Analisis Pertimbangan Hakim Terhadap SEMA Nomor 3 Tahun 2023 Pada Putusan Cerai Nomor: 1344/ Pdt.G/2025/PA.Kla

Authors

DOI:

https://doi.org/10.47200/awtjhpsa.v6i1.3431

Keywords:

divorce, judicial reasoning, evidence, Supreme Court Circular Letter Number 3 of 2023

Abstract

This study examines the evidentiary process and judicial considerations in Decision No. 1344/Pdt.G/2025/PA.Kla following the issuance of Supreme Court Circular No. 3 of 2023. Using a normative and empirical juridical approach through literature review, case analysis, and interviews with judges and advocates, the findings reveal that the Religious Chamber requires cumulative proof of continuous disputes, absence of reconciliation prospects, and separate residence for at least six months, except when domestic violence is legally established. In the case at hand, the parties had only been separated for two months and domestic violence was unproven, leading the panel to declare the claim inadmissible. This decision underscores consistency in applying evidentiary standards and the principle of restricting divorce, while allowing re-filing once legal requirements are met.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. (2010). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Akademika Pressindo.

Al Amin, M. N., Abdullah, A., Santoso, F. S., Muthmainnah, M., & Sembodo, C. (2023). Metode Interpretasi Hukum Aplikasi Dalam Hukum Keluarga Islam Dan Ekonomi Syariah. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 2(1), 15–36. https://doi.org/10.47200/AWTJHPSA.V2I1.1347

Atzahra, C. A., & Siregar, R. S. (2026). Tinjauan Hukum terhadap Persyaratan Syiqaq sebagai Alasan Perceraian pada Putusan nomor 154/Pdt.G/ 2024/PA. Stb. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 5(1), 291–312. https://doi.org/ 10.47200/AWTJHPSA.V5I1.3214

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.

Habibi, A., Maulana, B., Irfan, H., Arifin, Z., & Muhaini, A. (2024). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Putusan Cerai Gugat Beralasan Suami Terpidana Penjara. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 3(2), 145–158. https://doi.org/ 10.47200/awtjhpsa.v3i2.2505

Harahap, M. Y. (2020). Hukum acara perdata: Gugatan, persidangan, penyitaan, pembuktian, dan putusan pengadilan. Sinar Grafika.

Herawati, T. R., Muthmainnah, M., Sembodo, C., Sari, I. K., & Fadli, S. (2025). Alasan Gugat Cerai Pada Perkawinan Di Bawah Umur Di Kabupaten Sleman. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 4(1), 47–56. https://doi.org/10.47200/ awtjhpsa.v4i1.2766

Irwansyah, W., Maulina, N., Wiranti, W., Hidayat, R., & Irwan, I. (2025). Analisis Hukum Islam Terhadap Ketentuan Nafkah Mut’ah Pada Perkara Cerai Gugat Dalam Hukum Positif Di Indonesia. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 15(2), 471–486. https://doi.org/ 10.47200/ ULUMUDDIN.V15I2.2915

Kirana, G. C. (2023). Pembuktian dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama. CV Syntax Corporation Indonesia.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023). Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2023 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas bagi Pengadilan. JDIH Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Manan, A. (2018). Praktik peradilan agama di Indonesia. Kencana.

Nafi, A. Z., & Al Amin, M. N. K. (2018). Perceraian Karena Intervensi Orang Tua Terhadap Rumah Tangga Anak. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 8(2), 115–130. https://doi.org/10.47200/ulumuddin. v8i2.191

Nurhafifah, & Rahmiati. (2015). Pertimbangan Hakim Dalam Penjatuhan Pidana Terkait Hal Yang Memberatkan Dan Meringankan Putusan. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, (66).

Pengadilan Agama Kalianda. (2025). Putusan Nomor 1344/Pdt.G/2025/PA.Kla.

Radbruch, G. (1950). The legal philosophies of Lask, Radbruch and Dabin (K. Wilk, Trans.). Harvard University Press.

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. (1975). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Republik Indonesia. (1991). Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Rifai, A. (2011). Penemuan hukum oleh hakim dalam perspektif hukum progresif. Sinar Grafika.

Syaifuddin, M., Turatmiyah, S., & Yahanan, A. (2022). Hukum perceraian. Sinar Grafika.

Syarifuddin, A. (2019). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Kencana.

Wafa, A. (2018). Hukum perkawinan di Indonesia: Sebuah kajian dalam hukum Islam dan hukum materil. Yayasan Asy-Syari'ah Modern Indonesia.

Downloads

Published

2026-08-20

How to Cite

Zaini, Zulfi Diane, and M Reynaldi Willy Saputra. “Analisis Pertimbangan Hakim Terhadap SEMA Nomor 3 Tahun 2023 Pada Putusan Cerai Nomor: 1344 Pdt.G 2025 PA.Kla”. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan 6, no. 1 (August 20, 2026): 215–230. Accessed August 24, 2026. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/awtjhpsa/article/view/3431.

Issue

Section

Articles