How to Cite: Mustafa, I. R. H., Yamin, F., & Ahmad, I. M. (2026). Manajemen Sekolah Berbasis
Makayaklo (Studi Kasus MTs Swasta Muhammadiyah Matsa Halmahera Selatan).
Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 6(1), 11–17.
https://doi.org/10.47200/aossagcj.v6i1.3596
1. Pendahuluan
Manajemen sekolah yang efektif tidak hanya bergantung pada penerapan teori-teori
manajemen modern yang bersifat universal, tetapi juga harus sensitif terhadap konteks sosial-
budaya di mana sekolah itu berada (Fitriyanti et al, 2026) (Nurbudiyani & Solikin, 2025). Di
Indonesia yang multikultural, setiap daerah memiliki kearifan lokal yang dapat menjadi sumber
nilai bagi pengelolaan lembaga pendidikan (Afif, 2022). Namun, dominasi pendekatan
manajemen berbasis standar nasional seringkali mengabaikan potensi lokal tersebut, sehingga
menimbulkan ketidaksesuaian antara sistem yang diterapkan dengan realitas sosiologis
masyarakat setempat. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik gotong royong
seperti Makayaklo diterapkan dalam membangun rumah, mengolah kebun, hingga mengadakan
upacara adat. Menurut (Pasteruk, 2020), nilai-nilai komunal seperti ini memiliki potensi besar
untuk diintegrasikan dalam pembangunan komunitas, termasuk sektor pendidikan. Makayaklo
berfungsi tidak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan berat dalam perayaan, tetapi juga sebagai
perekat sosial yang memperkuat hubungan antarkeluarga, antaretnis, bahkan dengan
pendatang. Budaya ini juga memiliki nilai ekonomi karena partisipasi anggota berupa tenaga
dan donasi sangat meringankan tuan rumah (Bakar, Saiful and Zubair, 2019).
Meskipun nilai-nilai Makayaklo sangat potensial untuk diterapkan dalam manajemen
sekolah misalnya dalam pengambilan keputusan kolektif, pembagian tugas, dan penyelesaian
konflik yang belum ada penelitian yang secara sistematis mengkaji hal tersebut. Kesenjangan
dalam penelitian ini adalah: (1) minimnya literatur tentang integrasi kearifan lokal dari
kawasan Indonesia Timur (khususnya Maluku Utara) dalam manajemen pendidikan; (2) belum
adanya model manajemen sekolah berbasis Makayaklo yang terdokumentasi secara empiris; (3)
kecenderungan penelitian sebelumnya hanya fokus pada budaya Jawa, Bali, atau Sumatera
dalam konteks pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi kekosongan
tersebut dengan menjawab pertanyaan: Bagaimana nilai-nilai budaya Makayaklo Suku Makian
diimplementasikan sebagai pilar manajemen sekolah di MTs Swasta Muhammadiyah Matsa?.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal
terpancang (single embedded case study). Lokasi penelitian di MTs Swasta Muhammadiyah