Berdasarkan dengan grafik di atas dapat dijekaskan bahawa sikap dan partisipasi
Masyarakat menunjukan bahwa 68% Masyarakat yang sangat setuju jika mereka harus ikut
menjaga hutan mangrove, ikut kegiatan penanaman, mengingatkan orang yang melakukan
kerusakan, keterlibatan Masyarakat dalam program konservasi mangrove, dan dukungan
terhadapat aturan desa terkait dengan perlindungan hutan mangrove. Sedangkan terdapat 41.2%
Masyarakat yang sangat setuju dan 30.9% Masyarakat yang setuju dengan kebijakan konservasi.
Kebijakan konservasi yang dilakukan diantaranya berhubungan dengan program khusus menjaga
hutan mangrove, sosialisasi, sanksi bagi yang merusak, dan program yang melibatkan pemerintah
Masyarakat, sekolah, dan kelompok nelayan dalam menjaga hutan mangrove.
4. Simpulan
Berdasarkan dengan hasil penelitian dan pemebahasan yang dilakukan dapat di simpulkan
bahwa dari segi pengetahuan Masyarakat di desa Doro, Koititi, dan Cango sudah sangat baik,
namun masih terdapat kerusakan akibat alifugnsi lahan yang harus segera diatas dan didukung
dengan kebijakan oleh pemerinta untuk mengurangi laju kerusakan di masa yang akan datang
mengingat hitan mangrove mempunyai banyak manfaat seperti mencegah terjadinya abrasi
Pantai, gelombang pasang, terjangan tsunami dll.
5. References
Al, A., Liwa, I. M., & Hadiprayitno, G. (2018). Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Sosialisasi Peran dan Fungsi Mangrove Pada Masyarakat di Kawasan Gili Sulat
Lombok Timur.
Alongi, D. M. (2008). Mangrove forests : Resilience , protection from tsunamis , and
responses to global climate change. https://doi.org/10.1016/j.ecss.2007.08.024
Aslan, A., Rahman, A. F., Robeson, S. M., & Ilman, M. (2021). Land-use dynamics associated
with mangrove deforestation for aquaculture and the subsequent abandonment of
ponds. Science of The Total Environment, 791, 148320.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2021.148320
Donato, D. C., Kauffman, J. B., Murdiyarso, D., Kurnianto, S., & Stidham, M. (2011).
Mangroves among the most carbon-rich forests in the tropics. Nature Geoscience,
4(4), 1–5. https://doi.org/10.1038/ngeo1123
Norman C. Duke. (2017). Mangrove Floristics and Biogeography. (January 1992).
https://doi.org/10.1029/CE041p0063
Primavera, J. H., Friess, D. A., Van Lavieren, H., & Lee, S. Y. (2019). Chapter 1 - The
Mangrove Ecosystem. In C. Sheppard (Ed.), World Seas: An Environmental Evaluation
(Second Edition) (Second Edition, pp. 1–34). Academic Press.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/B978-0-12-805052-1.00001-2
Sri, I., & Karto, P. (n.d.). Pelestarian Hutan Mangrove dan Peran Serta Masyarakat Pesisir.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Tewal Bernhard, Adolfina, Pandowo Merinda Ch, H. N. T. (2017). Perilaku Organisasi.
Utomo, B., Budiastuti, S., & Muryani, C. (2017). Strategi Pengelolaan Hutan Mangrove Di
Desa Tanggul Tlare Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. 15(2), 117–123.
https://doi.org/10.14710/jil.15.2.117-123