Page 1 of 16

PENGARUH ZIKIR TERHADAP KETENANGAN DAN

KEBAHAGIAAN MANUSIA, PERSPEKTIF QURANI

Mohammad Bisri

Faculty of Psychology State University of Malang

moh.bisri.fppsi@um.ac.id

abstract: Humility and human happiness are a very important aspect.

Many factors affect human serenity and happiness, such as prayer, zakat

and charity, fasting, pilgrimage and dhikr. but only one that is easy for

everyone throughout the world in various circumstances and environment

and has a very decisive influence on human happiness that is dhikr to

Allah. On the contrary, human beings no longer use it to recite to Allah,

then suddenly his happiness is pulled out from his bosom; it's just gone

missing its memory. There was a sad feeling, his chest suddenly felt tight

and narrow, not even infrequently his life became meaningless.

Keywords: remembrance, happiness, Quran

Abstrak: Kerendahan hati dan kebahagiaan manusia adalah aspek yang

sangat penting. Banyak faktor yang memengaruhi ketenangan dan

kebahagiaan manusia, seperti sholat, zakat, dan amal, puasa, ziarah, dan

zikir. tetapi hanya satu yang mudah bagi semua orang di seluruh dunia

dalam berbagai keadaan dan lingkungan dan memiliki pengaruh yang

sangat menentukan pada kebahagiaan manusia yang berdzikir kepada

Allah. Sebaliknya, manusia tidak lagi menggunakannya untuk membaca

kepada Allah, lalu tiba-tiba kebahagiaannya ditarik keluar dari dadanya;

itu baru saja hilang ingatannya. Ada perasaan sedih, dadanya tiba-tiba

terasa kencang dan sempit, bahkan tak jarang hidupnya menjadi tak

berarti.

Keywords: Zikir, kebahagiaan, Quran

A. Pendahuluan

Ketenangan dan kenyamanan merupakan ekspresi kebahagiaan

yang paling umum dirasakan orang. Ekspresi lain seperti perasaan enak,

rasa senang dan perasaan lainnya tidak dibahas disini. Beberapa faktor

yang berkaitan dengan kebahagiaan yang memiliki hubungan sangat kuat

adalah berzikir, yakni aktifitas ibadah verbal dan spiritual yang

diekspresikan dengan pengucapan kalimat tertentu dengan cara tertentu

dengan menggunakan lisan yang bisa didengar oleh telinga, atau dengan

menggunakan qolbu, hati untuk menyebut-nyebut asma Allah tanpa suara

lahiriah.

Page 2 of 16

Mohammad Bisri

88 Jurnal Ulumuddin Volume 7, Nomor 2, Desember 2017

Menurut guru besar Spiritual dibidang menejemen Qolbu TQN

Suryalaya,

1 bahwa puncak pencarian kebahagiaan yang lebih kekal bagi

manusia adalah mendekat, bersama Allah, dengan berzikir kepada Allah.

Karena dengan zikir itulah hati, jiwa manusia menjadi tenang. Sebaliknya

jika hati manusia tidak digunakan untuk berzikir kepada Allah manusia

akan susah, gundah tidak bahagia. Bahkan jika orang tidak menggunakan

hatinya untuk berzikir kepada Allah, maka dada orang itu akan susah,

sedih, dadanya terasa sesak.

Karena itulah maka fokus bahasan pada kesempatan ini akan

dibahas lebih mendalam bagaimana pengaruh zikir bagi kebahagiaan

manusia. Fokusnya pada penelusuran Quran dan tafsirnya.2 Semua

diselesksi berkaitan dengan zikir dan manfaatnya untuk dikomparasikan

dengan pandangan para praktisi sufi.

Dasar Dan Alasan Orang Melakukan Zikir Kepada Allah

Perkembangan ruhaniah manusia yang paling tinggi adalah

ketenangan dan kebahagiaan. Terjadinya entitas, yaitu keutuhan laku dan

tercapainya integritas kepribadian, yaitu, keserasian dimensi fisik, mental

dan spiritual manusia. Ketimpangan salah satunya akan menimbulkan

masalah, seperti kekecewaan, kegetiran, sampai kepada kepahitan hidup.

Meskipun begitu asalkan spiritualnya dapat menerimanya dengan lapang

dada, maka masalah akan dapat diurai dan kebahagian akan dapat dicapai.

Banyak orang yang ingin bahagia hidupnya, ingin tenang batinnya

akan tetapi banyak orang sampai ajal menjelang ketenangan batin yang

dia inginkan belum juga didapatkannya. Orang barat Amerika Utara dan

Eropa Barat yang memiliki kekayaan material melimpah dan kekuasaan

territorial yang luas, mungkin juga meraih banyak ketenaran, namun

kebanyakan mereka tidak berhasil mencapai kebahagiaan yang kekal.

Mereka mulai melirik cara-cara orang timur meraih ketenangan dan

kebahagiaan hidup. Mereka sekarang sedang sibuk mempelajari tai-chi,

1Syeh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ̳Arifin, Uqudul Jumaan, Tanbih (Suryalaya:

Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya dan Thoriqat Qodiriyyah Wan

Naqsabandiyyah, 1975).

2Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya (Surabaya: Duta Ilmu,

2005); Mahmud Yunus, Tafsir Quran Karim, 20 ed. (Jakarta: Hidakarya Agung, 1983).

Page 3 of 16

Pengaruh Zikir Terhadap Ketenangan Dan

Kebahagiaan Manusia, Perspektif Qurani

Jurnal Ulumuddin Volume 7, Nomor 2, Desember 2017 89

chi-kung, yoga untuk mencapai kebahagiaan dan ketenangan hidup. Di

negara-negara Amerika Utara dewasa ini mulai banyak orang belajar zikir

sebagai teknologi dan solusi dalam mencapai ketenangan dan kebahagiaan

hidup.

Untuk mencapai kebahagiaan hakiki perlu jalan yang benar, cara

atau teknologi yang tepat sebagaimana jalan, cara yang yang digunakan

orang-orang sholeh sebagai yang ditunjukkan Tuhannya, sebagaimana

yang difirmankan Allah dalam al-Quran Surat al-Maidah, 5: 35; yaitu agar

orang beriman dapat bertaqwa, perlu mencari washilah yang tepat, dan

berjuang keras menggunakan washilah tersebut agar diberi kemenangan

dan berbahagia.

ذُ ۡك

َؼو

َ

ۦ م

ِِف َسِبيِِلِ

ْ

َٰيِ ُدوا

َ َج

ََلَ و

ي

ِ

َس

و

ۡ

م

ٱ

ۡوِ

ي

َ

م

ِ

ا

ْ

ا

ٓ

َۡتُغو

ب

ٱ

َ

ذََّلل و

ٱ

ْ

ذُلوا

ث

ٱ

ْ

اَمنُوا

َ

َن ء

ي

َّلِ

ذ

ُّيَا ٱ

َه

ٓب

َٰ

َ

ي

ُحوَن

ِ

ثُۡفو

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah

jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjuanglah dengan

sungguh-sungguh di jalan-Nya, agar supaya kamu mendapat

keberuntungan (QS. Al-Maidah, 5: 35).

Zikir mendatangkan ketenangan batin dan kebahagiaan Hati

Banyak cara yang digunakan orang untuk memperoleh ketenangan

hati seperti meditasi, yoga refresing di alam terbuka dsb. Namun tidak ada

yang menyamai keektifan dan kecepatannya dengan zikir. Allah sendiri

menegaskan bahwa zikir adalah satu-satunya cara untuk mencapai

ketenangan batin.

وُب

ُ

ُلو

ۡ

م

ِِئه ٱ

َ

ثَ ۡطم

ذَّللِ

ِر ٱ

ِذنۡ

ََلِب

ٱ

َ ِۗ

ذَّللِ

ِر ٱ

ِذنۡ

وُُبُم ِب

ُ

ِِئه كُو

َ

ثَ ۡطم

َ

ْ و

اَمنُوا

َ

َن ء

ي

َّلِ

ذ

ٱ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram

dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah

hati menjadi tenteram.( QS. Ra‘d, 13:28)

ذََّلل

ٱ

ْ

ُوا

نُر

ۡ

ذ

ٱ

َ

و

ذَّللِ

ْ مِن فَ ۡض ِل ٱ

َۡتُغوا

ب

ٱ

َ

ِض و

ۡ

ر

َ

ۡلۡ

ِِف ٱ

ْ

هتَ ِِشُوا

ٰوُة فَب

َ

صو

ذ

م

ِت ٱ

َذا كُ ِضيَ

ِ

فَا

ُحوَن

ِ

ذُ ۡك ثُۡفو

َؼو

ذ

ٗريا م

ثِ

نَ

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi;

dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu

beruntung.(QS. Al Jumuah, 62:10)