Pendekatan Teoritis Kriminologi terhadap Pola Perilaku dan Faktor Penyebab Korupsi

Authors

  • Nida Fauziah Hasanah Universitas Singaperbangsa Karawang Indonesia
  • Oci Senjaya Universitas Singaperbangsa Karawang Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47200/awtjhpsa.v5i2.3245

Keywords:

Criminology Theory, Corruption, Causal Factors

Abstract

This study examines patterns of corrupt behavior in Indonesia using criminological theories such as anomie, social control, differential association, and crime opportunity. Corruption in Indonesia is categorized as an extraordinary crime involving abuse of power for personal gain,with widespread political, economic, and socio-cultural impacts. This study uses a juridical-empirical method with a normative approach to understand the causes of corruption through analysis of legal and criminological literature. There are several main factors that cause high rates of corruption in Indonesia, namely internal factors such as individual personality and personal behavior, and external factors such as the social and cultural environment, and weaknesses in the legal system. This study shows that corruption cannot only be overcome with repressive measures but also requires preventive measures through the control of criminogenic factors.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akers, R. L., & Sellers., C. S. (2019). Criminological Theories; Introduction, Evaluation, Apllacation . California Utara: Metodist University.

Amalia, S. (2022). Analisis Dampak Korupsi Pada Masyarakat (Studi Kasus Korupsi Pembangunan Shelter Tsunami di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang). Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science, 3(1), 55-57.

Arief, B. N. (2007). Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan. Jakarta: Kencana.

Atmasasmita, R. (1992). Teori dan Kapita Selekta Kriminologi. Bandung: PT Refika Aditama.

Bonger, W. (1995). Pengantar Tentang Kriminologi. Jakarta: PT Pembangunan.

Dewi Setyowati, S. M. (2021). Aspek Kriminologi Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Perspektif Hukum, 21(2), 257-258.

Dijk, J. V. (1996). Artuele Criminologie. Solo: Universitas Sebelas Maret Press.

Djanggih, H., & Qamar, N. (2018). Penerapan Teori-Teori Kriminologi dalam Penanggulangan Kejahatan Siber (Cyber Crime). Pandecta Research Law Journal, 13(1), 10-23.

Eril, Mardiah, Rofi’i, M. A., Faizah, N., Santoso, F. S., & Fahrullah, A. F. (2024). Studi Hukum Islam. Afasa Pustaka.

Felson, & Clarke. (1998). Opportunity Makes the Thief. London: Home Office.

Hadisuprapto, & Paulus. (1997). Juvenile Deliquence: Pemahaman dan Penanggulangannya,. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Haga, C. S. L., & Adhari, A. (2026). Penghapusan Unsur Merugikan Keuangan Negara: Sinkronisasi Undang-Undang Tipikor dengan UNCAC. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 5(1), 313–326. https://doi.org/10.47200/ AWTJHPSA.V5I1.3237

Hamzah, A. (2005). Tindak Pidana Korupsi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Heryadi, A., & Bashori, K. (2022). Membangun Generasi Insan Kamil, Generasi Anti Korupsi. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12(1), 159–170. https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v12i1.955

Hirschi, T. (1969). Cause of Deliquency. california: University of California, Barkeley.

Indahni, A., Cassanti, R., & Manalu, R. M. (2024). Memperdagangkan Alibi dalam Perkara Keterlibatan Korupsi Menggunakan Teori Anomie dari Emile Durkheim. Jurnal Hukum, Humaniora, Masyarakat dan Budaya, 2(1), 21-33.

Maulidin, M., Santoso, F. S., Priambodo, E., Purwanto, R., & Winarni, H. (2025). Kegunaan Filsafat Ilmu Pada Pengembangan Scientific Method dalam Ilmu Hukum. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 4(1), 35–46. https:// doi.org/10.47200/AWTJHPSA.V4I1.2735

Michale, T. (2016). Corruption and Niccolo Machiavelli. Asia Pasific Fraud Journal, 1(2), 263-274.

Nurjana, A., Rufaida, S., Abdullah, M. K., Pramana, A. D., Az’zahra, S., & Santoso, F. S. (2025). Duties And Authoritis Of The Wakaf Nazhir In Indonesian Law. Zicons: Zawiyah International Conference on Sharia and Legal Studies, 1, 586–596.

Rachman, F. (2018). Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia”, Jurnal Keadilan. Jurnal Keadilan Progresif, 9(2), 113-124.

Rezah, F. S., & Sapada, A. T. (2026). Komisi Pemberantasan Korupsi Pasca Perubahan Undang-undang dalam Perspektif Kelembagaan. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 5(1), 249–260.

Rukmini, M. (2009). Aspek Hukum Pidana dan Kriminologi. Bandung: Alumni.

Sembodo, C., Arifin, Z., Rahayu, S. H., Rahman, A. S., & Sahid, M. M. (2025). Beyond Harmonization: Conflict Resolution As A Legal Bridge Of Indonesian Islamic Family Law Reform In Kompilasi Hukum Islam. Indonesian Journal of Shariah and Justice, 5(2), Article 2. https://doi.org/10.46339/ijsj.v5i2.238

Setyowati, D., & Rahayu, S. M. (2021). Aspek Kriminologi Tindak Pidana Korupsi,. Jurnal Perspektif Hukum, 21(2), 257-258.

Susanto, I.S. (2011). Krimilogi. Yogyakarta: Genta Publishing.

Timbonga, Y. T., Muhadar, N., & Darmawanto. (2021). Analisis yuridis sistem pembuktian terbalik. Paulus Legal Research, 1(1), 47-55.

YuningsihI, H., & Ramdani, R. M. (2024). Analisis Kriminologis Terhadap Faktor Penyebab Tindak Pidana Korupsi. Disiplin : Majalah Civitas Akademika Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda, 30(4),131-142.

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

Hasanah, Nida Fauziah, and Oci Senjaya. “Pendekatan Teoritis Kriminologi Terhadap Pola Perilaku Dan Faktor Penyebab Korupsi”. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan 5, no. 2 (January 12, 2026): 359–370. Accessed January 28, 2026. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/awtjhpsa/article/view/3245.

Issue

Section

Articles