AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
873
PENGARUH PENERAPAN PEER TEACHING TERHADAP TINGKAT
KETERLIBATAN (STUDENT ENGAGEMENT), MOTIVASI, DAN HASIL
BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X
SMA GLOBAL PRESTASI PADA MATERI TRIGONOMETRI
Reni Marlina
1
dan Hananto
2
1, 2
Teknologi Pendidikan, Universitas Pelita Harapan .
The Plaza Semanggi, Jl. Jend. Sudirman No.50, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12930
1
Email: reni.marlina@globalprestasi.sch.id
2
Email: hananto.fip@uph.edu
ABSTRAK
Pemilihan strategi pembelajaran sangat penting, strategi yang tepat akan mendukung tercapainya tujuan
pembelajaran yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh penerapan peer teaching
terhadap keterlibatan (student Engagement) , motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Global
Prestasi pada materi Trigonometri. Penelitian kuantitatif ini dengan Quasi Experiment yang melibatkan
variabel terikat keterlibatan peserta didik (student engagement), motivasi dan hasil belajar, sedangkan
variabel bebasnya adalah penerapan peer teaching. Ada 50 peserta didik kelas X menjadi subjek penelitian
yang dibagi menjadi dua kelompok yang menerima perlakuan berbeda yaitu grup 1 sebagai kelas eksperimen
dan grup 2 sebagai kelas kontrol yang setiap grup terdiri dari 25 peserta didik. Pengumpulan instrumen
keterlibatan dan motivasi menggunakan kuesioner dan lembar observasi, sedangkan hasil belajar berupa tes
tertulis (pretest dan posttest). Instrumen diuji menggunakan Multivariate Analysis of Variance test
(MANOVA) dan Independent t-test dengan taraf signifikan 5% = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan
adanya pengaruh penerapan peer teaching pada kedua kelompok, terdapat perbedaan antara tingkat
keterlibatan, motivasi dan hasil belajar peserta didik dari tabel t-test pada kolom sig. (2-tailed) baris Equal
variances assumed dengan nilai signifikan variabel keterlibatan dan motivasi sama besar yaitu 0,000 yang
dan hasil belajar sebesar 0,015 yang berarti kurang dari 0,05.
Kata Kunci : Peer Teaching (Tutor Sebaya), Motivasi Belajar, Hasil Belajar.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
ABSTRACT
The selection of learning strategies is very important, the right strategy will support the achievement of the
desired learning objectives. This study aims to determine the effect of the application of peer teaching on
student engagement, motivation, and learning outcomes of grade X students at Global High Prestasi School
on Trigonometry material. This quantitative research with the quasi-experiment involves variables related to
student engagement, motivation, and learning outcomes, while the independent variable is the application of
peer teaching. There were 50 students in grade X who were the subjects of research and were divided into
two groups that received different treatments: group 1 was an experimental class and group 2 was a control
class, where each group consisted of 25 students. The collection of engagement and motivation instruments
uses questio nnaires and observation sheets, while the learning outcomes are in the form of written tests
(pretest and posttest). The instrument was tested using a Multivariate Analysis of variance (MANOVA) and
an independent t-test with a significant level of 5% = 0.05). The results showed the influence of the
application of peer teaching in both groups and the difference between the level of engagement, motivation,
and learning outcomes of students shown in the t-test table in the sig column. (2-tailed) line Equal variances
are assumed with significant values of the same variables of engagement and motivation of 0.000 and
learning outcomes of 0.015, which means less than 0.05.
Keywords: Peer Teaching, Student Engagement, Learning Motivation, Learning Outcomes
PENDAHULUAN
Gagasan yang mendasar kegiatan belajar mengajar abad ke-21 adalah bagaimana
mengarahkan atau menggeser kondisi lingkungan belajar sekarang ke lingkungan dan
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
874
model pembelajaran yang responsive , serta bagaimana membekali dan menyiapkan
peserta didik agar mampu menghadapi era globalisasi dengan segala tantangannya
(Chabalala & Naidoo, 2021) . Peluang penerapan pembelajaran yang inovatif lebih luas
untuk penerapannya dengan didorong dengan perkembangan Teknologi Informatika
Komputer (TIK), banyak pilihan model yang bisa diterapkan agar aktivitas belajar bisa
lebih menyenangkan, memberikan kesempatan peserta didik untuk saling berkolaborasi.
Pembelajaran konvensional yang teacher centered segala aktivitas terpusat kepada
guru sudah harus ditinggalkan, peserta didik harus menjadi pusat pembelajaran (student
center) dengan menerapkan pembelajaran secara kolaboratif yang banyak memberikan
nilai tambah, baik bagi siswa maupun bagi guru. Metode pembelajaran dengan student
centered menjadi stimulan untuk pelaksanaan kolaborasi siswa. Kolaborasi dapat dilakukan
antar siswa dengan saling bekerja secara bersama-sama. Kolaborasi dapat dilakukan oleh
sesama siswa, lintas siswa, melalui guru, dan komponen lainnya (Enggar,2022).
Pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman bekerja sama, berinteraksi antar
siswa yang baru mereka kenal menjadi terarah karena mengikuti program yang sudah
direncanakan oleh guru, akan mendorong motivasi dan semangat kompetitif dalam arti
positif peserta didik , karena mendapatkan sumber belajar, informasi dari segala sumber
bukan hanya dari guru, mereka bisa mencari di internet maupun bertukar
informasi.(Koesnandar,2021). Pentingnya pendidikan dan tuntutan kebutuhan siswa
menjadi alasan perlunya inovasi dari strategi pembelajaran salah satunya penerapan
metode peer teaching. Karakteristik mata pelajaran dapat memberikan dasar yang sangat
berguna untuk menjelaskan strategi pendidikan, karakteristik siswa seperti kemampuan,
motivasi, dan hasil belajar adalah aspek kualitas individu. Matematika adalah mata
pelajaran yang mengajarkan siswa bagaimana memecahkan masalah, mengembangkan
ide, dan mempersiapkan masa depan. Rendahnya motivasi dan kecemasan siswa yang
muncul pada saat belajar matematika adalah permasalahan yang sering ditemui. Bagi guru
mendesain kegiatan belajar sangat penting sehingga tercipta lingkungan belajar yang
nyaman. Mengenali motivasi peserta didik merupakan langkah pertama yang penting
dalam memaksimalkan keterlibatan dan meningkatkan efektivitas proses pendidikan.
Tantangannya adalah menciptakan suasana belajar yang menumbuhkan keterlibatan dan
aktivitas peserta didik.
Menurut Sudjana dalam Wibowo (2016) , salah satu ciri keberhasilan pendidikan
adalah keaktifan dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar. keaktifan peserta
didik dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu indikator keberhasilan peserta
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
875
didik memahami pelajaran . Wang & Peck dalam ( Widlund et al., 2021) menggambarkan
keterlibatan peserta didik dari sangat terlibat hingga tidak terlibat, berdasarkan
komponennya: aspek kognitif dan perilaku pendidikan serta psikologi peserta didik. Ada
perbedaan antara kedua aspek ini, di mana keterlibatan peserta didik berpengaruh besar
pada keberhasilan akademis dan kesehatan mental.
Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan rendahnya keterlibatan dan motivasi
belajar, yang berdampak juga terhadap pencapaian hasil belajar mereka. Tabel 1 adalah
tabel nilai rata-rata hasil belajar peserta didik kelas X Semester 1 dari tahun 2019 -2022
yang tidak signifikan.
Tabel 1 Hasil Ujian Akhir Semester 1 Matematika kelas X
Tahun Ajaran
Rata-rata nilai
2019/2020
68,5
2020/2021
66.7
2021/2022
65.3
KKM : 70
Selain data hasil belajar mata pelajaran yang tersimpan dalam system quintal sebagai
sistem penilaian sekolah, data tentang rendahnya keterlibatan dan motivasi belajar siswa
diperoleh dari hasil wawancara guru-guru yang mengajar dan mengisi lembar observasi.
Penelitian ini memiliki urgensi karena peralihan dari pandemi covid 19 ke kondisi
normal merupakan salah penyebab rendahnya keterlibatan dan motivasi belajar siswa ,
rendahnya nilai pretest peserta saat menjadi siswa baru didik di bulan Juli yang digunakan
sebagai intake untuk menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Salah satu
penyebab lainnya adalah peserta didik selama 2.5 tahun mereka belajar matematika secara
online dengan kualitas pembelajaran berbeda dari masing-masing sekolah SMP asal.
Penelitian sebelumnya yang sudah pernah dilakukan adalah penerapan peer teaching untuk
melihat keaktifan siswa tidak meneliti keterlibatan siswa dengan metode peer teaching ,
dan pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui pengaruh penerapan peer teaching
terhadap keterlibatan siswa dengan menggunakan indikator-indikator keterlibatan belajar
untuk mencari alternatif metode yang cocok untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi
guru matematika di sekolah.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Perbedaan keterlibatan antara peserta didik dari kelas belajar yang menerapkan
metode peer teaching dengan peserta didik yang proses belajar tanpa penerapan
metode peer teaching
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
876
2. Perbedaan motivasi belajar antara peserta didik dari kelas belajar menerapkan
metode peer teaching dengan peserta didik yang proses belajar tanpa penerapan
metode peer teaching
3. Perbedaan hasil belajar peserta didik dari kelas yang menerapkan peer teaching
dengan peserta didik di kelas tanpa penerapan metode peer teaching.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif di mana penelitian kuantitatif adalah
metode penelitian yang digunakan untuk menguji beberapa teori-teori dengan hitungan
angka-angka dan dianalisis melalui prosedur statistik (Azwar, 2017). Penelitian kuantitatif
dengan quasi eksperimen dengan pemberian tes di awal (pre-test) dan di akhir (post-test).
Variabel terikat dari penelitian ini ada tiga yaitu variabel keterlibatan peserta didik,
motivasi belajar peserta didik dan hasil belajar peserta didik, sedangkan untuk variabel
terikat pada penelitian ini ada satu yaitu penerapan peer teaching . Penelitian dilakukan
pada peserta didik kelas X yang berjumlah 50 siswa yang dibagi menjadi dua grup yang
masing-masing terdiri dari 25 peserta didik dengan perlakuan yang berbeda. Teknik
Pengambilan sampling menggunakan Purposive Sampling yang menurut Arikunto (2006)
adalah teknik pengambilan sampel tidak acak tetapi berdasarkan atas adanya pertimbangan
atau tujuan tertentu.
Pemilihan tutor sebaya (mentor) dilakukan berdasarkan kemampuan akademik siswa
di kelas yang diperoleh dari nilai ulangan harian pada semester sebelumnya. Data siswa
diperoleh dari hasil psikotes siswa yang terekam di konselor. Setiap peserta didik memiliki
keunikan masing-masing, setiap peserta didik dibagi berdasarkan pemetaan sesuai tipe
persona masing-masing (Learner Persona Profiles).
Tabel 2 Tahapan Penerapan Metode Peer Teaching
Pertemuan
ke - 1
Pre -Test
durasi 45 menit
melalui gform
Untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik
Persiapan
penerapan peer
teaching
1. Pemilihan mentor berdasarkan nilai akademik, observasi, dan hasil passionate
data dari konselor (test psikologi)
2. Pertemuan khusus dengan mentor untuk menjelaskan rencana penerapan peer
teaching dan tugas-tugas mentor
3. membekali para mentor dengan materi yang akan dipelajari
4. memberikan sumber referensi pelengkap seperti ringkasan materi dan link
video pembelajarn dari youtube.
5. memberikan waktu konsultasi diluar kelas untuk para mentor
Pertemuan
ke - 2
1. Guru menjelaskan Trigonometri pada segitiga siku-siku (20 Menit)
2. Mentor menjelaskan ke teman satu group melalui soal latihan yang diberikan
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
877
oleh guru, siswa dibawa ke perpustakaan untuk mencari suasana yang berbeda
3. mentor mengecek jawaban teman sesama peserta didik
4. Guru berkeliling memantau aktivitas siswa (melakukan observasi)
Pertemuan
ke-3
1. Guru menjelaskan perbandingan/rasio pada trigonometri (sin, tan, cos)
2. Mentor menjelaskan ke teman satu group melalui soal latihan yang diberikan
oleh guru. Setiap kelompok diberikan kesempatan menjelaskan di papan tulis,
di kaca-kaca jendela yang ada di kelas.
3. mentor mengecek jawaban teman sesama peserta didik
4. Guru berkeliling memantau aktivitas siswa (melakukan observasi)
Pertemuan
ke-4
1. Guru menjelaskan penyelesaian masalah sehari-hari yang menggunakan rasio
trigonometri
2. Mentor menjelaskan ke teman satu group melalui soal latihan yang diberikan
oleh guru
3. mentor mengecek jawaban siswa
4. Guru berkeliling memantau aktivitas siswa (melakukan observasi)
Pertemuan
ke -5
1. Guru memberikan soal latihan untuk dibahas oleh masing-masing kelompok
2. guru membuat pertanyaan berebut dimana peserta didik yang maju kedepan
untuk mewakili kelompok bukan merupakan mentor kelompok
3. Pemberian reward dan bonus poin
Pertemuan
ke - 6
Post -Test
durasi 45 menit
melalui gform
Untuk mengetahui kemampuan akhir peserta didik setelah
penerapan peer-teaching
Mengisi Kusioner
durasi 45 menit
melalui gform
Untuk mengetahui kondisi akhir siswa tentang keterlibatan dan
motivasi belajar
Variabel terikat dari penelitian ini adalah keterlibatan peserta didik dan motivasi
belajar, di mana teknik pengumpulan datanya melalui kuesioner yang dibagikan di akhir
pertemuan materi trigonometri dan lembar observasi yang dilakukan di setiap pertemuan.
Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan pemberian tes tertulis di awal dan di akhir
(pretest dan posttest). Variabel yang diuji dijabarkan menjadi dimensi kajian dan indikator-
indikator supaya konsep data dapat diteliti secara empiris. Berikut ini dipaparkan definisi
operasional dari masing-masing variabel terikat:
1) Fredericks & Paris (2016) dan Gunuc & Kuzu (2015) menjelaskan bahwa
keterlibatan merupakan multidimensi yang terdiri dari tiga yaitu keterlibatan
perilaku (behavioral engagement), keterlibatan kognitif (cognitive engagement),
dan keterlibatan emosional (emotional engagement).
2) Menurut Mathematics Motivation Scale (MMS) oleh Zakariya & Massimiliano
(2021) Motivasi belajar matematika meliputi keyakinan terhadap diri sendiri
sebagai motivasi untuk belajar (Self-efficacy for learning and performance
motivation), motivasi internal (Intrinsic motivation) ,motivasi karena kegunaan
Matematika ( Utility of mathematics motivation) , Motivasi karena pentingnya
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
878
belajar matematika (Importance of mathematics motivation) dan motivasi eksternal
(Extrinsic motivation).
3) Mengacu pada materi pembelajaran yang diuji dalam penelitian adalah materi
Trigonometri, maka indikator penguasaan konsep dikembangkan berdasarkan
capaian pembelajaran di fase E dengan menggunakan kata kerja operasional
Taksonomi Bloom Revisi pada ranah kognitif, dari level C3 dan C4.
Pemilihan instrumen soal pretest dan posttest menggunakan level C3 (menentukan)
dan C4 (menganalisa) pada taksonomi bloom , ini berhubungan dengan metode
pembelajaran yang diterapkan yaitu metode peer teaching dimana siswa diharapkan
memiliki Higher Order Thinking Skill (HOTS) tidak sebatas mengetahui konsep (C1 )
ataupun memahami konsep (C2) tetapi mereka harus mampu menerapkan konsep (C3) dan
menganalisa (C4) setiap permasalahan atau soal yang diberikan . Melalui kegiatan diskusi
yang terjadi saat penerapan peer teaching mengarahkan siswa untuk berpikir kritis dan
menganalisa bersama di dalam kelompoknya.
Instrumen soal pretest dan posttest yang akan digunakan penelitian ini dilakukan uji
konstruk dan isi sebelum digunakan dalam penelitian. Validasi isi dan konstruk soal
dilakukan dengan melihat kesesuaian setiap indikator berdasarkan level Taksonomi Bloom
dan di validasi oleh tim guru matematika, kurikulum dan kepala sekolah.
Seluruh instrumen keterlibatan dan motivasi yang akan digunakan di cek validitas isi
dan konstruk oleh Expert Judgement serta diuji dengan bantuan software IBM SPSS
Statistics 26. Untuk instrumen kuesioner keterlibatan terdiri dari tiga indikator yang
masing-masing indikator terdiri dari 10 pertanyaan. Total pernyataan dalam kuesioner
adalah 30 pernyataan. Indikator keterlibatan diambil dari Student Engagement Scale
menurut Gunuc & Kuzu (2015) dan kuesioner untuk motivasi belajar terdiri dari lima
indikator dengan total pernyataan ada 15 pernyataan. Indikator motivasi dari
Mathematics Motivation Scale (MMS) menurut Zakariya & Massimiliano (2021).
Uji yang dilakukan sebelum melakukan uji hipotesis adalah uji normalitas dan
homogenitas yang berfungsi untuk membuktikan data berasal dari populasi yang
sebarannya normal dan memiliki varians atau sebaran data yang sama (homogen). Uji
normalitas menggunakan analisis Shapiro-Wilk dan uji homogenitas menggunakan uji
Levene. Untuk melihat efektivitas penerapan peer teaching terhadap hasil belajar dilakukan
uji N-Gain untuk nilai pretest dan posttest soal trigonometri yang diberikan di awal dan di
akhir.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
879
Hipotesis merupakan pernyataan peneliti yang perlu dibuktikan kebenarannya
melalui uji empiris yang telah dicantumkan pada pembahasan teknik analisis data.
Nilai signifikan (sig.) < 5% ______ tolak H
0
Nilai signifikan (sig.) > 5% ______ terima H
0
Hipotesis Statistik untuk keterlibatan
H
0
: Tidak ada perbedaan signifikan pada variabel terikat keterlibatan peserta didik
padakelas eksperimen dengan penerapan metode peer teaching dengan kelas
kontrol.
H
1
: Ada perbedaan signifikan pada variabel terikat keterlibatan peserta didik pada kelas
eksperimen dengan penerapan metode peer teaching dengan kelas kontrol.
Hipotesis Statistik untuk Motivasi
H
0
: Tidak ada perbedaan signifikan pada variabel terikat motivasi peserta didik pada
kelas eksperimen dengan penerapan metode peer teaching dengan kelas kontrol.
H
1
: Ada perbedaan signifikan pada variabel terikat motivasi peserta didik pada kelas
eksperimen dengan penerapan metode peer teaching dengan kelas kontrol.
Hipotesis Statistik untuk Hasil Belajar
H
0
: Tidak ada perbedaan signifikan pada variabel terikat hasil belajar peserta didik pada
kelas eksperimen dengan penerapan metode peer teaching dengan kelas kontrol.
H
1
: Ada perbedaan signifikan pada variabel terikat hasil belajar peserta didik pada kelas
eksperimen dengan penerapan metode peer teaching dengan kelas kontrol.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1) Hasil Uji Data Dengan IBM SPSS Statistics 26.
Tabel.3 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Pretest dan Posttest
Signifikan
Pretest
0,094
0,143
Posttest
0,070
0,146
Dari tabel di atas kolom untuk Shapiro-Wilk menunjukkan nilai signifikan dari
pretest dan posttest diperoleh untuk kelas eksperimen yaitu 0,094 dan 0,070, sedangkan
untuk kelas kontrol nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,143 dan 0,146. Nilai signifikan
yang diperoleh melebihi dari taraf signifikan α = 0,05 sehingga dapat dikatakan data yang
diperoleh berdistribusi normal.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
880
Tabel.4 Uji Normalitas Shapiro-Wilk Kuesioner Keterlibatan dan Motivasi
Kelompok
Signifikan
Keterlibatan
Eksperimen
0,540
Kontrol
0,727
Motivasi
Eksperimen
0,408
Kontrol
0,587
Dari uji normalitas untuk variabel keterlibatan dan motivasi untuk kelompok
eksperimen dengan angka signifikan 0.540 dan 0.408, sedangkan untuk kelompok kontrol
angka signifikan yang diperoleh 0.727 dan 0.587 . Data uji normalitas menunjukkan angka
perhitungan lebih besar dari signifikan 0.05 maka diartikan data dari kuesioner
berdistribusi normal.
Uji ni dilakukan dengan teknik Uji BOX-M dengan bantuan software IBM SPSS
Statistics 26.
Tabel 5 Uji Homogenitas Box-M
Box’s M
6.755
F
1,049
df1
6
df2
16693.132
Signifikan
0,391
Dari tabel di atas didapatkan nilai F = 1,049, df1 = 6 dan df2 = 16693.132 dan nilai
signifikan sig. = 0,391. Jika taraf signifikan α = 0,05 maka nilai signifikan yang diperoleh
dari tabel lebih besar nilainya daripada taraf signifikan α (nilai sig. = 0,391 > 0,05) yang
berarti bahwa variabel terikat yaitu keterlibatan , motivasi dan hasil belajar memiliki
matrik varians-kovarian yang sama pada semua kelompok.
Tabel 6 Tests of Between-Subjects Effects
Dari tabel 6 menunjukkan variabel terikat keterlibatan siswa (student engagement)
siswa diperoleh nilai signifikan (sig.) < 0,05 yaitu 0,00 < 0,05 maka tolak H
0
sehingga
dapat disimpulkan terdapat perbedaan keterlibatan siswa (student engagement) antara
peserta didik pada kedua kelompok . Untuk variabel terikat motivasi siswa diperoleh nilai
signifikan (sig.) < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 maka tolak H
0
sehingga dapat disimpulkan
terdapat perbedaan motivasi antara peserta didik pada kedua kelompok .Sedangkan
variabel terikat hasil belajar siswa diperoleh nilai signifikan (sig.) < 0,05 yaitu 0,015 <
Source
Dependent
Variable
Type III of
sum squares
df
Mean
Square
F
Sig
R-
Square
d
Correcte
d Model
Keterlibatan
2611.621
1
2611.621
37.530
0.000
0.439
Motivasi
2506.320
1
2506.320
25.520
0.000
0.347
Hasil Belajar
2278.125
1
2278.125
6.409
0.015
0.118
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
881
0,05 maka tolak H
0
sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar antara
peserta didik pada kedua kelompok.
Tabel 7 Hasil Multivariate Tests
a
Effect
Value
F
Nilai
sig
Kelompok
Hotelling’s Trace
0.496
15.552
0.000
Dari tabel di atas diperoleh nilai signifikan (sig.) sebesar 0,000 pada item kelompok
pada baris Hotelling’s Trace , jika dibandingkan dengan nilai taraf signifikan 0,05 maka
nilai signifikan (sig.) yang didapatkan lebih besar dari pada taraf signifikan (0,000 < 0,05)
maka terima H
0
ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada 3
variabel terikat (keterlibatan, motivasi dan hasil belajar) secara simultan antara peserta
didik pada kedua kelompok tersebut.
Tabel 8 Uji t-test Keterlibatan Siswa
t-test for equality of means
t
df
Sig. (2-tailed)
Keterlibatan
Siswa
Equal variances
assumed
Equal variances
not assumed
6.126
6.126
48
47.93
7
0.000
0.000
Dari tabel 8 nilai signifikan yang didapatkan dari tabel t-test for Equality of Means
pada kolom sig. (2-tailed) baris Equal variances assumed sebesar 0,000 yang berarti
bahwa nilai yang didapatkan kurang dari 0,05 sehingga disimpulkan bahwa terdapat
perbedaan variabel terikat dalam hal ini keterlibatan peserta didik pada kedua kelompok
data atau treatment yang dilakukan berupa penerapan peer teaching mempunyai pengaruh
terhadap keterlibatan peserta didik.
Uji hipotesis t-test yang kedua yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh
penerapan peer teaching terhadap motivasi peserta didik. Hasil uji yang diperoleh seperti
pada tabel berikut ini.
Tabel 9 Uji t-test Motivasi Belajar Matematika
t-test for equality of means
t
df
Sig. (2-tailed)
Motivasi
Equal variances assumed
Equal variances not
assumed
5.021
5.021
48
46.469
0.000
0.000
Dari data di atas diperoleh nilai signifikan yang didapatkan dari tabel t-test for
Equality of Means pada kolom sig. (2-tailed) baris Equal variances not assumed sebesar
0,000 yang berarti bahwa nilai yang didapatkan kurang dari 0,05 sehingga disimpulkan
bahwa terdapat perbedaan variabel terikat dalam hal ini motivasi belajar pada kedua
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
882
kelompok data atau treatment berupa penerapan peer teaching mempunyai pengaruh
terhadap motivasi peserta didik.
Uji hipotesis t-test yang ketiga yaitu untuk mengetahui apakah ada pengaruh
penerapan peer teaching terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Hasil uji yang
diperoleh seperti pada tabel berikut:
Tabel 10 Uji t-test Hasil Belajar Matematika
t-test for equality of means
t
df
Sig. (2-tailed)
Hasil belajar
Equal variances assumed
Equal variances not
assumed
2.532
2.532
48
47.975
0.015
0.015
Dari data di atas diperoleh nilai signifikan yang didapatkan dari tabel t-test for
Equality of Means pada kolom sig. (2-tailed) baris Equal variances not assumed sebesar
0,015 yang berarti bahwa nilai yang didapatkan kurang dari 0,05 sehingga disimpulkan
bahwa terdapat perbedaan variabel terikat dalam hal ini hasil belajar matematika pada
kedua kelompok data atau treatment berupa penerapan peer teaching mempunyai pengaruh
terhadap hasil belajar matematika peserta didik.
Tabel 11 ini menunjukkan rata-rata nilai yang diperoleh dari nilai pretest dan posttest
trigonometri, keterlibatan serta motivasi belajar dari kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol.
Tabel 11 Tabel Nilai rata-rata
Keterlibatan
Motivasi
Pretest
Trigonometri
Posttest
Trigonometr
i
Eksperimen
Kontrol
78.9
64.45
76.64
62.5
42.5
48
74
60.5
Dari data pada tabel di atas diperoleh nilai rata -rata pretest materi trigonometri
kelompok eksperimen yaitu 42,5 yang artinya lebih rendah dari nilai rata-rata kelompok
kontrol dengan perolehan nilai rata-rata 48. Sedangkan nilai rata-rata posttest untuk
kelompok eksperimen yaitu 75 yang artinya lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol
dengan perolehan nilai 60.5. Nilai rata-rata posttest menunjukkan peningkatan dari kedua
kelompok baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Hasil belajar berupa nilai rata-rata
posttest menunjukkan peningkatan pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding
dengan kelompok kontrol. Nilai rata-rata keterlibatan yang diperoleh kelas kontrol dan
eksperimen berturut-turut yaitu 64.45 dan 78.9. Sedangkan untuk motivasi nilai yang
diperoleh kelas kontrol 62.5 dan kelas eksperimen 76.64.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
883
2) Hasil Uji Indeks Peningkatan (N-Gain) Terhadap Hasil Belajar
Data nilai pretest dan posttest di uji dengan N-Gain untuk mengetahui indeks
peningkatan atau efektifitas penerapan metode peer teaching. yang disajikan data pada
tabel 12.
Tabel 12 Hasil Perhitungan N-Gain Hasil Belajar
Mean N-Gain
Kelompok Eksperimen
0,573
Kelompok Kontrol
0,193
Dari perhitungan indeks peningkatan dengan uji n-gain diperoleh data untuk
kelompok eksperimen 0,573 sedangkan untuk kelompok kontrol 0.193, hal ini
menunjukkan bahwa penerapan peer teaching terhadap hasil belajar pada materi
trigonometri efektif dengan kategori sedang.
3) Ketuntasan Hasil Belajar Materi Trigonometri
Data tingkat pemahaman yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest materi
trigonometri di setiap indikator untuk kelas eksperimen mengalami kenaikan hal ini bisa
dilihat dari jumlah peserta didik yang tuntas mencapai atau melampaui KKM Matematika
yaitu 70. Diperoleh data kondisi awal tingkat pemahaman siswa pada materi trigonometri
saat diberikan soal pretest diperoleh data untuk kelompok eksperimen jumlah siswa yang
tuntas 30% dan jumlah siswa yang tuntas pada kelompok kontrol adalah 24%.Sedangkan
nilai ketuntasan peserta didik saat diberikan posttest untuk kelas eksperimen sebanyak 15
peserta didik atau dapat disebutkan 60% peserta didik tuntas dalam materi Trigonometri
dan untuk kelas kontrol peserta didik yang tuntas sebanyak 10 orang atau dapat diartikan
40% peserta didik di dalam kelas kontrol tuntas dalam materi trigonometri. Dari Data
diperoleh jumlah peserta didik yang tuntas mencapai atau melewati KKM untuk kelas
eksperimen lebih banyak.
4) Pengaruh Penerapan Peer Teaching Terhadap Mentor
Peserta didik yang dipilih sebagai mentor dalam penerapan peer teaching
memegang peranan penting, dari data yang diperoleh dilakukan analisis terhadap para
mentor yang disajikan pada tabel berikut.
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
884
Tabel 13 Data Nilai Para Mentor
Pada tabel di atas menunjukkan responden bernomor .5 , 10, 11, 15, 18, 21 dan 25
merupakan peserta didik yang dipilih menjadi mentor selama penerapan peer teaching,
dari ke tujuh peserta didik yang dipilih menjadi mentor menunjukkan peningkatan hasil
belajar materi trigonometri yang dapat dilihat dari hasil nilai pretest dan nilai posttest.
Rata-rata nilai para mentor menunjukkan kenaikan dari rata-rata pretest 60.71 dan rata-rata
posttest 94,64. Sedangkan rata-rata nilai untuk keterlibatan dan motivasi berturut-turut
mencapai 88,67 dan 89,14.
Tabel 14 Hasil Perhitungan N-Gain Hasil Belajar Mentor
Mean
N-Gain
Kelompok Mentor
0,86
Dari perhitungan n-gain untuk nilai rata-rata dari tabel 14 menunjukkan efektifitas
penerapan peer teaching bagi para mentor adalah efektif dalam kategori tinggi.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti berupa kuasi eksperimen
yang dilakukan di kelas X SMA Global Prestasi pada materi pembelajaran Trigonometri,
ditemukan perbedaan signifikan dari penerapan peer teaching di kelas eksperimen dan
metode biasa di kelas kontrol terhadap keterlibatan peserta didik, motivasi belajar
matematika dan hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil analisis data temuan dan
pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Penerapan peer teaching mempunyai pengaruh terhadap keterlibatan peserta didik,
dari dua kelompok yang memiliki data homogen yang sudah dibuktikan melalui uji
homogenitas, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada variabel terikat untuk
Kelompok Eksperimen
Responden
Pretest
Materi
Trigonometri
Post test
Materi
Trigonometri
Keterlibatan
Motivasi
5
Mentor
75
87.5
90.00
89
10
Mentor
62.5
100
90.67
87
11
Mentor
75
87.5
93.33
96
15
Mentor
25
87.5
82.67
81
18
Mentor
62.5
100
87.33
89
21
Mentor
75
100
88.67
85
25
Mentor
50
100
88.00
97
Rata-rata
60.71
94,64
88,67
89,14
AoEJ: Academy of Education Journal
Vol. 14 No 2 Tahun 2023
885
keterlibatan peserta didik antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada
penelitian ini, kondisi awal untuk tingkat keterlibatan dianggap sama antara kedua
kelompok, dan data yang diperoleh menunjukkan rata-rata nilai keterlibatan yang
diambil melalui kuesioner untuk kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok
kontrol. Melalui observasi yang dilakukan oleh dua orang guru selama penelitian
berlangsung, keterlibatan siswa di dalam kelas mempengaruhi kualitas pembelajaran.
Peserta didik sangat aktif di dalam kelompoknya masing-masing, suasana diskusi
dan komunikasi yang nyaman antara teman sebaya memudahkan mereka dalam
memahami materi.
2) </