Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
94
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
Building a Sustainable School Reputation through
Quality Management, A Study at SMP Negeri 7
Yogyakarta
Sapto Pamungkas
a,1
, Diana Leli Indratno
b,2
, Heru Kuncorowati
c,3
a
STIE Isti Ekatana Upaweda, Yogyakarta
b
STIE Isti Ekatana Upaweda, Yogyakarta
c
STIE Isti Ekatana Upaweda, Yogyakarta
1
2
diana.leli45@gmail.com;
3
kuncorowati766@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 4 September 2025
Direvisi: 27 Oktober 2025
Disetujui: 10 Desember 2025
Tersedia Daring: 1 Januari 2026
Reputasi sekolah merupakan salah satu aset strategis dalam ekosistem
pendidikan modern di era informasi. Sekolah dengan reputasi baik akan
menarik input berkualitas (siswa, guru, sumberdaya) untuk diproses
kembali menjadi output berkualitas tinggi dalam siklus manajemen kualitas
yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
manajemen kualitas yang terdiri dari elemen: kualitas proses pembelajaran,
kompetensi guru, kualitas layanan administrasi, dan tata kelola yang baik
terhadap pembentukan reputasi sekolah. Studi dilakukan dengan
pendekatan kuantitatif melalui survei online terhadap 100 responden guru,
staff, orang tua dan siswa pada salah satu sekolah menengah di Kota
Yogyakarta. Sampel diambil secara purposive. Analisis statistik regresi linier
berganda digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian ini menemukan
adanya pengaruh positif manajemen kualitas yang ditinjau dalam elemen
proses pembelajaran, kompetensi guru, kualitas layanan administrasi, dan
tata kelola yang baik terhadap reputasi sekolah. Hasil studi ini memberikan
pemahaman bagi praktisi dan akademisi dalam pengembangan reputasi
sekolah yang berkelanjutan melalui manajemen kualitas sekolah.
Kata Kunci:
Reputasi Sekolah
Praktik Manajemen Kualitas
Sistem Manajemen Kualitas
Manajemen Kualitas Terpadu
ABSTRACT
Keywords:
School Reputation
Quality Management
Practices
Quality Management System
Total Quality Management
School reputation is a strategic asset in the modern education ecosystem in the
information age. Schools with a good reputation will attract quality inputs
(students, teachers, resources) to be processed into high-quality outputs in a
continuous quality management cycle. This study aims to analyze the influence
of quality management, consisting of the following elements: quality of the
learning process, teacher competence, quality of administrative services, and
good governance, on the formation of school reputation. The study was
conducted using a quantitative approach through an online survey of 100
respondents, including teachers, staff, parents, and students at a high school in
Yogyakarta City. The sample was taken purposively. Multiple linear regression
statistical analysis was used for data analysis. The results of this study found a
positive influence of quality management, reviewed in the elements of the
learning process, teacher competence, quality of administrative services, and
good governance, on school reputation. The results of this study provide insight
for practitioners and academics in developing a sustainable school reputation
through school quality management.
©2026, Sapto Pamungkas, Diana Leli Indratno, Heru Kuncorowati
This is an open access article under CC BY-SA license
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
95
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
1. Pendahuluan
Reputasi sekolah menjadi indikator penting masyarakat dalam memilih institusi pendidikan
di beberapa dekade terakhir. Reputasi sekolah menggambarkan persepsi kolektif pemangku
kepentingan terhadap kredibilitas, kualitas, dan keunggulan sekolah yang terbentuk melalui
pengalaman, informasi, serta kinerja institusi. Reputasi sekolah merupakan aset strategis yang
berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan orang tua, minat calon peserta didik (school choice),
dukungan pemangku kepentingan, sumberdaya tak berwujud untuk kolaborasi, serta
keberlanjutan institusi pendidikan itu sendiri (Mateus & Acosta, 2022; Warta et al., 2024; Wu
et al., 2024). Sekolah dengan reputasi baik akan menarik input berkualitas (siswa, guru,
sumberdaya) untuk diproses kembali menjadi output berkualitas tinggi. Output yang baik akan
memperkuat kembali reputasi sekolah, sehingga menarik input yang lebih baik lagi. Hal ini
akan menciptakan siklus positif (feedback loop) yang untuk manajemen kualitas yang
berkelanjutan. Reputasi sekolah tidak hanya terkait brand sekolah, tetapi juga tatakelola dan
membangun kepercayaan pemangku kepentingan di era informasi (Wu et al., 2024). Reputasi
sekolah dipengaruhi oleh kinerja dan kualitas akademik, budaya dan lingkungan sekolah,
kepemimpinan dan sumberdaya, serta komunikasi dan persepsi eksternal (Mateus & Acosta,
2022; Warta et al., 2024; Wu et al., 2024).
Pengembangan reputasi sekolah tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi harus dibangun
melalui manajemen kualitas yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan. Sekolah tidak lagi
hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter, berprestasi secara akademik dan
non akademik, tetapi juga harus mampu membangun reputasi yang kuat dan positif di mata
masyarakat (Warta et al., 2024). Dalam hal ini, manajemen kualitas tidak hanya terkait
pencapaian standar minimal, tetapi merupakan proses pengembangan reputasi autentik berbasis
budaya mutu yang dikelola secara konsisten dan berkesinambungan (Prima et al., 2025).
Manajemen kualitas dalam konteks pendidikan mencakup berbagai aspek yang saling
berkaitan, mulai dari kualitas proses pembelajaran, kompetensi dan profesionalisme guru,
kualitas layanan administratif dan informasi, hingga tata kelola dan transparansi sekolah.
Kualitas proses pembelajaran yang efektif dan berorientasi pada peserta didik menjadi fondasi
utama dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna (Jailani et al., 2024; Sari et al.,
2020). Guru sebagai aktor kunci dalam proses pendidikan dituntut memiliki kompetensi
pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang memadai agar mampu menjawab
tantangan perubahan zaman (Jailani et al., 2024). Selain itu, layanan administratif dan
informasi yang cepat, akurat, dan ramah turut memengaruhi kepuasan pemangku kepentingan,
khususnya orang tua dan peserta didik (Amin et al., 2022).Di sisi lain, tata kelola sekolah yang
baik dan transparan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik (Jailani et
al., 2024). Transparansi dalam pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, serta
penyampaian informasi mencerminkan akuntabilitas sekolah sebagai lembaga publik.
Pengelolaan elemen manajemen kualitas secara terpadu akan mendorong peluang yang lebih
besar bagi sekolah untuk membangun reputasi yang tidak hanya unggul dalam jangka pendek,
tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.
Berbasis Teori Manajemen Kualitas dalam Pendekatan Sistem Terpadu (Nguyen, 2018;
Wawak & Ljevo, 2020), kinerja kualitas (output) merupakan hasil dari hubungan terintegrasi
antar elemen pada level operasi dan proses, dalam setiap fungsional dari suatu organisasi,
dengan menggunakan semua sumber daya yang tersedia. Pada konteks pendidikan, manajemen
kualitas merupakan pendekatan sistematis yang melibatkan seluruh komponen sekolah, baik
aspek akademik maupun non-akademik, fokus pada pengguna layanan pendidikan, fokus
manajemen proses, serta pengambilan keputusan berbasis data dan informasi (Al-zoubi et al.,
2023; Min et al., 2023; Ng & Ku, 2023; Spychalski, 2025; Syaifullah et al., 2023; Syauqy et
al., 2024). Penerapan manajemen kualitas yang efektif diyakini mampu meningkatkan kinerja
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
96
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
sekolah dan memperkuat reputasi institusi pendidikan (Syauqy et al., 2024; Warta et al., 2024;
Zakirullah et al., 2025).
Penelitian praktik manajemen kualitas pada umumnya berfokus menghubungkan elemen
manajemen kualitas terhadap kinerja (Mohsin et al., 2025; Raja et al., 2011; Yap, & Ng, 2018)
namun masih terbatas dampaknya terhadap reputasi organisasi (Zakirullah et al., 2025).
Penelitian ini menawarkan kebaharuan dengan mengukur kinerja manajemen kualitas yaitu
dampaknya terhadap reputasi organisasi dalam hal ini dalam konteks reputasi sekolah.
Pengukuran kinerja pada aspek reputasi sekolah penting dalam membangun manajemen
kualitas dalam siklus yang berkelanjutan dalam jangka panjang (Mateus & Acosta, 2022).
Reputasi yang berkelanjutan (Warta et al., 2024; Zakirullah et al., 2025) tidak hanya berfokus
pada pencapaian sesaat, tetapi pada konsistensi mutu, kepercayaan publik, dan kemampuan
sekolah beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Reputasi sebagai hasil interaksi antara identitas organisasi, harapan publik, dan konsistensi
layanan (Wu et al., 2024; Zakirullah et al., 2025). Dalam konteks sekolah, reputasi dapat
dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran, prestasi siswa, kompetensi dan profesional
guru, integritas tata kelola, keamanan dan kenyamanan lingkungan, hubungan dengan orang tua
dan masyarakat. Peningkatan kualitas proses belajar, kompetensi dan profesionalisme guru,
pelayanan prima, serta tata kelola yang akuntabel membentuk fondasi reputasi yang kuat dan
berkelanjutan. Reputasi yang baik akan mendorong siklus positif berupa meningkatnya
kepercayaan, input yang berkualitas (siswa, guru dan sumberdaya), serta dukungan kolaborasi.
Manajemen kualitas menyediakan kerangka untuk memastikan semua elemen sekolah bergerak
secara harmonis menuju keunggulan lembaga.
Berbagai kajian menunjukkan bahwa penerapan manajemen kualitas yang mencakup
kualitas pembelajaran, kompetensi guru, layanan administratif, serta tata kelola dan
transparansi memiliki hubungan yang erat dengan kinerja (Parveen et al., 2024; Sofiah &
Pratama, 2024), daya saing (Prima et al., 2025), kepuasan stakeholder (Zahro et al., 2025),
reputasi institusi pendidikan (Warta et al., 2024; Zakirullah et al., 2025) dan kualitas
pendidikan secara umum (Donkoh et al., 2023). Namun demikian studi empiris pengaruh
antara penerapan manajemen kualitas terhadap reputasi sekolah masih terbatas. Manajemen
kualitas yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan terbukti dapat menghasilkan
kinerja sekolah yang unggul dan berkelanjutan, serta membentuk persepsi positif dari
pemangku kepentingan dalam jangka panjang.
SMP Negeri 7 Yogyakarta sebagai objek penelitian menghadapi tantangan dan peluang
dalam membangun reputasi yang berkelanjutan di tengah dinamika kebutuhan masyarakat dan
perkembangan dunia pendidikan di era informasi. Hal tersebut menjadi motivasi penelitian ini
untuk menguji secara empiris pengaruh elemen praktik manajemen kualitas yang terdiri dari
kualitas proses pembelajaran, kompetensi dan profesionalisme guru, kualitas layanan
administratif dan informasi, serta tata kelola dan transparansi terhadap reputasi sekolah yang
berkelanjutan. Hal ini penting untuk memberikan pemahaman yang komprehensif pengaruh tiap
elemen manajemen kualitas dalam pengembangan reputasi sekolah yang berkelanjutan. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam literatur manajemen
kualitas pendidikan serta kontribusi praktis bagi manajemen sekolah dalam merumuskan
strategi peningkatan reputasi yang berkelanjutan.
2. Metode
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui jenis penelitian eksplanatori.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh praktik manajemen kualitas terhadap
reputasi sekolah. Istilah keberlanjutan merujuk bahwa keduanya praktik manajemen kualitas
dan reputasi sekolah dikembangkan secra berkesinambungan. Praktik manajemen kualitas
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
97
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
ditinjau dari elemen kualitas proses pembelajaran, kompetensi dan profesionalisme guru,
kualitas layanan administratif dan informasi, serta tata kelola dan transparansi. Penelitian
dilakukan melalui studi kasus pada SMP Negeri 7 Yogyakarta. Pemilihan lokasi didasarkan
pada relevansi SMP Negeri 7 Yogyakarta dengan permasalahan penelitian terkait penerapan
manajemen kualitas dan upaya membangun reputasi sekolah yang berkelanjutan.
Subyek penelitian meliputi seluruh pemangku kepentingan internal dan eksternal SMP
Negeri 7 Yogyakarta yang memiliki keterkaitan langsung dengan layanan pendidikan, meliputi
guru, staff tenaga kependidikan, serta orang tua, dan peserta didik. Subyek tersebut menjadi
populasi penelitian. Sampel diambil secara purposive sampling dengan kriteria: responden
yang memahami dan pernah berinteraksi langsung dengan proses pembelajaran, layanan
administratif, tata kelola sekolah, serta bersedia untuk menjadi responden penelitian.
Konstruk praktik manajemen kualitas yang terdiri dari Kualitas Proses Pembelajaran (X),
Kompetensi dan Profesionalisme Guru (X), Kualitas Layanan Administratif dan Informasi
(X), Tata Kelola dan Transparansi (X) dan indikatornya dikembangkan dari literatur
Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) untuk sektor pendidikan (Ford & Evans,
2018; Lazaros et al., 2017; Neves & Nakhai, 2014; Yusuf, 2022) dan Standar Nasional
Pendidikan (SNP) (Sari et al., 2020). Konstruk dan indikator Kualitas Proses Pembelajaran
dikembangkan dari indikator standar proses dalam SNP dan manajemen kualitas proses dalam
MBNQA. Kualitas proses pembelajaran diukur melalui 5 item (indikator), terdiri dari: proses
pembelajaran di sekolah berlangsung secara aktif dan melibatkan siswa secara optimal, guru
menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan materi, sekolah
menerapkan asesmen autentik yang menilai kemampuan nyata siswa, pembelajaran
memanfaatkan teknologi dan media digital secara efektif, lingkungan kelas mendukung proses
belajar yang nyaman dan produktif.
Konstruk dan indikator Kompetensi dan Profesionalisme Guru dikembangkan dari Standar
Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam SNP dan Human Resource/Staff Focus dalam
MBNQA. Kompetensi dan Profesionalisme Guru diukur melalui 6 item (indikator) yang terdiri
dari: guru memiliki penguasaan materi pelajaran yang sangat baik, guru mampu menjelaskan
konsep sulit dengan cara yang mudah dipahami, guru menjunjung tinggi etika profesi dan
menjadi teladan bagi siswa, guru merespons pertanyaan siswa dengan ramah dan professional,
guru melaksanakan pembelajaran dengan persiapan yang matang, guru memberikan umpan
balik terhadap tugas dengan jelas dan konstruktif.
Konstruk dan indikator Kualitas Layanan Administratif dan Informasi dikembangkan dari
indikator Information and analysis dan Customer Focus dalam MBNQA. Kualitas Layanan
Administratif dan Informasi diukur melalui 4 item (indikator) yang terdiri dari: layanan
administrasi (pembayaran, dokumen, surat-menyurat) dilakukan dengan cepat dan tepat, staf
administrasi bersikap ramah dan membantu siswa maupun orang tua, informasi akademik dan
kegiatan sekolah disampaikan secara jelas dan tepat waktu, sistem informasi sekolah (website,
aplikasi, atau media sosial) mudah diakses dan akurat.
Konstruk dan indikator Tata Kelola dan Transparansi dikembangkan dari indikator Standar
Pengelolaan dalam SNP. Tata Kelola dan Transparansi diukur melalui 4 item (indikator) yang
terdiri dari: pengelolaan keuangan sekolah dilakukan secara transparan dan dapat diakses oleh
pemangku kepentingan, sekolah memiliki kebijakan anti-bullying yang ditegakkan secara
konsisten, sekolah menyediakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi siswa, pihak sekolah
terbuka terhadap saran dan masukan dari orang tua maupun siswa.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
98
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
Tabel 1. Hasil Pengujian Instrument
Item
Corrected Item-Total
Correlation
Reputasi Sekolah
y1
.679
y2
.719
y3
.811
y4
.806
Kualitas Proses
Pembelajaran
x11
.761
x12
.862
x13
.703
x14
.855
x15
.692
Kompetensi dan
Profesionalisme Guru
x21
.750
x22
.687
x23
.792
x24
.807
x25
.736
x26
.711
Kualitas Layanan
Administratif dan Informasi
x31
.902
x32
.974
x33
.972
x34
.927
Tata Kelola dan
Transparansi
x41
.876
x42
.868
x43
.868
x44
.960
Sumber: diolah dari uji coba 30 responden (2025)
Reputasi Sekolah adalah Persepsi atau citra yang terbentuk di benak publik (orang tua,
siswa, masyarakat) tentang sekolah, yang didasarkan pada pengalaman, kinerja, dan perilaku
sekolah secara keseluruhan dari waktu ke waktu, mencakup kualitas pengajaran, lingkungan
belajar, fasilitas, serta pencapaian akademik dan non-akademik. Reputasi Sekolah diukur
melalui 4 item (indikator) yang dikembangkan studi sebelumnya (Zakirullah et al., 2025) yang
melibatka elemen kinerja dan komunikasi (Warta et al., 2024) yaitu, terdiri dari indikator:
sekolah dikenal memiliki prestasi akademik dan non-akademik yang baik, percaya pada
kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah, sekolah memiliki citra positif di mata
masyarakat, bangga menjadi bagian dari sekolah, responden merekomendasikan sekolah
kepada orang lain.
Reputasi sekolah dan praktik manajemen kualitas dievaluasi berdasarkan persepsi
responden melalui survei online dengan googleform. Kuesioner menggunakan skala Likert 1-5
(sangat tidak setuju-sangat setuju) untuk mengukur persepsi responden terhadap setiap
pernyataan yang diajukan. Instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner diuji validitas dan
reliabilitasnya sebelum digunakan untuk memastikan ketepatan dan konsistensi pengukuran
data. Hasil pengujian instrument kuesioner melalui uji coba terhadap 30 responden (Tabel 1)
diperoleh hasil semua buti kuesioner valid (Corrected Item-Total Correlation > 0.5).
Instrument kuesioner juga mempunyai tingkat keandalan tinggi (reliable) dengan Cronbach's
Alpha > 0.6.
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial.
Analisis deskriptif untuk menggambarkan tiap variabel. Analisis inferensial dilakukan dengan
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
99
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh Kualitas Proses
Pembelajaran (X), Kompetensi dan Profesionalisme Guru (X), Kualitas Layanan
Administratif dan Informasi (X), Tata Kelola dan Transparansi (X) terhadap Reputasi
Sekolah (Y). Analisis data menggunakan persamaan sebagai berikut:
Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + (1)
Dimana= β= kontanta/koefisien regresi, = error. Uji asumsi klasik yang meliputi uji
normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas digunakan untuk memastikan
model analisis regresi tidak bias. Analisis dilakukan secara simultan melalui uji F (Anava) dan
parsial melalui uji t. Terdapat pengaruh signifikan variabel bebas terhadap variabel terikat jika
nilai signifikansi (ρ) dibawah 5%.
3. Hasil dan Pembahasan
3.1 Deskripsi Data Responden
Responden dalam penelitian ini (tabel 2) terdiri dari guru (21%), tenaga kependidikan
(9%), dan orang tua (34%), peserta didik (36%) SMP Negeri 7 Yogyakarta yang dipilih sesuai
dengan kriteria penelitian. Secara umum, responden memiliki pengalaman interaksi yang
cukup intens dengan proses pembelajaran, layanan administratif, serta sistem tata kelola
sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa data yang diperoleh relevan untuk menggambarkan
persepsi pemangku kepentingan terhadap kualitas manajemen sekolah dan reputasi sekolah
yang berkelanjutan.
Tabel 2. Profil Responden
Uraian
Jumlah
(N)
Persentase
(%)
Jenis kelamin
Perempuan
52
52.00
Laki-laki
48
48.00
Total
100
100.00
Kelompok Responden
Guru
21
21.00
Tenaga Kependidikan
9
9.00
Orang tua/Wali Murid
34
34.00
Siswa
36
36.00
Total
100
91.00
Pengalaman Orang tua/Wali Murid
interaksi Sekolah
Sering
7
20.59
Cukup Sering
21
61.76
Jarang
6
17.65
Total
34
100.00
Jenis Interaksi
Komite Sekolah
4
11.76
Pertemuan Wali Murid
34
100.00
Grup whatshap Wali Murid
34
100.00
Web/Instagram Sekolah
28
82.35
Total
34
100.00
Sumber: data primer diolah (2025)
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
100
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
3.2 Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Berdasarkan tabel 3, nilai rata-rata reputasi sekolah adalah 3.888 menunjukkan bahwa
reputasi sekolah secara umum dipersepsikan baik oleh guru, staff tenaga kependidikan, orag
tua/wali murid dan siswa. Praktik manajemen kualitas ditinjau dari elemen kualitas proses
pembelajaran berada pada kategori baik (rata-rata= 3.982). Hal ini menunjukkan bahwa
responden menilai proses pembelajaran di SMP Negeri 7 Yogyakarta telah direncanakan,
dilaksanakan, serta didukung oleh metode dan media pembelajaran dengan baik, interaktif dan
memadai.
Tabel 3. Rangkuman Statistik Deskriptif
Variabel
Rata-rata
SD
Reputasi Sekolah
3.888
0.581
kualitas proses pembelajaran
3.982
0.424
Kompetensi dan profesionalisme guru
4.030
0.335
Kualitas layanan administratif dan informasi
3.728
0.573
tata kelola dan transparansi sekolah
4.033
0.227
Sumber: data primer diolah (2025)
Kompetensi dan profesionalisme guru terutama pada aspek penguasaan materi dan
tanggung jawab professional juga dinilai tinggi (rata-rata= 4.030). Kualitas layanan
administratif dan informasi dinilai baik (rata-rata= 3.728), ditandai dengan kemudahan akses
informasi, ketepatan layanan, serta sikap petugas yang responsif. Sementara itu, tata kelola dan
transparansi sekolah memperoleh penilaian positif (rata-rata= 4.033), khususnya pada
keterbukaan informasi dan kejelasan kebijakan sekolah.
3.3 Hasil Uji Asumsi Klasik
Matriks korelasi antar variabel (Tabel 3) menunjukkan tidak ada korelasi kuat (< 0.8)
antara variabel bebas, sehingga menunjukkan tidak ada indikasi multikolinearitas. Berdasarkan
nilai Variance Inflation Factor (VIF) yang rendah (< 0.5) (Tabel 3) juga menunjukkan tidak
ada masalah multikolinearitas serius. Hasil uji normalitas (Tabel 4) juga menunjukkan bahwa
data berdistribusi normal. Hasil uji heteroskedastisitas (Gambar 1) menunjukkan model regresi
memenuhi asumsi homoskedastisitas yaitu tidak adanya pola tertentu pada data residual.
Dengan demikian, data regresi tidak mempunyai potensi bias dan layak digunakan untuk
analisis regresi linear berganda.
Tabel 3. Rangkuman Statistik Deskriptif
Y
X1
X2
X3
X4
Y
1
X1
.484
1
X2
.548
.302
1
X3
.633
.450
.423
1
X4
.356
.200
.453
.070
1
Sumber: data primer diolah (2025)
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
101
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
Gambar 1. Uji heteroskedastisitas
Sumber: data primer diolah (2025)
3.4 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Berdasarkan Tabel 4 nilai 𝐹 hitung sebesar 29.901 < 0.01), menunjukkan bahwa
model memenuhi asumsi goodness of fit. Hasil ini juga menunjukkan bahwa secara simultan
(uji Anava= 𝐹 test) manajemen kualitas yang terdiri dari elemen pembelajaran, kualitas guru,
layanan administratif, serta tata kelola dan transparansi berperan strategis dalam membangun
reputasi sekolah yang berkelanjutan. Hasil ini juga menunjukkan bahwa reputasi sekolah tidak
hanya ditentukan oleh satu elemen, melainkan oleh seluruh elemen dalam praktik manajemen
kualitas sekolah yang dikelola secara berkesinambungan dan konsisten dalam jangka panjang.
Berdasarkan Tabel 4, nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square= 0.539) mempunyai arti
bahwa elemen kualitas proses pembelajaran, kompetensi dan profesionalisme guru, kualitas
layanan administratif dan informasi, serta tata kelola dan transparansi dapa menjelaskan bahwa
reputasi sekolah sebesar 53.9%, sisanya 46.1% dipengaruhi oleh elemen lain dalam praktik
manajemen kualitas atau faktor lain di luar praktik manajemen kualitas.
Tabel 4. Rangkuman Hasil Regresi
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
Collinearity
Statistics
B
Std.
Error
Beta
Tolerance
VIF
(Constant)
-2.248
.752
-2.990
.004
X1
.481
.107
.179
2.297
.024
.767
1.304
X2
.453
.148
.219
2.567
.012
.639
1.566
X3
.246
.084
.447
5.396
.000
.680
1.470
X4
.380
.198
.190
2.426
.017
.761
1.314
Adjusted R
Square
0.539
F test
29.901
Sig. F test
< 0.01
Signifikansi KZ
test (p)
> 0.05
Sumber: data primer diolah (2025)
Keempat elemen praktik manajemen kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap
reputasi sekolah (Tabel 4). Elemen kualitas proses pembelajaran berpengaruh positif dan
signifikan terhadap reputasi sekolah yang berkelanjutan (ρ= 0.024 <0.05). Koefisien regresi
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
102
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
yang positif (β=0.481) menunjukkan bahwa semakin baik kualitas pembelajaran, semakin
positif persepsi masyarakat terhadap reputasi sekolah. Kompetensi dan profesionalisme guru
juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap reputasi sekolah (ρ= 0.012 <0.05). Guru yang
kompeten dan profesional menjadi faktor penting dalam membangun kualitas dan kepercayaan.
Koefisien regresi yang positif (β=0.453) menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi dan
profesionalisme guru, semakin positif persepsi masyarakat terhadap reputasi sekolah. Kualitas
layanan administratif dan informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap reputasi
sekolah (ρ= 0.000 <0.01). Koefisien regresi yang positif (β=0.246) menunjukkan bahwa
semakin tinggi kualitas layanan administratif dan informasi, semakin positif persepsi
masyarakat terhadap reputasi sekolah. Layanan administratif dan informasi yang cepat, jelas,
dan transparan meningkatkan kepuasan pemangku kepentingan. Hal ini dakan menciptakan
persepsi, citra positif dan kepercayaan terhadap sekolah. Tata kelola dan transparansi sekolah
menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap reputasi sekolah yang berkelanjutan (ρ=
0.017 <0.05). Koefisien regresi yang positif (β=0.380) menunjukkan bahwa semakin tinggi
kualitas layanan administratif dan informasi, semakin positif persepsi masyarakat terhadap
reputasi sekolah. Tata kelola yang baik dan transparan menjadi faktor utama dalam
membangun kepercayaan dan citra positif sekolah.
3.5 Pembahasan
Studi ini mengembangkan model untuk membangun reputasi sekolah yang berkelanjutan
melalui manajemen kualitas. Hasil penelitian (Tabel 4) menunjukkan bahwa reputasi sekolah
yang berkelanjutan dapat dibangun secara efektif melalui penerapan manajemen kualitas yang
terintegrasi yang merupakan gabungan elemen: kualitas proses pembelajaran, kompetensi dan
profesionalisme guru, kualitas layanan administratif dan informasi, serta tata kelola dan
transparansi. Keempat elemen tersebut terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan
terhadap reputasi sekolah. Hasil studi ini mendukung praktik manajemen kualitas dalam
pendekatan sistem terkait pengaruh elemen measurement, information and analysis, customer
focus, workforce focus, operations focus terhadap kinerja (Ford & Evans, 2018; Lazaros et al.,
2017; Neves & Nakhai, 2014; Sari et al., 2020; Wartini et al., 2021; Yusuf, 2022). Hasil studi
ini tidak hanya menegaskan bahwa reputasi sekolah bukanlah hasil dari satu faktor tunggal,
melainkan akumulasi dari berbagai aspek kualitas yang dikelola secara konsisten dan
berkelanjutan.
Kualitas proses pembelajaran mempunyai pengaruh positif terhadap reputasi sekolah <
0.05). Kualitas proses pembelajaran memiliki peran fundamental dalam pembentukan reputasi
sekolah. Hasil studi ini mendukung studi sebelumnya (Jailani et al., 2024). Proses
pembelajaran yang dirancang dengan baik, interaktif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta
didik mampu menciptakan pengalaman belajar yang positif. Pengalaman tersebut membentuk
kepuasan siswa dan orang tua, yang selanjutnya memengaruhi persepsi masyarakat terhadap
mutu sekolah. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa pembelajaran merupakan inti
layanan pendidikan dan menjadi indikator utama dalam menilai kualitas serta reputasi sekolah
di mata publik.
Kompetensi dan profesionalisme guru mempunyai pengaruh positif terhadap reputasi
sekolah (ρ < 0.05). Kompetensi dan profesionalisme guru juga terbukti berkontribusi signifikan
terhadap reputasi sekolah yang berkelanjutan. Hasil studi ini melengkapi studi sebelumnya
yang menemukan pengaruh kompetensi dan profesionalisme guru tidak hanya terhadap kualitas
akademik (Sukapsih & Supriyoko, 2024), kinerja guru (Pattipeiluhu et al., 2025; Sudiyanto et
al., 2022), mutu pendidikan (Mantika & Purwanto, 2022), kepuasan peserta didik (Amin et al.,
2022), tetapi penelitian ini menemukan juga pengaruhnya terhadap reputasi sekolah. Guru
yang memiliki kompetensi pedagogik dan profesional yang tinggi mampu meningkatkan
kualitas pembelajaran serta membentuk karakter peserta didik (Jailani et al., 2024). Selain itu,
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
103
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
sikap profesional, etika kerja, dan komitmen guru terhadap pengembangan diri mencerminkan
budaya mutu sekolah. Kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap kualitas guru secara
langsung memperkuat citra dan reputasi sekolah dalam jangka panjang.
Kualitas layanan administratif dan informasi memberikan pengaruh penting dalam
membentuk persepsi pemangku kepentingan terhadap sekolah. Hasil studi ini melengkapi studi
sebelumnya yang menemukan pengaruh kualitas layanan administratif dan informasi terhadap
kepuasan peserta didik (Amin et al., 2022). Layanan yang cepat, akurat, ramah, serta didukung
oleh keterbukaan informasi menciptakan kepuasan dan kenyamanan bagi orang tua dan
masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa reputasi sekolah tidak hanya dibangun melalui
aspek akademik, tetapi juga melalui kualitas pelayanan non-akademik yang mencerminkan
profesionalisme dan kesiapan sekolah dalam melayani kebutuhan pemangku kepentingan.
Tata kelola dan transparansi sekolah menjadi faktor strategis dalam membangun
kepercayaan publik. Hasil studi ini mendukung studi sebelumnya (Islamiah et al., 2025)
(Jailani et al., 2024). Tata kelola yang baik mencerminkan sistem pengelolaan sekolah yang
akuntabel, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Transparansi dalam
pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya memperkuat kepercayaan orang tua dan
masyarakat. Kepercayaan tersebut merupakan fondasi utama reputasi sekolah yang
berkelanjutan, karena reputasi yang kuat hanya dapat dibangun pada institusi yang dipandang
jujur dan bertanggung jawab.
Secara simultan, keempat elemen kualitas tersebut saling melengkapi dan memperkuat satu
sama lain dalam membentuk reputasi sekolah. Manajemen kualitas yang diterapkan secara
konsisten pada seluruh aspek operasional sekolah menciptakan sinergi yang menghasilkan
kinerja sekolah yang unggul dan berkelanjutan. Dengan demikian, reputasi sekolah yang
berkelanjutan dapat dipahami sebagai hasil dari komitmen jangka panjang sekolah dalam
menjaga dan meningkatkan kualitas di semua lini.
4. Kesimpulan
Studi ini menguji pengaruh tiap elemen dalam praktik manajemen kualitas yang ditinjau
dari kualitas proses pembelajaran, kompetensi dan profesionalisme guru, kualitas layanan
administratif dan informasi, serta tata kelola dan transparansi dalam memberikan kontribusi
untuk reputasi sekolah yang berkelanjutan. Melalui survei dengan studi kasus di SMP 7
Yogyakarta hasil studi ini menemukan bahwa reputasi sekolah dapat dibangun melalui
penerapan manajemen kualitas yang terintegrasi dan berkesinambungan. Kualitas proses
pembelajaran, kompetensi dan profesionalisme guru, kualitas layanan administratif dan
informasi, serta tata kelola dan transparansi terbukti berpengaruh positif dan signifikan
terhadap reputasi sekolah yang berkelanjutan. Keempat elemen praktik manajemen kualitas
tersebut berperan strategis dalam membentuk persepsi positif, citra dan kepercayaan
pemangku kepentingan terhadap sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa reputasi sekolah yang
berkelanjutan dapat dibangun melalui praktik manajemen kualitas yang terintegrasi dan
berkesiambungan dalam jangka panjang.
Hasil studi ini memberikan implikasi teoretis dalam memperkuat kajian manajemen
kualitas dalam konteks pendidikan dengan menempatkan reputasi sekolah sebagai outcome
strategis dari penerapan kualitas yang berkelanjutan. Implikasi teoritis hasil penelitian in
dalam literatur praktik manajemen kualitas adalah mengukur dampaknya terhadap reputasi
organisasi. Hasil studi ini memberikan implikasi praktik bahwa sekolah perlu memandang
reputasi sebagai aset strategis yang harus dikelola secara sistematis melalui manajemen
kualitas. Upaya membangun reputasi yang kuat, dipercaya, dan berkelanjutan tidak cukup
hanya dilakukan dengan komunikasi, tetapi juga harus didukung dengan peningkatan kualitas
pembelajaran, pengembangan kompetensi dan profesional guru, perbaikan layanan
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
104
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
administratif, serta penguatan tata kelola dan transparansi. Manajemen sekolah perlu
memprioritaskan peningkatan kualitas proses pembelajaran, pengembangan kompetensi dan
profesionalisme guru, perbaikan layanan administratif dan informasi, serta penguatan tata
kelola dan transparansi. Upaya tersebut harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan
agar sekolah mampu membangun reputasi yang kuat, dipercaya, dan kompetitif di tengah
dinamika dunia pendidikan.
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, penelitian hanya dilakukan pada
satu sekolah, sehingga hasil penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas pada konteks
sekolah yang berbeda. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian
pada beberapa sekolah dengan karakteristik yang berbeda agar hasil penelitian memiliki daya
generalisasi yang lebih kuat. Kedua penelitian ini hanya memfokuskan pada empat variabel
independen, sementara masih terdapat faktor lain yang berpotensi memengaruhi reputasi
sekolah, seperti budaya organisasi, kepemimpinan kepala sekolah, serta keterlibatan
masyarakat. Peneliti berikutnya dapat menambahkan variabel lain yang relevan dengan
reputasi sekolah, seperti kepemimpinan, inovasi pendidikan, dan budaya sekolah. Ketiga, data
reputasi sekolah dan praktik manajemen kualitas berdasarkan persepsi responden yang
diperoleh melalui metode survei dengan instrument kuesioner, sehingga berpotensi
mengandung subjektivitas. Penggunaan pendekatan metode campuran dengan
mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif juga disarankan agar diperoleh pemahaman
yang lebih mendalam mengenai proses pembentukan reputasi sekolah yang berkelanjutan.
5. Daftar Pustaka
Al-zoubi, Z., Qablan, A., Issa, H. B., Bataineh, O., Mohammed, A., & Kaabi, A. (2023). The
Degree of Implementation of Total Quality Management in Universities and Its
Relationship to the Level of Community Service from the Perspectives of Faculty
Members. Sustainability, 15(00), 2404. https://doi.org/10.3390/su15032404
Amin, K., Moh.Bukhori, & Agustina, T. (2022). Pengaruh Kualitas Pelayanan
Administrasi,Kompetensi Guru,Kualitas Sarana dan Prasarana Terhadap Kepuasan Peserta
Didik SMA YPVDP Bontang Kalimantan Timur. JOSR: Journal of Social Research, 1(5),
500506.
Donkoh, R., On, W., Thomas, A., Donkor, J., Twerefoo, O., Kudwo, M., & Yeboah, S. (2023).
Effects of educational management on quality education in rural and urban primary
schools in Ghana. Heliyon, 9(11), e21325. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e21325
Ford, M. W., & Evans, J. R. (2018). An empirical investigation of the Baldrige framework
using applicant scoring data. International Journal of Quality & Reliability Management,
35(8), 15991616. https://doi.org/10.1108/IJQRM-12-2016-0215
Islamiah, N. M., Setiawan, E., Malang, U. I., Timur, J., & Pendidikan, P. (2025). Tata Kelola
Administrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan di KB / BA Restu. Tata Kelola
Administrasi Terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan Di KB/BA Restu, 7(2), 19.
https://doi.org/10.30587/jieec.v7i2.10360
Jailani, M. S., Harja, H., Yosmardi, H., & Kurniawaty, D. (2024). Manajemen Mutu Terpadu di
Sekolah. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(20), 78877895.
Lazaros, A., Sofia, A., & George, I. (2017). Malcolm Baldrige National Quality Award
(MBNQA) Dimensions in Greek Tertiary Education System. EBEEC Conference
Proceedings The Economies of Balkan and Eastern Europe Countries in the
ChangedWorld, 2016, 436455. https://doi.org/10.18502/kss.v1i2.912
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
105
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
Mantika, S. P., & Purwanto, A. (2022). Pengaruh Fasilitas Belajar, Kompetensi, dan Kinerja
Guru Terhadap Mutu Pendidikan di SMK Kabupaten Bogor. ACADEMIA : Jurnal Inovasi
Riset Akademik, 2(3), 204213.
Mateus, M. A., & Acosta, F. J. (2022). Reputation in Higher Education : A Systematic Review.
Front. Educ., 7(June), 119. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.925117
Min, G., Lin, M., Liu, Y., Yang, N., & Li, Z. (2023). Research on the Evaluation Model of
School Management Quality in the Compulsory Education Stage Based on Big Data
Technology. Sustainability, 15, 9987. https://doi.org/10.3390/su15139987
Mohsin, M., Shamsudin, M. N., Jaffri, N. R., Idrees, M., & Jamil, K. (2025). Unveiling the
contextual effects of total quality management to enhance sustainable performance. The
TQM Journal, 37(3), 680708. https://doi.org/10.1108/TQM-05-2023-0124
Neves, J. S., & Nakhai, B. (2014). The Baldrige Award Framework for Teaching Total Quality
Management. Journal of Education for Business, 69(2), 3741.
https://doi.org/10.1080/08832323.1993.10117669
Ng, D., & Ku, D. (2023). School Reform: New Future-Ready Quality Outcomes and Proposed
Measures. Educ. Sci., 13, 1246. https://doi.org/10.3390/educsci13121246
Nguyen, M. H. (2018). Contribution of Quality Management Practices to Sustainability
Performance of Vietnamese Firms. Sustainability, 10, 375.
https://doi.org/10.3390/su10020375
Parveen, K., Quang, T., Phuc, B., Alghamdi, A. A., Kumar, T., Aslam, S., Shafiq, M., &
Saleem, A. (2024). The contribution of quality management practices to student
performance : Mediated by school culture. Heliyon, 10(15), e34892.
https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e34892
Pattipeiluhu, H. M. A., Ibrahim, M. B. H., Suratini, & Rasyid, P. A. (2025). Pengaruh Kualitas
Layanan Pendidikan, Kompetensi Guru dan Budaya Organisasi Terhadap Peningkatan
Kinerja Guru. Vifada Management and Digital Business, 2(1), 4863.
Prima, A., Mulawarman, W. G., & Yahya, M. (2025). Educational Service Quality
Management as a Strategy to Increase School Competitiveness in the Era of Globalization.
Journal of Educational Management Research, 04(03), 838855.
Raja, M. W., Bodla, M. A., & Malik, S. A. (2011). Evaluating the Effect of Total Quality
Management Practices on Business Performance : A Study of Manufacturing Firms of
Pakistan. International Journal of Business and Social Science, 2(9), 110117.
Sari, Y., Rosiawan, M., & Hadiyat, M. A. (2020). The design and implementation of a
performance measurement system to pursue school excellence: the integration of
Indonesian National Accreditation Standard into Baldrige Education Criteria. Proceeding
of 12th International Seminar on Industrial Engineering and Management, 3340.
Sofiah, M. A., & Pratama, A. R. (2024). Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan:
Kerangka Komprehensif untuk Meningkatkan Kinerja Institusi dan Hasil Siswa.
Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(001), 9931006.
Spychalski, B. (2025). Quality Management System in Shaping Students ’ Pro-Quality Attitude
in the Era of Industry 4 . 0. Appl. Sci., 15, 4227. https://doi.org/10.3390/ app15084227
Sudiyanto, A., Muin, J. A., & Ariswandy, D. (2022). Pengaruh Kompetensi Guru dan Sarana
Prasarana terhadap Kinerja Guru pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 12 Krui
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 94-106
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
106
Sapto Pamungkas t.al (Building a Sustainable School Reputation....)
Kabupaten Pesisir Barat. Ekonometrika : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Statistika,
1120. https://doi.org/10.24967/xx.v8
Sukapsih, E., & Supriyoko. (2024). Kontribusi kompetensi guru terhadap kualitas akademik di
MAN se-Kabupaten Kulon Progo layanan. Indonesian Journal of Educational
Management and Leadership, 02(01), 5973. https://doi.org/10.51214/ijemal.v2i1.805
Syaifullah, Yusuf, R. M., Hidayah, Z., & Pujiwati, A. (2023). A Literature Review of Total
Quality Management Practices in Malaysia and Indonesia Schools. International Journal
of Social Service and Research, 03(09), 23442354.
https://doi.org/10.46799/ijssr.v3i9.543
Syauqy, A., Saifani, I., & Lusida, N. (2024). Strategic Management In Improving Education
Quality. Jurnal Ilmiah Edukatif, 10(1), 122135. https://doi.org/10.37567/jie.v10i1.3253
Warta, W., Zaeni, R., Syam, A., & Rahmatullah, T. (2024). School Reputation Management for
Institutional Sustainability and Achievement of Excellent Predicate. QALAMUNA: Jurnal
Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 16(1), 633646.
https://doi.org/10.37680/qalamuna.v16i1.5037
Wartini, S., Untoro, W., Suyono, J., & Harsono, M. (2021). Knowledge integration mediate the
influence of quality management practice on organisational performance. Int. J.
Productivity and Quality Management, 33(3), 384406.
Wawak, S., & Ljevo, Ž. (2020). Understanding the Key Quality Factors in Construction
Projects A Systematic Literature Review. Sustainability, 12, 10376.
https://doi.org/10.3390/su122410376
Wu, S., Wang, X., Yu, H., Zhang, X., Xia, W., Cheng, D., Erbolat, A., Qian, X., Tang, B., &
Sun, K. (2024). Public opinion of school reputation. Academic Journal of Humanities &
Social Sciences, 7(1), 6973. https://doi.org/10.25236/AJHSS.2024.070111
Yap, & Ng, X. H. (2018). (2018). Mapping the TQM implementation: an empirical
investigation of the cultural dimensions with different strategic orientation in Indian firms.
Benchmarking: An International Journal, 34(1), 15.
Yusuf, F. A. (2022). The Implementation of Malcolm Baldrige Education Criteria for
Performance Excellence in Private Primary School Management ( A Case Study
Qualitative ). Proceedings of the 6th International Conference on Learning Innovation
and Quality Education, Icliqe, 767,. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-114-2
Zahro, S. I., Putri, F. A., & Fathurrobbani, M. (2025). Manajemen Mutu Terpadu dalam
Pendidikan : Sebuah Literature Review Sistematik terhadap Tren dan Kontribusi pada
Kepuasan Stakeholder ( 2020 2025 ). Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan Dan
Bahasa, 2(4), 5766. https://doi.org/10.62383/dilan.v2i4.2461
Zakirullah, Z., Camlibel, B. B., & Ying, H. (2025). Service Quality’s Impact on Educational
Reputation and Students ’ Happiness at Hohai University: The Mediating Role of Students
Motivation. Journal of Human Resource and Sustainability Studies, 13(1), 1639.
https://doi.org/10.4236/jhrss.2025.131002