berbagai fenomena, gejala dan situasi sosial tertentu. Dalam penelitian kualitatif, peneliti
berperan sebagai instrumen utama dalam memberikan makna dan interpretasi terhadap setiap
fenomena, gejala, dan situasi sosial yang diteliti. Oleh karena itu, peneliti perlu menguasai
teori yang relevan untuk menganalisis kesenjangan yang mungkin muncul antara konsep
teoritis dan fakta yang ada. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dan analitis. Deskriptif dalam
konteks ini berarti menggambarkan dan menjelaskan peristiwa, fenomena, serta situasi sosial
yang sedang diteliti. Sementara itu, analisis mencakup proses memberikan makna,
menginterpretasikan, dan membandingkan data yang diperoleh dari penelitian. Analisis data
kualitatif yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data interaktif yang
dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Proses analisis ini umumnya melibatkan tiga
tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Qomaruddin dan
Sa’diyah 2024). Dalam model ini, analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan
selama proses penelitian. Reduksi data merupakan proses menyederhanakan data, penyajian
data berfungsi untuk menampilkan informasi secara sistematis, dan penarikan kesimpulan
adalah tahap interpretasi data untuk menghasilkan pemahaman yang mendalam.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian mengenai implementasi pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di
kelas IX SMP Ghautsul Ibaad dalam membentuk karakter sosial peserta didik. Pemaparan
pada bagian hasil penelitian ini merupakan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang
telah dilakukan selama penelitian. Peneliti menguraikan bagaimana penerapan metode PBL
berlangsung di kelas, respons peserta didik terhadap pembelajaran, serta dampak nyata yang
terlihat pada pembentukan karakter sosial peserta didik. Data yang disajikan bertujuan
memberikan gambaran obyektif tentang keberhasilan ataupun kendala yang muncul dalam
proses implementasi PBL, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan metode
pembelajaran di masa mendatang.
Peneliti memperoleh sejumlah data khusus yang berkaitan dengan Implementasi
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SMP Ghautsul Ibaad Kelas IX dalam
Membentuk Karakter Sosial Peserta didik. Data tersebut diperoleh melalui metode wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Informasi yang terkumpul kemudian dijabarkan secara rinci untuk
mendukung analisis penelitian. Proses ini melibatkan peneliti yang mengumpulkan data
dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil
pengumpulan data tersebut, diperoleh informasi mengenai Implementasi Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) Di SMP Ghautsul Ibaad Kelas IX Dalam Membentuk
Karakter Sosial Peserta didik. Seluruh data hasil jawaban dari informan kemudian diolah
melalui tahap pengkodean (coding) untuk memudahkan analisis dan pengelompokan informasi
tersebut.
Hasil penelitian tentang penerapan Problem Based Learning (PBL) di kelas IX SMP
Ghautsul Ibaad menunjukkan bahwa PBL memberikan pengalaman pembelajaran yang aktif
dan bermakna bagi peserta didik. PBL, sebagai model pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik dan berfokus pada pemecahan masalah nyata, mendorong peserta didik untuk
berpikir kritis, mandiri, dan kolaboratif (Hosnan, 2014; Trianto, 2007). Temuan ini sejalan
dengan teori Piaget tentang perkembangan kognitif yang menekankan peran aktif peserta didik
dalam membangun pengetahuan serta teori konstruktivis yang menyatakan bahwa
pembelajaran harus berbasis pengalaman nyata untuk membentuk pemahaman yang
mendalam.
Pelaksanaan PBL di SMP Ghautsul Ibaad melalui tahapan orientasi masalah,
pengorganisasian peserta didik, pembimbingan penyelidikan, pengembangan hasil, dan
evaluasi secara konsisten mengacu pada prosedur model PBL yang efektif (Hotimah, 2020).
Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses belajar peserta didik, tanpa