Page 1 of 14
SEKOLAH PASAR RAKYAT SAMBILEGI
ALTERNATIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DALAM MASYARAKAT
Khilda Maulidiah
Alumni FAI UCY
Siti Aisyah
FAI UCY
Moh. Nasrudin
FAI UCY
Abstract: This paper intends to see one form of public education in
Indonesia in the perspective of Islamic Education. The object of this
research is the Sambilegi tradisonal Market School (SPRS) located in
Sleman Regency. From the data obtained through observation, interviews
and observations it can be concluded that the principle of togetherness in
welfare which is the basis of organization and education is an important
value for its conformity with the principles of Islamic education.
Supporting and inhibiting factors in SPRS education are indeed found, but
togetherness commitments need to be deepened as long as education is
even disseminated.
Keywords: Islamic Religious Education, Community, Market
Abstrak: Tulisan ini bermaksud melihat salah satu bentuk pendidikan
masyarakat di Indonesia dalam perspektif Pendidikan Islam. Obyek
penelitian ini adalah Sekolah Pasar Rakyat Sambilegi yang terletak di
Kabupaten Sleman. Dari Data yang diperoleh melalui, observasi,
wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwasannya prinsip
kebersamaan dalam kesejahteraan yang menjadi dasar penyelenggaraan
maupun pendidikan menjadi nilai penting bagi kesesuaiannya dengan
prinsip-prinsip pendidikan Islam. Faktor-faktor pendukung dan
penghambat dalam pendidikan SPRS memang ditemukan, namun
komitmen kebersamaan perlu diperdalam selama pendidikan bahkan
disebarluaskan.
Kata Kunci; Pendidikan Agama Islam, masyarakat. Pasar.
A. Pendahuluan
Islam dan pasar telah berkaitan sejak awal Islam bangkit.
Rasulullah saw. sendiri adalah seorang pedagang yang tidak asing dengan
eksistensi pasar sebagai tempat penjual dan pembeli bertemunya atau
sesama penjual. Kota suci Mekkah telah dikenal sejak pra-Islam sebagai
Page 2 of 14
K. Maulidiah, Siti Aisyah, & Moh. Nasrudin
32 Jurnal Ulumuddin Volume 7, Nomor 1, Juni 2017
tempat pertemuan pedagang Byzantium dan Persia. Penyebaran Islam di
Indonesia pun telah diakui juga berkat jasa pedagang dari Timur selama
berinteraksi di pasar dengan kaum pribumi.
Bagi Islam, pasar sendiri tidak hanya sebagai tempat transaksi
antara penjual dan pembeli. Pasar secara empirik telah menunjukkan
fungsinya sebagai wahana pendidikan, transfer ilmu bahkan nilai akidah,
syariah dan akhlak Islam. Berkaca pada awal penyebaran Islam, pasar
menjadi ruang yang tempat pembauran Islam dengan kebudayaan
setempat. Zuhairini dkk. mengatakan Dengan masa pembinaan
pendidikan Islam yang dimaksudkan adalah dimana proses penurunan
ajaran Islam kepada Muhammad SAW dan proses pembudayaannya
(masuknya ke dalam kebudayaan manusiawi, sehingga diterima dan
menjadi unsur yang menyatu dalam kebudayaan manusia berlangsung.
Masa tersebut berlangsung sejak Muhammad menerima wahyu dan
menerima pengangkatannya sebagai Rasul sampai dengan lengkap dan
sempurnanya ajaran Islam menjadi warisan budaya umat Islam,
sepeninggal Muhammad SAW.1
Dewasa ini, pengakuan eksplisit terhadap pendidikan dalam pasar
pun tidak seperti dahulu. Pengakuan langsung hanya pada lingkup sekolah
sebagai lembaga pendidikan, keluarga sebagai lini pendidikan terkecil di
masyarakat, dan masyarakat yang juga menjadi salah satu pilar
pendidikan. 2 Pendidikan di sini mengikuti pengertian umum dari
madrasah yang dilontarkan oleh Nugroho.3 bangunan atau lembaga untuk
belajar dan memberi pengajaran. Namun di situ tidak dimungkinkan
terjadi teknis pembelajaran, madrasah membangun interaksi belajar
mengajar secara formal, tidak berbeda dengan sekolah.4
Secara perlahan, pasar mulai diakui sebagai bagian dari pendidikan
masyarakat yang memungkinkan gaya pembelajaran non formal di
1 Zuhairini, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta : Bumi Aksara kerjasama Depag,
2011), h. 14
2 Nana Surya Permana & Imroatun, Dasar-dasar Kependidikan (Serang: FTK
Banten press, 2018), h. 205
3 Taufik Nugroho, “Analisis Manajemen Pendidikan Terhadap Kualitas Madrasah
Indonesia” Jurnal Ulumuddin Volume 6, Nomor 2, Desember 2016, h. 80-87.
4 Ibid.
Page 3 of 14
Sekolah Pasar Rakyat Sambilegi,
Alternatif Pendidikan Agama Islam Dalam Masyarakat
Jurnal Ulumuddin Volume 7, Nomor 1, Juni 2017 33
dalamnya. Perannya bisa berbeda dengan pendidikan Islam dalam
keluarga yang menekankan dorongan kenyamanan bersama di dalamnya.5
Posisinya hampir sama dengan masjid sebagai wahana pendidikan
Islam non formal yang berdampak penting bagi masyarakat bahkan hingga
usia dini seperti peran lembaga yang disebut terakhir.6
Perwujudan partisipasi dalam pendidikan masyarakat dapat juga
dilakukan secara individu atau kelompok, spontanitas atau terorganisir,
dilakukan secara kontinnyu atau sesaat. Bahkan Pembangunan yang tidak
melibatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya dianggap
seringkali tidak menyentuh kebutuhan masyarakat, karena masyarakat
adalah pihak yang paling mengetahui yang menjadi permasalahan mereka
serta mengerti cara bagaimana mengatasi permasalahan mereka.7
Upaya pasar menjadi tempat belajar penting rupanya diakui di
Yogyakarta. Salah satunya Sekolah Pasar Rakyat di Pasar Sambilegi. Awal
mulanya masuk melalui Dinas Pasar Sleman kemudian bekerja sama
dalam penyelenggaraan pendidikan dengan Paguyuban Pedagang Pasar
Sambilegi.
Pasar Sambilegi terletak di Kabupaten Sleman, provinsi DI
Yogyakarta yang menjadi salah satu binaan Sekolah Pasar Rakyat. “Pasar
Sambilegi masuk dalam Kelompok UPT Pelayanan Pasar Kelompok V
Kecamatan/Kelurahan Depok, Maguwoharjo. Alamat Sambilegi
Maguwoharjo Depok Sleman dengan Luas 4106 m2. Pasaran Harian
dengan jumlah Pedagang 450 Orang.”
Karenanya dirasa perlu penggalian lebih jauh mengenai pendidikan
Islam di masyarakat Sekolah Pasar Rakyat Sambilegi (SPRS). Pendidikan
5 Intan Kusumawati, “Menciptakan Iklim Kenyamanan Belajar Di Dalam
Keluarga” Academy Of Education Journal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Vol. 4 No. 2 Januari 2013, 59-71
6Imroatun, “Masjid Dan Pengembangan Wawasan Anak Usia Dini Dalam
Pelestarian Lingkungan Hidup Nasional” Jurnal Ulumuddin Volume 5, Nomor 1, Juni
2015, h. 21-28, Lihat juga Fattah Setiawan Santoso; Diflah Nadjih dan Imam Samroni,
Penguatan Budaya Ramah Lingkungan Berbasis Fikih Di Kampung Nelayan Wilayah
Poncosari Srandakan Bantul-DIY, Laporan Akademik Program Bantuan Peningkatan
Mutu Pengabdian Kepada Masyarakat. 2015.
7 Heningtyas dkk., “Peran Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Upaya
Pengembangan Pendidikan Nonformal (Studi Kasus: Eksistensi “Kampung Inggris”
Kabupaten Kediri).” Jurnal Administrasi Publik (JAP), 2(2), 2014, 264–268.
Page 4 of 14
K. Maulidiah, Siti Aisyah, & Moh. Nasrudin
34 Jurnal Ulumuddin Volume 7, Nomor 1, Juni 2017
itu telah berlangsung sejak tahun 2013 hingga kini. Dari yang masih
berupa pertemuan koperasi menjadi yang lebih teratur.
B. Metode Penelitian
Penelitian bermaksud meneropong secara mendalam tentang
pelaksanaan pendidikan di Sekolah Pasar Sambi Legi. Dari situ bisa
ditemukan pula tentang factor pendukung dan penghambat pendidikan
dalam pasar. Semuanya dibahas dalam perspektif pendidikan Islam
Penggalian melalui wawancara mendalam menggunakan beberapa
Informan penting sebagai berikut; Kepala Sekolah Pasar Rakyat
Sambilegi, Sleman, Tim Penanggung Jawab Sekolah Pasar Rakyat
Sambilegi, Sleman, Pedagang pasar Sambilegi, Sleman peserta Sekolah
Pasar Rakyat dan Pakar pemberdayaan masyarakat. Data juga diperdalam
melaui dokumentasi dan observasi.
Pengklasifikasian data merupakan tahapan penelitian selanjutnya.
Acuannya adalah pokok masalah. Data kemudian dianalisis secara
induktif. 8 dengan harapan bisa memberikan kesimpulan yang
memberikan wawasan yang dalam tentang SPSR.
C. Pelaksanaan Pendidikan
1. Visi misi tujuan dan sasaran
SPRS berdiri pada bulan Desember 2013. Insiasi dari Tim Sekolah
Pasar Rakyat (TSPR) yang menjak kerjasama Dinas Pasar Kabupaten
Sleman dan Paguyuban Pasar Sambilegi. Sekolah Pasar Rakyat adalah
organisasi pergerakan nir-laba yang memiliki tujuan untuk
mengembangkan pasar rakyat. Penguatan terhadap modal intelektual,
modal institusional, dan modal material pasar rakyat dilaksanakan oleh
Sekolah Pasar Rakyat melalui berbagai cara.9
Pada Desember 2013 Sekolah Pasar Rakyat bekerja sama dengan
mengadakan pertemuan dengan pedagang Pasar Sambilegi untuk
membahas pertemuan kelas dan materi yang dibahas sesuai dengan
kebutuhan pedagang Pasar Sambilegi. Pertemuan yang berlangsung setiap
8 Sutrisno Hadi, Metodology Research II (Yogyakarta : Andi Offset, 1989) h. 42
9Tim Sekolah Pasar, Sekolah Pasar Rakyat (Yogyakarta : kerjasama Pusat Studi
Ekonomi Kerakyatan UGM, 2013), h. 1-3
Page 5 of 14
Sekolah Pasar Rakyat Sambilegi,
Alternatif Pendidikan Agama Islam Dalam Masyarakat
Jurnal Ulumuddin Volume 7, Nomor 1, Juni 2017 35
sebulan sekali pada pekan pertama selama 12 kali tatap muka.Pertemuan
terakhir menginisiasi pembentukan koperasi pedagang Pasar Sambilegi.
Hingga kini pertemuan koperasi menjadi lanjutan jenjang pendidikan
Sekolah Pasar Rakyat di Pasar Sambilegi. Dengan demikian Peserta
Sekolah Pasar Rakyat di Pasar Sambilegi sekaligus anggota koperasi yang
dibentuk bersama dengan mengundang pedagang lain yang belum
mengikuti kegiatan Sekolah Pasar Rakyat Sekolah Pasar Rakyat.
a. Visi dan Misi10
1) Visi : Sekolah Pasar Rakyat memiliki visi mewujudkan pasar rakyat
yang mandiri dan berkooperasi.
2) Misi : Membangun dan mengembangkan modal intelektual, modal
institusional, dan modal material pasar rakyat.
b. Tujuan dan Sasaran
1) Sekolah Pasar Rakyat menjadi media rintisan pembersatuan ekonomi
para pelaku pasar rakyat.
Sekolah akan menjadi perekat dan perapat barisan pegiat industri
desa, koperasi sejati, dan pasar rakyat. Hanya dengan kebersatuan inilah
maka mereka sanggup menghadapi setiap tantangan dan perubahan.Ia
menjadi embrio bagi realisasi visi misi pasar rakyat ke depan. Secara
khusus ia dapat pula dijadikan instrumen inovasi pendidikan dasar dan
menengah para anggota dan pengurus koperasi pasar. Ia adalah bagian
dari usaha revitalisasi koperasi pasar.
2) Sekolah Pasar Rakyat pun akan menjadi think-thank dan media
persemaian konsep Pasar Mandiri, untuk mengembalikan khittah
pasar sebagai pemasar produk desa.
Berangsur-angur perlu dikurangi ketergantungan pasar terhadap
pasokan produk pabrikan. Demikian halnya ia menjadi pemikir rintisan
Bursa Koperasi Pasar sebagai media interkoneksi antarkoperasi pasar
rakyat di DIY, baik secara langsung maupun virtual. Sekolah Pasar Rakyat
juga akan menjadi media pendidikan untuk menanamkan kecintaan
kepada anak-anak, remaja, dan mahasiswa terhadap produk-produk lokal
10Anggaran Dasar Sekolah Pasar Rakyat Pasal 7