Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
134
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
Peran Guru Penggerak Dalam Meningkatkan Mutu
Pembelajaran Di Sekolah Dasar
Hernita
a,1
, Enung Hasanah
b,2
, Muhammad Zuhaery
c,3
1,2,3
Program Studi Manajemen Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
1
2308046061@webmail.uad.ac.id;
2
enung.hasanah@mp.uad.ac.id;
3
muhammad.zuhaery@mp.uad.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 13 November 2024
Direvisi: 28 November 2024
Disetujui: 19 Desember 2024
Tersedia Daring: 8 Januari 2025
Guru Penggerak di Sekolah Dasar bertanggung jawab untuk mendorong
pembelajaran yang berpusat pada murid, menerapkan inovasi dalam
pembelajaran, dan meningkatkan profesionalisme guru melalui komunitas
belajar dan kerja sama. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memeriksa
peranan motor penggerak dalam meningkatakan mutu pembelajaran di
Sekolah Dasar, termasuk strategi yang digunakan dan masalah yang
dihadapi saat menerapkannya. Metode dalam penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif, sedangkan sumber data diambil melalui wawancara
dengan tiga orang Guru Penggerak, dan dokumen sekolah. Uji validitas data
dilakukan melalui focus group discussion. Hasil analisis menunjukkan
bahwa guru penggerak memainkan peran penting dalam menciptakan
lingkungan pembelajaran yang lebih dinamis dan membantu siswa
mencapai potensi terbaik mereka. Namun, masalah seperti sumber daya
yang terbatas dan ketidaksetujuan guru lainnya masih menghalangi
pelaksanaan program ini. Oleh karena itu, dukungan yang lebih
komprehensif diperlukan untuk memaksimalkan peran Guru Penggerak
dalam meningkatkan kualitas Pendidikan.
Kata Kunci:
Guru Penggerak
Mutu Pembelajaran
Pembelajaran interaktif
ABSTRACT
Keywords:
Leading Teacher
Learning Quality
Interactive Learning
The Primary School Leading Teacher is responsible for promoting student-
centered learning, implementing innovation in learning, and improving
teacher professionalism through learning communities and collaboration.
This article aims to explore the role of leading teachers in enhancing the
quality of learning in primary schools., including the strategies used and the
problems faced when implementing them. The method in this study uses a
qualitative approach, while the data sources are taken through interviews
with three Leading Teachers, and school documents. Data validity testing
was carried out through focus group discussions. The results of the analysis
show that leading teachers play an important role in creating a more
dynamic learning environment and helping students achieve their best
potential. However, problems such as limited resources and disagreement
from other teachers still hinder the implementation of this program.
Therefore, more comprehensive support is needed to maximize the role of
Leading Teachers in improving the quality of education.
©2025, Hernita, Enung Hasanah, Muhammad Zuhaery
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Mutu pembelajaran merupakan komponen paling penting dalam pelaksanaan pendidikan
di sekolah. Mutu pembelajaran mencerminkan pencapaian optimal dari proses dan hasil belajar
yang berlangsung di lingkungan pendidikan. Hal ini mencakup berbagai aspek, seperti proses
belajar-mengajar, hasil yang dicapai, lingkungan belajar yang kondusif, serta sistem evaluasi
yang efektif. Sebagai indikator keberhasilan, mutu pembelajaran menjadi tolak ukur untuk
memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efisien dan mencapai tujuan yang
Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
135
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
diharapkan. Pentingnya mutu pembelajaran terletak pada perannya dalam menentukan
keberhasilan siswa, baik secara akademik maupun dalam pengembangan karakter dn
keterampilan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan. Mutu pembelajaran yang baik
juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, mendorong inovasi dalam
metode pengajaran, dan meningkatkan daya saing institusi pendidikan di tingkat lokal maupun
global. Keberhasilan dalam mewujudkan mutu pembelajaran yang baik sangat bergantung
pada sinergi dari seluruh elemen yang terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga
menghasilkan dampak positif yang signifikan.
Pembelajaran yang berhasil adalah pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu.
Pembelajaran yang bermutu berfokus pada kebutuhan belajar siswa. Tomlinson (2001)
menjelaskan bahwa pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa adalah
pembelajaran yang mengakui bahwa setiap siswa memiliki keunikkan dalam hal kesiapan,
minat, profil pelajar dan gaya belajar. Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk
mengoptimalkan potensi setiap siswa dengan cara menyesuaikan strategi pembelajaran
berdasarkan keunikkan mereka dengan menggunakan keputusan yang masuk akal (Ryan et al.,
2022). Pendekatan keputusan yang masuk akal sejalan dengan upaya peningkatan mutu
pembelajaran, untuk memberikan pendidikan yang berkualitas berbagai bagian pendidikan
saling mempengaruhi satu sama lain (Riowati & Yoenanto, 2022). Banyak unsur yang
mempengaruhi dalam mewujudkan kualitas Pendidikan di antaranya guru. Ki Hajar
Dewantara telah menyampaikan guru itu ibaratkan seorang seniman ukir yang telah
mengetahui secara mendalam kondisi kayu, jenis, keindahan ukiran dan cara mengukirnya,
begitu juga di dalam menciptakan pembelajaran yang bermutu seorang pendidik harus
memiliki pengetahuan mendalam bagaimana seni mendidik manusia baik secara zahir mupun
batin.
Guru sangat berperan dalam menciptakan mutu pembelajaran, kinerja guru menjadi tolak
ukur keberhasilan belajar siswa (Septiana & Hidayati, 2022). Mutu pembelajaran tidak sesuai
dengan apa yang diharapkan apabila guru belum menguasai metode pembelajaran yang
inovatif. Pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan metode tradisional tanpa inovasi
seperti ceramah atau hapalan yang kurang efektif dalam memotivasi siswa untuk berpikir
kritis, kreatif dan aktif dalam pembelajaran.
Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar pembelajaran di kelas belum berorientasi pada
terciptanya mutu pembelajaran. Banyak guru yang masih menggunakan metode konvensional,
yang tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam. Sehingga hasilnya
belum belum berdampak pada motivasi dan pencapaian siswa. Penelitian lain
(Persemakmuran, 2020; Sun et al., 2024) menyebutkan bahwa guru lebih fokus pada sekedar
menyelesaikan beban mengajar yang tidak berorientasi pada mutu pembelajaran. Metode
pengajaran konvensional adalah pembelajaran satu arah, pembelajaran berpusat pada guru
(teacher-centered), interaksi antara guru dengan siswa menjadi minim sehingga potensi siswa
tidak dapat berkembang secara optimal (Farhan & Risdianti, 2021). Fokus hanya pada
menyelesaikan materi, menyebabkan siswa tidak termotivasi untuk belajar dan tidak terlibat
secara aktif dalam proses belajar. Ketidak terlibatan siswa dalam sebuah proses pembelajaran
menjadikan potensi yang mereka miliki hanya menjadi gunung es, lebih banyak terpendam di
dasar (Fikrie, 2021). Dampak dari pembelajaran yang tidak berorientasi pada mutu adalah
rendahnya motivasi pada siswa, terjadinya kejenuhan sehingga mereka cenderung pasif dan
tidak berinisiatif untuk belajar lebih jauh. Siswa bisa saja duduk diam, mendengarkan tetapi
hatinya tidak sejalan dengan apa yang didengar dan dilihat pada akhirnya proses pembelajaran
dianggap hanya rutinitas saja (Jaa et al., 2021). Hal ini mengakibatkan rendahnya keinginan
untuk mengeksplorasi pengetahuan di luar batas materi yang diajarkan, yang pada akhirnya
mengurangi minat mereka terhadap pendidikan secara keseluruhan.
Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
136
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
Proses pembelajaran yang kurang interaktif dan kurangnya bimbingan dalam mengatasi
kesulitan belajar menyebabkan siswa kehilangan minat belajar dan tidak mampu mengaitkan
materi dengan kehidupan sehari-hari (Utami & Dewi, 2020). Fenomena ini mengakibatkan
40% siswa tidak mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum, sehingga
terjadi learning loss yang sangat signifikan. Dampak jangka panjang dari kurangnya orientasi
mutu dalam pengajaran adalah menurunnya kualitas lulusan. Kualitas lulusan yang rendah
tidak hanya mempengaruhi individu, tetapi juga berdampak pada perkembangan masyarakat
dan daerah secara keseluruhan. Mutu lulusan yang tidak berkualitas akan melahirkan generasi
yang tidak berkompentensi dan berkarakter (Printed, 2023). Siswa yang tidak berkopentensi
akan kesulitan bersaing ditingkat pendidikan yang lebih tinggi maupun di dunia kerja.
Kesulitan mengakomodasi berbagai kemampuan siswa, cara belajar dan besar kecil minat
siswa tidak mendapat layanan, kebosanan, motivasi belajar menurun, hasil belajar cenderung
rendah dan mereka merasa pembelajaran tidak relevan atau menarik, apabila guru kurang
memahami akan metode pembelajaran berdiferensiasi (Ryan et al., 2022). Jika guru tidak
dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa maka kualitas pembelajaran dan hasil belajar tidak
akan optimal. Optimalnya proses pembelajaran tidak lepas dari peran penting dari kreativitas
guru dalam menggunakan metode, teknik dan pendekatan baru guna meningkatkan hasil
belajar siswa (Hariana et al., 2024).
Kreativitas guru dapat diasah dengan berbagai pelatihan. Salah satunya Program
Pendidikan Guru Penggerak. Program yang digagas oleh Kemendikbudristek sebagai bagian
rangkaian merdeka belajar episode kelima yang didesain mempersiapkan guru terbaik
Indonesia dengan tujuan utama pada pembelajaran. PPGP menjadi wadah pembentukkan para
pemimpin masa depan yang meguasai kompetensi dalam pengembangan sekolah (Dharma,
2020). Namun Progam Pendidikan Guru Penggerak banyak disorot karena Guru Penggerak
belum mendalami tentang konsep dan tugasnya, sering meninggalkan kelas dan motivasi
mengikuti program ini hanya meniti karir yang berdampak pada tunjangan dan pamor saja.
2. Metode
Penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah metode penelitian yang
biasanya menggunakan metode penyelidikan fenomena sosial dan masalah manusia. Metode ini
berfokus menentukan inti dari struktur sebuah peristiwa dalam konteks dasarnya (Hermawah, 2019).
Sumber data yang penulis sajikan didapatkan dari hasil wawancara langsung dengan 3 orang Guru
Penggerak dan observasi langsung ke 3 Sekolah Dasar Negeri tempat mereka mengajar.
Focus group discussion (FGD) dilakukan untuk menguji validitas data dan mendapatkan
perspektif yang lebih luas tentang peran Guru Penggerak dalam meningkatkan mutu pembelajaran di
Sekolah Dasar. Analisis yang dilakukan mencangkup 4 peran Guru Penggerak yaitu; (1) Guru
Penggerak sebagai pemimpin pembelajaran, (2) Agen pembaharuan dalam dunia pendidikan, (3) Guru
Penggerak pendidik profesional dan (4) Menggerakkan komunitas parktisi (Dharma, 2020).
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, ditemukan bahwa peran Guru
Penggerak mencangkup 4 peran penting yaitu Pemimpin pembelajaran, Agen perubahan,
Pendidik professional dan menggerakkan komunitas praktisi. Adapun penjabaran temuan
dapat dilihat pada bagian pembahasan dibawah ini.
Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
137
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
Gambar 1 Data Hasil Penelitian Menggunakan Software Atlas.ti Versi 9
Pemimpin Pembelajaran
Pemimpin pembelajaran mampu menjadi teladan bagi siswa dan rekan sejawatnya,
sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 dalam kutipan berikut.
“guru penggerak kemarin mempraktekkan kepemimpinan di kelas itu kita yang pertama yang
pasti kita memberikan contoh kepada siswa kita sesuai dengan apa kita sebagai guru
memberikan contoh”
Penyampaian tersebut turut dikonfirmasi oleh P2 pada kutipan dibawah ini.
“guru penggerak kemarin mempraktekkan kepemimpinan di kelas itu kita yang pertama yang
pasti kita memberikan contoh”
Pemimpin pembelajaran mampu memberi pengaruh di kelas, sekolah dan lingkungannya
dengan memotivasi siswa serta rekan sejawatnya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P2
pada kutipan dibawah ini.
“guru penggerak yang ada ini jadi mungkin langkah-langkahnya kita bergerak dulu
memberikan motivasi kepada rekan-rekan yang lain jadi tergerak dulu bergerak dan
menggerakkan”
Pernyataan di atas turut dikonfimasi oleh P3 pada kutipan dibawah ini.
“rekan-rekan yang lain coba lagi coba lagi dari dengan adanya motivasi”
Guru seorang pemimpin pembelajaran mampu memberikan dan menyesuaikan pembelajaran di
kelas dengan kebutuhan muridnya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan
dibawah ini.
“mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid”
Penyampaian di atas diperkuat oleh P2 pada kutipan dibawah ini.
“guru penggerak seperti salah satunya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.”
Pemimpin pembelajaran mampu berkolaborasi dengan rekan dan mitra, sebagaimana yang
telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah ini.
“seorang guru penggerak mampu untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan di sekolah terkait
dengan inovasi-inovasi ya”
Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
138
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
Pemimpin pembelajaran mampu mengelola program berdampak dan mengambil peran untuk
meweujudkan kepemimpinan pada murid, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada
kutipan dibawah ini.
“program ini jadi memang sudah berdampak kepada murid kemudian juga dari karakteristik
siswanya”
Pemimpin pembelajaran mampu menyesuaikan proses pembelajaran guna memenuhi
kebutuhan belajar murid, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah
ini.
“berpresiasi yang telah dia lakukan sehingga pembelajaran itu memang benar-benar bermakna
kepada murid kenapa karena pembelajaran itu dirancang memang sesuai dengan kebutuhan
murid”
Pernyataan di atas turut dikonfirmasi oleh P3 pada kutipan dibawah ini.
“guru penggerak seperti salah satunya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi”
Sebagai pemimpin pembelajaran mampu menguasai dan menggunakan teknologi dalam
mengembangkan media pembelajaran yang inovatif sehingga proses pembelajaran
menciptakan siswa yang termotivasi dan bersemangat dalam belajar, sebagaimana yang telah
disampaikan oleh P3 pada kutipan dibawah ini.
“seperti memanfaatkan teknologi dengan media-media yang inovatif sehingga siswa dalam
pembelajaran dapat termotivasi dan bersemangat untuk mengikuti pembelajaran yang kita
berikan”
Agen Pembaharuan
Guru Penggerak sebagai agen pembaharuan adalah sentral dalam mendorong perubahan
di dunia Pendidikan, agen pembaharuan menjadi teladan bagi rekan guru, mampu melakukan
perubahan, dan mendukung pembaharuan serta mampu meyakinkan rekan guru untuk
melakukan perubahan. Sebagai teladan guru penggerak mampu menjadi contoh pembaharuan
dalam dunia Pendidikan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah
ini.
“menjadi contoh yang baik atau teladan bagi rekan-rekan tadi sekelilingnya yang
ada di sekolah”
Penyampaian tersebut turut dikomfirasi oleh P3 pada kutipan diawah ini
“Guru penggerak untuk memotivasi guru-guru lain salah satunya dengan menjadi model atau
mencontohkan apa yang sudah diterapkan contohnya.
Guru Penggerak mampu menemani, menuntun dan meyakinkan rekan guru dalam upaya
menelaah proses belajar mereka sendiri, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada
kutipan dibawah ini.
“seorang guru penggerak tersebut mampu untuk meyakinkan kepada rekan-rekannya bahwa
inovasi yang dilakukan terutama dalam kegiatan pembelajaran”
Guru Penggerak mendukung pembaharuan, program-program pemerintah, sebagaimana yang
telah disampaikan oleh P1 pada kutipan dibawah ini.
“memang mendukung dari program guru penggerak”
Pendidik Profesional
Guru sebagai pendidik professional guru berupaya mengupgrade diri, berfokus pada
meningkatkan kompetensi diri, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan
dibawah ini.
“seorang guru penggerak ini dia selalu mengupgrade diri”
Pendidik mampu berkembang secara konsisten dengan cara mencari literatur guna
meningkatakan potensi diri dan meningkatkan kualitas pengajarannya, sebagaimana yang telah
disampaikan oleh P2 pada kutipan dibawah ini.
Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
139
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
“guru penggerak itu meningkatkan kompetensi pribadi dalam mendukung pembelajaran, saya
mencari literatur literatur”
Pernyataan di atas kembali diperkuat kembali oleh P2 pada kutipan di bawah ini.
“saya mengatasi tantangan tersebut ya berusaha mencari literatur’
Pelatihan mandiri salah satu cara guru yang professional dalam meningkatakan kompetensi
diri, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan di bawah ini.
“dia harus aktif untuk mengikuti pelatihan melalui pelabuhan mereka mengajar sehingga
informasi-informasi ya”
Pernyataan di atas dikomfirmasi kembali oleh P3 pada kutipan di bawah ini.
“pengembangan dirinya bisa mengikuti pelatihan pribadi di pmm atau pelatihan-pelatihan yang
lain.”
Sebagai guru professional mengikuti webinar merupakan satu diantara cara mengembangkan
diri guna meningkatkan kompetensi, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada
kutipan di bawah ini.
“mengikuti webinar webinar yang diikuti oleh komunitas-komunitas yang ada di kabupaten
Indragiri ini”
Guru professional mampu berbagi praktik baik dengan rekan baik di komunitas belajar yang
ada di sekolahnya maupun di komunitas belajar yang lebih besar, sebagaimana yang telah
disampaikan oleh P1 pada kutipan di bawah ini.
“selalu berbagi praktek baik tentang apa yang telah dilaksanakan baik itu di kegiatan budaya
positif di kelas kemudian juga pembelajaran di kelas.”
Pernyataan di atas dikonfirmasi kembali oleh P3 pada kutipan di bawah.
“Dalam mendukung pembelajaran kompetensi guru penggerak salah satunya yang bisa kita
terapkan adalah berbagi praktek baik.”
Menggerakkan Komunitas Praktisi
Guru Penggerak mampu menggerakkkan komunitas praktisi, sebagai inisiator wadah
belajar para pendidik guna meningkatkan mutu pembelajaran, sebagaimana yang telah
disampaikan oleh P3 pada kutipan di bawah ini.
“contoh program untuk berkolaborasi adalah yaitu merintis atau membangun komunitas
belajar.”
Sebagai guru Penggerak memiliki kemampuan berbagi praktik baik di sekolah dan komunitas
Pendidikan, sebagaimana yang telah disampaikan oleh P1 pada kutipan di bawah ini.
“selalu berbagi praktek baik tentang apa yang telah dilaksanakan baik itu di kegiatan budaya
positif di kelas kemudian juga pembelajaran di kelas.
Pernyataan di atas dikonfirmasi oleh P3 pada kutipan di bawah ini.
“Dalam mendukung pembelajaran kompetensi guru penggerak salah satunya yang bisa kita
terapkan adalah berbagi praktek baik.”
Pembahasan
Peran Guru Penggerak
Berdasarkan hasil penelitian ini peran Guru Penggerak sangat krusial dalam
meningkatkan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar. Semua keputusan yang ambil oleh mereka
didasari oleh semangat memberdayakan dirinya serta memfaatkan asset yang untuk
menciptakan lingkungan belajar yang positif dan proses pembelajaran yang berkualitas
(Jumrawarsi & Suhaili, 2021). Keputusan apapun yang diambil harus berdasarkan kepentingan
pembelajaran murid semata. Guru Pengerak seorang pembelajar sepanjang hayat, senantiasa
memampukan dirinya mengambil tanggung jawab dan langsung turun tangan dalam memulai
perubahan. Mandiri mengembangkan dirinya tanpa menunggu dorongan dari pihak lain.
Merencanakan sekaligus melakukan perbaikan sehingga mereka menguasai dan semakin ahli
dalam membawakan perubahan yang berpihak pada murid. Memiliki daya saing yang tinggi,
Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
140
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
mengupayakan peningkatan kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan.
Mampu membuat keputusan yang masuk akal guna memperbaiki kualitas dan hasil kerjanya.
Sebagai aktor perubahan mereka menjiwai nilai kolaboratif, semangat pembelajaran tim
sehingga mampu mengomunikasikan pentingnya keberpihakkan pada murid (Dharma, 2020)
2020).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Mansyur, 2022), Guru Penggerak
adalah pendidik profesional yang memiliki kemampuan akademik dan peranannya sangat
penting dalam proses pembelajaran serta sebagai figur transformasional ilmu pengetahuannya
menjadi patron figur atau panutan bagi peserta didik. Peranan Guru Pengerak sebagai
pendorong pembelajaran bermutu yang berpusat pada peserta didik dan mendorong
pemberdayaan guru lain untuk melaksanakan proses pembalajarn yang sama (Petrus Rafael,
2022).
Menurut (Surahman et al., 2022), Guru Penggerak perlu memiliki motivasi dan
kompetensi untuk memimpin, berinovasi, dan mendorong perubahan. Sebagai pemimpin dalam
pembelajaran, guru harus mampu merancang rencana pembelajaran, menyampaikan materi
kepada siswa, serta mengajar dan mengelola pembelajaran secara efektif dengan memanfaatkan
teknologi yang tersedia. Selain itu, Guru Penggerak diharapkan mampu berinovasi, bekerja
dengan antusias, dan menjalin hubungan yang harmonis antara guru, sekolah, dan komunitas
yang lebih luas. Dengan demikian, guru dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang inspiratif
sekaligus agen perubahan yang berdampak.
Menurut hasil penelitian (Mulyati et al., 2024), Guru Penggerak berperan sebagai
panutan sekaligus penggerak perubahan dalam ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil
Pelajar Pancasila. Sebagai pemimpin dalam bidang akademik dan agen perubahan yang mampu
memotivasi, mempengaruhi serta membimbbing rekan kerjanya. Guru Penggerak selama
menjalani pendidikan ditempa dengan ilmu kepemimpinan yang meliputi filosofi Ki Hajar
Dewantara, mempu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut sebagai perannya. Sebagai penggerak
perubahan, Guru Penggerak mampu menerapkan strategi kepemimpinan dalam pembelajaran,
merumuskan visi pribadi dan visi sekolah yang berorientasi pada kepentingan siswa, serta
menyampaikan visi tersebut secara efektif kepada sesama guru, pemangku kepentingan, siswa,
dan orang tua.
Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan pada 3 orang Guru Penggerak ditingkat
Sekolah Dasar memberikan dampak yang baik pada mutu pembelajaran. Kosistensi para
pemimpin pembelajaran dalam mengimplentasikan ilmu yang sudah didapatkan selama
mengikuti Pendidikan Program Pendidikan Guru Penggerak memberikan warna baru dalam
menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Sebagai motor penggerak berperan besar
dalam menentukan keberhasilan sekolah dan sebagai pemimpin yang berkualitas mampu
bersinergi dengan elemen apapun di dalam dunia Pendidikan (Dharma, 2020).
4. Kesimpulan
Guru penggerak memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu
pembelajaran di Sekolah Dasar. Empat fungsi utamanya yaitu sebagai pemimpin pembelajaran,
agen pembaruan, pendidik profesional, dan penggerak komunitas praktisi. Sebagai mesin
penggerak Pendidikan mereka berhasil menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid,
mengadopsi inovasi, dan membangun kolaborasi dengan komunitas pendidikan. Namun, masih
terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya, resistensi dari rekan kerja, dan kurangnya
pemahaman mendalam terhadap tugas dan tanggung jawab Guru Penggerak. Cara mengatasi
kendala tersebut adalah adalanya dukungan dari pemerintah berupa penyediaan fasilitas,
pelatihan berkelanjutan, dan kebijakan yang memperkuat peran Guru Penggerak. Sekolah
diharapkan meningkatkan kolaborasi antar pendidik untuk berbagi praktik baik, sementara Guru
Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
141
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
Penggerak diimbau terus mengembangkan kompetensi dan kreativitas guna memastikan
pembelajaran yang berkualitas dan bermakna bagi siswa.
5. Ucapan Terima Kasih
Terima kasih saya ucapkan kepada keluarga dan sahabat yang senantiasa memberikan doa
dan suport dan ucapan terima kasih pula kepada seluruh pihak Manajemen Pendidikan
Universitas Ahmad Dahlan yang telah membantu mencapai impian saya untuk menjadi pendidik
yang berkualitas.
6. Daftar Pustaka
Dharma, A. (2020). Modul 1.3 Visi Guru Penggerak. Pendidikan Guru Penggerak, 150.
Farhan, F. S., & Risdianti, E. (2021). Pengaruh Pemberian Metode Pembelajaran Secara
Konvensional dan secara Preferensi Sensori Kinestetik Terhadap Prestasi Belajar pada
Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta. Edumaspul: Jurnal
Pendidikan, 5(1), 8995. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v5i1.636
Fikrie, et al. (2021). Keterlibatan Siswa (Student Engagement) Di Sekolah sebagai Salah Satu
Upaya Peningkatan Keberhasilan Siswa di Sekolah. Prosiding Seminar Nasional & Call
Paper Psikologi Pendidikan 2019 Fakultas Pendidikan Psikologi, April, 103110.
Hariana, M., Hasanah, E., & Santosa, A. B. (2024). The Management of Teacher Creativity
Development in Optimizing the Merdeka Curriculum. 03(09), 15591568.
https://doi.org/10.58806/ijirme.2024.v3i9n17
Hermawah, I. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan.
Jaa, J. A., Meningkatkan, U., Pembelajaran, M., Kartika, I., Mayasari, A., & Arifudin, O.
(2021). PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MODEL BERBASIS Hal tersebut sama
halnya dengan tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu sesuatu keseluruhan , yaitu
kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan kamil. 2(1), 512.
Jumrawarsi, J., & Suhaili, N. (2021). Peran Seorang Guru Dalam Menciptakan Lingkungan
Belajar Yang Kondusif. Ensiklopedia Education Review, 2(3), 5054.
https://doi.org/10.33559/eer.v2i3.628
Mansyur, A. R. (2022). Wawasan Kepemimpinan Guru (Teacher Leadership) dan Konsep
Guru Penggerak. Education and Learning Journal, 2(2), 101.
https://doi.org/10.33096/eljour.v2i2.131
Mulyati, D., Maryati, N. M., M, N. K., & Wasliman, E. D. (2024). MANAJEMEN GURU
PENGGERAK DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN SD Universitas Islam
Nusantara , Indonesia PENDAHULUAN Pemerintah Republik Indonesia dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional ( RPJMN ) tahun 2019-2024 mempunyai salah
satu visi yait. 11(4), 18251838.
Persemakmuran, J. (2020). Administrasi Studi Internasional di. 48.
Petrus Rafael, S. (2022). Modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar
Dewantara. Direktorat Jendral Guru Dan Tenaga Kependidikan, 183.
Printed, I. (2023). Alamtara: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam. 07(1), 7182.
Riowati, R., & Yoenanto, N. H. (2022). Peran Guru Penggerak pada Merdeka Belajar untuk
Memperbaiki Mutu Pendidikan di Indonesia. Journal of Education and Instruction
(JOEAI), 5(1), 116. https://doi.org/10.31539/joeai.v5i1.3393
Academy of Education Journal
Vol. 16, No. 1, Januari 2025, Page: 134-142
ISSN: 1907-2341 (Print), ISSN: 2685-4031 (Online)
142
Hernita et.al (Peran Guru Penggerak Dalam.)
Ryan, Cooper, & Tauer. (2022). Modul 2.1 Pembelajaran yang berpihak pada murid. Paper
Knowledge . Toward a Media History of Documents, 1226.
Septiana, M., & Hidayati, D. (2022). Kepemimpinan Guru Dalam Pembelajaran Di Era Digital.
Manajemen Pendidikan, 17(2), 101116. https://doi.org/10.23917/jmp.v17i2.19354
Sun, D., Boudouaia, A., Zhu, C., & Li, Y. (2024). Would ChatGPT-facilitated programming
mode impact college students programming behaviors, performances, and perceptions?
An empirical study. International Journal of Educational Technology in Higher
Education, 21(1). https://doi.org/10.1186/s41239-024-00446-5
Surahman, S., Rahmani, R., Radiana, U., & Saputra, A. I. (2022). Peran Guru Penggerak dalam
Pendidikan Merdeka Belajar di Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(4), 376387.
https://doi.org/10.36418/japendi.v3i4.667
Utami, Y. P., & Dewi, P. S. (2020). Model Pembelajaran Interaktif SPLDV dengan Aplikasi
Rumah Belajar. Mathema: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 24.
https://doi.org/10.33365/jm.v2i1.572