Sinkronisasi Hukum Adat Minangkabau Dalam Penerapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap

Authors

  • Putri Nabilah Elkas Universitas Jambi Muaro Jambi Indonesia
  • Rosmidah Rosmidah Universitas Jambi Muaro Jambi Indonesia
  • Muhammad Amin Qodri Universitas Jambi Muaro Jambi Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47200/awtjhpsa.v5i2.3392

Keywords:

Communal ancestral property, genealogical record, land certificate issuance, land registration

Abstract

The Complete Systematic Land Registration Program (PTSL), which is a program initiated by President Jokowi, faces various obstacles in its implementation, especially in customary regions of Minangkabau, the registration of ulayat land. Minangkabau customary law considers land categorized as Harta pusako tinggi to be indivisible and non-transferable to others. The realization of the complete systematic land registration requires complex requirements, such as genealogical records (ranji) or full agreement from all members of the clan (kaum). For issuing land certificates of pusako tinggi, there is a mandatory rule requiring the inclusion of a ranji or clan genealogy listing the names of clan members covering four generations. In Minangkabau, the preparation of a ranji or genealogy must include at least five levels (upward and downward) from the applicant, and not a single clan member may be omitted. This research is a normative legal study that employs a statutory approach and a case approach.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afdillah, F., Yefrizwati, Sembiring, I. A., & Ketaren, M. M. (2024). Harta Pusaka Tinggi Oleh Perseorangan Dalam Masyarakat Adat Minangkabau (Studi Putusan Nomor 26/Pdt.G/2013/Pn.Bs). Jurnal Media Akademik (Jma), 2(1), 911. Https://Doi.Org/10.62281/V2i1.85

Astuti, E., Maryani, H., Sutatno, N., Zaenuri, A., Budiasih, S., Iqbal, M. J., Sunarsih, S., & Arifin, Z. (2024). Kedudukan Kantor Urusan Agama Dalam Pernikahan Warga Muslim Di Indonesia. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 3(2), 181–190.

Azizs, A., & Danil, E. (2024). Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah Berdasarkan Surat Keterangan Waris Pada Masyarakat Hukum Adat Di Kota Padang. Andalas Notary Journal, 1(2), 223–236.

Chandra, A. (2023). Permasalahan Tanah Ulayat Pasca Kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap Di Sumatera Barat. Tunas Agraria, 5(2), 77–93. Https://Doi.Org/10.31292/Jta.V5i2.174

Hanafi, I., & Arsyi O, M. (2022). Pembagian Waris Masyarakat Minangkabau Dikaitkan Dengan Asas Hukum Adat. Journal Of Administrative And Social Science, 4(1), 106–113. Https://Doi.Org/10.55606/Jass.V4i1.123

Hidayad, I., Rahman, A. A., Putra, B. M., Muthmainnah, M., Sari, I. K., & Musaropah, U. (2025). The Reasons For Polygamous Marriage Considered By The Religious Court Of Gunung Kidul. Zicons: Zawiyah International Conference On Sharia And Legal Studies, 1, 859–868.

Ilvira, M. L. (2021). Ptsl Sebagai Sarana Masyarakat Dalam Memperoleh Legalitas Kepemilikan Hak Atas Tanah. Lex Justitia, 3(1), 79–98. Https://Doi.Org/10.22303/Lj.3.1.2021.79-98

Jemarut, W., B, K. W., & Ichsan, A. C. (2024). Upaya Penetapan Hutan Adat Sebagai Hak Masyarakat Hukum Adat (Mha) Di Kabupaten Lombok Utara. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat, 9(2), 545–560. Https://Doi.Org/10.47200/ Jnajpm.V9i2.2629

Masjid Raya Sumbar. (2025). Urang Ampek Jinih (Pangulu, Malin, Manti, Dubalang). Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Https:// Masjidraya.Sumbarprov.Go.Id/Galeri/Read/26-Urang-Ampek- Jinih-Pangulu-Malin-Manti-Dubalang.Html

Mulyadi, L. (2022). Eksistensi, Dinamika, Dan Pelindungan Hukum Terhadap Hak Atas Tanah Ulayat Masyarakat Adat Di Indonesia. Penerbit Alumni.

Murniwati, R. (2023). Sistem Pewarisan Harta Pusako Di Minangkabau Ditinjau Dari Hukum Waris Islam. Unes Journal Of Swara Justisia, 7(1), 105. Https://Doi.Org/10.31933/Ujsj.V7i1.315

Nella, B. F. (2023, Januari 12). 4 Peranan Urang Ampek Jinih (Orang Empat Jenis) Di Minangkabau. Info Sumbar.

Notarisya, F. F., & Pulungan, M. S. (2025). Kedudukan Harato Pusako Tinggi Yang Berbatasan Dengan Tanah Timbul Ditinjau Berdasarkan Hukum Pertanahan. Simbur Cahaya, 81–100. Https://Doi.Org/10.28946/Sc.V32i1.4602

Nugraha, S., Guntur, I. G. N., & Kistiyah, S. (2020). Penolakan Masyarakat Adat Limau Manis Kota Padang Terhadap Pendaftaran Tanah. Tunas Agraria, 3(2), 40–52. Https://Doi.Org/10.31292/ Jta.V3i2.106

Penghulu, A. M. (2025, Maret). Fungsi Orang Nan 4 Jinih Di Minangkabau. Dutametro.

Riardo, R. (2019). Konversi Hak Atas Tanah Ulayat Kaum Menjadi Hak Milik Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap Di Kota Solok. Soumatera Law Review, 2(2), 193. Https://Doi.Org/ 10.22216/Soumlaw.V2i2.3556

Ridlo, A. (2024). Jual Beli Tanah Yang Masih Dalam Ppjb Perspektif Ekonomi Syariah. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 14(1), 41–58. Https://Doi.Org/10.47200/Ulumuddin.V14i1.2348

Riwaldi, R., Nurshodiq, N., Ma, M. K., Santoso, F. S., Fadli, S., & Umar, R. (2025). The Strategy Of The Office Of Religious Affairs (Kua) In Preventing Early Marriage In Urban Communities. Zicons: Zawiyah International Conference On Sharia And Legal Studies, 1, 849–858.

Setiawan, I. K. O. (2019). Hukum Pendaftaran Tanah Dan Hak Tanggungan. Sinar Grafika.

Sidik, M. (2018). Pergeseran Harta Pusako Tinggi Menjadi Harta Pusako Randah Di Kenagarian Batu Taba Ampek Angkek Agam. Uin Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sondakh, J., Paransi, E., & Ngantung, C. M. (2023). Pembuktian Kepemilikan Tanah Adat Minahasa Pasini Dalam Praktik Penyelesaian Sengketa Tanah Di Sulawesi Utara. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat, 8(2), 423–440. Https://Doi.Org/10.47200/Jnajpm.V8i2.1776

Susanti, L. E. (2024). Hukum Agraria. Cv. Beta Aksara.

Sutantriyati, A., Hasanudin, A. H., Ramadhan, D. W., Firmansyah, A. F., Aman, H. U., Zaeni, A. T. N., Kiflan, K., & Rahman, A. S. (2024). Hubungan Hukum Peradilan Agama Dan Kantor Urusan Agama, Studi Kasus Kua Kotagede. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 3(2), 191–204.

Suyadi, A. (2023). Menuntaskan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Ptsl). Sinar Grafika.

Syah, I., Miswardi, M., Luthfi, M., & Hasan, M. I. (2025). Politik Hukum Undang-Undang Cipta Kerja Terhadap Eksistensi Hukum Islam Dan Adat. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 4(2), 363–374. Https://Doi.Org/10.47200/ Awtjhpsa.V4i2.2910

Sylvianie, L., & Santoso, F. S. (2025). Solidaritas Sosial Dan Resiliensi Masyarakat Kajen Bantul Pasca Covid-19. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat, 10(2), 513–532. Https://Doi.Org/ 10.47200/Jnajpm.V10i2.1925

Wahyuni, D. S. (2022). Penjualan Harta Pusako Tinggi Di Jorong Pabalutan Nagari Rambatan Menurut Perspektif Hukum Islam. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus.

Wardatulislam, A., & Zulfikar. (2025, November). Mengenal Dubalang Yang Ada Di Minangkabau. Sumbar Zone.

Widia, S. M., Miswardi, M., Nahdaturrahmi, N., & Wahyuni, S. (2025). Integrasi Hukum Islam Dalam Upacara Adat Batagak Panghulu Di Minangkabau. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 15(2), 405–422. Https://Doi.Org/10.47200/Ulumuddin.V15i2.2908

Yulianti, A. (2022). Urgensi Digitalisasi Sistem Pendaftaran Tanah Guna Memberikan Perlindungan Hukum Dan Tercapai Kepastain Hukum Dalam Kepemilikan Hak Atas Tanah. Penerbit Alumni.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Elkas, Putri Nabilah, Rosmidah Rosmidah, and Muhammad Amin Qodri. “Sinkronisasi Hukum Adat Minangkabau Dalam Penerapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap”. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan 5, no. 2 (January 30, 2026): 411–422. Accessed February 17, 2026. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/awtjhpsa/article/view/3392.

Issue

Section

Articles