Alkhairat Sasa yang datang tepat waktu di pondok pesantren ketika diadakan kelas tatap muka
terbatas. Selama proses pembelajaran, santri kelas VIII Ponpes Salafiyah Alkhairat Sasa
didisiplinkan untuk mengikuti praktik kesehatan terutama untuk selalu memakai masker,
menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk kelas selama proses pembelajaran lingkungan
pesantren. Inilah contoh kedisiplinan dan tanggung jawab yang ditanamkan di pondok pesantren
Salafiyah Alkhairat Sasa.
Penanaman karakter disiplin dan tanggung jawab pada proses pembelajaran IPS Terpadu di
kelas VIII Salafiyah Alkhairat Sasa merupakan bentuk dari contoh dan teladan yang diberikan
oleh Bapak guru baik dalam proses mengajar di dalam kelas maupun pada saat di luar kelas.
Penamanan karakter disiplin dan tanggung jawab juga terlihat dari lingkungan Pesantren
Salafiyah Alkhairat Sasa yang selalu terlihat bersih, hijau, rindang, indah, tamannya terlihat
sangat tertata dengan rapi dan sekitar lingkungan Pesantren Salafiyah Alkhairat Sasa juga di
pasang papan-papan aturan dan kata-kata motivasi pengingat untuk peserta didiknya. Selain itu
juga terlihat gazebo dan tempat duduk yang sangat tertata dengan rapi yang bisa digunakan santri
dalam belajar di luar kelas ataupun untuk aktivitas lainnya di luar kelas. Terdapat juga aturan
yang terkait dengan disiplin dalam mentaati aturan protokol kesehatan. Kebersihan dan
keindahan tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan dan tanggung jawab semua warga Pesantren.
Selain itu, dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPS Terpadu yang dilaksanakan
secara daring di kelas VIII Salafiyah Alkhairat Sasa. Ditemukan hasil bahwa santri-siswi kelas
VIII Salafiyah Alkhairat Sasa juga memiliki kedisiplinan dalam mengumpulkan tugas, dan
mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam penyusunan silabus dan RPP mata pelajaran IPS
Terpadu yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan karakter dimana nantinya bisa
membentuk sikap disiplin dan tanggungjawab yaitu dilakukan dengan cara mengembangkan
silabus dan RPP yang berbasis pendidikan karakter.
Menurut Nurhadi (2004), upaya dan strategi untuk menumbuhkan karakter disiplin dan
tanggung jawab dilakukan melalui prinsip-prinsip CTL. CTL adalah konsep pembelajaran yang
membantu guru menghubungkan materi yang dipelajarinya dengan situasi nyata santri, dan
mendorong santri membuat hubungan antara apa yang mereka ketahui dan bagaimana
penerapannya dalam situasi nyata dengan menghadirkan tujuh komponen efektif. CTL yaitu
menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi nyata sehingga santri dapat dengan mudah
memahami materi pembelajaran serta menemukan contoh baik dan buruk yang secara alami
dapat memunculkan karakter santri.
Meskipun telah ditanamkan nilai karakter displin dan tanggung jawab di Pesantren
Salafiyah Alkhairat Sasa, masih dapat ditemukan beberapa santri kelas VIII yang belum
menerapkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab tersebut. Hal tersebut terlihat dari
beberapa santri yang telambat dalam pengumpulan tugas dan tidak mengikuti kegiatan
pembelajaran secara daring pada mata pelajaran IPS Terpadu. Oleh karena itu, penanaman
karakter disiplin dan tanggung jawab harus terus di evaluasi, diperbaiki dan ditingkatkan agar
kedisiplinan dan tanggung jawab santri tersebut berdampak terhadap prestasi santri-siswi kelas
VIII Salafiyah Alkhairat Sasa.