Page 1 of 9

REORIENTASI PERANAN PESANTRENPADA ERA

PEMBANGUNAN MENUJU PARTISIPASI

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BAWAH

Taufik Nugroho

PAI-FAI-UCY

Taufiknugroho54@gmail.com

Abstract: It goes without saying that Pesantren has been a site of great

potential to continue its role playing more broadly, not only as confine as

to become a guardian of social piety and the center for the spreading of

Islam in the countryside, but also playing its role as a counter part for the

development of the Indonesian government. The expansion is on the

aspect of political policies, empowerment of the people's economy as well

as character education .

Keywords: Pesantren, development, empowerment, community

Abstrak: Pondok Pesantren memiliki potensi besar untuk terus

memainkan perannya secara lebih luas, tidak hanya sebagai penjaga nilai

kesalehan masyarakat dan pusat penyebaran Islam di pedesaan, tetapi

juga memainkan peran sebagai counter part bagi pembangunan

pemerintah Indonesia. Perluasan tersebut yaitu pada aspek sosial politik,

pemberdayaan perekonomian rakyat serta pendidikan karakter.

Kata kunci: Pesantren, pembangunan, pemberdayaan, masyarakat

A. Pendahuluan

Lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang dinilai asli adalah

pesantren. Pelacakan historis dari Abdurrahman Wahid dalam Taufik

telah menyimpulkan bahwa pesantren tidak hanya identik dengan

keislaman, tetapi juga keaslian pendidikan Indonesia.1

Berapa jumlah pasti Pondok Pesantren di Indonesia? Kemenag

pada tahun 2009 merilis jumlah Pondok pesantren di Indonesia sebanyak

21.521 dengan santri 3.318.469.

2

Sampai dengan tahun 2016 belum ada

informasi up-date data yang akurat tentang pondok pesantren di

Indonesia. Selama ini, Pondok Pesantren dikenal menjadi tempat untuk

pembinaan moral kesalehan santri dan pembelajaran ilmu-ilmu agama

1 Taufik Nugroho, ―Analisis Manajemen Pendidikan Terhadap Kualitas Madrasah

Indonesia,‖ Jurnal Ulumuddin 6, no. 2 (2016): 80–87.

2R. Lukman Fauroni, Model Bisnis Ala Pesantren (yogyakarta: Kaukaba, 2014),

h. 2

Page 2 of 9

Taufik Nugroho

148 Jurnal Ulumuddin Volume 7, Nomor 2, Desember 2017

Islam serta pusat penyebaran Islam di pedesaan.3

Informasi penting

pada era colonial, Pondok Pesantren dikenal sebagai basis persemaian

sikap oposisi dan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Sejumlah

pemberontakan terhadap penjajah Belanda dimotori oleh Pondok

Pesantren. Semua fakta di atas adalah catatan ringkas tentang prestasi

pesantren dan sumbangannya kepada bangsa Indonesia.4

Bagaimana peran Pondok Pesantren Post Kemerdekaan ? Eksistensi

Pondok Pesantren post Kemerdekaan di Indonesia, tetap diakui oleh

bangsa Indonesia. Kehidupan Pondok Pesantren post kemerdekaan

Indonesia merupakan kelanjutan kehidupan Pondok Pesantren era

colonial. Pondok Pesantrenn masih terus memainkan perannya sebagai

penjaga gawang pendidikan Islam di pedesaan; pembelajaran ilmu-ilmu

agama Islam, pembinaan keshalehan para santri dan pusat penyebaran

Islam serta dikenal pada sisi kesederhanaannya.5

Pada saat yang sama, sejak Kemerdekaan, bangsa Indonesia

mengumandangkan pembangunan di seluruh aspek kehidupan. Program- program pembangunan diberbagai periode sejak era Orde Lama Orde

Baru sampai dengan era Reformasi terus bergerak maju. Dinamika

pembangunan bangsa Indonesia yang berlangsung selama ini bukan tanpa

kendala. Banyak prestasi yang mengesankan telah dicapai oleh bangsa

Indonesia selama era pembangunan berlangsung. Tetapi juga banyak

idealisme yang tertinggal; carut-marut kehidupan sosial politik, masih ada

sebagian rakyat Indonesia tertinggal secara ekonomi, konflik etnis, ras.

Ada pertanyaan besar yang harus di jawab pesantren, mengapa Pondok

Pesantren yang jumlahnya ribuan dinilai banyak pihak belum

menyumbang secara signifikan terhadap pembangunan ?

Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Tetapi Pesantren

memiliki potensi besar untuk terus memainkan perannya secara lebih

3 Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren (Jakarta: LP3ES, 1994), h. 16

4Imroatun Imroatun, ―Kontribusi Lembaga Pendidikan Agama Islam Dalam

Penguatan Identitas Bangsa,‖ Jurnal Ilmiah Bidang pendidikan Studia Didaktika 8, no. 1

(2016).

5 Umi Musaropah, ―Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penyelenggaraan

Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Pesantren,‖ aṣ-ṣibyan, Jurnal Pendidikan Guru

Raudlatul Athfal, Vol.1, No.2, Tahun 2016, h. 177-185, http://jurnal.uinbanten.ac.id/

index.php/assibyan/ article/ view/203

Page 3 of 9

Reorientasi Peranan Pesantren Pada Era Pembangunan

Menuju Partisipasi Pemberdayaan Masyarakat Bawah

Jurnal Ulumuddin Volume 7, Nomor 2, Desember 2017 149

luas, tidak hanya sebagai penjaga nilai kesalehan masyarakat dan pusat

penyebaran Islam di pedesaan, tetapi juga memainkan peran sebagai

counter part bagi pembangunan pemerintah Indonesia. Dengan kata lain,

Pondok Pesantren dapat mengambil bagian dalam agenda-agenda

pembangunan. Diantara agenda tersebut yaitu: pemberdayaan

perekonomian rakyat pedesaan, pendidikan perempuan serta

pemberdayaan litarasi teknologi masyarakat. Menurut penulis, peran- peran tersebut belum dilaksanakan secara luas dan massive. Sejumlah

data mengatakan bahwa baru sebagian kecil Pondok Pesantren yang

melakukan perluasan peran tersebut.

B. Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat

1. Watak Dasar Pesantren

Pesantren, sebagaimana kita ketahui, merupakan lembaga

pendidikan tradisional yang lekat dengan tradisi Islam. Lembaga tersebut

tumbuh dan berkembang di atas cita-cita Islam.5 Dilihat dari sudut

pandang sejarah, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan

Islam yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat

Indonesia sejak zaman pra-kemerdekaan.6

Keberadaan pesantren terus

tumbuh dan berkembang seirama dengan perkembangan zaman sampai

sekarang.

Pesantren pada satu sisi adalah lembaga pendidikan non formal

yang mengajarkan dan menyebarkan ajaran Islam di pedesaan. Sementara

itu pada sisi yang lain, fakta sejarah menunjukkann bahwa pesantren

dalam era colonial telah menjadi salah satu motor pergerakan perlawanan

terhadap penjajah Belanda. Pada era post kolonial, pesantren telah ikut

serta menyumbang di bidang sumberdaya manusia. Tak sedikit lulusan

pesantren menjadi tokoh-tokoh nasional menduduki posisi-posisi penting

dalam struktur kenegaraan diberbagai level dan unit kerja. Selain itu,

banyak alumni pesantren yang memilih terjun di masyarakat mendirikan

pesantren dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Identitas

6Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pendidikan di Indonesia Dari

Jaman ke Jaman (Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan

Kebudayaan, 1979), h. 27