Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 1-7
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
1
Pradita Ujiyanto et.al (Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui.)
Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui
Keluarga dalam Perspektif Pendidikan Karakter
Pradita Ujiyanto
a,1
, Maria Helena Sri Rahayu
b,2
a
PPKn, FKIP Univet Bantara Sukoharjo
b
PPKn, FKIP Univet Bantara Sukoharjo
1
praditaujiyanto14@gmail.com*;
2
mariahsr782@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 19 Agustus 2025
Direvisi: 27 Oktober 2025
Disetujui: 10 Desember 2025
Tersedia Daring: 1 Januari 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penguatan nilai
gotong royong melalui keluarga dalam perspektif pendidikan karakter. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat
strategis dalam penguatan nilai karakter gotong royong pada anak. Strategi-
strategi yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk menguatkan nilai
karakter gotong royong pada anak antara lain : mengajarkan nilai-nilai
gotong royong, membuat aturan kolaboratif, mengembangkan pemahaman
dan kesadaran, serta melakukan kegiatan gotong royong bersama. Penelitian
ini juga menunjukkan bahwa penguatan nilai karakter gotong royong
melalui keluarga dapat membentuk karakter anak yang kuat dan baik.
Kata Kunci:
Penguatan Nilai Karakter
Gotong Royong
Keluarga
Pendidikan Karakter
ABSTRACT
Keywords:
Strengthening Character
Values
Mutual Cooperation
Family
Character Education
This study aims to determine how to strengthen the value of mutual
cooperation through the family in the perspective of character education. The
results of the study indicate that the family has a very strategic role in
strengthening the value of mutual cooperation character in children.
Strategies that can be carried out by families to strengthen the value of mutual
cooperation character in children include: teaching the values of mutual
cooperation, making collaborative rules, developing understanding and
awareness, and carrying out mutual cooperation activities together. This study
also shows that strengthening the value of mutual cooperation character
through the family can form a strong and good character in children.
©2026, Pradita Ujiyanto, Maria Helena Sri Rahayu
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Gotong royong merupakan salah satu nilai karakter yang sangat penting dalam kehidupan
bermasyarakat. Nilai ini mengajarkan kita untuk bekerja sama, saling membantu, dan
menghargai orang lain. Namun, dalam era modern ini nilai gotong royong semakin memudar
dan digantikan oleh nilai-nilai individualisme. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk
menguatkan nilai karakter gotong royong pada anak.Anshori, I. (2017) Pentingnya penguatan
nilai karakter gotong royong sangat penting dalam membentuk karakter anak yang kuat dan
baik. Dengan memiliki nilai gotong royong, anak dapat menjadi pribadi yang lebih peduli,
lebih kooperatif, dan lebih bertanggung jawab. Selain itu, nilai gotong royong juga dapat
membantu anak untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional yang baik. Shinta,
M., & Ain, S. Q. (2021).
Peran keluarga dalam penguatan nilai karakter gotong royong merupakan lingkungan
pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak. Oleh karena itu, keluarga memiliki
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 1-7
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
2
Pradita Ujiyanto et.al (Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui.)
peran yang sangat strategis dalam penguatan nilai karakter gotong royong pada
anak.Arfiariska, P. A., & Hariyati, N. (2021). Keluarga dapat mengajarkan nilai-nilai gotong
royong, membuat aturan kolaboratif, mengembangkan pemahaman dan kesadaran, serta
melakukan kegiatan gotong royong bersama. Pendidikan karakter akan berjalan efektif dan
utuh jika melibatkan tiga institusi, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.Amran Muhammad,
Sahabuddin Erma Suryani, M. (2018). Pendidikan karakter tidak akan berjalan dengan baik jika
mengabaikan salah satu institusi, terutama keluarga. Pendidikan informal dalam keluarga
memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter seseorang. Hal itu disebabkan
keluarga merupakan lingkungan tumbuh dan berkembangnya anak sejak mulai usia dini hingga
mereka menjadi dewasa. Melalui pendidikan dalam keluargalah karakter seorang anak
terbentuk.Asriani, P., Sa'dijah, C., & Akbar, S. (2017).
Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seseorang. Menurut
Iqbal, A. M., Hasanah, A., & Arifin, B. S. (2022) terdapat tiga lingkungan yang bertanggung
jawab dalam mendidik anak. Ketiga lingkungan tersebut adalah keluarga, sekolah, dan
masyarakat. Ketiga lingkungan tersebut tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Tetapi,
dari ketiganya, lingkungan keluarga yang memiliki tanggung jawab utama dan pertama dalam
pendidikan. Dalam Sistem Pendidikan Nasional, keluarga termasuk jalur pendidikan informal
atau jalur pendidikan luar sekolah. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang
Sistem Pendidikan Nasional pasal 13 ayat 1, bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan
formal, informal, dan nonformal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan
formal adalah jalur pendidikan sekolah. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga.
Dan pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan lingkungan atau masyarakat.
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak dalam belajar dan
mengembangkan karakter dan moralnya. Keluarga merupakan wadah untuk belajar
bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, dan berpendapat. Keluarga merupakan suatu payung
kehidupan bagi seorang anak. Proses pembentukan karakter anak pada keluarga yaitu
mempersiapkan anak-anak bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma dalam
masyarakat dimana keluarga tersebut berada. Abdusshomad, A. (2018). Proses tersebut dapat
dilaksanakan melalui keteladanan orang tua karena anak merupakan peniru yang ulung
sehingga orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya, pembelajaran
merupakan cara untuk mengajarkan mengenai nilai dan norma yang baik dan buruk kepada
anak, pembiasaan juga merupakan cara yang efektif untuk membentuk karakter anak yaitu
dengan membiasakan anak untuk melakukan hal-hal yang baik, seperti membantu orang tua,
berkata jujur, dan berbahasa dengan baik.Adawiyah, S. (2018).
Pendidikan dalam keluarga sangat berperan dalam mengembangkan watak, karakter, dan
kepribadian sesorang. Mulyani, D., Ghufron, S., Akhwani, & Kasiyun, S. (2020). Keluarga
merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter
bangsa. Keluarga akan membentuk karakter seseorang dan berpengaruh pada lingkungannya
sebab keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi pembentukan karakter.
Peran penting dan kualitas keluarga yang mewarnai pembentukan karakter yaitu pada model
pendidikan yang diberikan orang tua terhadap anaknya. Pendidikan karakter akan berjalan
efektif dan utuh jika melibatkan tiga institusi, yaitu keluarga, sekolah, dan
masyarakat.Permana, B. I., & Mursidi, A. (2020). Pendidikan karakter tidak akan berjalan
dengan baik jika mengabaikan salah satu institusi, terutama keluarga. Pendidikan informal
dalam keluarga memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter seseorang. Hal itu
disebabkan keluarga merupakan lingkungan tumbuh dan berkembangnya anak sejak mulai usia
dini hingga mereka menjadi dewasa. Melalui pendidikan dalam keluargalah karakter seorang
anak terbentuk.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 1-7
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
3
Pradita Ujiyanto et.al (Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui.)
2. Metode
Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Moleong, tujuan dari
penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh partisipan
penelitian secara komprehensif dan deskriptif, seperti pengalaman, persepsi, sikap, dan
tindakan (Efendi & farida, 2021). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang
berusaha menemukan berbagai informasi dengan melakukan kajian analitis kritis terhadap
informasi atau data yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan orangtua dan anak,
serta observasi terhadap kegiatan keluarga yang terkait dengan penguatan nilai karakter gotong
royong. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi
dokumentasi. Teknik analisa data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan/ verifikasi data. Data diperoleh menggunakan teknik analisis data Kurniawati, D.,
& Mawardi (2021).
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil
Hasil penelitian berdasarkan observasi menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki nilai
karakter gotong royong yang kuat memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
1. Kerjasama: kelurga yang memiliki nilai karakter gotong royong yang kuat memiliki
kerja sama yang baik dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
2. Saling membantu: anggota keluarga saling membantu dalam melakukan kegiatan
sehari-hari, seperti membantu membersihkan rumah, memasak dan lain-lain.
3. Menghargai orang lain: keluarga yang memiliki nilai karakter gotong royong yang
kuat menghargai orang lain dan memiliki empati yang baik.
4. Tanggung jawab: anggota keluarga memiliki tanggung jawab yang baik dalam
melakukan sehari-hari dan memenuhi kewajiban mereka.
Hasil penelitian berdasarkan wawancara menunjukkan bahwa dilakukan dengan 5 orang
tua yang memiliki anak berusia 6-12 tahun. Wawancara dilakukan secara mendalam dan
terbuka untuk memahami pengalaman dan pandangan orang tua tentang penguatan nilai
karakter gotong royong melalui keluarga. Hasil wawancara menunjukkan bahwa orangtua
memiliki beberapa pandangan dan pengalaman tentang penguatan nilai karakter gotong royong
melalui keluarga yaitu pentingnya contoh orang tua menyatakan bahwa contoh adalah salah
satu cara paling efektif untuk mengajarkan nilai-nilai gotong royong kepada anak-anak, peran
keluarga contoh orang tua menyatakan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting
dalam mengembangkan nilai-nilai gotong royong pada anak-anak, kegiatan gotong royong
contoh orang tua menyatakan bahwa kegiatan gotong royong seperti membersihkan
lingkungan, membantu tetangga, dan lain-lain dapat membantu anak-anak memahami nilai-
nilai gotong royong, pengembangan pemahaman dan kesadaran anak-anak tentang pentingnya
gotong royong dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sangat
penting.
Hasil penelitian berdasarkan studi dokumentasi menunjukkan bahwa penguatan nilai
karakter gotong royong melalui keluarga dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu
mengajarkan nilai-nilai gotong royong contoh keluarga dapat mengajarkan nilai-nilai gotong
royong kepada anak-anak mereka melalui contoh dan pengalaman, membuat aturan kolaboratif
contoh keluarga dapat membuat aturan kolaboratif yang memungkinkan anggota keluarga
untuk berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong, mengembangkan pemahaman dan
kesadaran contoh keluarga dapat mengembangkan pemahaman dan kesadaran anak-anak
tentang pentingnya gotong royong dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari, melakukan kegiatan gotong royong bersama contoh keluarga dapat melakukan
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 1-7
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
4
Pradita Ujiyanto et.al (Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui.)
kegiatan gotong royong bersama seperti membersihkan lingkungan, membantu tetangga, dan
lain-lain.
Pembahasan
1. Pentingnya Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong dan Peran Keluarga dalam
Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong
Penguatan nilai karakter gotong royong sangat penting dalam membentuk karakter
gotong royong sangat penting dalam membentuk karakter anak yang kuat dan baik. Nilai
karakter gotong royong dapat membantu anak memahami pentingnya kerja sama, saling
membantu, dan menghargai orang lain. Membentuk karakter anak yang kuat dan baik yaitu
penguatan nilai karakter gotong royong dapat membantu anak memahami pentingnya kerja
sama, saling membantu, dan menghargai orang lain. Dengan demikian, anak dapat
membentuk karakter yang kuat dan baik, seperti kemampuan berempati, berkomunikasi,
dan bekerja sama dengan orang lain. Meningkatkan kemampuan sosial anak yaitu
penguatan nilai karakter gotong royong dapat membantu anak meningkatkan kemampuan
sosial mereka, seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama, dan mengatasi
konflik dengan orang lain. Santika, I. W. (2020).Membangun hubungan harmonis contoh
penguatan nilai karakter gotong royong dapat membantu membangun hubungan yang
harmonis antara anggota keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Meningkatkan
kualitas hidup masyarakat contoh penguatan nilai karakter gotong royong dapat membantu
meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti meningkatkan keamanan, keselamatan,
dan kesejahteraan masyarakat. Membentuk generasi yang berkarakter contoh penguatan
nilai karakter gotong royong dapat membantu membentuk generasi yang berkarakter,
seperti generasi yang memiliki kemampuan berempati, berkomunikasi, dan bekerja sama
dengan orang lain. Meningkatkan kualitas pendidikan contoh penguatan nilai karakter
gotong royong dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan, seperti meningkatkan
kemampuan siswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, dan mengatasi konflik dengan
orang lain. Peran keluarga dalam penguatan nilai karakter gotong royong yaitu keluarga
memiliki peran yang sangat penting dalam penguatan nilai karakter gotong royong pada
anak. Keluarga dapat mengajarkan nilai-nilai gotong royong kepada anak antara lain
mengajarkan.Fahdini, A. M., Furnamasari, Y. F., &Dewi, D. A. (2021).
2. Strategi Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong
Berikut beberapa strategi penguatan nilai karakter gotong royong melalui keluarga yaitu
Strategi Pengajaran
a. Mengajarkan nilai-nilai gotong royong yaitu keluarga dapat mengajarkan nilai-nilai
gotong royong kepada anak-anak mereka melalui contoh dan pengalaman.
b. Menggunakan contoh yang baik yaitu keluarga dapat menggunakan contoh yang
baik untuk mengajarkan nilai-nilai gotong royong kepada anak-anak.
c. Mengembangkan pemahaman dan kesadaran yaitu keluarga dapat mengembangkan
pemahamann dan kesadaran anak-anak tentang pentingnya gotong royong dan
bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 1-7
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
5
Pradita Ujiyanto et.al (Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui.)
Strategi Pengembangan Keterampilan
a. Mengembangkan keterampilan kerjasama yaitu keluarga dapat mengembangkan
keterampilan kerjasama anak-anak mereka melalui kegiatan yang memerlukan
kerjasama.
b. Mengembangkan keterampilan komunikasi yaitu keluarga dapat mengembangkan
keterampilan komunikasi anak-anak mereka melalui kegiatan yang memerlukan
komunikasi yang efektif.
c. Mengembangkan keterampilan mengatasi konflik yaitu keluarga dapat
mengembangkan keterampilan mengatasi konflik anak-anak mereka melalui
kegiatan yang memerlukan pengelolaan konflik yang efektif.
Strategi Pengembangan Lingkungan
a. Mengembangkan lingkungan yang mendukung yaitu keluarga dapat
mengembangkan lingkungan yang mendukung penguatan nilai karakter gotong
royong.
b. Mengembangkan kegiatan gotong royong yaitu keluarga dapat mengembangkan
kegiatan gotong royong yang melibatkan anggota keluarga dan masyarakat sekitar.
c. Mengembangkan jaringan sosial yaitu keluarga dapat mengembangkan jaringan
sosial yaitu keluarga dapat mengembangkan jaringan sosial yang kuat untuk
mendukung penguatan nilai karakter gotong royong.
Strategi Pengembangan Diri
a. Mengembangkan kesadaran diri yaitu keluarga dapat mengembangkan kesadaran
diri anak-anak mereka tentang pentingnya gotong royong dan bagaimana cara
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
b. Mengembangkan keterampilan mengelola emosi yaitu keluarga dapat
mengembangkan keterampilan mengelola emosi anak-anak mereka untuk
mendukung penguatan nilai karakter gotong royong.
c. Mengembangkan keterampilan mengambil keputusan yaitu keluarga dapat
mengembangkan keterampilan mengambil keputusan anak-anak mereka untuk
mendukung penguatan nilai karakter gotong royong.
3. Manfaat Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui Keluarga
Berikut beberapa manfaat penguatan nilai karakter gotong royong melalui keluarga yaitu :
Manfaat bagi Anak
a) Membentuk karakter yang baik yaitu penguatan nilai karakter gotong royong
melalui keluarga dapat membentuk karakter anak yang baik, seperti kemampuan
berempati, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain.
b) Meningkatkan kemampuan sosial yaitu penguatan nilai karakter gotong royong
melalui keluarga dapat meningkatkan kemampuan sosial anak, seperti kemampuan
berinteraksi dengan orang lain dan mengatasi konflik.
c) Membangun hubungan harmonis yaitu penguatan nilai karakter gotong royong
melalui keluarga dapat membangun hubungan yang harmonis antara anggota
keluarga dan masyarakat sekitar.
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 1-7
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
6
Pradita Ujiyanto et.al (Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui.)
Manfaat bagi Keluarga
a) Membangun keharmonisan keluarga yaitu penguatan nilai karakter gotong royong
melalui keluarga dapat membangun keharmonisan keluarga dan meningkatkan
kualitas hubungan antara anggota keluarga.
b) Meningkatkan kualitas pendidikan yaitu penguatan nilai karakter gotong royong
melalui keluarga dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak dan membantu
mereka menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab.
c) Membangun jaringan sosial yang kuat yaitu penguatan nilai karakter gotong
royong melalui keluarga dapat membangun jaringan sosial yang kuat dan
mendukung antara keluarga dan masyarakat sekitar.R. R., Suresman, E., &
Suabuana, C. (2021).
Manfaat bagi Masyarakat
a) Membangun masyarakat yang harmonis yaitu penguatan nilai karakter gotong
royong melalui keluarga dapat membangun masyarakat yang harmonis dan
mendukung antara anggota masyarakat.
b) Meningkatkan kualitas hidup masyarakat yaitu penguatan nilai karakter gotong
royong melalui keluarga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan
membantu mereka menjadi lebih sehat, aman dan sejahtera.
c) Membangun generasi yang berkarakter yaitu oenguatan nilai karakter gotong
royong melalui keluarga dapat membangun generasi yang berkarakter dan
memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab.
4. Kesimpulan
Penguatan nilai karakter gotong royong melalui keluarga merupakan salah satu strategi
yang efektif dalam membentuk karakter anak yang baik dan berkarakter. Keluarga memiliki
peran yang sangat penting dalam mengembangkan nilai-nilai gotong royong pada anak-anak
mereka. Casika, A., Lidia, A., & Asbari, M. (2023). Dengan demikian, penguatan nilai karakter
gotong royong melalui keluarga dapat membawa beberapa manfaat yang positif bagi anak,
keluarga dan masyarakat, seperti membentuk karakter anak yang baik dan berkarakter,
meningkatkan kemampuan sosial anak, membangun hubungan yang harmonis antara anggota
keluarga dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, keluarga perlu memainkan peran yang aktif
dalam mengembangkan nilai-nilai gotong royong pada anak-anak mereka, seperti mengajarkan
nilai-nilai gotong royong, membuat aturan kolaboratif, mengembangkan pemahaman dan
kesadaran, dan melakukan kegiatan gotong royong bersama.
5. Daftar Pustaka
Abdusshomad, A. (2018). Pentingnya Penerapan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran.
Jurnal Asy-Syukriyyah, 19(1). https://doi.org/10.36769/asy.v19i1.22
Adawiyah, S. (2018). Pentingnya Pendidikan Karakter pada Anak. Prosiding Seminar dan
Diskusi Nasional Pendidikan Dasar 2018. Diambil dari
https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/psdpd/article/view/10159
Academy of Education Journal
Vol. 17, No. 1, Januari 2026, Page: 1-7
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
7
Pradita Ujiyanto et.al (Penguatan Nilai Karakter Gotong Royong melalui.)
Amran Muhammad, Sahabuddin Erma Suryani, M. (2018). Peran Pendidikan Karakter di
Sekolah Dasar. E-Jurnal Universitas Negeri Makassar, Seminar Nasional Administrasi
Pendidikan dan Manajemen Pendidikan "Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Menuju Era Disrupsi Teknologi, 978-602-52158-03. Diambil dari
http://eprints.unm.ac.id/id/eprint/11744
Anshori, I. (2017, Desember). Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah. Halaqa: Islamic
Education Journal, 1(2), 63-74.
Arfiariska, P. A., & Hariyati, N. (2021). Implementasi Manajemen Peserta Didik dalam
Perspektif Pendidikan Karakter. Jurnal Inspirasi Manajemen Pendidikan, 9(1).Diambil
dari https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inspirasi-manajemen-
pendidikan/article/view/39764
Asriani, P., Sa'dijah, C., & Akbar, S. (2017). Bahan Ajar Berbasis Pendidikan Karakter Untuk
Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan,
2(11), 1456-1468.
Casika, A., Lidia, A., & Asbari, M. (2023). Pendidikan Karakter dan Dekadensi Moral Kaum
Milenial. Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(1). Diambil dari
http://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alallam/ article/view/5648Dewi,
Emalasari, N. A., & Wulandari, I. A. (2022). Penerapan Pembiasaan Tri Hita Karana Untuk
Meningkatkan Pendidikan Karakter Gotong Royong Siswa SD. Jurnal Ilmiah Universitas
Batanghari Jambi, 1560-1566.
Fahdini, A. M., Furnamasari, Y. F., &Dewi, D. A. (2021). Urgensi Pendidikan Karakter dalam
Mengatasi Krisis Moral di Kalangan Siswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3).
https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2485
Iqbal, A. M., Hasanah, A., & Arifin, B. S. (2022). Profil Pelajar Pancasila Sebagai Upaya
Mewujudkan Karakter Bangsa. Edumaspul Jurnal Pendidikan, 6(1), 1224-1238.
Kurniawati, D., & Mawardi. (2021). Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Gotong
Royong Dalam Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu
Pendidikan, 3(3), 640-648.
Mulyani, D., Ghufron, S., Akhwani, & Kasiyun, S. (2020). Peningkatan Karakter Gotong
Royong di Sekolah Dasar. Lectura: Jurnal Pendidikan, 11(2), 225-237.
Nurdinti, I. (2022). Penanaman Nilai Gotong Royong Sebagai Pengamalan Sila Pancasila Pada
Peserta Didik Sekolah Dasar. Journal of Sosial Knowledge Education, 3(1), 23-28.
Permana, B. I., & Mursidi, A. (2020, April). Peranan Nilai Gotong Royong Sebagai Bentuk
Penerapan Sila Ke-Tiga Pancasila Di Desa. Citizenship Jurnal Pancasila dan
Kewarganegaraan, 8(1), 13-19.
R. R., Suresman, E., & Suabuana, C. (2021). Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan
Karakter di Persekolahan. Asanka: Journal of Social Science and Education, 2(1).
https://doi.org/10.21154/asanka. v2i1.2465Eka
Santika, I. W. (2020). Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Daring. Indonesian Values and
Character Education Journal, 3(1). https://doi.org/10.23887/ivcej.v3i1.27830
Shinta, M., & Ain, S. Q. (2021). Strategi Sekolah dalam Membentuk Karakter Siswa di
Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(5), 4045 -4052.