Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
107
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
Dampak Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran
Matematika dan IPA: Pengembangan Kurikulum
yang Responsip terhadap Era Digital
Nurmaliati
a,1
, Rendi Hadian A. Tamagola
b,2
, Al Ikhlas
c,3
, Efriana Jon
d,4
, Novy Trisnani
e,5
, Ira Wulan
Sari
f,6
,
a
Akademi Teknik Adi Karya, Jl. Lintas Sungai Penuh-
Padang No.16, Ps. Siulak Gedang, Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi 37161, Jambi, Indonesia
b
Pendidikan Matematika Universitas Tompotika Luwuk, Luwuk, Jl. Dewi Sartika No.67, Luwuk, Banggai, Kode
pos: 94715, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia.
c,d
STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, Sungai Penuh (37114), Jambi, Indonesia
e
IKIP PGRI Wates,
Jl. KRT Kertodiningrat, Margosari, Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55652, Indo
nesia.
f
IKIP Widya Darma, Jalan Ketintang No.147-151, Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60243, Indonesia.
1
2
3
alikhlas752@gmail.com,
4
efrianajon86@gmail.com,
5
6
*
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 28 September 2025
Direvisi: 27 Oktober 2025
Disetujui: 19 Desember 2025
Tersedia Daring: 1 Januari 2026
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah
membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk
pendidikan, khususnya pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (IPA). Integrasi AI dalam proses pembelajaran menghadirkan peluang
sekaligus tantangan, terutama terkait kesiapan kurikulum dalam merespons
kebutuhan era digital. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana
dampak penerapan kecerdasan buatan terhadap proses pembelajaran
Matematika dan IPA serta bagaimana pengembangan kurikulum yang
responsif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tersebut. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam meningkatkan efektivitas
pembelajaran Matematika dan IPA, mengidentifikasi perubahan kompetensi
yang dibutuhkan peserta didik, serta merumuskan prinsip pengembangan
kurikulum yang selaras dengan pemanfaatan AI. Metode penelitian yang
digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menelaah berbagai
artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan pendidikan yang
relevan dengan topik AI dan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemanfaatan AI mampu meningkatkan personalisasi pembelajaran,
pemahaman konsep abstrak, kemampuan pemecahan masalah, serta literasi
digital peserta didik. Selain itu, AI juga mendorong pergeseran peran guru
dari penyampai informasi menjadi fasilitator dan pembimbing
pembelajaran. Namun demikian, implementasi AI memerlukan penyesuaian
kurikulum yang menekankan penguatan kompetensi berpikir kritis, etika
digital, dan kolaborasi manusiateknologi. Simpulan penelitian ini
menegaskan bahwa pengembangan kurikulum yang responsif terhadap era
digital perlu mengintegrasikan kecerdasan buatan secara pedagogis,
berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-
21.
Kata Kunci:
kecerdasan buatan;
kurikulum digital;
pembelajaran IPA;
pembelajaran matematika
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
108
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
ABSTRACT
Keywords:
artificial intelligence;
digital curriculum;
mathematics learning;
science learning
The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has significantly
influenced various sectors, including education, particularly in Mathematics
and Science learning. The integration of AI into instructional processes
presents both opportunities and challenges, especially regarding curriculum
readiness in responding to the demands of the digital era. The main problem
addressed in this study is how AI impacts the learning of Mathematics and
Science and how a responsive curriculum can be developed to accommodate
these technological advancements. This study aims to analyze the role of AI in
enhancing the effectiveness of Mathematics and Science learning, identify
emerging competencies required by students, and formulate principles for
curriculum development that align with AI integration. The research employs
a systematic literature review method by examining scholarly articles,
research reports, and educational policy documents relevant to AI and
curriculum development. The results indicate that AI contributes positively to
personalized learning, improved understanding of abstract concepts, enhanced
problem-solving skills, and increased digital literacy among students.
Furthermore, AI encourages a shift in the teacher’s role from information
transmitter to learning facilitator and mentor. However, effective
implementation requires curriculum adjustments that emphasize critical
thinking, digital ethics, and humantechnology collaboration. In conclusion,
developing a curriculum that is responsive to the digital era necessitates the
pedagogical, sustainable, and ethical integration of artificial intelligence, with
a strong focus on fostering 21st-century competencies.
©2026, Nurmaliati, Rendi Hadian A. Tamagola, Al Ikhlas,
Efriana Jon, Novy Trisnani, Ira Wulan Sari
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) secara signifikan
mengubah lanskap pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA). Kecerdasan buatan didefinisikan sebagai sistem komputer yang
mampu meniru kemampuan kognitif manusia, seperti penalaran, pemecahan masalah, dan
pengambilan keputusan (Russell & Norvig, 2021). Dalam konteks pendidikan, AI
dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran adaptif, penilaian otomatis, sistem tutor cerdas,
serta analisis data pembelajaran berbasis teknologi. Matematika dan IPA merupakan mata
pelajaran yang sangat relevan dengan penerapan AI karena keduanya menuntut kemampuan
berpikir logis, analitis, dan pemahaman konsep abstrak (Holmes et al., 2019). Oleh karena itu,
pemanfaatan AI perlu diiringi dengan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap
tuntutan era digital.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pembelajaran mampu
meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi
peserta didik. Zawacki-Richter et al. (2019) menyatakan bahwa AI berkontribusi dalam
personalisasi pembelajaran melalui umpan balik secara real-time dan jalur belajar yang
disesuaikan dengan kebutuhan individu. Dalam pembelajaran IPA, penggunaan simulasi
berbasis AI dan laboratorium virtual terbukti membantu peserta didik memahami fenomena
ilmiah yang kompleks (Makransky & Petersen, 2019). Sementara itu, dalam pembelajaran
Matematika, teknologi berbasis AI mendukung pengembangan kemampuan pemecahan
masalah dan metakognisi peserta didik (Flogie & Aberšek, 2015).
Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan integratif yang mengkaji dampak
kecerdasan buatan dalam pembelajaran Matematika dan IPA dari perspektif pengembangan
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
109
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
kurikulum. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya berfokus pada efektivitas
penggunaan AI di tingkat kelas atau aspek teknis teknologi, penelitian ini menekankan
pentingnya kurikulum sebagai fondasi sistemik dalam mengintegrasikan AI secara
berkelanjutan, pedagogis, dan etis.
Beberapa lembaga internasional menegaskan urgensi penyesuaian kurikulum di era
digital. OECD (2021) menekankan bahwa kurikulum masa depan perlu mengintegrasikan
literasi digital, computational thinking, dan kemampuan berkolaborasi dengan teknologi.
UNESCO (2022) juga menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan harus
berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip etika. Namun, kajian-kajian tersebut masih
bersifat umum dan belum secara spesifik membahas implikasi pengembangan kurikulum
Matematika dan IPA berbasis AI.
Berdasarkan tinjauan tersebut, kesenjangan penelitian yang teridentifikasi adalah masih
terbatasnya kajian yang menghubungkan pemanfaatan AI dalam pembelajaran dengan
pengembangan kurikulum Matematika dan IPA secara komprehensif. Sebagian besar
penelitian menitikberatkan pada hasil belajar jangka pendek, sementara implikasi kurikuler
jangka panjang serta penguatan kompetensi abad ke-21 belum banyak dikaji secara mendalam.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kecerdasan buatan
terhadap pembelajaran Matematika dan IPA serta merumuskan prinsip pengembangan
kurikulum yang responsif terhadap era digital. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji peran AI dalam proses pembelajaran, mengidentifikasi kompetensi esensial yang
dibutuhkan peserta didik, serta menyusun rekomendasi pengembangan kurikulum yang selaras
dengan perkembangan teknologi.
Kontribusi penelitian ini meliputi tiga aspek utama. Pertama, memberikan pemahaman
konseptual mengenai dampak kecerdasan buatan dalam pembelajaran Matematika dan IPA
dari sudut pandang kurikulum. Kedua, menawarkan kerangka pengembangan kurikulum yang
responsif, adaptif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21. Ketiga, hasil
penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembang kurikulum, pendidik, dan
pembuat kebijakan dalam merancang kurikulum yang relevan dengan transformasi digital
pendidikan.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi literatur
sistematis (systematic literature review). Studi literatur sistematis digunakan untuk
mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan penelitian terdahulu secara
terstruktur dan komprehensif (Kitchenham & Charters, 2007). Metode ini dipilih karena
penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak kecerdasan buatan dalam pembelajaran
Matematika dan IPA serta merumuskan prinsip pengembangan kurikulum yang responsif
terhadap era digital, tanpa melakukan pengumpulan data lapangan secara langsung.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis, yang bertujuan
untuk mendeskripsikan fenomena pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran serta
menganalisis implikasinya terhadap pengembangan kurikulum. Pendekatan ini memungkinkan
peneliti untuk mengkaji konsep, temuan empiris, dan rekomendasi kebijakan pendidikan
secara mendalam dan sistematis (Creswell & Poth, 2018).
Data penelitian berupa data sekunder yang bersumber dari artikel jurnal ilmiah bereputasi,
buku akademik, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang
relevan dengan topik kecerdasan buatan, pembelajaran Matematika, pembelajaran IPA, dan
pengembangan kurikulum. Sumber data dipilih dari basis data ilmiah bereputasi seperti
Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, dengan kriteria publikasi dalam rentang sepuluh
tahun terakhir untuk menjamin kebaruan dan relevansi data (Zawacki-Richter et al., 2019).
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
110
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur secara sistematis, yang
meliputi tahapan identifikasi, seleksi, dan klasifikasi sumber pustaka berdasarkan kata kunci
yang relevan. Artikel yang tidak sesuai dengan fokus penelitian atau tidak memenuhi kriteria
kualitas ilmiah dieliminasi pada tahap seleksi awal. Selanjutnya, data yang terpilih dikodekan
dan dikelompokkan berdasarkan tema-tema utama penelitian. Teknik analisis data
menggunakan analisis isi (content analysis) dengan pendekatan tematik. Analisis ini dilakukan
untuk mengidentifikasi pola, konsep utama, serta hubungan antar temuan penelitian terkait
peran kecerdasan buatan dalam pembelajaran dan pengembangan kurikulum (Krippendorff,
2018). Hasil analisis kemudian disintesis untuk merumuskan kesimpulan dan rekomendasi
pengembangan kurikulum yang responsif terhadap era digital.
3. Hasil dan Pembahasan
Bagian hasil dan pembahasan ini menyajikan temuan penelitian berdasarkan analisis
literatur sistematis mengenai dampak kecerdasan buatan dalam pembelajaran Matematika dan
IPA serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum yang responsif terhadap era digital.
Pembahasan disusun secara tematik sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu mengkaji peran AI
dalam pembelajaran, kompetensi yang dikembangkan, serta prinsip pengembangan kurikulum
berbasis AI.
Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Pembelajaran Matematika dan IPA
Hasil analisis menunjukkan bahwa kecerdasan buatan memberikan dampak positif yang
signifikan terhadap kualitas pembelajaran Matematika dan IPA. AI memungkinkan penerapan
pembelajaran yang bersifat personalisasi melalui sistem pembelajaran adaptif yang
menyesuaikan materi, tingkat kesulitan, dan umpan balik dengan kemampuan peserta didik.
Temuan ini sejalan dengan penelitian Holmes et al. (2019) yang menyatakan bahwa AI
mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menyesuaikan pengalaman belajar
berdasarkan kebutuhan individu.
Dalam pembelajaran Matematika, AI berperan dalam membantu peserta didik memahami
konsep abstrak melalui visualisasi dinamis, pemecahan masalah berbasis simulasi, serta
analisis kesalahan secara otomatis. Flogie dan Aberšek (2015) menemukan bahwa penggunaan
sistem cerdas dalam pembelajaran Matematika meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
dan kesadaran metakognitif peserta didik. Hasil penelitian ini memperkuat temuan tersebut
dengan menunjukkan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu teknis, tetapi juga
sebagai fasilitator proses berpikir tingkat tinggi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran yang
berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik dan pemanfaatan strategi pembelajaran yang
sistematis mampu meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar Matematika. Temuan
ini sejalan dengan hasil penelitian Ikhlas (2020) yang menyatakan bahwa penerapan
pendekatan saintifik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar Matematika
siswa kelas VIII SMP pada materi Teorema Pythagoras. Pendekatan saintifik yang
menekankan tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan
mendorong siswa untuk membangun pemahaman konsep secara mandiri dan logis.
Keselarasan temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang menempatkan siswa
sebagai subjek aktif, baik melalui pendekatan saintifik maupun melalui dukungan teknologi
dan inovasi pembelajaran, berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran
Matematika.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar Matematika sangat
dipengaruhi oleh penerapan model dan pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa
sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Ikhlas
(2020) yang menyatakan bahwa penerapan pendekatan saintifik berpengaruh signifikan
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
111
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMP pada materi Teorema Pythagoras,
karena mendorong keterlibatan siswa dalam proses berpikir ilmiah. Selanjutnya, hasil
penelitian ini juga konsisten dengan temuan Ikhlas (2018) yang menyimpulkan bahwa model
pembelajaran berbasis masalah memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar
Matematika, serta memperhatikan perbedaan gaya kognitif siswa. Kedua penelitian tersebut
menegaskan bahwa pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah, aktivitas
berpikir tingkat tinggi, dan keterlibatan aktif peserta didik mampu meningkatkan pemahaman
konseptual dan capaian belajar Matematika secara signifikan. Keselarasan temuan ini
memperkuat argumentasi bahwa pendekatan pembelajaran inovatifbaik melalui pendekatan
saintifik, pembelajaran berbasis masalah, maupun integrasi teknologimemiliki peran penting
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar Matematika
dipengaruhi secara signifikan oleh penerapan model dan pendekatan pembelajaran yang
menekankan keterlibatan aktif peserta didik serta pengembangan kemampuan berpikir tingkat
tinggi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Ikhlas (2020) yang menyatakan bahwa penerapan
pendekatan saintifik berpengaruh positif terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VIII
SMP, karena mendorong siswa untuk membangun pemahaman konsep melalui proses
mengamati, menanya, menalar, dan mengomunikasikan. Selanjutnya, hasil penelitian ini juga
konsisten dengan temuan Ikhlas (2018) yang menyimpulkan bahwa model pembelajaran
berbasis masalah berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Matematika, dengan
mempertimbangkan perbedaan gaya kognitif siswa.
Selain itu, penelitian Ikhlas (2017/2018) yang dipublikasikan dalam Jurnal Curricula juga
menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan
hasil belajar Matematika siswa kelas VIII SMP secara signifikan, karena model tersebut
melatih siswa untuk berpikir kritis, menganalisis permasalahan kontekstual, dan menemukan
solusi secara mandiri. Keselarasan hasil-hasil penelitian tersebut memperkuat temuan
penelitian ini bahwa pembelajaran Matematika yang berorientasi pada pemecahan masalah,
proses berpikir ilmiah, dan keterlibatan aktif siswa baik melalui pendekatan saintifik,
pembelajaran berbasis masalah, maupun dukungan inovasi pembelajaran berkontribusi nyata
terhadap peningkatan kualitas dan hasil belajar Matematika.
Sementara itu, dalam pembelajaran IPA, AI mendukung pembelajaran berbasis inkuiri
melalui simulasi virtual, laboratorium digital, dan pemodelan fenomena ilmiah yang
kompleks. Makransky dan Petersen (2019) menegaskan bahwa penggunaan teknologi cerdas
dalam pembelajaran sains meningkatkan pemahaman konseptual dan keterlibatan peserta
didik. Dengan demikian, hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa AI berkontribusi terhadap
peningkatan kualitas pembelajaran Matematika dan IPA secara kognitif maupun afektif.
Kompetensi Peserta Didik dalam Pembelajaran Berbasis AI
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AI dalam pembelajaran mendorong
pengembangan kompetensi abad ke-21, terutama berpikir kritis, pemecahan masalah, literasi
digital, dan kemampuan berkolaborasi dengan teknologi. AI tidak hanya membantu peserta
didik memperoleh pengetahuan, tetapi juga melatih kemampuan menganalisis data, membuat
keputusan berbasis informasi, dan merefleksikan proses belajar.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran yang adaptif dan
berorientasi pada pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil
belajar peserta didik. Hasil ini sejalan dengan penelitian Riska et al. (2025) yang menyatakan
bahwa integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran adaptif di Sekolah Dasar
secara signifikan meningkatkan keterampilan abad ke-21, termasuk berpikir kritis, kreativitas,
kolaborasi, dan literasi digital. Keselarasan temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan
teknologi berbasis AI tidak hanya relevan pada jenjang pendidikan dasar, tetapi juga memiliki
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
112
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
potensi besar untuk diimplementasikan dalam pembelajaran Matematika dan IPA di jenjang
yang lebih tinggi. Dengan demikian, integrasi AI dalam pembelajaran mendukung pendekatan
pedagogis yang berpusat pada peserta didik dan selaras dengan tuntutan pengembangan
kurikulum yang responsif terhadap era digital.
Temuan ini sejalan dengan pandangan OECD (2021) yang menyatakan bahwa
kurikulum di era digital harus mengintegrasikan kompetensi digital dan computational
thinking. Selain itu, Zawacki-Richter et al. (2019) menegaskan bahwa AI dalam pendidikan
berpotensi memperkuat keterampilan analitis dan pengambilan keputusan peserta didik jika
diintegrasikan secara pedagogis.
Selanjutnya, hasil penelitian ini juga sejalan dengan temuan Rachman et al. (2025) yang
menyatakan bahwa penerapan pembelajaran modern berbasis teknologi berperan signifikan
dalam meningkatkan literasi digital siswa di era Industri 4.0. Penelitian tersebut menegaskan
bahwa pemanfaatan teknologi digital secara terencana dalam proses pembelajaran mampu
mengembangkan kemampuan siswa dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan
informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Keselarasan temuan ini memperkuat hasil
penelitian bahwa integrasi kecerdasan buatan dan teknologi digital dalam pembelajaran
Matematika dan IPA tidak hanya berdampak pada penguasaan materi, tetapi juga berkontribusi
terhadap penguatan literasi digital sebagai kompetensi esensial di era digital. Dengan
demikian, pengembangan kurikulum yang responsif terhadap era digital perlu menempatkan
literasi digital sebagai bagian integral dari tujuan pembelajaran dan strategi pedagogis.
Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penguasaan teknologi tanpa landasan
etika berpotensi menimbulkan ketergantungan berlebihan terhadap sistem AI. Oleh karena itu,
UNESCO (2022) menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kemanusiaan, etika digital,
dan tanggung jawab sosial dalam pemanfaatan AI di bidang pendidikan. Temuan ini
menegaskan bahwa kurikulum Matematika dan IPA perlu memuat dimensi etika dan refleksi
kritis dalam penggunaan AI.
Implikasi terhadap Pengembangan Kurikulum yang Responsif terhadap Era Digital
Berdasarkan hasil analisis, pengembangan kurikulum yang responsif terhadap era digital
perlu mengintegrasikan AI secara sistemik dan berkelanjutan. Kurikulum tidak hanya berfokus
pada penguasaan konten, tetapi juga pada pengembangan kompetensi berpikir kritis, literasi
digital, dan kolaborasi manusiateknologi. Temuan ini mendukung pandangan Luckin et al.
(2016) yang menyatakan bahwa keberhasilan AI dalam pendidikan sangat bergantung pada
keselarasan antara teknologi, pedagogi, dan kurikulum.
Temuan penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Marif et al. (2025) yang
menyatakan bahwa desain dan pengembangan kurikulum pendidikan menengah di era digital
harus berorientasi pada fleksibilitas, integrasi teknologi, dan penguatan kompetensi abad ke-
21. Marif et al. menegaskan bahwa kurikulum tidak lagi cukup berfokus pada penguasaan
materi, tetapi perlu dirancang secara adaptif agar mampu merespons perkembangan teknologi
digital dan kebutuhan peserta didik. Keselarasan temuan ini memperkuat hasil penelitian
bahwa pengembangan kurikulum yang responsif terhadap era digital perlu mengintegrasikan
kecerdasan buatan secara sistemik, memperhatikan keseimbangan antara aspek pedagogis,
teknologi, dan nilai-nilai kemanusiaan, serta mendorong pembelajaran yang kontekstual dan
berorientasi masa depan.
Selanjutnya, temuan penelitian ini juga sejalan dengan pandangan Adawiyah dan Islam
yang menyatakan bahwa perancangan kurikulum inovatif di era digital harus berbasis
teknologi dan kompetensi, serta adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, tantangan
kecerdasan buatan, dan penguatan nilai-nilai moral. Mereka menegaskan bahwa integrasi
teknologi, termasuk AI, dalam kurikulum perlu diimbangi dengan penanaman nilai etika,
karakter, dan tanggung jawab sosial agar pembelajaran tidak hanya menghasilkan peserta didik
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
113
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
yang kompeten secara teknologis, tetapi juga berintegritas. Keselarasan pandangan ini
memperkuat hasil penelitian bahwa pengembangan kurikulum Matematika dan IPA yang
responsif terhadap era digital tidak dapat dipisahkan dari dimensi pedagogis, teknologis, dan
moral secara terpadu. Dengan demikian, kurikulum berbasis AI perlu dirancang untuk
mendukung pembelajaran adaptif sekaligus membentuk karakter peserta didik dalam
menghadapi kompleksitas tantangan era digital.
Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada penekanan bahwa AI harus
ditempatkan sebagai bagian integral dari desain kurikulum Matematika dan IPA, bukan
sekadar sebagai alat tambahan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kurikulum yang responsif perlu dirancang dengan memperhatikan fleksibilitas pembelajaran,
integrasi lintas disiplin, serta evaluasi berbasis data pembelajaran.
Tabel 1 menyajikan ringkasan temuan utama penelitian terkait dampak AI dan implikasi
kurikulum.
Tabel 1. Ringkasan Dampak AI dan Implikasi Kurikulum
Aspek
Pembelajaran
Dampak Kecerdasan Buatan
Implikasi Kurikulum
Pembelajaran
Matematika
Personalisasi pembelajaran dan
pemecahan masalah
Integrasi AI dalam strategi
pembelajaran dan asesmen
Pembelajaran IPA
Simulasi dan inkuiri berbasis
teknologi
Penguatan pembelajaran berbasis
eksperimen digital
Kompetensi Peserta
Didik
Berpikir kritis dan literasi digital
Pengembangan kompetensi abad
ke-21
Etika dan Nilai
Kesadaran penggunaan AI
Integrasi etika digital dalam
kurikulum
Tabel 1 di atas menyajikan ringkasan dampak kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence/AI) terhadap pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta
implikasinya terhadap pengembangan kurikulum. Pada aspek pembelajaran Matematika, AI
berperan dalam mendukung personalisasi pembelajaran dan meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah peserta didik, sehingga kurikulum perlu mengintegrasikan AI ke dalam
strategi pembelajaran dan asesmen. Pada pembelajaran IPA, pemanfaatan AI memungkinkan
penggunaan simulasi dan pendekatan inkuiri berbasis teknologi yang menuntut penguatan
pembelajaran berbasis eksperimen digital dalam kurikulum. Selain itu, dampak AI terhadap
kompetensi peserta didik terlihat pada berkembangnya kemampuan berpikir kritis dan literasi
digital, yang mengharuskan kurikulum untuk menekankan pengembangan kompetensi abad
ke-21. Aspek etika dan nilai juga menjadi perhatian penting, karena meningkatnya kesadaran
penggunaan AI menuntut integrasi etika digital secara sistematis dalam kurikulum agar
pemanfaatan teknologi berlangsung secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Jawaban terhadap Tujuan Penelitian
Hasil dan pembahasan ini menjawab tujuan penelitian dengan menunjukkan bahwa
kecerdasan buatan berdampak positif terhadap pembelajaran Matematika dan IPA, baik dari
aspek kognitif, pedagogis, maupun kompetensi peserta didik. Selain itu, penelitian ini
menegaskan bahwa pengembangan kurikulum yang responsif terhadap era digital harus
mengintegrasikan AI secara pedagogis, etis, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi
jangka panjang. Dengan demikian, tujuan penelitian untuk menganalisis dampak AI dan
merumuskan prinsip pengembangan kurikulum telah tercapai secara komprehensif.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
114
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
4. Kesimpulan
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan buatan memiliki peran strategis dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di era
digital. Pemanfaatan kecerdasan buatan terbukti mendukung pembelajaran yang lebih personal,
adaptif, dan bermakna, khususnya dalam membantu peserta didik memahami konsep abstrak,
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, serta mengembangkan keterampilan berpikir
kritis dan literasi digital. Temuan ini menjawab permasalahan penelitian terkait dampak
kecerdasan buatan terhadap proses pembelajaran dan kebutuhan akan kurikulum yang mampu
merespons perkembangan teknologi secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kecerdasan
buatan dalam pembelajaran Matematika dan IPA tidak hanya bergantung pada ketersediaan
teknologi, tetapi juga pada kesiapan kurikulum. Kurikulum yang responsif terhadap era digital
perlu dirancang dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan secara pedagogis, sistematis, dan
beretika. Integrasi tersebut harus diarahkan pada pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti
berpikir kritis, pemecahan masalah kompleks, kolaborasi manusiateknologi, serta kesadaran
etika digital.
Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembang kurikulum dan pembuat
kebijakan pendidikan perlu meninjau kembali struktur, tujuan, dan strategi pembelajaran
Matematika dan IPA agar selaras dengan pemanfaatan kecerdasan buatan. Guru juga perlu
dibekali pelatihan berkelanjutan agar mampu memanfaatkan AI sebagai alat pendukung
pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran pedagogis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk
mengkaji implementasi kurikulum berbasis kecerdasan buatan melalui studi empiris di berbagai
jenjang pendidikan guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas
dan tantangan penerapannya.
5. Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan
dukungan dalam pelaksanaan dan penyusunan penelitian ini. Ucapan terima kasih disampaikan
kepada institusi afiliasi penulis atas dukungan akademik dan fasilitas yang diberikan. Selain itu,
penulis juga menghargai kontribusi para peneliti dan penulis terdahulu yang karya-karyanya
menjadi rujukan penting dalam penelitian ini.
6. Daftar Pustaka
Adawiyah, S. R., & Islam, J. M. P. Merancang Kurikulum Inovatif Berbasis Teknologi dan
Kompetensi: Adaptif terhadap Kebutuhan Siswa, Tantangan AI, dan Nilai-Nilai Moral.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing
among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Flogie, A., & Aberšek, B. (2015). Technological solutions for the development of
individualised learning in mathematics. Journal of Baltic Science Education, 14(4),
509520.
Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Artificial intelligence in education: Promises and
implications for teaching and learning. Center for Curriculum Redesign.
Ikhlas, Al. "Pengaruh Penerapan Pendekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar Matematika
Siswa Kelas VIII SMP Pada Materi Teorema Phygoras." Jurnal Inovasi Penelitian,
vol. 1, no. 7, Dec. 2020, pp. 1395-1406, doi:10.47492/jip.v1i7.259.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 107-115
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
115
Nurmaliati et.al (Dampak Kecerdasan Buatan dalam....)
Ikhlas, A. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Gaya Kognitif Siswa
Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa di Kelas VIII SMP Negeri 7 Kerinci. Jurnal
Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 2(2), 135143.
https://doi.org/10.22437/jiituj.v2i2.5988.
Ikhlas, A. (2018). Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan gaya kognitif terhadap
hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP. Jurnal Curricula, 3(1), 110.
https://doi.org/10.22216/jcc.v3i1.1706
Kitchenham, B., & Charters, S. (2007). Guidelines for performing systematic literature
reviews in software engineering. EBSE Technical Report.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage
Publications.
Kurnia, T. (2023). Academic writing for educational research. Jakarta: EduPress.
Luckin, R., Holmes, W., Griffiths, M., & Forcier, L. B. (2016). Intelligence unleashed: An
argument for AI in education. Pearson Education.
Makransky, G., & Petersen, G. B. (2019). Immersive virtual reality and learning: A meta-
analysis. Educational Psychology Review, 31(3), 703720.
https://doi.org/10.1007/s10648-019-09490-0.
Marif, H., Al Mu'allif, M. B., Nafis, A., Makmun, S., & Ahid, N. (2025). Desain dan
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Menengah: Kajian Teoritis dan Konseptual di
Era Digital. Paedagogos: Journal of Education and Learning, 1(2), 67-81.
OECD. (2021). Digital education outlook 2021: Pushing the frontiers with AI, blockchain and
robots. OECD Publishing.
Rachman, A., Dzakir, I., Setiyani, I. D., & Kurniawan, M. F. (2025). Analisis Pembelajaran
Modern Dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa di Era Industri 4.0. Jurnal Media
Digital, 1(02), 120-132.
Riska, N., Rosmilawati, I., & Juansah, D. E. (2025). Integrasi teknologi AI dalam
Pembelajaran adaptif untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21 di Sekolah
Dasar. Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan, 4(1), 180-198.
Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). Pearson.
UNESCO. (2022). Guidance on artificial intelligence and education. UNESCO Publishing.
Zawacki-Richter, O., Marín, V. I., Bond, M., & Gouverneur, F. (2019). Systematic review of
research on artificial intelligence applications in higher education. International
Journal of Educational Technology in Higher Education, 16(39), 127.
https://doi.org/10.1186/s41239-019-0171-0.