Analisis Kohesi dan Koherensi Artikel
Ilmiah Jurnal Pentas Unisda Tahun 2024: Studi Kasus. EDU-KATA Jurnal Bahasa, Sastra
dan Pembelajarannya, 11(2), 73–86.
Puspasari, F., Irwanto, I., Ramadhan, F., Mirza, R., & Maulana, R. (2025). Kemampuan Dasar
Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Semester I Program Studi Teknik Elektro Di
Universitas Pamulang. (6), 208–221. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i6.2138
Putri, S. M. (2024). Kemampuan Berbahasa Indonesia pada Mahasiswa Pendidikan Guru
Sekolah Dasar. 6(1), 36–48.
https://belaindika.nusaputra.ac.id/[email protected]
Setyawan, A. E., Anyan, & Anggera, L. (2024). UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN
MAHASISWA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH BERBANTUAN AI (ARTIFICIAL
INTELLIGENCE). Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa, 7(1), 120.
Utari, R., Iswara, P. D., & Aeni, A. N. (2024). Pemanfaatan e-book digital untuk meningkatkan
keterampilan menulis dongeng pada Siswa Sekolah Dasar. Academy of Education Journal,
15(1), 91–101. https://doi.org/10.47200/aoej.v15i1.2128
Wardani, I. R., Immama, M., Zuani, P., Kholis, N., Ali, U., & Tulungagung, R. (2023). TEORI
BELAJAR PERKEMBANGAN KOGNITIF LEV VYGOTSKY DAN IMPLIKASINYA
DALAM PEMBELAJARAN. Dimar: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 2579–3683.
Yanti, N., Suhartono, S., & Hiasa, F. (2018). Keterampilan Menulis Akademik Mahasiswa S 1
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Bengkulu.
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 1(1),
1–16. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v1i1.4